Tampilkan postingan dengan label Tribun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tribun. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2024

Jurnalisme Fakta dan Jurnalisme Makna


Oleh: Jakob Oetama

Pidato Penerimaan Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa dalam Bidang Komunikasi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 17 April 2003

DALAM dunia media masa, dua hal berlangsung hampir serentak di Indonesia. Datangnya kebebasan pers hasil reformasi pro demokrasi serta berlangsung revolusi teknologi informasi yang menghasilkan ICT (Information and Communication Technology).

Ada gejala yang perlu diteliti, dan cukup menarik perhatian. Yakni bahwa kehadiran media informasi dan komunikasi serba teknologi itu, pada gilirannya bukan mematikan informasi dan komunikasi tatap muka dan lewat forum tradisional lainnya, akan tetapi justru menggalakkannya. 

Sabtu, 30 Desember 2023

Srikandi di Sarang Pria

Hasanah (kiri) dan Ahmad Suroso

Dalam rentang waktu terbilang panjang, lebih dari dua dasawarsa, dia sungguh srikandi di sarang pria. Nyaris sendirian. 

Namun, kehadirannya memberi warna kepemimpinan yang kuat dan khas di ruang redaksi Tribun Network - Kompas Gramedia.

Dia pekerja keras yang cerdas dan tangguh. Tegas, berintegritas, berani, juga disiplin.

Sebagai jurnalis dan pemimpin dia mempraktikkan pepatah Latin, suaviter in modo, fortiter in re. Teguh dalam prinsip tapi lembut dalam cara.

Mereka yang pernah jadi rekan kerja, kolega atau dipimpinnya mengenal gayanya mendidik dan membimbing dengan hati yang hangat. 

Senin, 04 September 2023

Purnabakti

Saya dan Mas Surnarko di Mataram, 4 Sept 2023
Pada suatu titik waktu saya pernah selevel dengan mereka. Selevel dalam hal tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin redaksi unit media naungan Tribun Network-Kompas Gramedia.

Medio 2023 satu per satu mereka mengucapkan sayonara kepada Tribun Network karena sudah tiba saatnya untuk purnabakti.

Meski pensiun sebagai karyawan adalah hukum natur tetap saja saya merasa agak terkejut. Kaget bahwa saya pun tidak akan lama lagi menyandang NIK alias nomor induk karyawan Tribun Network- Kompas Gramedia.

Sampai bulan September 2023, empat saudaraku pensiun.  Paling awal pamit dari Grup WA Pemimpin Redaksi adalah Mbak Wenny Ramdiastuti. 

Mbak Wenny terakhir menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel-Sriwijaya Post di Palembang, Sumatera Selatan.

Minggu, 12 Januari 2020

Melebihi Panggilan Tugas


Yusran Pare 
PERASAAN harubiru itu muncul di penghujung tahun. Tahun 2019 yang baru berlalu kurang dari 48 jam.  Dua seniorku pamit lalu meninggalkan Grup WA, ruang kami berbagi informasi, bertukar pandangan atau sekadar curhat dan bercanda ria.

Yusran Pare menulis dalam nada liris.

Teman-teman terkasih, izinkan saya pamit.
Terhitung 31 Desember 2019, saya sudah sepenuhnya pensiun. Terima kasih atas segala kebaikan, ilmu dan pengetahuan  yang telah teman-teman berikan kepada saya. Saya mohon ampun maaf jika selama berinteraksi ada hal-hal yang tidak berkenan di hati teman-teman.

Mas Kris, Om Dion, Mas HDP, titip Ombudsman, ya. Mohon maaf jika selama memimpin Ombudsman, saya belum mampu mewujudkan kerja ideal yang kita rancang.

Yusran Pare left…

Tak lama berselang Ahmad Suroso juga  keluar grup setelah meninggalkan kata-kata demikian.

Selasa, 24 September 2019

Pria Berjins Biru Itu


Jakarta 18 Septermber 2019
PANGGILAN suara tak terjawab itu tercatat di ponselku pada pukul 17.40 Wita hari Kamis 19 September 2019.  Saya buru-buru mengirim pesan WA singkat, “Siap, Selamat Sore Om” diakhiri emotion minta maaf karena tidak sempat merespons langsung panggilan telepon tadi.

Dua menit kemudian beliau mengirim pesan balasan lewat WA.  Saya tersenyum  membaca isinya. “Oh, Terima kasih banyak Om” jawabku. Hanya begitu. Mau menambahkan lagi, tapi saya kok seolah kehilangan kata-kata. Yah sudah, Om Herman pasti memahami, kataku membatin!

Beri surprise. Begitulah gaya khas Om Herman Darmo.  Perhatiannya tak pernah surut kepada kami anak buahnya.  Bukan semata soal materi, tapi sentuhan kasih kemanusiaan itu yang tak ternilai.

Bagi saya beliau itu tidak sekadar  seorang pemimpin dalam garis hirarkis pekerjaan dan perusahaan yang kaku.  Beliau adalah juga orang tua, guru dan pendidik yang membimbing dan mengayomi.


Kamis, 19 September 2019

Mengenal Batas

ilustrasi
Waktu kadang terasa beranjak amat lekas. Di Palmerah Barat Jakarta 17-18 September 2019,  saya disadarkan lagi tentang batas. Batas waktu seseorang berstatus sebagai karyawan sebuah perusahaan atau instansi.

Perasaanku mengharu biru. Kaka Yusran Pare, sang guru itu sejatinya telah pensiun setahun yang lalu. Namun, dia dikontrak lagi dalam batas waktu tertentu (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu-PKWT). Eh perjanjian itu pun tak lama lagi akan selesai.

Mas Febby Mahendra Putra mengungkapkan itu tatkala kami jalan-jalan ke Istana Kepresidenan seusai sidang hari kedua Ombudsman 18 September 2019. Masa kerja Kaka Yusran berakhir bulan Desember 2019.


Tribun Meniti Buih Perubahan


Palmerah, 18 September 2019
Tak mudah memang meniti buih perubahan zaman. Namun, Tribun takkan mundur. Kami akan terus mendayung perahu besar ini mengarungi gelombang bahkan badai sekalipun.

Ikhtiar kecil melalui Tim Ombudsman sudah bergerak sejak 8 Mei 2019. Kurang lebih 20 telaahan dan rekomendasi yang kami berikan kepada pimpinan unit hingga pimpinan tertinggi.

Respons baik.  Semua bergerak menuju Tribun nomor satu, tidak hanya pengunjung, tapi yang tak kalah penting kualitas kontennya.

Konten yang taat dan tertib berbahasa, taat hukum dan etika, akurasi fakta dan data, tidak berselera rendah dan ramah terhadap SARA.

Sidang Ombudsman Tribun bersama petinggi Tribun di Palmerah Jakarta, 17-18 September2019 menyusun agenda aksi konkret demi membenahi mutu konten sekaligus memperkokoh komitmen dan sikap kerja profesional.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...