Tampilkan postingan dengan label PWI NTT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PWI NTT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Ferry Jahang Pimpin PWI NTT Periode 2018-2023


Sasongko Tedjo beri ucapan selamat kepada Ferry Jahang
KONFERENSI Provinsi PWI NTT di Kupang, 3 Maret 2017  dengan agenda memilih pengurus baru masa bakti 2018-2023 berhasil memilih Hilarius F Jahang sebagai ketua setelah saat voting berhasil meraih 26 suara menggungguli Aser Rihi Tugu yang meraih 13 suara.

Keseluruhan proses konferensi berjalan dalam suasana demokratis. Bertindak sebagai pimpinan sidang, Toni Kleden, Bernadus Tokan dan Damianus Ola disaksikan langsung Pelaksana Tugas (Plt) PWI Pusat, Sasongko Tedjo dan Sekjen PWI Pusat, Hendri Ch Bangun.

Plt Ketua Umum PWI Ingatkan Wartawan Harus Uji Kompetensi


Plt Ketua Umum PWI Sasongko Tedjo dan Sekjen Hendri Ch Bangun foto bersama pengurus PWI NTT 2018-2023
KUPANG, PK-Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Sasongko Tedjo mengajak pengurus PWI NTT agar ke depan menghasilkan wartawan yang profesional melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

"Jika dahulu seorang pengemudi bisa menjadi wartawan namun saat ini tidak bisa seperti itu lagi, karena harus mengantongi sertifikat kompetensi. Ini merupakan kesepakatan bersama antara PWI dan Dewan Pers," kata Sasongko pada Konferensi Provinsi PWI NTT di Aula Gedung DPD NTT, Sabtu (3/3/2018).


Kegiatan ini dibuka Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya yang juga dihadiri Sekjen PWI Pusat, Hendri Ch Bangun, Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe, pimpinan BI Kupang, Kepala OJK Kupang, unsur Forkompimda NTT, pimpinan media massa cetak dan elektronik dan anggota PWI NTT.

Sasongko Tedjo beri ucapan selamat kepada Ferry Jahang
Sasongko memuji pengurus PWI NTT terkait pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2011. Dirinya melukiskan kegiatan tersebut sebagai paling nekad karena fasilitas terbatas tapi dampaknya luar biasa. Pengurus PWI NTT bersama pemerintah NTT ketika itu melaksanakan kegiatan sangat sukses.

"Jika dulu kalimat NTT diplesetkan sebagai Nanti Tuhan Tolong tetapi sekarang sudah dibalik menjadi Now Tuhan Tolong. Kemajuan yang ada sekarang harus tetap ditingkatkan dan kerja sama antara pemerintah dan kalangan media harus tetap terjalin dengan baik," tambahnya..

Menurut Sasongko,  PWI dalam lima tahun terakhir ini mulai melaksanakan  pendidikan dan uji kompetensi bagi para wartawan. Hal ini untuk menunjukan jatidiri sebagai insan pers. Untuk lingkup PWI, saat ini tercatat 8.800 anggota PWI seluruh Indonesia yang sudah lulus sertifikasi. Total keseluruhan wartawan Indonesia yang sudah berkompeten mencapai  11.000 dan sudah uji kompetensi.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengajak insan pers di NTT untuk merajut kebersamaan membangun daerah ini.

Ucapan selamat dari Sasongko Tedjo dan Hendri Ch Bangun
Gubernur Frans bernostalgia mengingatkan kembali HPN di Kupang tahun 2011 yang dinilainya sebagai kegiatan yang nekat sebagai bentuk kerja sama antara PWI dan Pemprov NTT. Kegiatan ini menghadirkan Presiden SBY dan 26 menteri walau dalam keterbatasan.

"Sejak HPN 2011 itu, mulai ada pertumbuhan hotel di Kupang. Saya berterima kasih kepada PWI yang sudah mendorong percepatan pembangunan di NTT. Tanpa pers tidak akan terberitakan soal NTT. Saya minta peran ini terus ditingkatkan," pinta Frans. (yon)

Sumber: Pos Kupang 4 Maret 2018 hal 8

Ujaran Kebencian Harus Disikapi Serius


Peserta deklrasi pose bersama
KUPANG, PK --Berkembangnya teknologi internet membuat arus informasi mengalir begitu deras.  Internet dimanfaatkan oknum oknum tertentu untuk menyebar konten negatif sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Fenomena global saat ini mengancam persatuan dan kesatuan bangsa karena munculnya perselisihan ujaran kebencian. Kita harus sikapi secara serius," ujar  Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda)  Nusa Tenggara Timur, Inspektur Jendral Agung Sabar Santoso dalam diskusi saat Deklarasi Masyarakat NTT Melawan Hoax di Millenium Ballroom, Kupang, Selasa (12/12/2017).

Deklarasi Gerakan Masyarakat NTT Tolak Hoax ini ditandai pembacaan ikrar sebagai bentuk komitmen mereka menolak hoax. Selain membacakan ikrar, perwakilan dari Polda NTT dan unsur Forkompida, Tokoh Lintas Agama, perwakilan pers yakni PWI, IJTI, AJI dan Dewan Pers, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa menandatangi piagam untuk menolak hoax.

Jurnalis Deklarasi Dukung Pilkada Damai


Para wartawan nyatakan deklarasi
KUPANG, PK  -Para jurnalis NTT yang tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kupang melakukan deklarasi Pilkada yang damai di Restoran Nelayan Kupang, Rabu (21/2/2018). Deklarasi ini  merupakan kerja sama jurnalis dengan Polda NTT.

Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman dalam sambutannya meminta insan pers agar tetap memberitakan informasi  yang menyejukkan agar terhindar dari konflik dan situasi Kamtibmas bisa terjaga.

Bangun Indonesia dari Perbatasan


Narasumber bedah buku Merah Putih Tergadai
KUPANG, PK -Indonesia kuat dari perbatasan. Itulah petikan kuat yang ditekankan para pembicara dalam acara bertajuk Launching dan Bedah Buku berjudul Merah Putih Tergadai di Perbatasan, Meneropong Indonesia dari Sudut Pandang Orang Muda. Bedah buku dihelat di Sotis Hotel, Kupang, Jumat (27/10/2017).

Buku tersebut ditulis dua orang penulis muda, masing-masing Jemmy Setiawan, seorang penulis kelahiran Surabaya, dan Winston Neil Rondo putra NTT,  anggota Komisi V DPRD  NTT.

"Ini sebuah refleksi falsafati atas disparitas sosial-ekonomi di daerah perbatasan. Menjadi pesan bagi pemerintah pusat agar  membangun perbatasan. Perbatasan adalah etalase, daerah terdepan dari negara kita," ungkap salah satu pembedah, Kepala Dinas Pariwisata NTT, Dr. Marius Djelamu.

Delapan Wartawan anggota PWI NTT Dinyatakan Kompeten


Peserta UKW dan penguji
Laporan Watawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG- Sebanyak delapan orang wartawan dari sejumlah media baik cetak dan elektronik mengikuti ujian kompetensi wartawan (UKW) angkatan kelima tahun 2017.

Ujian kompetensi wartawan PWI NTT dipimpin Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Sasongko Tedjo dan instruktur dan penguji PWI Pusat, Hendro Basuki.

Pelaksanaan UKW bagi delapan orang wartawan, yakni empat wartawan kategori madya serta empat wartawan kategori utama, berlangsung di Aula Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, di Jalan Soeprapto, Kupang, Jumat (6/10/2017) pukul 08.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita.

Perbankan Berperan Perkuat Potensi Daerah


Dion DB Putra
KUPANG, PK - Perkembangan teknologi kian mendorong perbankan untuk berinovasi dan menciptakan layanan tanpa kantor alias digital banking. Melalui layanan keuangan digital, masyarakat dan pelaku dunia usaha termasuk pemerintah daerah akan semakin dipermudah dalam bertransaksi, semakin efisien, dan tidak mengenal waktu. Hal  ini untuk mendorong transaksi non-tunai.

Terkait hal ini, PWI NTT akan menggelar Focus Group Discusion (FGD) di Swiss Belinn Kristal Hotel, Kupang, Senin (24/7/2017).

Ketua PWI NTT, Dion DB Putra, yang dihubungi, Sabtu (22/7/2017), mengatakan, para pembicara dalam FGD ini adalah, Kepala OJK NTT, Winter Marbun, Kabid Perekonomian Bappeda NTT, Zeth Sony Libing, Asisten Manajer Bank Indonesia NTT, Hafiz Pratama Saleh, Transaction Banking Retail Head Regional XI Bali-Nusra Bank Mandiri, Dito Birowo, Area Head Bank Mandiri Kupang, Herinaldi, Ketua HIPMI NTT, Fahmi Abdullahi, Sekretaris Apindo NTT, Theo Widodo dan Ketua HIPMI NTT, Fahmi Abdullahi.

Senin, 19 Juni 2017

PWI NTT Kutuk Kekerasan Terhadap Wartawan Antara

Dion DB Putra
Senin, 19 Juni 2017 12:03 WIB

Pewarta: Kornelis Kaha


"Kita mengutuk keras kasus ini, dan sangat kita sesalkan arogansi dari oknum anggota Brimob yang melakukan tindakan kekerasan terhadap teman wartawan kita," kata Ketua PWI NTT Dion DB. Putra di Kupang, Senin, (19/6).

Kupang (Antara NTT) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT mengutuk keras kasus tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob terhadap pewarta LKBN Antara Ricky Prayoga di sekitar turnamen bulu tangkis Indonesia Terbuka 2017 Jakarta Pusat, Minggu (18/6/2017).

"Kita mengutuk keras kasus ini, dan sangat kita sesalkan arogansi dari oknum anggota Brimob yang melakukan tindakan kekerasan terhadap teman wartawan kita," kata Ketua PWI NTT Dion DB Putra di Kupang, Senin, (19/6/2017).

Selasa, 02 Agustus 2016

Negara Kalah Menghadapi Ancaman Intoleransi

"Ketika bom meledak di thamrin, Presiden Jokowi hadir dan mengatakan bahwa negara tidak boleh kalah. Tapi kenapa pada hal -hal tertentu negara kalah dalam menjamin kebesan beragama?"
MEDIA adalah sebuah entitas yang sangat berkuasa untuk menciptakan sebuah peristiwa sebagai kebenaran atau sebaliknya. Media juga mempunyai kuasa untuk menunjukan hitam putihnya sebuah peristiwa atau persoalan. Hal ini diakui Program Manager Serikat Jurnalis untuk Keberagaman, Tantowi Anwari, dalam workshop media yang bertajuk `Merawat Keberagaman Dan Toleransi Melalui Pemberitaan' di aula LPP RRI Kupang, Selasa (1/3/2016).

Wilhelmus Foni: Terima Kasih PWI

Willem Foni
MATARAM, PK-Penjabat Bupati Belu, Drs. Wilhelmus Foni menyatakan rasa terima kasih kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang telah memberikan anugrah kebudyaaan.
Demikian Penjabat Bupati Belu, Welhelmus Foni saat ditemui usai perayaan Hari Pers Nasional (HPN), di Pantai Mandalika, Desa Kuta. Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (9/2/2016)

Wilhelmus Foni merupakan satu dari delapan kepala daerah yang menerima Anugrah Kebudayaan dari PWI yang diserahkan  Menko Puan Maharani pada puncak HPN 2016.
Welhelmus Foni mendapat Anugrah Kebudayaan berbasis penegasan jati diri Indonesia di perbatasan Timor Leste dan Australia

Selain Wilhelmus Foni, ada delapan kepala daerah yang mendapat penghargaan diantaranya Walikota Bandung, Bupati Wakatobi, Sulteng, Bupati sawah Lunto, Bupati Purwakarta, bupati Banyuwangi.

Negara Kalah Menghadapi Ancaman Intoleransi

"Ketika bom meledak di thamrin, Presiden Jokowi hadir dan mengatakan bahwa negara tidak boleh kalah. Tapi kenapa pada hal -hal tertentu negara kalah dalam menjamin kebesan beragama?"
MEDIA adalah sebuah entitas yang sangat berkuasa untuk menciptakan sebuah peristiwa sebagai kebenaran atau sebaliknya. Media juga mempunyai kuasa untuk menunjukan hitam putihnya sebuah peristiwa atau persoalan. Hal ini diakui Program Manager Serikat Jurnalis untuk Keberagaman, Tantowi Anwari, dalam workshop media yang bertajuk `Merawat Keberagaman Dan Toleransi Melalui Pemberitaan' di aula LPP RRI Kupang, Selasa (1/3/2016).

PWI Maluku Puji NTT


Terima kunjungan tim pemprov dan PWI Maluku
KUPANG, PK -Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku melakukan studi banding mengenai pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN). PWI Maluku memuji pemerintah dan masyarakay NTT yang sudah berhasil menyelenggarakan HPN tahun 2011 lalu.

Kehadiran PWI Maluku ini diterima Ketua PWI NTT, Dion DB Putra, di ruang Redaksi Harian Pagi Pos Kupang,  Senin (25/7/2016) malam. Sebelum bertemu PWI NTT, rombongan PWI Maluku terlebih dahulu bertemu Ketua Panitia HPN 2011, Andre W Koreh di ruang kerjanya.
Rombongan PWI Maluku yang hadir, yakni Bobby Palapia (Kabag Humas Pemprov Maluku), Lexy Sariwating (wartawan Antara), Melki Soplanit, Christian Louhanapessy (wartawan KompasTV) dan Ria Tuarita.

Aparatur Humas di NTT Butuh Sosialisasi dari Dewan Pers


Semuel Pakereng (ketiga dari kiri)
POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO  -  Aparatur humas pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan sosialisai dari Dewan Pers tentang kerja sama dengan  media massa. Sosialisasi tersebut melibatkan Bappeda, Unit Keuangan  (Dinas PPKAD), Inspektorat,  pihakKepolisian dan Kejaksaan.

Demikian salah satu butir rekomendasi yang disepakati dalam rapat kerja (raker)  dan bimbingan teknis (bimtek) kehumasan bagi aparatur humas dan protokol kabupaten/kota se-NTT di Hotel Luwansa, Labuan Bajo,  Kabupaten Manggarai Barat 21-24 Juni 2016.

Dion DB Putra: Banyak Hak Nara Sumber Diabaikan



Dion DB Putra (kedua dari kiri)
LABUAN BAJO, PK -Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT, Dion DB Putra, mengatakan, selama ini di NTT banyak hak nara sumber yang diabaikan sendiri oleh nara sumber tersebut dalam hal pemberitaan di media massa.

"Kalau pemberitaan itu tidak berimbang bisa diadukan ke Dewan Pers. Dewan Pers diakui oleh negara untuk mengadili dalam konteks pekerjaan pers. Dewan Pers bisa memberi teguran bila ada media yang terbukti tidak berimbang dalam pemberitaan," kata Dion saat menjadi nara sumber dalam Rapat Kerja dan Bimbingan Teknis Kehumasan bagi Aparatur Bagian Humas/Protokoler Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT  di Hotel Luwansa Labuan Bajo, Selasa (22/6/2016).

KPPU Gandeng Media di Provinsi NTT


Ketua KPPU,  Syarkawi Rauf (tengah)
KUPANG, PK -Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU)  menggandeng media massa di NTT, terutama di Kota Kupang, untuk ikut mengawasi  persaingan usaha tak sehat di wilayah ini. Selain itu  kehadiran KPPU agar lebih dirasakan warga NTT.Hal ini terungkap dalam diskusi Forum Jurnalis se-Wilayah Kupang dengan tema,  Persaingan Usaha untuk Meningkatkan Perekonomian Daerah yang digelar di Sotis Hotel Kupang, Selasa (2/5/2016) siang.

Diskusi Forum Jurnalis se-Wilayah Kupang ini dihadiri Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Dr. Syarkawi Rauf, S.E, M.E, Kepala Perwakilan KPPU Surabaya, Aru Armando dan Ketua PWI NTT, Dion DB Putra, serta diikuti 30-an wartawan media cetak dan elektronik serta media online.

Wartawan NTT Bertarung di Bandung


ilustrasi
WARTAWAN NTT akan 'berjibaku' pada empat cabang olahraga (cabor) dari 14 cabor yang diperlombakan, di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XII di Bandung, Provinsi Jawa Barat, tanggal 26-30Juli 2016.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT, Dion DB Putra melalui Ketua Siwo PWI NTT, Sipri Seko, S.Sos menjelaskan rencana keikutsertaan wartawan NTT di ajang tersebut, Selasa (12/4/2016).

"Siwo PWI NTT mengikuti empat cabang olahraga dari 14 cabor yang dilombakan di Porwanas XII/2016 di Bandung, Jabar. Empat cabor yang diikuti atlet Siwo PWI NTT, yakni tenis meja, biliard, bulutangkis, catur. Selain itu, wartawan NTT akan mengikuti lomba reportase dan lomba penulisan," jelas Sipri Seko.

Pers Abal-abal Tumbuh di Kolam Kotor


Imam Wahyudi memberikan materi
KUPANG, PK - Pers abal-abal hanya tumbuh di 'kolam kotor.' Di negara maju, tidak pernah ada. Saat pemerintah daerah (Pemda) suka bagi-bagi uang satu orang (wartawan) Rp 100 ribu, sementara dianggaran ditulis Rp 200 ribu maka fenomena pers abal-abal akan tumbuh terus.

Demikian Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat Dewan Pers, Imam Wahyudi, kepada puluhan wartawan di Kupang saat memberikan Pelatihan Jurnalistik Peliputan Khusus Korupsi di Hotel Aston Kupang, Kamis (28/4/2016). Hadir anggota Dewan Pers lainnya Sinyo Hari Sarundajang dan juga Koordintaor Divisi Kampanye Publik ICW, Tama Langkun.

Selasa, 17 Februari 2015

Efek Tuan Rumah HPN bagi Nusa Tenggara Timur

Oleh Tony Kleden
Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Provinsi NTT, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Kabar NTT

UNTUK apa  menjadi tuan rumah suatu even? Atau apa untungnya menjadi tuan rumah suatu hajatan, apalagi hajatan skala besar?

Data-data memperlihatkan begitu banyak untung yang bisa diraih  suatu daerah atau negara ketika menjadi tuan rumah sebuah even. Pada Piala Dunia Sepakbola, misalnya,  banyak negara berlomba-lomba menjadi tuan rumah, meski disadari begitu banyak uang yang harus digelontorkan menyiapkan banyak fasilitas untuk menjadi tuan rumah.

Brasil mengeluarkan dana sekitar 200 triliun rupiah memperbaiki dan membangun fasilitas penunjang ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepakbola 2014. Afrika Selatan harus menghabiskan 28 miliar rand  (1 rand = 1.100 rupiah) ketika tampil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010. Dana sangat banyak dibutuhkan untuk menyiapkan berbagai fasilitas  yang perlu untuk mendukung sebagai tuan rumah.

Investasi di NTT Tumbuh Pesat Setelah HPN 2011

Oleh Laurensius Molan
Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala LKBN ANTARA Biro Kupang

PESONA Hari Pers Nasional (HPN) 2011 di Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 9 Februari 2011 agaknya masih melekat dalam ingatan setiap insan pers, masyarakat dan pemerintahan daerah setempat. Mengapa? Aura HPN 2011 saat itu, tidak hanya sekadar menghadirkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  untuk membuka acara tersebut, tetapi kepala negara malah mengikutsertakan pula hampir sebagian besar menterinya serta para pengusaha papan atas untuk melihat dari dekat sosok NTT lewat HPN tersebut.

Kepala negara tidak hanya sekadar berkantor di Kupang selama tiga hari untuk mengendalikan pemerintahan dari atas wadas tanah karang, tetapi melakukan pula napak tilas dengan melakukan perjalanan darat dari Kupang menuju Atambua sejauh sekitar 400 kilometer, untuk mengenang masa mudanya sebagai prajurit TNI-AD ketika menjadi Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 744/Satya Yudha Bhakti (SYB), pasukan organik milik Kodam IX/Udayana.

Wajah Kupang Berubah Secara Signifikan

Buku yang diluncurkan saat HPN 2015 di Batam
(Catatan mengenang HPN 2011)

Oleh Dion DB Putra
Ketua PWI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Wartawan Harian Pos Kupang


SAYA menghabiskan waktu hampir enam jam saat pulang dari Manado ke Kupang hari itu,  Selasa 18 Desember 2012 atau dua hari sebelum Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merayakan Hari Ulang Tahunnya ke-54. Kabut tipis  dan renai gerimis menyelimuti Bandara Sam Ratulangi tatkala pesawat Lion Air  take off sekitar pukul 06.10 Wita menuju Surabaya dengan transit selama 25  menit di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Penerbangan Surabaya-Kupang berlangsung lebih nyaman lantaran cuaca siang itu lumayan cerah.  Bumi Kupang baru saja bermandikan hujan ketika Lion Air mendarat tak seberapa  mulus di run way Bandara El Tari sekitar pukul 14.50 Wita. Saya pulang untuk kesekian kalinya ke kota ini. Pulang untuk libur bersama keluarga setelah hari-hari menjalani penugasan di Harian Tribun Manado, salah satu Koran daerah  Grup Kompas Gramedia, kolega Harian Umum Pos Kupang.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...