Rabu, 19 Juli 2017

Pastor Asal Flores Temani SBY Sekeluarga di Vatikan


P Markus Solo (kedua dari kanan)
Kami turun dari mobil  dan saling bersalaman. Mereka semua sangat berantusias, terutama Pak SBY, Ibu Ani dan kedua putera mereka, Mas Agus dan Mas Baskoro.

PRESIDEN  keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  dan keluarga berkunjung ke Vatikan pada hari Minggu 16 Juli 2017. SBY jalan-jalan ke Vatikan bersama  Ibu Ani Yudhoyono,  kedua puteranya Agus  Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)  masing-masing dengan istri dan anak. 

Singkatnya mantan orang nomor satu di Indonesia itu hadir lengkap bersama istri, anak, menantu dan cucu serta anggota rombongan lainnya.

Kunjungan SBY sekeluarga disambut spesial otoritas Tahta Suci sehingga beliau boleh melihat hampir semua tempat suci dan bersejarah di Vatikan. Yang mengesankan pemandunya adalah pastor asal Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT),  Markus Solo Kewuta, SVD. Pater Markus bertugas di Vatikan sejak sepuluh tahun lalu dan kini menjadi Anggota Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Agama.

Berikut penuturan  Pater Markus tentang pengalamannya menemati SBY sekeluarga  sebagaimana dikutip dari akun Facebooknya.

Rabu, 12 Juli 2017

Tenun Ikat Sumba yang Memikat Hati


Jokowi dan Ibu Negara di Sumba Barat Daya 12 Juli 2017
Seni tenun adalah budaya tua yang ditekuni manusia untuk menghasilkan busana dan merupakan peradaban yang hampir merata ditemukan di seluruh pelosok bumi.

Pada masa modern ini pun ketika pabrik pemintalan benang mampu menghasilkan ribuan, bahkan jutaan meter tekstil dengan cara yang praktis, tradisi memintal benang untuk membuat kain masih ditekuni di beberapa tempat, tak terkecuali di Pulau Sumba, satu daratan kecil di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang hadir dan mengenakan ikat kepala dan berselempang kain tenun menyaksikan Festival Tenun dan Kuda Sandelwood di Lapangan Galatama, Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT, Rabu (12/7/2017).

Selasa, 11 Juli 2017

Kisah tentang Stadion Merdeka Kupang

Pertandingan bola di Stadion Merdeka Kupang
Stadion Merdeka Kupang itu sebuah nama dengan banyak kisah historis heroik. Keberadaannya hampir setua negara bernama Indonesia, bahkan lebih tua dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru lahir tahun 1958.

Di sana sudah banyak anak Nusa Tenggara Timur (NTT)  memeras keringat untuk meraih yang terbaik di lapangan bolakaki. Dan, mereka sekaligus  belajar memahami arti olahraga, apa makna fair play serta implikasi dari sportivitas. 

Tidak hanya sepakbola. Stadion Merdeka pun memiliki lapangan bolavoli yang di masa lalu menjadi pusat aktivitas olahraga kaum muda di ibukota provinsi ini. Cukup sering Stadion Merdeka juga berfungsi bagi aktivitas pembinaan kaum muda.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...