![]() |
| Thomas Bata dan Theresia Masi |
Thomas Bata menuju keheningan abadi sepuluh tahun lalu di rumah sakit umum Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dua hari sebelumnya ketika saya merayakan ekaristi kudus hari Minggu di Gereja Fransiskus Asisi BTN Kolhua Kupang, saya, isteri dan anak-anak telah mempersembahkan satu itensi khusus demi keselamatan jiwa Thomas Bata.
Di Kota Jambi yang sedang adem karena hujan semusim, saya pun merayakan 20 tahun menjalani profesi sebagai wartawan. Waktu sungguh bergulir begitu lepas. Lekas. Tak terasa sudah bertahan selama itu... Padahal rasanya baru kemarin saya menggeluti medan pengabdian melalui profesi ini. Masih terngiang suara protes sang ayah yang santun lewat seuntai tanya.
