Sabtu, 27 Desember 2014

Thomas Bata: Ayahku dan Guru Jurnalistikku

Thomas Bata (2000)
1. Ayahku punya  nama yang simpel,  Thomas Bata. Dia lahir di Ratenggoji pada 6 Januari tahun 1933. Ratenggoji itu so pasti tidak ada dalam peta Pulau Flores. Dia cuma kampung kecil di Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia saat ini.

2. Konon, ayahku lahir di pondok kebun orangtuanya Yosef Dede Dosi dan Maria Badhe Wangge. Sejatinya pasangan Dede dan Badhe tinggal di Wolonio, kampung kecil yang jaraknya belasan km di selatan Ratenggoji.

3. Ayahku Thomas Bata adalah putra bungsu dari istri kedua Dede Dosi. Dia anak kembar. Semuanya pria. Kembarannya lebih dulu dipanggil Sang Pencipta saat usia remaja. Total anak Dede Dosi 18 orang dari dua istri. Istri pertama namanya Polu Sawa.

Senin, 22 Desember 2014

22 Tahun Tsunami Maumere


ilustrasi
GEMPA dan Tsunami yang memorak-porandakan Maumere genap berusia 22 tahun pada tanggal 12 Desember 2014. Bertepatan dengan peringatan tersebut, wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu, mengisahkan kembali peristiwa yang memilukan itu berdasarkan penuturan sejumlah saksi hidup di Maumere.

KARTINI Ace (60) mengernyitkan dahi ketika mengisahkan kembali kejadian Gempa dan Tsunami 12 Desember 1992, di kediamannya di Kampung Wuring, Maumere, Selasa (9/12/2014). Ekspresi alis dan dahinya menggambarkan trauma yang mendalam atas bencana alam yang menewaskan 2.000-an warga Kabupaten Sikka.

Jokowi di Bawah Pohon Asam Itu...


Jokowi di Belu 20 Desember 2014
Gaya  blusukan ala Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang harus tahan fisik, tenaga dan emosi. Sebab, gaya pemimpin dengan ciri khas baju putih lengan panjang ini, tidak terlalu protokoler. Baginya, cepat dan tuntas. Tidak perlu basa-basi, langsung turun lapangan. Itulah yang terjadi ketika Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu, Sabtu (20/12/2014).

JARUM jam menunjukkan pukul 10.50 Wita. Tiga helikopter, dua  helikopter milik TNI Angkatan Udara (AU) dan satu milik TNI Angkatan Darat (AD) jenis Puma, terbang rendah di langit Atambua. Para pejabat pemerintah, undangan lain dan awak media sudah menunggu sejak pagi hari.

Mimpi Titu Eki di Kaki Bukit Fatualiman


ilustrasi
Sabtu (20/12/2014), Presiden RI, Ir. Joko Widodo (Jokowi) meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan  Bendungan Raknamo di Desa Raknamo,  Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.

Bendungan Raknamo akan mulai dibangun awal tahun 2015 hingga selesai tahun 2017. Biaya pembangunan menelan dana Rp 660 miliar bersumber dari APBN. Nantinya, bendungan ini dibangun di lembah di kaki perbukitan yang membentuk setengah lingkaran, seperti tapak kaki kuda.

Lembah subur ini dikelilingi bukit Fatualiman di sebelah utara, bukit Tunme'e di sebelah timur dan tenggara serta bukit Kuneru di sebelah selatan. Di atas bukit Kuneru inilah rumah-rumah penduduk Desa Raknamo bertebaran, mulai dari ujung Desa Manusak di sebelah barat hingga ke bagian selatan dan tenggara. Ada sekitar 600 kepala keluarga (KK) atau 1.800 jiwa penduduk di desa ini.

Sabtu, 20 Desember 2014

NTT Masuk Daerah Spesial di Mata Presiden Jokowi

Dion dalam suatu kegiatan dengan rekannya
POS KUPANG.COM, KUPANG - - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi  Nusa Tenggara Timur Dion DB Putra menilai, NTT termasuk daerah spesial di mata Presiden Joko Widodo.

"Sebagai putra NTT, saya bangga karena pada hari ke-60 atau tepat dua bulan menjadi Presiden RI, Jokowi menginap di Kupang untuk menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi NTT, 20 Desember 2014. Artinya, NTT termasuk daerah spesial di mata seorang presiden yang baru menjabat," kata Dion DB Putra di Kupang, Jumat (19/12/2014).

Rabu, 17 Desember 2014

Loba


Kita hidup di Tanah Air
Tanah yang Kelebihan Air
Mati hari demi hari..


APA sebaiknya menyapa Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir? Negeri korupsi, kolusi, nepotisme sudah begitu sering terdengar sampai telinga kita tak lagi tipis mendengarnya. 
Negara demokratis? Itupun telah banyak diulas dan ditulis. Demokrasi negeri ini sungguh mekar mewangi. Luas dan lebar dalam sederetan partai yang kita lupa nama-namanya karena kelewat banyak. Carilah di belahan bumi manapun, jumlah calon anggota legislatif (caleg) tak bakal memecahkan rekor Indonesia 2009. Dunia memuji kita untuk prestasi luar biasa itu. Pujian terakhir meluncur dari bibir perempuan anggun, cerdas dan berkuasa dari negeri Paman Sam, Hillary Rodham Clinton.

Kata



...Kata-kata dibalas dengan kata-kata...

AKHIR bulan Juli 2007, isu panas menembus dinding Istana Merdeka. Isu itu digulirkan mantan Wakil Ketua DPR RI, Zaenal Maarif. Dalam jumpa pers di Gedung DPR RI, Senayan-Jakarta hari Kamis 26 Juli 2007, Zaenal yang baru saja di-recall dari keanggotaan DPR berbicara penuh semangat di hadapan para wartawan.
"Saya akan menyampaikan data-data bahwa SBY pun pernah menikah sebelum masuk Akmil (Akademi Militer). Karena itu, copot gelar dan jabatannya. Saya akan melaporkan data itu kepada DPD, DPR, MK, dan MPR. Dan, MPR akan menggelar sidang," katanya. 

Blogger



TOKOH ternama mendadak blogger. Tidak percaya? Kupersilakan tuan dan puan baca kutipan kalimat berikut ini.

Saya Muhammad Jusuf Kalla, saat ini saya menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Sebagai seorang pemimpin yang selalu ingin dekat dengan rakyat maka saya rasa berinteraksi dengan saudara saudara sekalian melalui Blog ini adalah salah satu pilihan yang tepat bagi saya. 
Melalui media ini saudara-saudara sekalian dapat berinteraksi dengan saya tanpa harus melalui protokuler yang terkadang menyusahkan saudara. Saya pribadi memohon maaf untuk itu. Melalui media ini saya sangat mendambakan segala gagasan, pemikiran maupun kritik yang dapat membangun bangsa ini. Walaupun dalam kondisi apapun sesulit apapun kita, kepentingan bangsa haruslah menjadi yang utama. 

Warna


Para caleg, mana sempat
Melihat lambang dan warna?


TUAN dan puan pernah meluangkan waktu melihat dengan seksama lambang 38 partai peserta pemilu 2009? Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panwas hampir pasti sudah kerap melihat karena berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab mereka. Petugas intelijen pun pasti sudah melihat-lihat bahkan menganalisisnya dengan cermat.
Para caleg? Mana sempat? Beta tidak yakin mereka mau melihat semua lambang partai. Apa manfaatnya? Tidak terlalu penting bagi caleg. Yang utama bagi mereka adalah ingat lambang partai sendiri lalu berjuang keras meraih suara terbanyak dalam pemilu legislatif 9 April 2009.

NTT


Hai, Nusa Tenggara Timur
Masih pantaskah tuan tidur-tiduran?


HARI ini di hari yang mulai terik menggigit memasuki musim pancaroba, apalagi yang kurang dari altar Nusa Tenggara Timur? Semua nyaris lengkap dan sempurna. Tersaji rapi, elok dan apik di beranda rumah kita.
Kekerasan mengental bergumpal. Bergolak, menghentak, meledak-ledak dengan wajah tanpa dosa. Tanpa penyesalan setetes pun. Bunuh-membunuh. Bunuh diri dengan menggorok leher sendiri. Dingin nian menikam mati sang kekasih, istri, suami atau saudara sendiri. 

Visi Gizi


Kami sudah dengar visi misi
Sekarang saatnya visi gizi...!


KITA kehilangan tepuk sorak. Mulai hari ini tiada lagi yel-yel bergema- membahana. Tak terdengar lagi nyaring riuh suara menembus dinding rumah dan gedung, menggetarkan beton stadion atau menggoyang-goyang pucuk rerumputan. 
Hari ini tiada lagi deru sepeda motor, raungan mobil konvoi di jalanan Flobamora. 
Kita mulai kehilangan yang cantik rupawan di pojok sudut jalan, ranting, dahan dan batang pepohonan. Di layar kaca, radio dan kolom media cetak. Pemilu bukan sekadar sudah dekat. Waktunya sudah tiba. Tinggal dalam hitungan jam, tuan dan puan akan menuju TPS. Mempratikkan cara baru, centang atau contreng!

Suara



SUARA-suara itu terdengar berulang. Dari Atambua hingga Kupang dari Mbay sampai Manggarai, Larantuka hingga Waikabubak, dari Bajawa ke Borong tembus Ba'a. Ende juga SoE, Kefa, Lembata pun Kalabahi. Suara itu, serupa cicit pipit di mayang-mayang gelagah sabana. Seumpama nyanyi jangkrik di rerumputan tropis tahan kering semusim. Suara-suara itu, suara anak Flobamora beremblim Merah Putih.
Siang itu, sepenggal siang sepekan silam, suara itu kembali mengaum. Mengaum diam-diam. Tak lengking mencabik langit tenggara Republik. Cuma desah riuh membatin. Menghardik sunyi. Tapi suara-suara itu nyata. Suara itu, suara kambuhan keluarga besar Korpri. Suara pasca pilkada!

Sri Hayati


Politik itu kotor tapi indah
Penuh jebakan tapi rindu
menarik ingin


DUA puluh tujuh tahun lalu di kala Kupang terik menggigit, panas suam-suam masih dalam suasana pemilu yang selalu dimenangi Golkar, berkatalah Kanis Pari kepada para pengurus dan kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
Politik itu kotor tapi indah. Licin tapi menarik. Licik tapi resik. Repot tapi asyik. Sulit tapi wajib. Ruwet tapi gairah. Berbahaya tapi mempesona. Penuh jebakan tapi rindu menarik ingin. Jemu tetapi kembali selalu tetap membelenggu. Penuh gejolak tapi semarak. Bisa diperhitungkan tapi berantakan tidak terduga. 

Pak Tua



MUSIM caleg caleg berguguran hampir mendekati puncaknya. Dan, segera berganti musim baru. Musim semi buat wajah baru atau muka lama naik panggung. Dari Ende dan Lembata tersiar warta, muka baru riang berpesta pora. Nagekeo, Ngada, Manggarai, Flotim, Sumba Timur, Sumba Barat, Alor, Rote Ndao, Kupang, TTS, TTU pun Belu mirip-mirip kendati belum pasti lantaran rekap KPU masih terseok-seok. Pelan mendayu. 
Tuan dan puan kiranya telah melihat setitik cahaya. Pemilu ini cenderung memilih yang muda energik, doyan remaja naik badan, suka perawan minim pengalaman. Demikianlah gambaran sementara hasil gempa politik 2009. Buah segar tsunami pemilu legislatif multipartai yang namanya masih sulit kuingat. Makin hari semakin bening siapa terlempar, siapa terdepak, siapa terbahak. Sebagian wajah lama niscaya mengucapkan sayonara kepada Dewan Terhormat. Yang bertahan tak banyak. Oh Pak Tua, sudahlah...!

Pacman


Manny Pacquiao cuma butuh satu long hook kiri
guna mengirim Ricky Hatton ke rumah sakit.


PENGANIAYAAN legal di Las Vegas berakhir tragis. Jauh dari memuaskan. Tidak terbukti menjadi laga tinju paling seru sepanjang 2009. Manny Pacquiao cuma butuh satu long hook kiri guna mengirim Ricky Hatton ke rumah sakit. Ricky terkapar, ambruk terlentang sembilan detik menjelang ronde kedua berakhir. 
Usai sudah perjuangan Hitman Britania. Bola matanya memutih. Ricky semaput sekian menit lalu bangkit duduk sambil meringis. Tak sempat lagi berbasa-basi. Ricky berjalan tertunduk, tak mampu menyapa ribuan fans yang terpana melihat pahlawan Inggris ambruk dalam waktu kurang dari lima menit.Gelar juara kelas welter ringan versi IBO dan Ring Magazine pun pindah ke pinggang Pacman.

Bani


Cerita dari rantau
Flobamora kembali naik daun


IZINKAN beta bertutur tentang masa kecil dulu di kampung ketika televisi belum ada, komputer masih jauh dan radio merupakan sebuah kemewahan. Izinkan beta reka ulang secuil memori masa bocah yang tersisa. Masa kanak-kanak di kampung udik Flores bagian tengah ketika tokoh hero seperti Batman, Kura Kura Ninja, Naruto dan Spider Man entah masih di mana. 
Sebagai bocah angkatan medio 1970-an, tuan dan puan dapat membayangkan sendiri bagaimana kondisi kehidupan di kampung pada zaman itu. Serba terbatas! Lembaran koran atau majalah merupakan barang langka. Jangan tanya lagi buku bacaan bagi anak-anak. Radio satu-satunya sumber informasi. Tapi itu barang luks yang pemanfaatannya dimonopoli orang dewasa. Di zaman beta kecil radio bukan 'teman' anak-anak. Radio cuma milik pastor, guru dan kepala desa.

Benge


Mengabdi dengan hati
Tidak butuh tepuk dan sorak


NAMANYA Benge, sapaan akrab Om Benge. Tidak mengenyam pendidikan tinggi. Tak banyak cakap. Bicara seperlunya. Rajin bekerja. Bekerja keras dan cerdas. Suka menolong. Jarang mengeluh meski hidup susah sebagai petani di kampung udik Flores bagian tengah yang topografinya lebih banyak "wolo sia" alias bukit gersang dan tebing terjal ketimbang tanah datar menghijau.
Om Benge sekampung denganku. Dia meninggal dunia tujuh tahun lalu dalam usia 74 tahun. Meninggalkan seorang istri, enam orang anak dengan pendidikan lumayan baik dan tujuh orang cucu yang lucu-lucu.

Otda


Makin banyak pemimpin
Rakyat tetap miskin


KURANG dari sepuluh tahun rumah induk bernama Flobamora telah mekar membengkak jadi 21 daerah tingkat II. Luar biasa! Tuan dan puan yang bertahun-tahun hidup di rumah ini dengan hanya mengenal 12 kabupaten dan satu kota madya, tiba-tiba melihat wilayah otonom baru tumbuh subur di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Peningkatannya hampir mencapai 100 persen.
Dulu sebelum era Reformasi kita hanya mengenal 12 bupati se-NTT dan seorang walikota. Nama mereka yang mengenakan lambang burung Garuda di dada itu mudah diingat. Wajah pun familiar. Bila ditanya anak-anak SD mampu menjawab benar dan dapat mengeja nama lengkap serta nama kabupaten yang dipimpinnya.

MoU


Saya menandatangani 50 MoU
Tidak ada institusi seperti kita!



"BU (bung) coba periksa dulu, di NTT ada pejabat yang punya hobi unik. Mengoleksi MoU!!! Selamat hari Pantekosta buat bu sekeluarga." Sungguh beta terkejut membaca pesan pendek itu kemarin pagi. Pesan dari seorang sahabat yang setiap hari Minggu selalu mengirim ucapan salam buatku dan keluarga. 
Hobi mengoleksi MoU? Ah, apa betul? Sejenak beta ragu dengan isi SMS tersebut. Apalagi sahabatku itu terkenal usil. Suka berpikir dan berpendapat dengan cara yang tidak biasa. Dia kerap melawan arus umum dan mati-matian mempertahankan pandangannya dengan argumentasi yang rasional. Tapi kali ini beta tak ingin berdebat dengannya. Beta coba membolak-balik kliping koran dan majalah. Membuka database berita. Siapa tahu SMS usil itu mengandung sejumput kebenaran. Ada fakta. Ada data!

Alorawe


Menunggu sekantung raskin
Tidur di jalan berhari-hari


ALORAWE yang tidak terkenal itu sontak menghentak dan menggugat. Menggugat kebijakan sinterklas yang ditempuh pemerintah dengan rasa bangga selama ini melalui program beras untuk keluarga miskin (raskin) dan bantuan langsung tunai (BLT).
Alorawe sekadar berita kecil harian ini edisi 4 Juni 2009. Berita yang mungkin tak sempat dikecapi isinya oleh tuan dan puan. Berita itu tak memiliki daya ledak tinggi di tengah hingar-bingar pesta politik jelang pemilu presiden-wakil presiden.


Sayang betul jika tuan tak sempat membaca kisah Alorawe. Warta kecil itu sungguh menikam jantung Flobamora yang sedang gairah bergerak kembali ke pangan lokal. Alorawe menggegerkan penghuni rumah Flobamora, betapa kita telah jauh tersesat. Tersesat hingga tak sadar telah berada di bibir jurang kerapuhan!

Bola



HARI itu saat malam Minggu menjelang, beta terpaksa keluar dari tribun Stadion Oepoi Kupang menuju pelataran parkir untuk mencari udara segar. Setelah menyaksikan duel menarik selama satu setengah jam serta upacara penyerahan piala dan hadiah, beta sungguh tak tahan lagi berdesak-desakan dengan 35 ribu penonton yang berpesta pora. Mereka merayakan kemenangan klub Botung Anak Kupang alias Bonak menjuarai kompetisi Liga Kota KASIH (LKK) yang ketiga.
Di partai puncak hari itu, klub Bonak asuhan pelatih Petrus Abanat mengalahkan juara dua musim kompetisi sebelumnya AS Roma 1-0. Malang nian nasib AS Roma (singkatan dari Anak-anak Seputar toko Roda Mas) karena tim kebanggaan warga Kuanino itu cukup memerlukan hasil seri untuk pertahankan gelar. Tetapi tim asuhan Zeth Adoe lengah di menit akhir sehingga gelar juara di depan mata tak tergapai untuk ketiga kalinya. Bola memang bundar dan kini giliran Bonak berjaya.

Yth


Si miskin itu tak punya apa-apa.
Modalnya dua ribu rupiah


PEKAN yang baru lewat beta kembali mendengar suara berulang di beranda Flobamora. Pekan yang baru lewat beta juga terkenang nama Yth. Nama-nama yang indah, unik dan sarat makna. Nama mengagumkan sekaligus menyayat hati.
Suara-suara itu, suara yang terdengar kesekian kalinya. Nada dasarnya sama. Irama sama. Syairnya pun masih yang itu-itu juga.
Begitulah tuan dan puan. Izinkan beta menyuarakan suara-suara berulang itu. Mungkin membosankan dan terasa menjengkelkan tetapi lebih baik bersuara ketimbang diam berpangku tangan.

Energi



SECUIL kerepotan menghampiri beta dan bung Wilson Therik, moderator Forum Academia NTT (FAN) pada sepenggal waktu di pekan silam. Ternyata tidak enteng mengajak kawan-kawan wakil rakyat menjadi narasumber diskusi (informal) tentang kemandirian energi di beranda Nusa Tenggara Timur.
Total ada lima anggota Dewan yang kami hubungi dan mereka semua dengan sangat menyesal tak dapat memenuhi undangan FAN guna memberi pencerahan dari sudut pandang wakil rakyat. Dua di antaranya sempat mengatakan siap hadir namun pada detik-detik akhir mengonfirmasikan tak bisa datang.

Satu, Dua, Tiga



Manajer itu prosa.
Pemimpin itu puisi.
Tuan pilih yang mana?


INGAT baik-baik angka ini. Satu, Dua dan Tiga. Bisa juga Tiga, Dua dan Satu. Formasinya masih boleh diobok-obok lagi. Misalnya, Satu, Tiga, Dua; Tiga, Satu, Dua; Dua, Satu, Tiga. Pokoknya terserah. Asal jangan sebut salah Dua, Tiga dan Empat atau Lima, Enam dan Tujuh.
Sekali lagi ingat 1, 2 dan 3 saja. Dan, pilih salah satu! Boleh pilih 1, pilih 2 atau pilih 3. Pilih semua tidak dianjurkan karena itu merupakan pilihan yang sia-sia. Nah, pusing kan mengutak-atik angka seperti di atas? Mau bilang apa, demokrasi pada akhirnya toh berurusan dengan angka dan jumlah.

Menukik dari Pinggir


Hengky Ola Sura
Oleh Hengky Ola Sura


Ketua Buletin Sastra Seniman Kata Uniflor, bergiat pada Sanggar Sastra Sint. Conrad Ende


BETA (Beranda Kita) adalah kolom yang hadir setiap hari Senin pada Pos Kupang. Kolom yang diasuh Pemred Pos Kupang (selanjutnya disebut Beta) ini tak lain adalah ekspresi seorang wartawan yang coba mengulas lebih ringan, bernas dan jenaka akan semua yang telah menjadi pemberitaan Pos Kupang pada hari-hari sebelumnya.
Pilihan topik yang diulas pun hal-hal yang kurang mendapat perhatian publik NTT. Dan di sinilah letak kekuatan dari Beta. Beta, hemat penulis merupakan sebuah ulasan tak bedanya catatan pinggir pada Mingguan Tempo yang diasuh redaktur senior Tempo Goenawan Mohammad.

Bumi


Di sini ada suara keangkuhan
Dan ringkik kepongahan!


IZINKAN beta menulis surat untuk bumi. Sepucuk surat dari beranda Flobamora, kampung besar kita yang sedang asyik masyuk mengeruk isi perut bumi. Perut ibu kehidupan kita yang ternyata berlimpah ruah dengan harta terpendam berabad-abad.
Bumi yang baik hati, demam tambang sedang melanda kampung kami. Dari Timor hingga Lembata. Dari Sumba hingga Flores Barat. Tambang! Kami sekarang sadar sesadar-sadarnya betapa Flobamora ini tak miskin papa seperti klaim orang? Di dalam isi perut Timor, Flores, Lembata, Alor, Sumba, Sabu, Rote, Solor, Adonara, Pura, Pantar terkandung kekayaan tiada tara. Tugas kami hari ini cuma satu. Keruk isi perut itu. Dapatkan uang berkarung-karung.

Lanjutkan!


Komodo diusik, NTT marah
Lanjutkan!


SIAPA tokoh paling tersohor menurut tuan dan puan selama sepekan terakhir di beranda Flobamora? Bagi beta tokoh paling populer pekan ini di kampung kita adalah Menteri Kehutanan (Menhut) RI, MS Kaban.
Tanggal 16 Juli 2009 atau sehari sebelum bom meledak di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Jakarta yang membunuh sembilan orang, Menhut melepas 40 ekor kura-kura berleher ular ke habitatnya di Danau Peto, Kabupaten Rote Ndao. Peristiwa itu diliput secara luas oleh media massa lokal dan nasional.


Dari pulau terselatan wilayah NKRI, Menhut terbang ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Ada dua agenda Menhut di ujung barat Flores sana. Pak menteri meninjau lokasi eksplorasi tambang emas Batu Gosok serta Pulau Rinca dan Pulau Komodo, wilayah yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Ikan Se atau Wogi yang Menggoda Selera

Ikan Se atau Wogi (sumber: www.inimaumere.com)
SELAIN memiliki kekayaan pesona pasir putih, pesisir selatan Pantai Paga, kurang lebih 40 kilometer barat  Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur  memiliki kekayaan laut unik,  yakni ikan se. Oleh masyarakat setempat ikan berwarna merah ini disebut mbarase dan olahannya disebut wogi.

Jika pernah melintasi pantai selatan Sikka, jurusan Ende-Maumere, ketika tiba di Paga, Anda akan melihat wogi dalam kemasan botol air mineral. Ini buah tangan khas dari Paga.

Se hanya diawetkan dengan garam secukupnya, kemudian disimpan dalam kemasan botol. Wogi dalam kemasan botol itu bisa langsung dimakan, pelengkap menu makan keluarga di rumah. 

Selasa, 16 Desember 2014

Jokowi Sebut Revolusi Mental


Jokowi di kantor Harian Tribun Manado 10 Mei 2014 (foto emerson@TM)
Satu di antara agenda utama kedatangan  Ir Joko Widodo, Capres PDI Perjuangan ke Sulawesi Utara adalah menemui tokoh agama di daerah ini dan berbicara tentang kerukunan dan pentingnya perdamaian.

Hal ini menjadi satu diantara agenda penting lainnya yang menjadi perbincangan antara Jokowi sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta  ini dengan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt HWB Sumakul STh dan Sekretaris Sinode GMIM, Pdt Hendry Runtuwene yang tampak kompak menggunakan kemeja putih lengan panjang.

Dialog informal ini berlangsung di ruang rapat BPMS GMIM. Saat pertemuan Jokowi pun memuji GMIM yang ikut memberi andil besar dalam menciptakan kerukunan di Sulut.

Pengalaman Kecil dari Pos Kupang



Oleh Dion DB Putra

Alas kata

Kejatuhan Soeharto dan berakhirnya era Orde Baru tahun 1998 melahirkan kondisi paradoks bagi dunia kewartawanan di Indonesia.  Iklim kebebasan yang didorong oleh semangat Reformasi 1998 menempatkan insan pers nasional pada dua kondisi sekaligus,  sukacita sekaligus sedih dan memalukan.

Sukacita karena regulasi yang super ketat berakhir. Institusi pers muncul bagaikan jamur di musim hujan karena proses perizinan sangat ringan. Asalkan punya dana, siapa pun dapat membangun media baru, entah media massa cetak maupun media elektronik. Menjadi wartawan bahkan pemimpin redaksi atau redaktur pelaksana begitu enteng.

Hari ini si A bekerja sebagai tukang ojek atau sopir angkot, besok dia bisa  langsung "naik status" menjadi redaktur. Bermodalkan kartu pers dari institusinya, dia mencari berita ke mana saja tanpa didukung keterampilan dan pengetahuan yang memadai dan terutama memahami dan melaksanakan prinsip dan nilai-nilai dasar kewartawanan.

Uskup Turang Tahbiskan Pastor Pertama dari Rote

Romo Hiro diarak dari Busalangga ke Baa untuk ditahbiskan (foto PK)
USKUP Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr mentahbiskan Diakon Hironimus Nitsae menjadi imam baru Gereja Katolik di Gereja Paroki St. Kristoforus Ba'a, Minggu (30/11/2014) sore. RD Hironimus Nitsae  merupakan pastor  pertama dari Kabupaten Rote Ndao.

Acara pentahbisan RD Hironimus Nitsae oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, dihadiri puluhan pastor, belasan suster serta ribuan umat Katolik setempat. Juga hadir Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas C Lun, dan sejumlah pejabat Pemkab Rote Ndao, Wakapolres Rote Ndao, Kompol Samuel S Simbolon, serta para tokoh agama dari gereja Protestan, Islam dan undangan lainnya.

Bapak Diam-diam Daftar Saya di Seminari


Romo Hiro diarak dari Busalangga ke Baa (foto PK)
Rumah Yohanes Nitsae (alm) dan Marselina Nitsae-Bailaen di Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut (RBL), dipadati keluarga dan umat, Minggu (30/11/2014) siang. Ada apa? Simak Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho dari Rote Ndao.

BUKAN cuma kalangan keluarga yang beragama Katolik yang berkumpul di rumah itu, tetapi juga keluarga yang beragama Protestan. Juga terlihat dua orang suster dan seorang pastor, Pater Dagobertus Sotaringgi, SVD (Mantan Pastor Paroki Sikumana).

Di samping timur rumah, tepatnya di sebuah tanah lapang yang biasa dipakai sebagai lokasi pasar tradisional, sudah dibangun tenda dan sebuah podium sebagai persiapan misa perdana imam baru, Romo Hironimus Nitsae, pada Selasa (2/12/2014).

Sekitar pukul 14.00 wita, salah satu perwakilan keluarga menyampaikan kata sambutan sebagai pengantar persiapan untuk perarakan Diakon Hironimus Nitsae menuju Paroki St. Kristoforus Ba'a untuk ditahbiskan menjadi imam  oleh  Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang. Jarak dari Busalangga menuju pastoran paroki sekitar 15 kilometer dan ditempuh dengan kendaraan sekitar 20 menit.

22 Tahun Tsunami Maumere


ilustrasi
GEMPA dan Tsunami yang memorak-porandakan Maumere genap berusia 22 tahun pada tanggal 12 Desember 2014. Bertepatan dengan peringatan tersebut, wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu, mengisahkan kembali peristiwa yang memilukan itu berdasarkan penuturan sejumlah saksi hidup di Maumere.

KARTINI Ace (60) mengernyitkan dahi ketika mengisahkan kembali kejadian Gempa dan Tsunami 12 Desember 1992, di kediamannya di Kampung Wuring, Maumere, Selasa (9/12/2014). Ekspresi alis dan dahinya menggambarkan trauma yang mendalam atas bencana alam yang menewaskan 2.000-an warga Kabupaten Sikka.

Tentu berbeda dengan reaksi sebagian generasi muda Kampung Wuring yang tidak pernah mengalami dan menyaksikan atau mendengar kisah bencana alam 22 tahun lalu itu. Meski pemerintah mengingatkan Kampung Wuring masuk dalam zona merah gempa dan tsunami di Kota Maumere, pembangunan pemukiman penduduk semakin banyak.

Kamis, 11 Desember 2014

Sopi


Satu sloki sebelum tidur
Niscaya penatmu hilang...


TENTANG sopi atau moke alias air kata-kata, seorang teman dengan bangga mempromosikan resepnya. Menurut dia, sopi yang enak dan sehat perlu dicampur dengan bahan makanan lain seperti madu dan telur ayam kampung. Campuran sopi akan komplit bila dilengkapi tangkur buaya serta anak rusa.
Madu bukan sembarang madu. Paling cocok madu putih. Kalau di Pulau Timor madu putih itu bisa diperoleh dari Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) atau Oepoli, wilayah Kabupaten Kupang yang dekat dengan Oekusi, Timor Leste.Dan, sopi sebagai bahan utama bukan sopi kelas dua. Mutlak memilih sopi kepala. Di kalangan penggemar sopi, mereka mengerti betul apa makna sopi kepala. Ada juga yang beri julukan BM (bakar menyala). Itulah sopi terbaik.

Sabu



APAKAH Sabu Raijua hari-hari ini boleh dilukiskan sebagai judul sinetron? Jika tuan dan puan sependapat, maka sinetron yang tuan saksikan memasuki episode yang kian menegangkan.
Hebat betul sutradara yang mampu mempermainkan emosi penonton. Luar biasa untuk kepiawaian para aktor dan aktris mengobok-obok perasaan rakyat Sabu Raijua. Sabu yang mestinya sedang berbulan madu mengingat umurnya belum genap tiga bulan.

PR & Rp



PESAWAT berguncang pelan. Tak terasa kami sudah di atas Kota Palembang ketika perempuan awak kabin bersuara seksi mengingatkan untuk mengenakan sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi dan melipat meja karena sesaat lagi pesawat akan landing di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Bukan pengumuman standar itu yang menggoda telinga. Kupingku justru terusik oleh obrolan dua rekan jurnalis di kursi sebelah yang sama-sama dalam perjalanan ke Palembang guna mengikuti Konferensi Kerja Nasional PWI, Rabu pekan lalu. Entah dari mana awalnya, tiba-tiba beta menangkap sepenggal pernyataan ini.

Nule



BOCAH berusia dua tahun itu didekapnya erat-erat lalu dicium beberapa kali. Frengki yang sebelumnya menangis akhirnya terdiam dalam dekapan sang ayah yang juga menitikkan air mata. Beberapa ibu dari Alak turut menangis. Mata sejumlah anggota polisi serta wartawan pun tampak berkaca-kaca.
Tapi suara polisi mengingatkan semua. "Berhenti sudah, kau tidak pantas menjadi ayah yang baik." Yohanes Nule digiring paksa ke dalam mobil tahanan. Mobil lalu melesat menuju Markas Polresta Kupang.


Demikian sepenggal suasana reka ulang pembunuhan atas Ny. Merliana Nule oleh suaminya, Yohanes Nule di Kelurahan Alak, Kota Kupang, Kamis (26/8/2009) lalu. Hari itu Yohanes Nule kembali ke rumah. Pulang setelah enam hari mendekam di sel Polresta Kupang. Pulang untuk rekonstruksi sekaligus bersua sejenak dengan dua buah hatinya, Mersi Nule (4) dan Frengki Nule (2).

Selingkuh



SUNGGUH, beta terganggu dengan kata itu. Di akhir pekan yang baru lewat, seorang sobat karib mengirim surat elektronik usil yang menohok. "Bintangmu Gemini kan? Nah, dirimu masuk kelompok tukang selingkuh. Nanti kuberitahu istrimu agar waspada." Waw! Mana tahan dituding seperti itu.
Untunglah wajahku yang semula mengerut sontak melentur dan berujung derai tawa. Si kawan mengirim email bertopik: Peringkat Selingkuh Berdasarkan Zodiak. Dia tambahkan catatan kaki, kalau bung tidak percaya lihat sendiri di laman www.dewazodiak.com.
Suratnya menggoda, memang. Tertulis di sana, orang yang paling setia lahir dalam naungan zodiak Taurus (21 April-20 Mei). Yang paling tidak setia alias peringkat satu berpeluang selingkuh adalah Pisces (20 Februari - 20 Maret). Agar tuan dan puan tidak penasaran, baiklah beta beberkan satu persatu. Kesetiaan orang Taurus luar biasa dan paling diandalkan. Taurus acap dianggap pribadi yang membosankan dalam menjalin relasi. Tetapi sekali terikat dia ingin bertahan selamanya.

Wawi



OM Dinus kembali menjalani rutinitas pagi itu. Bangun tidur sekitar pukul 06.00, lelaki setengah baya itu menuju ke dapur mengambil makanan yang telah disiapkan istrinya semalam. Makanan siap saji hasil olahan dari berbagai macam bahan tersebut sudah diisi dalam dua ember plastik bekas ukuran 20 liter.
Dengan dua tangannya yang kokoh, Om Dinus mengangkat ember berisi makanan lalu bergegas menuju kopo wawi (kandang babi) yang letaknya sekitar 300 meter dari rumahnya. Kandang babi berada di pinggir kampung, persis di dekat rumpun bambu kuning yang rindang.
Om Dinus percepat langkah kaki. Dia ingin segera sampai di kopo wawi. Seperti hari-hari sebelumnya, dia tidak mau terlambat memberi makan hewan piaraannya. Apalagi ternak yang doyan makan itu sudah hapal jam makan pagi setiap hari. Rata-rata jam enam lewat sekian menit. Kalau sampai terlambat jauh, hewan ini tidak lagi sekadar mendengus, tetapi bernyanyi nyaring dengan suara yang khas.

Aula 301


Birahi kita adalah birahi mencabik-cabik.
Nafsu kita adalah nafsu
merajut benang kusut masai.


BETA berada di tengah hingar-bingar Aula B 301 siang itu, Jumat 25 September 2009. Panas Kupang yang terik dan sepinya angin sepoi dari laut utara Timor tidak mengurangi suasana yang demikian rileks. Jam mengantuk luruh dalam gelak tawa membahana. Tak henti-hentinya. Gelak kena tikaman. Tawa kena hantam yang pas amat. Tikaman sang profesor memompa nafsu pengharapan. Menggairahkan birahi aksi. Mengobok-obok nalar agar tak lupa berpikir. Tentang Nusa Tenggara Timur yang lebih baik. Tentang satu sikap dasar: Berhenti mengutuk NTT ini miskin!!!

Lupa



SEMBAB menghiasai wajah Nanda. Di tengah renai hujan, dia menatap nanar ke arah alat berat yang sedang menghancurkan dinding gedung yang roboh. Di dalam reruntuhan beton itu, kemungkinan besar Fitria (14), anaknya, terperangkap.
Nanda duduk tak jauh dari reruntuhan bangunan bimbingan belajar GAMA. Gedung di Jalan Proklamasi Padang itu merupakan salah satu dari ratusan bangunan yang runtuh ketika gempa 7,6 Skala Richter (SR) melanda Padang, Sumatera Barat, Rabu (30/9/2009) lalu. Di dalam reruntuhan selain Fitria, juga terdapat puluhan murid yang terperangkap.
Tidak banyak yang bisa dilakukan orangtua seperti Nanda, selain duduk memandangi mesin pelubang beton dan puluhan petugas yang berusaha menyingkirkan puing reruntuhan demi menemukan korban. Ada harapan, meski terasa mustahil, melihat Fitria ditemukan dalam keadaan hidup. Sampai hari keempat pasca gempa, Nanda mulai pasrah. Dari 100 orang yang terperangkap di gedung GAMA, baru 50 korban tewas yang dievakuasi. Sisanya masih tertimbun reruntuhan. Nasib yang sama menimpa 200 orang di Hotel Ambacang, 30 orang di Pasar Raya dan 300 lainnya di Gunung Tigo, Padang Pariaman.

Lidah


WANITA muda berwajah inosen itu terkejut diminta menjulurkan lidah. Meski terkesan malu-malu, gadis itu mau juga melakukannya mengingat yang meminta adalah mentornya dalam suatu pelatihan bagi calon tenaga kerja perusahaan.

"Seberapa penting lidah bagimu?" tanya sang mentor yang membuat gadis muda itu terkejut sekali lagi. "Penting sekali Bu. Tanpa lidah saya tidak bisa bicara dengan Ibu!" jawabnya. "Anak cerdas," kata sang mentor memuji.

Ya, tuan dan puan sulit membayangkan hidup tanpa lidah bukan? Lidah sangat penting bagi manusia dan hewan. Tidak butuh konfirmasi kepada hewan seperti monyet atau biawak komodo untuk membuktikan pentingnya peran lidah.

Bola



HARI itu saat malam Minggu menjelang, beta terpaksa keluar dari tribun Stadion Oepoi Kupang menuju pelataran parkir untuk mencari udara segar. Setelah menyaksikan duel menarik selama satu setengah jam serta upacara penyerahan piala dan hadiah, beta sungguh tak tahan lagi berdesak-desakan dengan 35 ribu penonton yang berpesta pora. Mereka merayakan kemenangan klub Botung Anak Kupang alias Bonak menjuarai kompetisi Liga Kota KASIH (LKK) yang ketiga.
Di partai puncak hari itu, klub Bonak asuhan pelatih Petrus Abanat mengalahkan juara dua musim kompetisi sebelumnya AS Roma 1-0. Malang nian nasib AS Roma (singkatan dari Anak-anak Seputar toko Roda Mas) karena tim kebanggaan warga Kuanino itu cukup memerlukan hasil seri untuk pertahankan gelar. Tetapi tim asuhan Zeth Adoe lengah di menit akhir sehingga gelar juara di depan mata tak tergapai untuk ketiga kalinya. Bola memang bundar dan kini giliran Bonak berjaya.

Polisi



JEFRI Lay agak terburu-buru keluar dari rumah Senin pagi itu. Setelah hidupkan mesin sepeda motor, dia menjemput sobat karib sekaligus teman sekelasnya, Kristovel Taebenu. Kedua remaja yang tinggal bertetangga itu pun melaju dari kediaman mereka di Kelurahan Sikumana menuju Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cahaya Putra-Kupang.
Hari Senin 12 Oktober 2009 ada ujian tengah semester di sekolah mereka. Jefri dan Kris berusaha sampai di sekolah tepat waktu. Keduanya melewati ruas Jalan HR Koroh, Jl. Soeharto, Jl. Soedirman dan Jl. Mohammad Hatta-Kupang. Pada pagi hari, arus lalu lintas di jalan protokol tersebut memang padat.

Nadi



BARU sekitar lima menit take off dari Bandara Aroeboesman Ende di pagi yang cerah itu, Pilot Agus Maaruf tiba-tiba melihat ada yang aneh dengan mesin sebelah kanan. Rupanya oli bocor. Keputusan cepat dan tepat mesti diambil segera sebab oli bocor dapat menimbulkan kebakaran mesin. Agus mematikan baling-baling kanan lalu putar haluan. Pesawat kembali menukik menuju Aroeboesman dan mendarat dengan selamat.
Puji Tuhan! Namun, aroma panik dan cemas tetap menghiasi wajah 48 penumpang tujuan Kupang saat mereka turun dari tangga pesawat. Memang sulit membayangkan apa yang terjadi seandainya pilot Agus salah bikin keputusan di atas ketinggian 4.000 kaki. Boleh jadi Kamis 22 Oktober 2009 itu akan menjadi hari kelabu di beranda Nusa Tenggara Timur. Bila Agus kurang cermat, mungkin malam kelam menghiasi langit Flobamora yang selama lima tahun terakhir “dimanjakan” TransNusa, maskapai penerbangan yang dioperasikan putra-putri daerah tercinta.

SGM


Hanya di Negeri ini
Gedung Dewan sama dengan
Ruang kelas murid TK


THOHIR dan Febriadi mengubah ruang sidang yang terhormat menjadi ruang kelas murid Taman Kanak-Kanak (TK). Mereka bertengkar lalu kejar-kejaran. Seru! Febriadi berlari sambil membawa kursi untuk dipukulkan ke Thohir.
Eitt, kaki terantuk kursi. Badannya limbung, Febriadi terjatuh tikam mulut. Bibirnya menerpa sisi meja, darah segar pun mengalir. Kawan-kawannya melarikan Febriadi ke rumah sakit terdekat.
Peristiwa itu terjadi di Ketapang, salah satu kabupaten di bumi Kathulistiwa, Kalimantan Barat, 30 Oktober 2009. Hari itu DPRD Ketapang menggelar sidang paripurna membahas penyusunan komisi-komisi Dewan. M Febriadi dari Fraksi Golkar yang datang terlambat meminta sidang membahas kembali semua poin yang telah disepakati. M Thohir dari Fraksi Kesatuan Amanat Indonesia Sejahtera kesal. Dia tegas menolak. Salah sendiri Febriari datang terlambat.

Sulap



OM Maksi melirik jam elektronik di ponselnya. Dia tak menduga waktu telah menunjukkan pukul 22.00 Wita. Pantas arus lalu lintas menuju salah satu kawasan perumahan di Kota Kupang lengang.
"Ini yang terakhir malam ini. Beta su sonde (tidak) mampu lagi. Dua orang beta layani besok pagi saja," gumam Om Maksi. Truk bermuatan 5.000 liter air dipacunya lebih cepat agar cepat sampai tujuan mengingat perut Om Maksi sudah keroncongan. Dia ingin segera pulang ke rumah untuk makan dan beristirahat.
Sejak dua bulan lalu Om Maksi dan rekan-rekannya sesama sopir truk tangki air lebih sibuk dari biasanya. Dalam sehari mereka rata-rata melayani 8-10 konsumen. Om Maksi melukiskan keadaan sekarang sebagai musim panen air. "Tapi capek sekali terutama waktu antre ambil air. Sebetulnya kami kasihan banyak orang minta air. Kadang mereka berani bayar mahal asal bisa dapat air. Bahkan ada yang nekat mencegat kami di jalan," kata Om Maksi.

Po'e



FAJAR belum menyingsing ketika bus antarkota dalam propinsi tujuan Kefamenanu masuk Terminal Noelbaki-Kupang hari itu. Om Pe'u -- sapaan akrab Petrus -- buru-buru meminta izin kepada sopir agar berhenti sejenak di dalam kawasan terminal. Om Pe'u bergegas turun lalu gesit menyelinap di antara pematang sawah kering menuju rimbunan pohon pisang.
Dalam posisi jongkok, Om Pe'u sejenak melirik ke kiri dan kanan. Aman! Tak ada orang yang melihat. Om Pe'u menahan napas sambil pejamkan mata. Dalam hitungan detik terdengar sayup creeett... pisss! Benda lonjong berwarna coklat kekuning-kekuningan mendarat mulus di tanah kering. Perasaannya lega. Om Pe'u berhasil po'e (buang air besar) yang telah mengganggu perutnya sejak dia dijemput sopir bus di rumah koleganya sekitar jam 04.00 Wita.

Prosedur



"KALIAN wartawan tahu apa tentang prosedur kerja birokasi? Birokrasi punya ketentuan dan prosedur baku yang harus ditaati tetapi tidak gampang. Jadi, jangan salahkan pemerintah terus kalau realisasi proyek di NTT rendah. Kami kerja keras sesuai prosedur. Tidak boleh keluar dari itu!"
Pesan singkat yang cukup menohok itu masuk ke ponselku akhir pekan lalu. Beta tersenyum setelah melihat pengirimnya. Ah, ternyata pesan dari seorang teman karib yang tergolong pejabat teras dalam lingkungan pemerintaan daerah. Dia termasuk eselon kelas kakap yang bersentuhan langsung dengan berbagai keputusan penting tentang kebijakan publik.
Mengingat pertemanan kami yang telah lama, dia biasanya berkata jujur. Kalau tidak suka dia kemukakan secara lugas. Dan, kali ini dia merasa agak tersinggung atas sorotan media massa tentang realisasi proyek yang rendah di beranda Flobamora. Tersinggung karena dia menilai media seolah menimpakan kesalahan itu semata kepada pemerintah. Beta membalas pesannya dengan kalimat singkat, padat dan jelas. "Bagus kalau bung tersinggung. Hati dan nalarmu masih normal sebagai pamongpraja!" Sontak ponselku berdering. Tak ada kata-kata. Di ujung sana dia sedang ngakak sendiri. Kena dia. Hahaha...

Wasit



STADE de France-Paris, Rabu malam 18 November 2009. Menit ke-104. Dua bintang bola memainkan perannya yang akan lama dikenang. Keduanya adalah Martin Hansson dan Thierry Henry. Di menit ke-104 yang tegang, Henry berada di kotak penalti, persis di sisi kanan gawang Shay Given. Hansson yang telah keletihan tercecer jauh di luar kotak 16 meter. Di dalam area terlarang, Henry menerima bola hasil tendangan bebas, bukan dengan kaki tetapi tangannya. Ha?
Tangan kiri Henry menyentuh bola dua kali. Sekali untuk menghentikan bola dan sekali untuk menyesuaikan arah bola sebelum mengumpankannya kepada William Gallas yang menanduk bola guna menyamakan kedudukan 1-1 pada masa perpanjangan waktu. Tanpa bertanya dulu kepada hakim garis, ofisial keempat dan Henry, Hanson meniup peluit mensahkan gol Gallas. Perancis yang ngos-ngosan menang agregat 2-1 dan terbang ke Afrika Selatan 2010.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...