RATUSAN Umat Hindu di Kota Kupang berpakaian adat Bali memenuhi halaman Pekuburan Hindu di Kelurahahn Nun Baun Delha, Kota Kupang, Jumat (21/8/2015) pagi. Mereka mengadakan upacara Ngaben (kremasi atau pembakaran jenazah Umat Hindu) secara simbolis terhadap 23 jenazah yang terdiri dari dua dewasa dan 21 anak- anak dan balita.
Hasil pembakaran berupa abu dikumpulkan dan dimasukkan dalam periuk tanah, dalam buah kelapa gading lalu disimboliskan serta dirangkai menjadi sekah. Sekah disucikan dan dihanyutkan ke air (laut) oleh keluarga sawo. "Dihanyutkan ke air, bisa laut atau sungai. Karena diyakini, air adalah simbol dari alam semesta dan sekaligus pintu menuju ke rumah Brahman (Tuhan). Air bisa mengantar atma atau roh ke Nirwana," kata Ratu Ida Padanda Gde Panji Swota, pemimpin Ngaben Massal.
Setelah pembakaran pendeta dan keluarga sawo menuju Pura Oebanantha Kupang melakukan upacara pemanggilan dan menyucikan Roh sawo atau Ngerorasin. Roh yang dipanggil disimbolkan dan dibakar lagi dan abunya dibuang kembali ke laut. Setelah itu, Ratu Ida Padanda kembali memanggil roh dan disimbolkan lagi lalu diberikan ke setiap keluarga untuk disimpan dan disembahyangkan di Bali.
Senin, 22 Agustus 2016
Selasa, 02 Agustus 2016
Negara Kalah Menghadapi Ancaman Intoleransi
"Ketika bom meledak di thamrin, Presiden Jokowi hadir dan mengatakan bahwa negara tidak boleh kalah. Tapi kenapa pada hal -hal tertentu negara kalah dalam menjamin kebesan beragama?"
MEDIA adalah sebuah entitas yang sangat berkuasa untuk menciptakan sebuah peristiwa sebagai kebenaran atau sebaliknya. Media juga mempunyai kuasa untuk menunjukan hitam putihnya sebuah peristiwa atau persoalan. Hal ini diakui Program Manager Serikat Jurnalis untuk Keberagaman, Tantowi Anwari, dalam workshop media yang bertajuk `Merawat Keberagaman Dan Toleransi Melalui Pemberitaan' di aula LPP RRI Kupang, Selasa (1/3/2016).
MEDIA adalah sebuah entitas yang sangat berkuasa untuk menciptakan sebuah peristiwa sebagai kebenaran atau sebaliknya. Media juga mempunyai kuasa untuk menunjukan hitam putihnya sebuah peristiwa atau persoalan. Hal ini diakui Program Manager Serikat Jurnalis untuk Keberagaman, Tantowi Anwari, dalam workshop media yang bertajuk `Merawat Keberagaman Dan Toleransi Melalui Pemberitaan' di aula LPP RRI Kupang, Selasa (1/3/2016).
Wilhelmus Foni: Terima Kasih PWI
![]() |
| Willem Foni |
Demikian Penjabat Bupati Belu, Welhelmus Foni saat ditemui usai perayaan Hari Pers Nasional (HPN), di Pantai Mandalika, Desa Kuta. Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (9/2/2016)
Wilhelmus Foni merupakan satu dari delapan kepala daerah yang menerima Anugrah Kebudayaan dari PWI yang diserahkan Menko Puan Maharani pada puncak HPN 2016.
Welhelmus Foni mendapat Anugrah Kebudayaan berbasis penegasan jati diri Indonesia di perbatasan Timor Leste dan Australia
Selain Wilhelmus Foni, ada delapan kepala daerah yang mendapat penghargaan diantaranya Walikota Bandung, Bupati Wakatobi, Sulteng, Bupati sawah Lunto, Bupati Purwakarta, bupati Banyuwangi.
Negara Kalah Menghadapi Ancaman Intoleransi
"Ketika bom meledak di thamrin, Presiden Jokowi hadir dan mengatakan bahwa negara tidak boleh kalah. Tapi kenapa pada hal -hal tertentu negara kalah dalam menjamin kebesan beragama?"
MEDIA adalah sebuah entitas yang sangat berkuasa untuk menciptakan sebuah peristiwa sebagai kebenaran atau sebaliknya. Media juga mempunyai kuasa untuk menunjukan hitam putihnya sebuah peristiwa atau persoalan. Hal ini diakui Program Manager Serikat Jurnalis untuk Keberagaman, Tantowi Anwari, dalam workshop media yang bertajuk `Merawat Keberagaman Dan Toleransi Melalui Pemberitaan' di aula LPP RRI Kupang, Selasa (1/3/2016).
MEDIA adalah sebuah entitas yang sangat berkuasa untuk menciptakan sebuah peristiwa sebagai kebenaran atau sebaliknya. Media juga mempunyai kuasa untuk menunjukan hitam putihnya sebuah peristiwa atau persoalan. Hal ini diakui Program Manager Serikat Jurnalis untuk Keberagaman, Tantowi Anwari, dalam workshop media yang bertajuk `Merawat Keberagaman Dan Toleransi Melalui Pemberitaan' di aula LPP RRI Kupang, Selasa (1/3/2016).
KPPU Kembangkan Pola Hubungan dengan Media
![]() |
Komisioner KPPU M. Nawir Messi (keempat dari kiri) |
KUPANG, PK - Komisioner Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), M.Nawir Messi mengatakan akan terus mengembangkan kemitraan dengan media dalam rangka penyebarluasan informasi tentang kinerja komisi ini.
"Kemitraan ini bukan dengan maksud media hanya menulis hal yang positif saja, namun memberi kritik kepada KPPU," kata
Nawir ketika melakukan pertemuan dengan para wartawan di Redaksi Pos Kupang, Jumat (17/6/2016).
Karena itu mantan Ketua KPPU ini meminta Kepala Perwakilan Daerah (KPD) KPPU Surabaya, Aru Armando yang membawahi NTT untuk lebih sering ke Kupang. Permintaan komisioner ini semata agar awak media dari hari ke hari dapat memahami dan mengambil bagian dalam kerja besar KPPU.
PWI Maluku Puji NTT
![]() |
| Terima kunjungan tim pemprov dan PWI Maluku |
Kehadiran PWI Maluku ini diterima Ketua PWI NTT, Dion DB Putra, di ruang Redaksi Harian Pagi Pos Kupang, Senin (25/7/2016) malam. Sebelum bertemu PWI NTT, rombongan PWI Maluku terlebih dahulu bertemu Ketua Panitia HPN 2011, Andre W Koreh di ruang kerjanya.
Rombongan PWI Maluku yang hadir, yakni Bobby Palapia (Kabag Humas Pemprov Maluku), Lexy Sariwating (wartawan Antara), Melki Soplanit, Christian Louhanapessy (wartawan KompasTV) dan Ria Tuarita.
Aparatur Humas di NTT Butuh Sosialisasi dari Dewan Pers
![]() |
| Semuel Pakereng (ketiga dari kiri) |
Demikian salah satu butir rekomendasi yang disepakati dalam rapat kerja (raker) dan bimbingan teknis (bimtek) kehumasan bagi aparatur humas dan protokol kabupaten/kota se-NTT di Hotel Luwansa, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat 21-24 Juni 2016.
Dion DB Putra: Banyak Hak Nara Sumber Diabaikan
![]() |
| Dion DB Putra (kedua dari kiri) |
"Kalau pemberitaan itu tidak berimbang bisa diadukan ke Dewan Pers. Dewan Pers diakui oleh negara untuk mengadili dalam konteks pekerjaan pers. Dewan Pers bisa memberi teguran bila ada media yang terbukti tidak berimbang dalam pemberitaan," kata Dion saat menjadi nara sumber dalam Rapat Kerja dan Bimbingan Teknis Kehumasan bagi Aparatur Bagian Humas/Protokoler Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT di Hotel Luwansa Labuan Bajo, Selasa (22/6/2016).
Ketua Dewan Pers: Hati-hati Memilih Nara Sumber
![]() |
| Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo (kir) |
Demikian Yosep Adi Prasetyo saat dialog antara Tim Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan jajaran redaksi Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (15/06/2016). Pertemuan itu difasilitasi Ketua Bidang Pemberdayaan Media Massa, Hubungan Masyarakat dan Sosialisasi, Simon Petrus Nilli, SP.
KPPU Gandeng Media di Provinsi NTT
![]() |
| Ketua KPPU, Syarkawi Rauf (tengah) |
Diskusi Forum Jurnalis se-Wilayah Kupang ini dihadiri Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Dr. Syarkawi Rauf, S.E, M.E, Kepala Perwakilan KPPU Surabaya, Aru Armando dan Ketua PWI NTT, Dion DB Putra, serta diikuti 30-an wartawan media cetak dan elektronik serta media online.
Dion DB Putra: Menjadi Penulis Harus Kreatif
![]() |
| Dion memberikan materi |
Pemateri dalam Workshop yakni Teguh Priyanto dari Lembaga Pendidikan Jurnalistik Kantor Berita ANTARA Jakarta. Ketua PWI NTT, Dion DB Putra, Direktur dari Program Pasca Sarjana Undana, Prof. Dr. Aloysius Liliweri dan Djoni Theedens sebagai pemerhati pariwisata.
Wartawan NTT Bertarung di Bandung
![]() |
| ilustrasi |
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT, Dion DB Putra melalui Ketua Siwo PWI NTT, Sipri Seko, S.Sos menjelaskan rencana keikutsertaan wartawan NTT di ajang tersebut, Selasa (12/4/2016).
"Siwo PWI NTT mengikuti empat cabang olahraga dari 14 cabor yang dilombakan di Porwanas XII/2016 di Bandung, Jabar. Empat cabor yang diikuti atlet Siwo PWI NTT, yakni tenis meja, biliard, bulutangkis, catur. Selain itu, wartawan NTT akan mengikuti lomba reportase dan lomba penulisan," jelas Sipri Seko.
Pers Abal-abal Tumbuh di Kolam Kotor
![]() |
| Imam Wahyudi memberikan materi |
Demikian Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat Dewan Pers, Imam Wahyudi, kepada puluhan wartawan di Kupang saat memberikan Pelatihan Jurnalistik Peliputan Khusus Korupsi di Hotel Aston Kupang, Kamis (28/4/2016). Hadir anggota Dewan Pers lainnya Sinyo Hari Sarundajang dan juga Koordintaor Divisi Kampanye Publik ICW, Tama Langkun.
Langganan:
Postingan (Atom)
In Memoriam Valentino Luis
Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...











