Senin, 18 Januari 2016

Warga Oelpuah Enggan Jadi Penonton


PLTS di Desa Oelpuah, Kupang Tengah
POS KUPANG.COM - Tidak boleh mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah, kecuali keahliannya tidak dimiliki warga Desa Oelpuah. Demikian syarat yang harus dipenuhi oleh PT LEN Industri (Persero) saat membangun PLTS terbesar di Indoensia itu.  Dengan kata lain warga Oelpuah enggan menjadi penonton di kampungnya sendiri.

Sejak awal warga setempat tidak menghambat niat perusahaan yang  berinvestasi di desa itu. Mereka malah bersyukur karena PLTS akan memenuhi kebutuhan akan pasokan daya listrik.

"Sebenanarnya banyak orang di sini yang mau usaha mebeler tapi kendalanya listrik. Jadi kalau listrik di sini sudah stabil pasti ada banyak usaha yang dilakukan," kata warga Oelpuah, Pati Djamanero (32), saat di temui di lokasi PLTS Oelpuah, Selasa (5/1/2016).

Sekilas Sejarah Perjalanan GMIT


Pdt Dr Mery Kolimon
POS KUPANG.COM  - Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)  mempunyai sejarah yang cukup panjang bila dibandingkan dengan gereja-gereja Protestan lainnya di Indonesia. Berikut ini sekilas perjalanan GMIT menurut  catatan Ketua BP4S GMIT, Pdt. Yuda D. Hawu Haba, M.Th yang dikirimkan ke Pos Kupang.

Sejarah GMIT telah dimulai sejak zaman Portugis (abad XVI) dan zaman VOC (abad XVII-XVIII). GMIT tak terpisahkan dengan sejarah gereja-gereja di Indonesia pada umumnya. Wilayah di mana Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dianugerahi hak hidup bergerak dan berkembang adalah seluas Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kecuali Pulau Sumba dan Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Termasuk Pulau Sumbawa karena warisan masa lampau yakni bagian dari keresidenan Timor dan daerah taklukkannya.

Mariana Rohi Bire Tidak Jalan Sendiri


Mariana Rohi Bire
POS KUPANG.COM - Dipercayakan lagi menjadi Ketua Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Perbendarahaan dalam kepengurusan Majelis Sinode (MS) Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Periode 2015-2019 unsur jemaat  merupakan suatu berkat bagi Mariana Rohi Bire.

Perempuan  yang akrab disapa Rina ini awalnya tidak bersedia dicalonkan menjadi pengurus MS GMIT periode 2015-2019. Tetapi ada banyak yang mendukung  Rina  agar menerima kepercayaan itu.

Perempuan kelahiran Kota Kupang pada 24 Januari 1970 mengatakan, "Saya menolak, tapi saya mendapat dukungan dari para pendeta, dari teman-teman untuk ikut proses saja karena sudah empat klasis yang usulkan sehingga wajib  ikut pencalonan. Mereka bilang ini panggilan Tuhan melalui jemaat. Dari tiga calon, puji Tuhan saya terpilih."

Pendeta Mery Kolimon Merangkul Semua

Pdt Dr Mery Kolimon
POS  KUPANG.COM -  "Apakah kepemimpinan perempuan akan menjadi lebih baik? Ini berkat bagi GMIT, tapi juga tantangan. Saya menyadarinya, sejauh mana kepemimpinan perempuan akan menyumbang bagi transformasi kepemimpinan yang androsentris, kepemimpinan yang patriarkis.  Saya sungguh berharap bahwa ini tidak sekadar kepemimpinan perempuan, tapi ini menjadi  kepemimpinan feminis."

Demikian Ketua MSH GMIT periode 2015-2019, Pdt.Dr.Mery Kolimon, saat ditemui di ruang Direktur Pasca Sarjana Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Jumat (8/1/2016).

Aleta Baun Dapat Penghargaan Goldman


Aleta Baun (dok. Goldman Environmental/detikfoto)
SUARA yang keluar dari bibir perempuan bertubuh mungil itu sangat lembut. Namun, di balik kelembutan suara Aleta Baun, terkandung inspirasi sekaligus motor penggerak masyarakat di Pegunungan Molo, Nusa Tenggara Timur, untuk menentang perusahaan pertambangan di daerahnya.

"Saya hanya ingin melindungi tanah kelahiran dan keindahan alam seperti apa adanya," kata wanita yang biasa disapa Mama Aleta, saat ditemui pekan lalu di sebuah acara diskusi terbatas kesehatan jiwa tingkat nasional di Hotel Le Meridien, Jakarta, pada bulan Oktober 2008 lalu.

Kempo Targetkan Empat Emas di PON 2016

Simpai George Hadjoh dan kenshi putri NTT
POS KUPANG.COM, KUPANG - Provinsi NTT meloloskan 71 atlet dari sepuluh cabang olahraga (cabor) ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 yang akan berlangsung di Jawa Barat (Jabar) tahun 2016 ini.

Dari 71 atlet yang lolos ke PON XIX/2016, sebanyak 24 orang  atlet berasal dari cabang olahraga kempo. Cabang olahraga yang menjadi lumbung medali bagi NTT menargetkan empat medali emas di PON 2016.

Ditemui Pos Kupang,  Kamis (14/1/2016) Ketua Umum Pengurus Provinsi  (Ketum Pengprov) Perkemi NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si mengatakan,  kempo meraih juara umum saat Pra PON kempo di Bandung, Jawa Barat tahun 2015 dengan meraih tujuh medali emas. Atas dasar itulah Esthon optimistis atlet NTT bisa meraih minimal empat medali emas di PON 2016.

Barnabas nDjurumana Menjawab Pesan El Tari


Barnabas dan para kenshi NTT (2015)
POS KUPANG.COM  - Gubernur El Tari, sudah lama menghadap Sang Khalik, meninggalkan rakyat NTT. Tetapi pesan  El Tari kepada pionir olahraga kempo NTT,  Barnabas  nDjurumana, S.H, tahun 1977  tetap lestari hingga hari ini. Barnabas nDjurumana mewujudkan harapan El Tari agar suatu saat kelak kempo bisa mengharumkan nama NTT.

Pesan itu  terjawab sejak tahun 1993 ketika para atlet kempo NTT mampu mengangkat nama dan martabat Flobamora di pentas olahraga kempo nasional, regional ASEAN dan Asia, bahkan dunia.  Mantan Sekda Kabupaten Kupang ini mengenal kempo saat ia studi hukum pada Fakultas Hukum  Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga tahun 1971-1976.  Barnabas  terpilih sebagai atlet PON Provinsi  Jawa Tengah pada PON tahun 1977 di Jakarta. Lalu di laga PON 1977, Barnabas mampu meraih medali perak dalam nomor randori beregu. Pada bulan November 1977, Barnabas bertemu Gubernur NTT,  El Tari, di Jakarta.

Membangun Nusa Indah dari Kantor Sederhana


Penerbit Nusa Indah di Jl. El Tari Ende, Flores
SELAMA kurang lebih sebelas tahun (1959-1970) mengabdi di Seminari Menengah St Yohanes Berchmans di Todabelu, Mataloko Ngada, Pater Alexander Antonius Beding, SVD menempati sejumlah posisi penting di lembaga pendidikan calon imam tersebut. Alex Beding tercatat menjabat Direktur Studi Seminari Menengah (1961-1962), Rektor Seminari Mataloko (1962-1965) dan Prefek Seminari Menengah Mataloko/SMA Todabelu (1966-1970).

Selama di seminari ini, Alex Beding menunjukkan kecintaannya yang mendalam terhadap bahasa dan budaya. Seperti ditulis Steph Tupeng Witin, SVD dalam buku “Bersyukur dan Berharap, Kenangan 60 Tahun Imamat Alex Beding, SVD” (Ledalero 2011, hal 32), kecintaan pada bahasa dan budaya tersebut menjadi basis bagi Alex Beding untuk terlibat dalam bidang pers dan perbukuan selama puluhan tahun.

Bombardom Jadi Mulok di Ngada


Alat musik bombardom di Ngada (2015)
Alat musik bombardom saat ini semakin digandrungi masyarakat Kabupaten Ngada, terutama di Kecamatan Jerebu'u, Bajawa dan Kecamatan Golewa. Bahkan beberapa sekolah di Ngada menjadikan alat musik bombardom sebagai kurikulum muatan lokal (mulok).

Kenyataan itu membuat Ketua Sanggar Seni dari Kampung Tololela, Kecamatan Jerebu'u, Kabupaten Ngada, Pelipus Dama merasa bangga. Kepada Pos Kupang belum lama ini. Dama mengatakan, alat musik yang populer di Ngada sejak tahun 1960 itu sempat dilupakan masyarakat Ngada belasan tahun. Selain bombardom, masyarakat Ngada mengenal alat musik tradisional lainnya seperti okalele, benyo dan strend bass.

Pada tahun 2014 melalui lembaga seni PT Indocon, alat musik tiup bombardom dihidupkan lagi serta dipromosikan secara besar-besaran. Bersamaan dengan itu dibentuk Sanggar Seni dan Musik 'Lina Wae Lengi' yang artinya 'Air Bersih yang Beraroma' di Kampung Tololela, Kecamatan Jerebu'u.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...