Jumat, 25 April 2025

Kae Lipus Berpulang


Pukul 20.11 Wita hari ini Jumat 25 April 2025, datang pesan dari kakak nomor dua, Heri Bata di Grup Bata Basodara.

"Selamat malam. Berita duka dari Detuete,Watujuke.Telah berpulang ke Pangkuan Ilahi, kakak Philipus Dede, tadi siang pukul 14.00."

Saya terdiam sejenak. Dukacita menghampiri lagi keluarga kami. Philipus Dede adalah sepupu kami.

Dia merupakan anak angkat bapak besar kami, Ngaga dan Inedu'a Lele. Pasangan ini tidak mempunyai keturunan sehingga mengadopsi Kae Philipus Dede.

Dikasihi maka Dipilih, Kenangan Atas Sri Paus Fransiskus

Paus Fransiskus di Jakarta 2024

Oleh: RD. L  eo Mali

Rohaniwan dan Dosen Filsafat pada Fakultas Filsafat Unwira Kupang

Pada pagi yang tenang, 21 April 2025, pukul 07.35 waktu Roma, lonceng lonceng Vatikan berdentang dalam hening yang menggema ke seluruh penjuru dunia. 

Kabar duka datang: Kardinal Joseph Kevin Farrell, Camerlengo Takhta Suci, mengumumkan, "Il Vescovo di Roma รจ tornato alla casa del Padre." Uskup Roma, Paus Fransiskus, telah kembali ke rumah Bapa. 

Sejenak dunia berhenti, dan hati saya — seorang imam kecil yang pernah mengenyam pengalaman studi di Roma — terdiam, terangkat dalam doa yang perlahan berubah menjadi kenangan. 

Warisan Paus Fransiskus Tak Pernah Mati


Paus Fransiskus di Jakarta 2024

Oleh: Gabriel Ola

Umat Katolik,  tinggal di Keuskupan Maumere

POS-KUPANG.COM - Kabut duka menyelimuti Vatikan. Ar mata berderai menetes di setiap kelopak mata umat Katolik sejagat. 

Dunia menangis ketika mendengar pemimpim umat Katolik  Paus Fransiskus meninggal pada Senin, 21 April 2025 di Vatikan. Lonceng berdentang di Basilika St. Petrus sebagai penanda telah berpulangnya sang pemimpin.

Gema lonceng membahana ke seluruh telinga, menembus sukma insan. Terdengar oleh semua suku,agama, golongan, ras dan bangsa; kerena ia bukan sekadar gembala Katolik. Dia  adalah imam dunia. Ia adalah penabur dan pemerkokoh nilai-nilai kemanusiaan universal.

Legasi Paus Fransiskus bagi Kelestarian Ekologis

Paus Fransiskus di Jakarta 2024

Oleh: Patrix Wea

Pegawai pada Kanwil Kementerian Agama NTT

POS-KUPANG.COM - Ensiklik Laudato Si (2015) dari Paus Fransiskus telah menjadi tonggak penting dalam perjuangan global untuk kelestarian ekologis. 

Dengan judul "Tentang Merawat Rumah Bersama Kita," dokumen ini menekankan bahwa perubahan iklim dan kerusakan lingkungan adalah masalah moral yang memerlukan tindakan konkret dari seluruh umat manusia.

Kerusakan lingkungan dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa masalah lingkungan telah mencapai tingkat yang sangat serius. 

Deforestasi terus menjadi bentuk pencemaran lahan yang sangat merusak, dengan luasan besar tutupan pohon yang dibabat setiap tahun untuk tujuan pertanian demi memenuhi permintaan komoditas yang terus meningkat. 

Pencemaran lingkungan melalui sampah plastik juga  semakin serius, dengan sekitar 150 juta ton sampah plastik yang terakumulasi di lautan dan sungai dunia pada tahun 2020. Diperkiran sampah plastik tersebut akan berlipat ganda pada tahun 2040. 

Selasa, 22 April 2025

Fransiskus: Sang Gembala dengan Bau Domba

Paus Fransiskus 

Oleh: AS Laksana

Pada malam 13 Maret 2013, ketika ia pertama kali muncul di balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, setelah terpilih sebagai Uskup Roma ke-266, Jorge Mario Bergoglio tidak mengangkat tangannya untuk memberkati. 

Ia berkata “Buona sera”—selamat malam—dan membungkuk, meminta orang-orang memberkatinya. Gestur itu sederhana dan memukau. Malam itu, orang menyaksikan kepausan yang tidak menampilkan keagungan, tetapi kerendahan hati.

Ia menolak salib emas dan memilih salib logam biasa di dadanya, menolak mantel merah dan memilih jubah putih, dan memilih nama Fransiskus, nama santo yang hidup bersama kaum miskin, menolak kekuasaan, dan mencintai ciptaan. 

In Memoriam Paus Fransiskus


Paus Fransiskus

Oleh Denny JA

Pada musim dingin tahun 2013, sebuah perahu kayu yang rapuh karam di lepas pantai Lampedusa, Italia. Itu pulau kecil di perbatasan Afrika Utara dan Eropa.

Lebih dari 360 pengungsi dari Eritrea dan Somalia tenggelam dalam laut yang membeku. Mayat-mayat mereka ditemukan terapung, terbungkus selimut darurat aluminium, di antara puing-puing perahu dan doa yang tak sempat diselesaikan.

Beberapa hari kemudian, Paus Fransiskus datang ke Lampedusa. Tanpa prosesi megah. Tanpa singgasana emas.

Ia hanya membawa salib kayu yang terbuat dari serpihan kapal karam. Di atas altar darurat, ia merayakan misa bagi jiwa-jiwa yang tak sempat disambut dunia.

Paus Belas Kasih dari Pinggiran Dunia


POS-KUPANG.COM - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus telah berpulang pada hari Senin (21/4/2025) pukul 07.35 waktu Roma, Italia di kediamannya Apartemen Santa Marta. 

Paus Fransiskus, yang sebelum menjadi Uskup Roma bernama Jorge Mario Bergoglio, lahir di Flores, Buenos Aires, Argentina, 17 Desember 1936, meninggal pada usia 88 tahun.

Paus Fransiskus berpulang pada hari Paskah Kedua. Berita tentang wafatnya Paus Fransiskus—terpilih pada tanggal 13 Maret 2013— diumumkan oleh Kardinal Kevin Farell, Carmelengo Gereja Takhta Suci, pada pukul 09.45. 

Masa berkabung akan berlangsung selama sembilan hari. Dan, hari Senin malam, pukul 20.00 waktu Roma, jenazah Paus dimasukkan ke dalam peti mati.

Uskup Turang, Sang Gembala Pemberdayaan Masyarakat

P Edu Dosi, SVD

Oleh: P. Edu Dosi, SVD

Rohaniwan, Dosen FISIP Unwira Kupang

POS-KUPANG.COM - Kematian telah menghampiri Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang, Jumat(4/4/2025). 

Kita merasa kehilangan sosok gembala umat yang sangat memperhatikan kemiskinan dan rakyat kecil. Kita mengingat Mgr. Petrus Turang adalah gembala umat yang telah bersentuhan dengan hidup kita. 

Kita mengenal dia dalam banyak ragam pengalaman, teristimewa perhatiannya pada kemiskinan dan rakyat kecil. 

Terlepas dari kekurangan dan keterbatasannya, kita mengagumi, menghormati  dan merasa bahagia karena pernah memiliki dia.  Catatan inspiratif ini berkembang dari diskusi dan kesaksian banyak orang. 

Saya tulis sebagai penghargaan kepada beliau, sang gembala yang memberi keteladanan pada komitmen teristimewa bagi yang miskin. 

Selamat Jalan Monsinyur Turang

Mgr. Petrus Turang

Refleksi Seorang Pengusaha

Oleh: Theodorus Widodo

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan FPK-NTT

POS-KUPANG.COM -  Ada rasa sedih yang mendalam ketika saya dan isteri terakhir kali mengunjungi Uskup Emeritus Mgr.Petrus Turang pada tanggal 6 Februari 2025 di wisma KWI, Jalan Kemiri Jakarta. 

Sosok yang dikenal tegar dan berwibawa itu sekarang terlihat begitu rapuh. Rasa sedih ini terbawa pulang sampai berhari-hari kemudian. 

Saya sedih karena merasa ini pasti pertemuan terakhir, walaupun monsinyur ketika itu bertutur bahwa kesehatannya sudah membaik dan sekarang hanya perlu rutin cuci darah. 

You, Anak Kecil atau Anak Besar?

Romo Amanche Ninu

Oleh RD Amanche Ninu

Seorang Romo dengan langkah malu malu dan harap harap cemas bertemu Bapak Uskup Turang di Rumah Keuskupan. Pagi pagi beberapa tahun yang lalu.

Romo itu mau izin. Ikut Festival Sastra di Makassar, MIWF, Makassar International Writers Festival, tahun 2013.

"Selamat paaagiii Bapak Uskup..." Romo itu beri salam untuk Bapak Uskup. Sapaan khas dengan nada suara tarikan khas orang Dawan Timor. Sopan santun yang paling halus. Tata krama tingkat tinggi. Strategi!

Selamat...! You, bagaimana?? Balas Bapak Uskup Turang, halus tapi tegas. 

Mgr. Petrus Turang Uskup yang Cerdas


Oleh: Pastor Melky Malingkas

Tadi pagi sementara kami makan bersama di Refter Seminari Pineleng, tiba-tiba Pst Max Manewus nyeletuk, Mgr Petrus Turang baru saja meninggal, informasi itu lewat WA Group Pastores Manado, dari Rekan Pst kami, Pst Steven Lalu.  

Sejenak kami terdiam saat itu, lalu mulailah kami berkisah tentang Mgr. Turang di ruang makan yang dulu juga Mgr pernah punya pengalaman indah makan bersama teman-teman frater, ataupun ketika beliau menjadi dosen sekaligus formator di Seminari Pineleng. 

Makan bersama teman-teman di refter dengan menu ala kadarnya tapi bersih, dan sehat telah membentuk karakter Mgr Petrus Turang. 

Perbanyak nasi karena kurangnya lauk pauk dan sayur, tidak mengurangi kualitas dan kompetensi beliau sebagai calon imam, imam dan ditahbiskan menjadi Uskup Keuskupan Agung Kupang.  Beliau yang ku kenal tercermin lewat pengalaman pribadi.

Tempat Kosong Di Atas Mitra Uskup

Mgr. Petrus Turang

Oleh: RD. Leo Mali

Rohaniwan dan Dosen Filsafat pada Fakultas Filsafat Unwira Kupang

POS-KUPANG.COM- Pagi hari, 4 April 2025, pukul 8.15 Wita ketika sedang berada di ruang kelas untuk menguji tesis salah seorang frater Tingkat VI dari Konvict Keuskupan Agung Kupang, kami mendapat kabar “kepergian” Mgr. Emeritus Petrus Turang. 

Tiba-tiba tangan saya terasa dingin. Kedua kelopak mata saya sembab. Kami terdiam. 

Beberapa saat kemudian, saya berbisik minta izin ke Romo Dr. Herman Punda Panda yang duduk di samping saya, agar ujian dihentikan sejenak untuk berdoa. Lalu kamipun hening dan berdoa bersama.  

Setelah selesai ujian, saya mulai menulis catatan ini. Memori saya berputar beberapa puluh tahun ke belakang. Tanggal  24 Mei 1997 beliau ditunjuk oleh Takhta Suci menjadi Uskup Koajutor Keuskupan Agung Kupang, dan kemudian menerima tahbisan episkopal sebagai Uskup tanggal 27 Juli 1997. 

Terima Kasih Monsinyur


Mgr. Petrus Turang 

In Memoriam Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang

Oleh: Rm. Gabriel A. I Benu, Pr

Imam Keuskupan Agung Kupang, tinggal di Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, Kota Kupang - NTT

Berbicara tentang sosok Mgr. Petrus Turang selalu tidak ada habisnya. 

Pribadi tegas dengan sorotan mata yang tajam ditambah dengan keluasan wawasan yang terkadang anti mainstream menjadikan beliau sosok yang dikagumi juga disegani. 

Melalui tulisan ini saya ingin membagikan pengalaman perjumpaan dengan beliau secara dekat sekaligus secara khusus merefleksikan nasihat-nasihat praktis yang pernah dan sering beliau sampaikan kepada kami sebagai calon imam juga termasuk kepada para imam. 

Pengalaman perjumpaan dengan beliau secara dekat terjadi setelah saya dan teman-teman seangkatan menyelesaikan masa formasi di Seminari Tinggi Tahun Orientasi Rohani (TOR) Lo’o Damian, Nela-Emaus Atambua. 

Wartawan juga Butuh Doa

Mgr. Petrus Turang, Pr

"Dion, saya dengar dari Dami, kau tugas di Manado," katanya kepadaku suatu hari di awal tahun 2013.

"Benar sekali Bapa Uskup. Saya tugas di Manado. Makan enak terus di sana. Saya sudah pergi ke tempat kelahiran Bapa Uskup di Tondano," jawabku.  Bapa Uskup Mgr. Petrus Turang tersenyum simpul.

Dami yang beliau sebut itu adalah Om Damyan Godho. Om Damyan adalah orang tua,  guru sekaligus pemimpin saya di Harian Pos Kupang. 

Om Damy dan Mgr. Petrus Turang bersahabat karib. Bestie, meminjam istilah anak zaman now.

Pada kesempatan lain, saya bertemu beliau di Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo, Kabupaten Kupang.

Saya hadir di taman doa yang asri tersebut bersama umat dari Perumahan BTN Kolhua Kupang. 

Sebagaimana lazimnya kami umat Katolik, begitu mendengar beliau datang, saya bergegas mendatangi Sang Gembala lalu mencium cincin di tangannya.

Duel Para Mantan

Bintang Timur juara ETMC 2024-2025

Kompetisi sepak bola Liga 4 Nusa Tenggara Timur - El Tari Memorial Cup (ETMC) 2024/2024 tersisa dua pertandingan lagi. Hari ini dan besok. Amboi waktu berlalu lekas!

Salut buat panitia dan Asprov PSSI Provinsi NTT yang mengubah jadwal. Semula perebutan juara  dan tempat ketiga berlangsung pada hari yang sama, Minggu 23 Maret 2025.

Berkaca pada antusiasme penonton ketika laga semifinal, babak final antara Persebata Lembata vs Bintang Timur Atambua digeser ke hari Senin, 24 Maret 2025 mulai pukul 19.00 Wita.

 Hari ini Minggu 23 Maret 2025 mulai pukul 19.00 Wita akan tersaji laga perebutan tempat ketiga.

Ini merupakan duel para mantan. Perseftim Flores Timur versus Perse Ende. Pemenang dari pertandingan tersebut berhak meraih satu tempat di seri nasional mewakili NTT. 

Dulang Ikan pun Ikut Bernyanyi

Bintang Timur Atambua juara ETMC 2024-2025

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Lembata tak hanya manis, semanis musik dan syair lagu Sedon Lewa Papan karya Nelys Manuk yang viral mendunia. 

Lembata tak cuma cantik, secantik nona Lembata rambut merah-merah. Lembata tak sekadar tenar, setenar semburan mamalia Pausnya yang melegenda global.

Anak-anak Lembata juga hebat mengolah si kulit bundar. Begitu piawainya mereka sampai dulang ikan pun ikut bernyanyi riang.

Ya, ekspresi mama-mama di pasar TPI Lewoleba bikin beta merinding serentak terharu bangga.

Lupakan Kluivert!

Persebata Lembata

Lupakan sejenak Patrick Kluivert dan Timnas Indonesia. Menguasai bola 61 persen atas Australia tapi kebobolan 5 gol itu seperti disayat sembilu, bukan? 

Buang jauh dulu kecewamu terhadap si arsitek asal Belanda, bos PSSI Erick Thohir atau siapa pun yang terkait Skuat Garuda 2025. 

Mari kita layangkan pandangan ke Stadion Oepoi Kota Kupang. Jumat sore ini hingga malam, 21 Maret 2025, empat tim bertarung untuk meraih tiket final.

Perse Ende vs Persebata Lembata, dan Bintang Timur Atambua versus Perseftim Flores Timur. Julukannya asoi. Manis manja. Sembur Paus (Lembata), Rore (Ende), Laskar Lewotana (Perseftim), dan BeTA (Bintang Timur Atambua).

Macam Liga Eropa

Persebata Lembata

Sobat kental sepantaran awak jengkel bukan kepalang. Dia penggemar berat sepak bola. Tim lokal kesayangannya adalah Persib Bandung dan Perfeftim Flores Timur.  

Kalau tim mancanegara, dia sejak lama jatuh cinta pada klub Barcelona FC (Spanyol) dan Timnas Argentina.

Niatnya menonton laga 16 besar El Tari Memorial Cup (ETMC)  antara Perseftim  versus klub Citra Bhakti Ngada luruh oleh usia kategori pra lansia.

Umur yang secara natur tak cukup kuat lagi mete alias begadang hingga malam larut. 

Ngada di mana-mana


Usai sudah perjalanan kesebelasan Persatuan Sepak Bola Ngada (PSN) di ajang kompetisi Liga 4 Nusa Tenggara Timur, El Tari Memorial Cup 2025.

Langkah sang juara bertahan terhenti di babak 16 besar. PSN kalah dengan kepala tegak dalam drama adu penalti setelah laga melelahkan selama 2 jam lebih. Mereka bahkan sempat mandi hujan pula. 

Ketika  adu penalti bergulir menjelang malam larut (hampir pukul 11 malam), PSN Ngada menyerah 1-2 (0-0) melawan "musuh sekaligus sahabat karibnya" Perse Ende. 

Hanya satu dari lima algojo PSN yang sukses menjebol gawang Ende. Selebihnya diblok kiper Perse dan melambung jauh di atas mistar gawang. 

Sulit menampik betapa kelelahan membuat anak-anak dari kota dingin Bajawa dan sekitarnya kehilangan konsentrasi dan daya sengat.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...