Tampilkan postingan dengan label Mutiara Flobamora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Flobamora. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juli 2017

Tenun Ikat Sumba yang Memikat Hati


Jokowi dan Ibu Negara di Sumba Barat Daya 12 Juli 2017
Seni tenun adalah budaya tua yang ditekuni manusia untuk menghasilkan busana dan merupakan peradaban yang hampir merata ditemukan di seluruh pelosok bumi.

Pada masa modern ini pun ketika pabrik pemintalan benang mampu menghasilkan ribuan, bahkan jutaan meter tekstil dengan cara yang praktis, tradisi memintal benang untuk membuat kain masih ditekuni di beberapa tempat, tak terkecuali di Pulau Sumba, satu daratan kecil di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang hadir dan mengenakan ikat kepala dan berselempang kain tenun menyaksikan Festival Tenun dan Kuda Sandelwood di Lapangan Galatama, Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT, Rabu (12/7/2017).

Kamis, 23 Februari 2017

Tradisi Non Pah di Kabupaten TTU


Pasukan berduka dalam tradisi Non Pah
RATUSAN orang berkumpul di Sonaf Bikomi Maslete, Senin (16/1/2017) sekira pukul 08.00 Wita.  Sonaf Bikomi Maslete adalah salah satu obyek wisata budaya di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Sonaf ini berada di RT 01/ RW 01, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Mereka berkumpul di Sonaf Bikomi Maslete untuk menjalani ritual Non Pah. Ritual ini masih dipertahankan komunitas adat Bikomi yang digelar tujuh tahun sekali. Dalam upacara ini, pasukan berkuda  mengelilingi wilayah Kerajaan Bikomi hingga Kota Kefamenanu dan kembali masuk ke Sonaf Bikomi Maslete. Pasukan berkuda membawa Pedang Bermata Tujuh atau dalam bahasa lokal disebut Tap Mese Nes Hitu yang dipercayai memiliki kekuatan magis.

Zefanya Soares Juara Nasional Menulis Artikel Populer


Zefanya Soares (tengah)
Semangat untuk belajar menulis membuahkan hasil bagi Zefanya. Ia pun meraih penghargaan tingkat nasional menyisihkan karya para pelajar lain dari berbagai daerah di Indonesia.

Di balik sikapnya yang malu-malu, Zefanya Mesquita Orleans Soares, semangat tetap membara untuk menulis. Alhasil, siswa kelas 8B SMP Katolik Santo Yoseph (Speksanyo) Naikoten Kupang ini berhasil menjuarai lomba menulis artikel populer Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tingkat nasional.

Dalam lomba tingkat nasional yang diikutinya pertama kali ini, ia tak menyangka bisa meraih juara tingkat nasional. Remaja kelahiran Atambua, 5 Januari 2003 ini pun merasa bangga dan senang atas prestasi yang diraihnya itu.

Minggu, 25 September 2016

Tradisi Matita di Timor Tengah Utara

PENANCAPAN paku oleh Atoin Amaf (orang tua) pada titik kiri peti jenazah Gasper Bana  di Maslete-Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) hampir selesai. Beberapa saat lagi peti jenazah diangkat untuk dibawa  ke luar rumah dan selanjutnya menuju tempat pemakaman terakhir.

Sebelum jenazah dimakamkan pada 7 September 2015 itu, semua anggota keluarga inti berada di dalam rumah. Di dalam sana Atoin Amaf  masih menghitung pakaian dan sarung adat yang diantar para pelayat atau rakyat sebagai pemberian terakhir dari keluarga dan masyarakat kepada Gasper Bana almarhum.

Pakaian dan sarung lalu disusun rapi rapi di kaki peti  jenazah. Ada harta yang disimpan di dalam peti. Jumlah sarung  di sisi kaki kiri dan kaki kanan jenazah Gasper Bana harus sama. Peti pun diangkat. Tak berselang lama tempurung kelapa dipecahkan.  Suara tangis  keluarga dan kerabat yang duduk mengelilingi peti jenazah sontak pecah di ruangan berukuran 5x6 meter persegi itu.

Selasa, 19 Juli 2016

Gubernur Lebu Raya Teteskan Air Mata


Frans Lebu Raya
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya meneteskan air mata ketika mendengar sambutan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Dr. H. Harry Azhar Azis, MA tentang hasil pemeriksaan  BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2015 Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Untuk pertama kali daerah ini meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD ini berlangsung dalam rapat paripurna istimewa DPRD NTT di Kupang, Senin (13/6/2016).

Rabu, 29 Juni 2016

Jagung Titi Flotim Menembus Dunia


Oleh Martin Lau

FLORES Timur (Flotim) telah lama identik dengan jagung titi. Penganan dari jagung ini telah menjadi bagian dari makanan sehari-hari. Di daerah-daerah pedalaman, anak-anak sekolah saban pagi mengalas perutnya dengan jagung titi. Anak-anak di kawasan pesisir pantai, memilih sarapan pagi jagung titi dengan lauk ikan. Dan, banyak warga Flotim meraih gelar sarjana berkat jagung titi.

Lama sebelum menjadi program pemerintah propinsi saat ini, warga Flotim telah mengenal jagung. Mereka kenal jagung. Mereka tanam jagung. Mereka hidup dari jagung. Masuk akal, karena alam dan cuaca Flotim cocok dengan tanaman ini. Di saat warga di daerah lain, mulai beralih pola makannya dengan meninggalkan pangan lokal, jagung titi tetap ada di hati masyarakat Flotim. 

Senin, 25 April 2016

Kure Selalu Diawali Pengambilan Air

Bupati TTU Ray Fernandez ikut Kure 2016 (foto PK)
PROSESI Kure yang bersamaan dengan umat Katolik merayakan Tri Hari Suci Paskah saban tahun diawali pengambilan air dan batu oleh anggota suku di sungai Noemuti. Air  untuk bersihkan patung-patung Maria dan Yesus yang dibawa dari Portugis sejak pertama kali bangsa itu datang ke Pulau Timor enam abad yang lalu.

Selanjutnya anggota suku menyerahkan persembahan seperti uang, buah, sayuran, sirih dan pinang. Beberapa tokoh adat setempat seperti Yosep Namo Salem, Sisilia Iku Meol, Aloisius Malaof Meol, Agus Yohanes Kosat dan Alexander Benu  mengatakan, Kure dilaksanakan enam hari terhitung sejak hari Rabu hingga Senin.

Pada Rabu (23/3/2016) atau Trebluman digelar Ritual Pengosongan Diri. Pada hari itu umat di tiap ume uisneno membuat bunyi-bunyian dengan memukul di dinding rumah keliling sambil menyerukan Poi Rirabu, Poi Rirabu (keluarlah roh jahat). Bersamaan dengan itu lonceng gereja dibunyikan dan semua lampu dimatikan. Sekitar sepuluh menit ritual ini berlangsung lampu dinyalakan lagi.

Tradisi Kure Butuh Promosi

Umat Katoltik berdoa saat Kure tahun 2016 (foto PK)
KEFAMENANU,  PK - Keheningan menyelimuti Kampung Kote, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sejak Kamis (24/3/2016) sore hingga pukul 19.30 Wita. Keheningan tercipta lantaran hampir seluruh warga kampung yang letaknya sekitar 25 km dari Kota Kefamenanu ini sedang mengikuti misa Kamis Putih di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Noemuti.

Aktivitas di gereja itu tidak langsung berakhir setelah misa Kamis Putih. Hingga pukul 21.00 Wita,  anggota OMK (Orang Muda Katolik) dan umat setempat masih berkumpul di halaman depan Gereja Paroki Hati Kudus Yesus.  Jumlah terbanyak malah anak-anak dan remaja.

Senin, 18 Januari 2016

Sekilas Sejarah Perjalanan GMIT


Pdt Dr Mery Kolimon
POS KUPANG.COM  - Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)  mempunyai sejarah yang cukup panjang bila dibandingkan dengan gereja-gereja Protestan lainnya di Indonesia. Berikut ini sekilas perjalanan GMIT menurut  catatan Ketua BP4S GMIT, Pdt. Yuda D. Hawu Haba, M.Th yang dikirimkan ke Pos Kupang.

Sejarah GMIT telah dimulai sejak zaman Portugis (abad XVI) dan zaman VOC (abad XVII-XVIII). GMIT tak terpisahkan dengan sejarah gereja-gereja di Indonesia pada umumnya. Wilayah di mana Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dianugerahi hak hidup bergerak dan berkembang adalah seluas Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kecuali Pulau Sumba dan Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Termasuk Pulau Sumbawa karena warisan masa lampau yakni bagian dari keresidenan Timor dan daerah taklukkannya.

Mariana Rohi Bire Tidak Jalan Sendiri


Mariana Rohi Bire
POS KUPANG.COM - Dipercayakan lagi menjadi Ketua Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Perbendarahaan dalam kepengurusan Majelis Sinode (MS) Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Periode 2015-2019 unsur jemaat  merupakan suatu berkat bagi Mariana Rohi Bire.

Perempuan  yang akrab disapa Rina ini awalnya tidak bersedia dicalonkan menjadi pengurus MS GMIT periode 2015-2019. Tetapi ada banyak yang mendukung  Rina  agar menerima kepercayaan itu.

Perempuan kelahiran Kota Kupang pada 24 Januari 1970 mengatakan, "Saya menolak, tapi saya mendapat dukungan dari para pendeta, dari teman-teman untuk ikut proses saja karena sudah empat klasis yang usulkan sehingga wajib  ikut pencalonan. Mereka bilang ini panggilan Tuhan melalui jemaat. Dari tiga calon, puji Tuhan saya terpilih."

Pendeta Mery Kolimon Merangkul Semua

Pdt Dr Mery Kolimon
POS  KUPANG.COM -  "Apakah kepemimpinan perempuan akan menjadi lebih baik? Ini berkat bagi GMIT, tapi juga tantangan. Saya menyadarinya, sejauh mana kepemimpinan perempuan akan menyumbang bagi transformasi kepemimpinan yang androsentris, kepemimpinan yang patriarkis.  Saya sungguh berharap bahwa ini tidak sekadar kepemimpinan perempuan, tapi ini menjadi  kepemimpinan feminis."

Demikian Ketua MSH GMIT periode 2015-2019, Pdt.Dr.Mery Kolimon, saat ditemui di ruang Direktur Pasca Sarjana Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Jumat (8/1/2016).

Kempo Targetkan Empat Emas di PON 2016

Simpai George Hadjoh dan kenshi putri NTT
POS KUPANG.COM, KUPANG - Provinsi NTT meloloskan 71 atlet dari sepuluh cabang olahraga (cabor) ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 yang akan berlangsung di Jawa Barat (Jabar) tahun 2016 ini.

Dari 71 atlet yang lolos ke PON XIX/2016, sebanyak 24 orang  atlet berasal dari cabang olahraga kempo. Cabang olahraga yang menjadi lumbung medali bagi NTT menargetkan empat medali emas di PON 2016.

Ditemui Pos Kupang,  Kamis (14/1/2016) Ketua Umum Pengurus Provinsi  (Ketum Pengprov) Perkemi NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si mengatakan,  kempo meraih juara umum saat Pra PON kempo di Bandung, Jawa Barat tahun 2015 dengan meraih tujuh medali emas. Atas dasar itulah Esthon optimistis atlet NTT bisa meraih minimal empat medali emas di PON 2016.

Barnabas nDjurumana Menjawab Pesan El Tari


Barnabas dan para kenshi NTT (2015)
POS KUPANG.COM  - Gubernur El Tari, sudah lama menghadap Sang Khalik, meninggalkan rakyat NTT. Tetapi pesan  El Tari kepada pionir olahraga kempo NTT,  Barnabas  nDjurumana, S.H, tahun 1977  tetap lestari hingga hari ini. Barnabas nDjurumana mewujudkan harapan El Tari agar suatu saat kelak kempo bisa mengharumkan nama NTT.

Pesan itu  terjawab sejak tahun 1993 ketika para atlet kempo NTT mampu mengangkat nama dan martabat Flobamora di pentas olahraga kempo nasional, regional ASEAN dan Asia, bahkan dunia.  Mantan Sekda Kabupaten Kupang ini mengenal kempo saat ia studi hukum pada Fakultas Hukum  Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga tahun 1971-1976.  Barnabas  terpilih sebagai atlet PON Provinsi  Jawa Tengah pada PON tahun 1977 di Jakarta. Lalu di laga PON 1977, Barnabas mampu meraih medali perak dalam nomor randori beregu. Pada bulan November 1977, Barnabas bertemu Gubernur NTT,  El Tari, di Jakarta.

Bombardom Jadi Mulok di Ngada


Alat musik bombardom di Ngada (2015)
Alat musik bombardom saat ini semakin digandrungi masyarakat Kabupaten Ngada, terutama di Kecamatan Jerebu'u, Bajawa dan Kecamatan Golewa. Bahkan beberapa sekolah di Ngada menjadikan alat musik bombardom sebagai kurikulum muatan lokal (mulok).

Kenyataan itu membuat Ketua Sanggar Seni dari Kampung Tololela, Kecamatan Jerebu'u, Kabupaten Ngada, Pelipus Dama merasa bangga. Kepada Pos Kupang belum lama ini. Dama mengatakan, alat musik yang populer di Ngada sejak tahun 1960 itu sempat dilupakan masyarakat Ngada belasan tahun. Selain bombardom, masyarakat Ngada mengenal alat musik tradisional lainnya seperti okalele, benyo dan strend bass.

Pada tahun 2014 melalui lembaga seni PT Indocon, alat musik tiup bombardom dihidupkan lagi serta dipromosikan secara besar-besaran. Bersamaan dengan itu dibentuk Sanggar Seni dan Musik 'Lina Wae Lengi' yang artinya 'Air Bersih yang Beraroma' di Kampung Tololela, Kecamatan Jerebu'u.

Selasa, 14 Juli 2015

Si Sandel pun Ditunggangi Arwah


Kuda Sumba
SUMBA timur identik dengan kuda Sandel atau Sandelwood. Tapi coba bertanya kepada warganya, apakah memiliki kuda Sandel? Anda akan mendapat dua jawaban: 'tidak ada' dan 'tinggal sedikit.'

Si Sandel merupakan hasil perkawinan silang kuda poni lokal dengan kuda Arab. Kuda Arab pertama kali masuk Sumba Timur dibawa Al Jufri, penyebar agama Islam. Dalam perjalanan, kuda Arab dikenal juga dengan sebutan kuda Al Jufri.

Nama Sandelwood berasal dari kata 'sandel' yang berarti kuda, dan 'wood' artinya kayu cendana. Penamaan Sandelwood oleh bangsa Belanda. Pada masa lampau, kuda dan cendana menjadi komoditas unggulan yang diekspor dari Sumba Timur.

Sekali Kawin Rp 7 Juta


Kuda Sumba
Oleh Kalendi Manangahau, Peternak Kuda Sandel Sumba

PERKAWINAN
kuda pacu mendapat perhatian serius pemilik kuda. Urusan kawin mengawini juga terbilang mahal. Penggemar kuda pacu di Waingapu, Sumba Timur, harus merogoh kocek jutaan rupiah. Kenapa? Contoh saya, saya punya pengalaman saya  mengawinkan kuda betina dengan kuda jantan milik ongko Kiang, pengusaha keturunan Tionghoa.

Perkawinan terjadi tahun 2005. Kuda betinanya jenis Sandel, pernah juara lomba pacuan kuda. Sedangkan pejantan milik ongko Kiang jenis thoroughbred yang didatangkan dari Australia. Terjadilah perkawinan di kandang kuda milik ongko Kiang. Beberapa waktu kemudian, ketahuan kuda betinanya tidak bunting.

Joki Citarasa Bima


Joki cilik saat latihan di lapangan Prailiu, Waingapu, Sumba Timur.
SALAH satu elemen penting dalam lomba pacuan kuda adalah joki, penunggang kuda. Joki berperan menuntun kudanya berlari mengitari lintasan pacu. Joki mengendalikan kudanya menjadi yang tercepat menginjak garis finis.

Umumnya joki anak-anak, berusia 6 hingga 12 tahun. Berat tubuh berkisar 17-21 kg. Dengan tubuh kecil dan ringan, joki mahir menuntun kudanya berlari. Sebagai joki harus memiliki keberanian. Mental yang bagus menjadi modal untuk bertarung di arena pacuan. Bagaimana joki di Sumba Timur? Pemilik kuda pacuan, Umbu Hapu punya penilaian.

Melihat Lumpur Keramat di Malaka

Kubangan lumpur di Litamali, Malaka, Timor
Warga Litamali percaya lumpur keramat yang bergelembung mengikuti pasang surut air laut itu merupakan tempat  nenek moyang mereka berada.

MALAKA memiliki masinlulik yaitu lumpur bergelembung membentuk dua kubangan seperti gunung kecil berada di tengah hutan bakau Litamali, Kecamatan Kobalima. Masinlulik diyakini oleh warga masyarakat Litamali  sebagai lumpur yang keramat. Warga percaya lumpur keramat yang bergelembung mengikuti pasang surut air laut itu merupakan tempat  nenek moyang mereka berada.

"Lumpur keramat itu ada sejak nenek moyang Kami percaya setiap orang yang mati akan memperlihatkan wujudnya di kubangan Masinlulik itu,'' ujar Vincentius Manek, kepala Desa Litamali kepada Pos Kupang, Jumat (3/7/2015) siang.

Selasa, 30 Juni 2015

Prosesi Pembangunan Sa'o Ria Woloara


ilustrasi
SEBAGAIMANA daerah lain di Nusa Tenggara Timur (NTT) atau wilayah Indonesia umumnya yang memiliki kekayaan alam dan budaya, Kabupaten Ende juga memiliki khasanah serupa. Hal ini terlihat di Desa Woloara, Kecamatan Kelimutu.

Pos Kupang mendapat kesempatan langka menyaksikan prosesi pembangunan rumah adat yang dalam bahasa daerah setempat disebut Sa'o Ria Woloara. Mosalaki (tetua adat)  Woloara, Don Watu menuturkan, rumah adat Woloara memiliki kesakralan serta nilai-nilai yang harus dipertahankan oleh  masyarakat setempat atau dalam bahasa daerah disebut ana kalo fai walu.

Keberadaan Sa'o Ria saat ini sangat membutuhkan perhatian dari ana kalo fai walu karena dipandang sudah tidak layak lagi untuk ditempati dan menjadi tempat pertemuan mosalaki, atalaki, podoria dan seluruh warga suku.

Oleh karena itu, pada tanggal 30 Mei 2015 Mosalaki Pu'u Tanah Mau Gadho Woloara memanggil Atalaki to'o si'i kuni mbana (petugas mosalaki) dalam struktur adat tana Mau Gadho Woloara yang bertugas menyampaikan dan mengundang seluruh atalaki, podoria dan ana kalo fai walo untuk hadir pada tanggal yang telah ditentukan itu.

Sabtu, 25 April 2015

Danau Lotus Terbesar Kedua di Dunia Ada di Flores


KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR  Danau Rana Tonjong di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur merupakan danau lotus raksasa terbesar kedua di dunia setelah danau lotus serupa di India.
 


PULAU Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal dengan berbagai danau. Ada danau tiga warna Kelimutu di Kabupaten Ende, ada danau vulkanik yang aktif dengan nama Danau Sano Nggoang. Bahkan ada Danau Ranamese yang masuk dalam Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng yang berada di pinggir jalan Transflores Borong-Ruteng.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...