TANGGAL 3-10 Oktober 2004 dilangsungkan serangkaian peristiwa budaya
yang sangat langka di sebuah dusun terpencil, Ratengoji, Desa Tani Woda,
Kecamatan Kota Baru Kabupaten Ende.
Di sana masyarakat adat Lise Tana Telu menyelenggarakan "Nggubhu
Luka" upacara Pelantikan "Raja Baru" Daniel Bheto Dedo, Mosalaki Pu'u
Lise Tana Telu, setelah lebih dari lima puluh tahun tanpa upacara
sejenis.
Dimanakah Lise Tana Telu? Ratenggoji? Apa, siapa, dan, bagaimana
pemimpin tertinggi masyarakat adat setempat dilantik dengan upacara
nggubhu luka? Apa latar belakang upacara, tujuan, dan rencana ke depan?
Bagaimana partisipasi pemerintah dan masyarakat setempat terhadap
suksesnya upacara dimaksud? Pos Kupang menulisnya untuk Anda.
Lise Tana Telu Berpusat di Ratenggoji
Lise
Tana Telu atau tiga wilayah Lise adalah persekutuan masyarakat adat
Lise dengan satu orang pemimpin tertinggi disebut mosalaki pu'u. Wilayah
adat Lise Tana Telu sangat luas, meliputi Kecamatan Kota Baru, dan
sebagian Kecamatan Lio Timur, sebagian Kecamatan Wolowaru, dan Kecamatan
Watuneso. Keberadaan wilayah adat ini sudah berlangsung turun temurun.
Dalam bahasa setempat disebut ulu soe endo mbawe - eko take tola ndale -
artinya kepala di Pantai Endo Mbawe (Kota Baru) - ekor di Lia Tola
(Watuneso).