Rabu, 15 November 2017

Tokoh Perintis Itu Telah Pergi


Niti Susanto (kanan) bersama koleganya
Oleh: Theodorus Widodo
Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT

Ketika seseorang pergi untuk selamanya, pasti ada cerita yang tersisa.

Pukul 05.30 pagi, di ruang kerja.
Sinar matahari baru saja menembus celah tirai.
Seperti biasa kegiatan rutin harianpun dimulai. Buka buka whatsapp grup(WAG). Baca postingan penting dan jika perlu membalasnya.

Serasa tidak percaya, ada berita di salah satu WAG yang mengejutkan. "Telah pulang ke rumah Bapa pukul 11.55 tadi malam, saudara kekasih kita Niti Susanto".

In Memoriam Joseph Niti Susanto


Niti Susanto menumpang pesawat TransNusa
NUSA Tenggara Timur (NTT) ditinggalkan seorang putra terbaiknya, Joseph Niti Susanto. Pengusaha yang sukses merintia berbagai bidang usaha  tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Adi Husada Surabaya, Selasa 7 November 2017 sekira pukul 23.55 WIB.

Di mata sesama pengusaha  yakni Theo Widodo dan Hengky Lianto,  Niti Susanto adalah pengusaha yang berani menanggung risiko membuka usaha baru yang  sangat bermanfaat bagi masyarakat NTT. Sebut misalnya di bidang perhubungan udara. Dia menghadirkan maskapai kebanggaan rakyat Flobamora saat ini bernama TransNusa.

Pentingnya Etika Media Sosial


Oleh: Robert Bala
Diploma Public Speaking (Hablar en Público) Universidad Complutense de Madrid, Pelaku Media Sosial.

 
POS KUPANG.COM -- Beberapa saat lalu, hampir semua pelaku media sosial diingatkan pesan berikut: "Admin WhatsAPP boleh dipenjara". Dijelaskan: `Admin WhatsApp yang gagal bending penyebaran maklumat tidak benar, fitnah, hasut, menipu akan dihukum".

Ditambahkan pula sesuai Pasal 28 ayat 2 UU ITE ditekankan bahwa setiap orang yang sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu, berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dapat dihukum.

Viral, Hoax dan Bijak Bermedsos


ilustrasi
Oleh: Tony Kleden
Wartawan, tinggal di Kupang

Medio pekan lalu, tepatnya hari Kamis, 2 November 2017, Kota Kupang geger. Sekelompok orang, beberapa di antaranya aparatur sipil negara (ASN), `menyerbu' Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man, di ruang kerjanya. Mereka bertindak kasar terhadap wakil kepala daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat itu.

Kejadian ini kita nilai geger. Geger  karena sangat jarang terjadi di Tanah Air seorang kepala daerah dimarahi ASN yang pangkat, jabatan dan golongannya masih kecil. Kalau  insiden ini terjadi di rumah pribadi seorang warga bernama dr. Herman Man dan di luar jam dinas, maka soal dan urusannya bersifat privat dan bisa diselesaikan di rumah dengan hukum adat.

Rabu, 08 November 2017

Kaka Yusran Pulang ke Kupang

Kaka Yusran di rumah Om Damyan Godho 25 Mei 2107
Setelah  20  tahun, kang Yusran Pare akhirnya balik lagi dengan misi khusus untuk Pos  Kupang. Sungguh penantian yang cukup lama. Kang Yusran pernah dua kali menopang Pos Kupang di saat-saat sulit. Tahun 1996 dan 1997.

Dia memang sempat ke Kupang tahun 2011  namun kalai itu statusnya sebagai anggota delegasi Kalsel yang  mengikuti peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dimana saya menjadi penanggungjawab dalam kapasitas sebagai Ketua PWI Provinsi NTT.

Kehadirannya pada 2011 bukan untuk Pos Kupang. Itu yang mau saya katakan dengan masa penantian panjang selama 20 tahun di atas.

NH Dini yang Terus Berkarya


Novelis NH Dini
 SEORANG perempuan tersenyum bahagia saat namanya diundang naik ke panggung untuk menerima penghargaan prestasi seumur hidup (lifetime achivement award) dari penyelenggara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2017 di Bali, pekan lalu.

Dibantu oleh putra yang menuntunnya, perempuan yang memakai kebaya putih dipadu bawahan kain batik hijau muda itu melangkah perlahan-lahan ke panggung, berdiri di belakang mikrofon yang telah disediakan untuknya.

"Sastra adalah dunia saya. Saya telah menekuni bidang ini selama 60 tahun, dan berharap bisa terus berkontribusi bagi sastra Indonesia," kata N.H. Dini sesaat sebelum menerima penghargaan.

Menangkap Lirikan PSM Makassar


ilustrasi
KABAR gembira datang lagi bagi anak-anak Nusa Tenggara Timur (NTT)  untuk membela klub sepakbola ternama anggota Liga 1 Indonesia. Kali ini  tim papan atas Liga 1 kebanggaan masyarakat Indonesia Timur, PSM Makassar melirik talenta- talenta muda NTT. 

Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts dan asisten Herman Kadiaman bersama seorang pemain bintang PSM akan berada di Kota Kupang untuk menggelar seleksi terbuka tanggal 24-26 November 2017.  Pemain yang diseleksi kelahiran tahun 1999, 2000 dan 2001. Mereka diharapkan paling lambat sudah berada di Kota Kupang 23 November 2017. Pemain bisa atas nama sendiri, diutus oleh asosiasi dan klub.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...