Tampilkan postingan dengan label Theresia Masi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Theresia Masi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2012

Ayahku, Guru Jurnalistikku

Thomas Bata dan Theresia Masi
HARI Rabu 8 Februari 2012. Jarum jam menunjukkan pukul 10.10 WIB.   Saya berada di Jambi. Di aula hotel Abadi Grand mengikuti acara Konvensi Nasional Media Massa, salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2012. Pada diskusi sesi pertama tiba-tiba terlintas bayangan sang ayah, Thomas Bata. Sekelebat bayangannya seolah mengingatkan saya bahwa hari itu beliau genap 10 tahun meninggal dunia.

Thomas Bata menuju keheningan abadi sepuluh tahun lalu di rumah sakit umum Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dua hari sebelumnya ketika saya merayakan ekaristi kudus hari Minggu di Gereja Fransiskus Asisi BTN Kolhua Kupang, saya, isteri dan anak-anak telah mempersembahkan satu itensi khusus demi keselamatan jiwa Thomas Bata.

Di Kota Jambi yang sedang adem karena hujan semusim, saya pun merayakan 20 tahun menjalani profesi sebagai wartawan. Waktu sungguh bergulir begitu lepas. Lekas. Tak terasa sudah bertahan selama itu... Padahal rasanya baru kemarin saya menggeluti medan pengabdian melalui profesi ini. Masih terngiang suara protes sang ayah yang santun lewat seuntai tanya.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...