Sabtu, 25 April 2015

Cegah Pemalsuan Ubi Nuabosi


Ubi Nuabosi di Pasar Mbongawani Ende (2015)
ENDE, PK -- Dinas Pertanian, Peternakan dan Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Ende berencana membangun pasar tani di Nuabosi, Kecamatan Ende, untuk memasarkan produk-produk pertanian dari Nuabosi, khususnya ubi nuabosi yang menjadi ikon makanan khas Kabupaten Ende.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Peternakan dan Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Ende, Ir. Marianus Alexander, mengatakan hal itu di ruang kerjanya, Selasa (31/3/2015).

Marianus mengatakan, tujuan pembangunan pasar tani di Nuabosi agar para petani langsung menjual ubi nuabosi di daerah itu sehingga mencegah kemungkinan terjadinya pemalsuan produk ubi nuabosi oleh oknum warga.  "Dengan pasar tersebut para petani langsung menjual ubi nuabosi kepada para pembeli yang datang membeli langsung ubi nuabosi yang telah tersedia di pasar tani," katanya.

Rudolf Nggai: Pekerja Keras yang Rendah Hati


Rudolf Nggai (berdiri ketiga dari kanan) bersama kru Pos Kupang 1993
SYLVIA itu sebuah nama.  Nama favorit-legendaris  sekaligus tempat paling kerap dikunjungi  oleh siapa pun yang menyandang status mahasiswa di  Kota Kupang  pada  tahun 1980-an  hingga awal 1990-an. Ya, Sylvia merupakan langganan saya dan teman-teman mahasiswa masa itu untuk fotokopi bahan kuliah, jilid makalah atau skripsi, bikin undangan dan lain-lain yang berhubungan dengan kertas.

Danau Lotus Terbesar Kedua di Dunia Ada di Flores


KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR  Danau Rana Tonjong di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur merupakan danau lotus raksasa terbesar kedua di dunia setelah danau lotus serupa di India.
 


PULAU Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal dengan berbagai danau. Ada danau tiga warna Kelimutu di Kabupaten Ende, ada danau vulkanik yang aktif dengan nama Danau Sano Nggoang. Bahkan ada Danau Ranamese yang masuk dalam Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng yang berada di pinggir jalan Transflores Borong-Ruteng.

Menikmati Matahari Terbit di Pantai Watu Payung

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR - Petunjuk Pantai Watu Payung di Desa Nangambaur, Kecamatan Sambirampas, Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.

PERJALANAN ekspedisi Utara dari Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (8/4/2015) sampai Jumat (10/4/2015) tidaklah sia-sia. Belum banyak yang mengeksplor kekayaan alam di wilayah Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur. Potensi pariwisata di wilayah Utara dari Kabupaten Manggarai Timur yang baru berusia tujuh tahun ini.

Tim ekspedisi yang terdiri dari bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkab Manggarai Timur dan jurnalis yang bekerja di Kabupaten Manggarai Timur dan Dinas Pariwisata Manggarai Timur serta Kecamatan Sambirampas dan sejumlah kepala desa yang difasilitasi Pemkab Manggarai Timur untuk mempromosikan obyek-obyek wisata yang masih tersembunyi di Manggarai Timur.

Senin, 20 April 2015

Di kaki Gunung Inerie...

KABAR duka itu membawaku ke kaki Gunung Inerie setelah lebih dari 13 tahun! Aku berduka bersama saudariku, aku juga ikut bersukacita mengantar adik bungsuku ke padang penggembalaannya. Tuhan sungguh menghadirkan sesuatu dengan cara yang unik.

HARI Rabu 10 Oktober 2007 menjelang pukul 12.00 Wita, handphone saya berdering. "Om Dion, Mama Evie di Wirajaya sudah pergi..." begitu suara Sinta, istri John Wasa dari balik telepon.Kecemasan sekian lama akhirnya menjadi kenyataan. Selamat jalan Mama Evie....
 
 Mama Evie adalah sapaan akrab buat Elisabet Ire-Manafe, ibunda John Ire, ipar saya. Saya tidak hanya mengenal Mama Evie karena pernikahan John dan adik perempuan saya, Veronika Hando Bata. Saya mengalami perjumpaan secara pribadi dengan almarhumah jauh sebelum ikatan cinta menyatukan John dan Ronnie.

Dion Idol Berkunjung ke Tribun Manado


Dion Idol di Tribun Manado Sabtu 28-9-2013
KEHADIRAN jebolan Indonesian Idol, Dion, sangat dinanti-nanti oleh fans dan pengunjung pameran pariwisata Kemilau Sulawesi 2013, Sabtu (28/9/2013).  Dion membawakan empat lagu.
Pertama Dion membawakan lagu I Love You Bibeh yang dipopulerkan grup band The Changcuters.

Dalam kesempatannya tampil di panggung, Dion mengaku sangat terpukau melihat cewek-cewek Manado yang cantik-cantik. Ia juga mengatakan, dengan gelaran pameran pariwisata Kemilau Sulawesi 2013, ia bisa mengetahui tempat-tempat wisata yang ada di Sulawesi.

Theofilus Cs Belajar ke Tribun Manado


Diskusi dengan UKM Pers Kampus Poltek Manado (foto Anton Iwan)
MANADO, TRIBUN - Redaksi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Kampus Politeknik Negeri Manado, Jumat (8/3/2013) siang, bertandang ke kantor Tribun Manado untuk berbagi pengalaman dunia jurnalistik.

Kedatangan Pers Kampus Politeknik diterima Manager Produksi Tribun Manado, Dion DB Putra, Koordinator Liputan, Charles Komaling, Redaktur Kota, Maximus Geneva, dan Asisten Redaktur Daerah, David Kusuma.

Wartawan yang juga Blogger!


Bersama teman-teman dari berbagai negara di Nusa Dua 8 Nov 2012

Surel (surat elektronik)  Christiana Chelsia Chan dari Dewan Pers tanggal 25 Oktober 2012 sungguh mengejutkan saya.  Saya kutip kembali isi surel atau email tersebut.

Makan Semangka di Ranokolo

SEKELOMPOK pria dan wanita duduk melingkar di dalam pondok kecil di pinggir jalan raya Maurole- Welamosa. Yang tidak kebagian tempat, berdiri mengelilingi pondok. Mereka serius mendengar penjelasan dari seorang pria tua berpeci.

Seorang ibu muda menulis sesuatu pada buku besar. Pemandangan menarik tersaji di balik pondok. Ratusan buah semangka dan melon siap panen menyembul indah di hamparan sawah yang kering. Hamparan sawah Tiwu Lodja, sekitar 67 km arah utara Kota Ende.

Hari itu, Kamis 18 September 2008, jarum jam hampir menunjukkan pukul 10.00. Udara panas, jalanan berdebu, terik matahari mulai terasa membakar kulit. Diskusi kelompok pria dan wanita tersebut terhenti sejenak saat Pos Kupang datang menyapa. Seorang pemuda bergegas memetik buah semangka. Dibelah lalu disajikannya. Semangka Ranokolo tak kalah rasanya dibanding semangka asal Tarus, Semau, Kabupaten Kupang. Kerongkongan segar, dahaga sirna.

NTT Gundah dengan Tiga Hal


Oleh Hermina Pello, Yosep Sudarso dan Agus Sape

PROPINSI Nusa Tenggara Timur (NTT) gundah dengan tiga hal: rawan pangan, krisis air bersih dan krisis energi. Wajah NTT, sebagaimana tercermin dalam pemberitaan media massa lokal, dihiasi oleh rawan pangan, dilabur dengan bedak sulitnya mendapatkan air bersih dan listrik. Hidup enggan mati tak mau.

Kegundahan NTT ini diungkapkan Pemimpin Redaksi Harian Pos Kupang, Dion DB Putra dalam sambutannya pada pembukaan diskusi terbatas dengan tema, "Pangan Lokal" dan "Peluncuran Buku 50 Tahun Ziarah Pangan NTT, Sehati Sesuara Mewujudkan Kedaulatan Pangan Lokal" di Aula Susteran RVM Kota Baru, Kupang, Selasa (14/7/2009).

Mari Mencintai Pekerjaan Kita

Lilin Natal di Novotel Manado, Jumat 14-12-2012
IBADAH  Natal yang digelar Keluarga Besar Tribun Manado bersama para agen di GKIC Novotel Manado, Jumat (14/12/2012) malam, benar-benar penuh makna. Kehadiran remaja Gereja Mawar Sharon dan anak-anak SD Permata Hati menambah makna suasana ibadah.

Kali ini tema yang diusung, Yesus Baik bagi Semua Orang, Dengan Sukacita Natal, Kita Wartakan Damai dan Kasih bagi Sesama.  Dalam ibadah malam tadi, Pendeta Gina Budiman mengingatkan makna Natal yang sesungguhnya tak sekadar pada perayaan semata.

Mengambang, Agenda Aksi Penanggulangan Bencana


Susana Diskusi di Redaksi Pos Kupang (foto Alwi)
KUPANG, PK --- Agenda aksi pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana alam di NTT belum maksimal dan masih mengambang. Meski demikian, sikap tanggap darurat dari pemerintah dan masyarakat sudah ada. Yang masih dibutuhkan adalah sosialisasi peraturan daerah (perda) tentang penanggulangan bencana alam secara terus-menerus oleh pemerintah dibantu LSM dan media massa.

Demikian intisari diskusi dan sharing pengalaman antara para awak redaksi Pos Kupang dengan para peserta study tour dari Oxfam beserta mitranya dari Timor Leste yang didukung Perkumpulan Relawan CIS Timor dan PMPB, di ruang rapat Redaksi SKH Pos Kupang Jalan Kenari 1, Naikoten 1, Kupang, Rabu (22/6/2011) siang.

Profil dan Biodata Dion DB Putra

Lahir di Kampung Pemo, Desa Wolosoko, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 13 Juni 1969. 

Saya adalah anak ke-3 dari 7 bersaudara pasangan guru SD dan ibu rumah tangga sejati, almarhum Thomas Bata (1931-2002) dan Theresia Masi. Suami dari seorang istri dan ayah dua orang anak laki-laki semua.

Saudara kandung: Eman Dede Bata Putra (seniman), Yohanes Maria Susa (alm), Heribertus M Bata Putra (Guru), Maria Goreti B Bata (karyawati), Veronika H Bata (Guru), Vincent Budi Bata Putra, Pr  (Rohaniwan).

Tinggi-berat: 160, 54 kg

Kebiasaan buruk: merokok, sehari sebungkus (baru berhenti total tahun 2014). Yang belum merokok sebaiknya jangan coba-coba karena Anda akan terjerumus. He-he-he...

Suka makan dan minum: kuah ikan, nasi putih, singkong rebus, rumpu-rampe.

Kegemaran: Lihat-lihat bunga, ikan hias, pakai sandal, celana jins (paduan yang tidak serasi) dan bawa tas (tak penting ada isinya atau tidak. Hahahaha.....).

Kebiasaan masa kecil: main bola, pancing belut, jerat burung.

Cita-cita masa kanak-kanak: dokter, penyair, wartawan. Yang jadi justru wartawan!

Cita-cita sekarang: Mati meninggalkan nama baik.

Ucapan syukur: Tuhan Yang Maha Kasih, Bunda Maria Yang Selalu Menolong

Patut berterima kasih kepada: Ayahku Thomas Bata dan Ibuku Theresia Masi yang telah mendidik dengan kasih, keras tapi moderat; kepada anak dan istri yang toleran dan mau mengerti dengan profesi, aktivitas dan terutama kekurangan saya; sahabat seprofesi dan rekan-rekan kerja yang masih bisa tersenyum kalau saya marah serta kebiasaan saya "sibuk sana-sini"; kepada guru jurnalistik saya, Valens Goa Doy, Damyan Godho, Julius Siyaranamual, Marcel Weter Gobang, Yusran Pare; kepada para senior dan sobat-sobat jebolan Soeharto 20 Kupang, para guru sejak SD hingga Perguruan Tinggi dan semua yang pernah mendidik saya dengan cara masing-masing.

Pendidikan formal: SDN Wolonio, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende (1977-1982), SMPN 2 Ende (1982-1985), SMAN Ende (1985-1988), Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Nusa Cendana Kupang (1988-1995).

Pendidikan tidak formal: Pelatihan jurnalistik ROSA-PMKRI Cabang Kupang (1990), Pelatihan Jurnalistik oleh Deppen NTT (1991), Pendidikan Pers Pancasila Kerja sama PP PMII dan PP PMKRI di Jakarta (1992, masuk lima besar), Pelatihan singkat UCAN - Jakarta (1992), Training Wartawan Pos Kupang (1992) dan training jurnalistik lain yang tak mungkin disebut satu persatu. Saya masih belajar terus sampai detik ini! Capacity Building I, II dan Tingkat Lanjut IASTP III (2005, 2007), English for Mentors at IALF Jakarta (2007), Certificate IV in Training and Assessment IASTP III Jakarta (2007).,Prasetya Mulia Jakarta (2009), Pelatihan  Kepemimpinan Internasional di Gummersbach, Jerman tanggal 6-19 Maret 2010 yang diselenggarakan Friedrich Naumann Stifung (FNS). Pelatihan manajemen dan kepemimpinan (wah lupa....nanti diperbarui datanya).

Pengalaman:
Thomas Bata adalah guru jurnalistik saya pertama dan abadi. Ayah yang mewajibkan kami anak- anaknya membuat catatan harian. Sejak SMP suka menulis puisi. 

Di SMA kelas I mulai berkenalan dengan Majalah Dinding dan masuk tim pengasuh. Kelas II SMA membuat Buletin KEJAR SMAN Ende (sekarang SMAN 1 Ende). Buletin terbit 3 bulanan, didukung penuh kepala sekolah saat itu, Drs. H Gomen. Masa bulan tumbuh kembang di dunia tulis-menulis sejak kuliah di Kupang 1988. 

Berbekal mesin ketik tua dari ayah merk Philips, mulai aktif menulis sejak 1989, tahun 1990 memegang kartu pers dari Mingguan Dian (Ende) dan UCAN (Bangkok). Menulis artikel di Mingguan Simfoni, Swadesi, Harian Surya (Surabaya), Mingguan Hidup. 

Tahun 1992 bergabung dengan Surat Kabar Harian Pos Kupang, mulai dari titik nol. Tahun 1995 dan 1996 sempat jalan-jalan ke Darwin, Palmerston, Australia Utara untuk liputan jurnalistik dan tahun 1997 keliling Timor Leste. Tahun 2010 menjalani pelatihan kepemimpinan di Jerman. Tahun 2016 tugas liputan di Turki.

Jejak langkah bersama Pos Kupang
Desember 1992 -- Wartawan Desk Polkam
Maret-Agustus 1993 -- Pjs. Redaktur Daerah
September- Desember 1993 -- Wartawan Daerah Ngada
Januari-Juli 1994 -- Redaktur Ekbis
1994-1996 -- Sekretaris Redaksi/Redaktur Olahraga
1996-1997 -- Wakil Redaktur Pelaksana
1997-2004 -- Redaktur Pelaksana
2004 -- Wakil Pemimpin Redaksi
2005-2011 -- Pemimpin Redaksi
2011 (Juli-2012 (Februari) - News Editor Pos Kupang
2015 (Agustus)  Maret - 2019: Pemimpin Redaksi 

Jejak bersama Tribun Network 

2012 - 2014 - Manajer Produksi Harian Tribun Manado (Kompas Gramedia Group)

2019 -  2021  : Wakil Pemimpin Redaksi Harian Tribun Bali (Kompas Gramedia Group)

2019 - sekarang :  Anggota Tim Ombudsman Tribun Network

2021 - sekarang :  Perintis sekaligus Content Manager/Pemimpin Redaksi TribunLombok.com

Aktivitas organisasi: Sekretaris OSIS SMAN Ende (1986-1988), Anggota PMKRI Cabang Kupang (1989-1993), Sekretaris Jenderal PMKRI Cabang Kupang (1992-1993), Sekretaris Mudika Paroki Sikumana Kupang (1990-1993), Anggota DPP Paroki St. Familia Sikumana (1991-1995), Anggota DPP Stasi Fransiskus Asisi Kolhua (2006-sekarang), Anggota PWI Cabang NTT (1992-sekarang), Ketua Seksi Organisasi PWI Cabang NTT (1997-2002), Ketua Bidang Organisasi PWI Cabang NTT (2002-2007), Ketua PWI Cabang NTT (2008-2012, 2012-2018), Ketua Dewan Kehormataan PWI Provinsi NTT 2018-2023, Ketua Komisi Humas dan Promosi KONI Provinsi NTT (2005-2009, 2009-2014), 2017-2021),  Anggota Forum Pengkajian Patria (1997-sekarang), Anggota Forum Academia Nusa Tenggara Timur (FAN) sejak 2007-sekarang.

Publikasi/karya tulis: Menjadi Lilin Bagi Sesama, Mengenang Valens Goa Doy & Julius Siyaranamual (Penerbit Pos Kupang, Juli 2005), Achtung Afrika, Buku Panduan Piala Dunia 2006 (Penerbit Pos Kupang, April 2006), 15 Tahun Pos Kupang: Suara Nusa Tenggara Timur, editor bersama Tony Kleden dan Maria Matildis Banda (Penerbit PT Timor Media Grafika, November 2007), 50 Tahun Ziarah Pangan Nusa Tenggara Timur, editor bersama Tony Kleden dan Jonatan Lassa (Penerbit PT Timor Media Grafika, Juli 2009). Bola itu Telanjang (Penerbit Lamalera, Juli 2010), Hiruk-pikuk Pilkada dan Kursi Dewan (Penerbit RMBooks Jakarta, 2014).

Lain-lain: Manggala BP7 Pusat (1997), Pelatih PWI Pusat (2001), Mentor Indonesia Australia Specialised Training Project (IASTP) sejak 2005, Saksi Ahli Dewan Pers (2010).


Email : dionbata@gmail.com

Web   : www.dionbata.com
Fb       : @Dion Db Putra
Ig        : @dbputra
Tiktok: @diondbp
Twitter: @dionbata



Curriculum Vitae



Name                : Dionisius Dosi Bata Putra
Popular name                : Dion DB Putra
Place and Date of Birth : Ende,  13 June 1969
Sex : Male
Citizen : Indonesia
Religion                          : Catholic
Marital Status : Married
Job                                : Pos Kupang Journalist


Office Address : Surat Kabar Harian Pos Kupang
Jalan RW Monginsidi III, Kelurahan Fatululi, Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Home Number  :  +62380 820559
Mobile Phone  : +6281237966579, +623808050353
Email  : dionbata@yahoo.com
Web: www.dionbata.com
Formal Education• 1977-1982: SD Negeri Wolonio (Elementary school), Ende - NTT.
• 1982-1995: SMP Negeri 2 Ende (Secondary school), Ende - NTT
• 1985-1988: SMA Negeri Ende Senior High School), Ende - NTT
• 1988-1995: Nusa Cendana University, Faculty of Administration  Kupang -  NTT


Non Formal Education

  • 1989: ROSA Journalistic Training –PMKRI (Catholic students Association) - Kupang.
  • 1991: Journalistic Training by Information Department - Kupang.
  • 1992 (July): 
  • Press Education and Training by Harian Kompas  - Jakarta, 
  •         Reporter Training by Union Catholic Asian News (UCAN)- Jakarta, 
  •         Journalist Training for Pos Kupang journalists - Jakarta.
  • 1995: Journalist Training for Editors by PWI (Indonesian Journalists Association) - Surabaya.
  • 1997: Journalistic Training- Advance  level by PWI (Indonesian Journalists Association) NTT Branch - Camplong, NTT.
  • 2001: Voluntary work at Harian Kompas, Jakarta (one month).
  • 2002: Training of the Trainers (TOT) PWI -  Puncak, Bogor, West Java.
  • 2005-2007: Capacity Building I, II and  III by  Indonesia and Australia Specialized Training Project (IASTP)-Jakarta.
  • 2007: Certificate IV in Training and Assessment IASTP III - Jakarta.
  • 2010: International Leadership Foundation, Gummersbach, Germany.


Journalistic Footprints:
Thomas Bata, my late father is my first and everlasting journalistic mentor. My father made all his children write in a diary everyday. I started writing in my diary when I was in secondary school. I liked writing poem as well.

 When I was in high school, I became one of the editorial staff for school bulletin. The bulletin published every three months. I started to write actively  since 1989. In 1990, I became a journalist for DIAN (a local weekly in Ende, Flores, NTT) and at the same time became a member of UCAN (Bangkok). 

Since then I also wrote articles for Simfoni, Swadesi, Surya and Hidup. In 1992 I became a Journalist for Pos Kupang, since the first time the newspaper was published until now.


Abroad coverage
• 1995- 1996: NT Expo in Darwin, North Australia.
• 2001:  East Timor 
• 2009: East Timor 
* 2010: Singapore, Germany
* 2016: Istanbul, Turkey

Footprints with Pos Kupang
• December 1992  : Security and Politics desk
• March August 1993 : Regional Editor Assistant
• September  December 1993  : Journalist for Ngada Regency
• January July 1994  : Economic and business editor. 
• 1994- 1996 : Editorial Secretary-editor-sport
• 1996- 1997 : Vice Managing Editor
• 1997- 2004 : Managing Editor
• 2004 : Vice Editor in Chief
• 2005-2011 : Editor in Chief
*2015-2019    : Editor in Chief

Footprints with Tribun Network

 2012 - 2014 - Production Manager Tribun Manado (Kompas Gramedia Group), Manado

2019 -  2021  : Vice Editor in Chief  Tribun Bali (Kompas Gramedia Group), Bali

2019 - sekarang :  Members of  Ombudsman Tribun Network, Denpasar- Bali

2021 - sekarang : Content Manager/Editor in Chief  TribunLombok.com, Mataram

Organization Experience:
A. Non Journalistic organization

  • 1986-1988 :  secretary of high school student’s organization SMAN I Ende, Flores, NTT.
  • 1989-1994: Member of Faculty of Administration Nusa Cendana University
  • 1989-1995: Member of PMKRI Kupang (Catholic university students association) 
  • 1990-1993: Secretary of Catholic youth association St. Familia Parish, Sikumana-Kupang, NTT.
  • 1992-1993: General Secretary of PMKRI Kupang. 
  • 1992-1995: Member of pastoral council of St. Familia Sikumana, Kupang.
  • 1998-now: Member of pastoral council of St. Fransiskus Asisi Church Kolhua- Kupang.
  • 2005-2009: Head of Human Relation and Promotion Commission of KONI (Indonesian National Sport     Commission) NTT Province
  • 2009-2013: Head of Human Relation Bureau KONI NTT
  • 2001 now: Member of  Pengkajian Patria Forum, Kupang - NTT.
  • 2007-now: Member of NTT Academia Forum.


B.  Jurnalistic organisation
• 1992-now : member of  PWI NTT( Indonesian Journalist Association)  
• 1997-2002 : Head of organization section of PWI NTT 
•  2002-2007 : Head of organization division of PWI NTT
•  2008-2017 : Head of PWI  NTT


Book publication and other writing

  • Menjadi Lilin Bagi Sesama, Mengenang Valens Goa Doy & Julius Siyaranamual (Pos Kupang publishing company, July 2005)
  • Achtung Afrika, Buku Panduan Piala Dunia 2006 (Pos Kupang Publishing Company, April 2006)
  • 15 Tahun Pos Kupang: Suara Nusa Tenggara Timur, editor (with Tony Kleden and Maria Matildis Banda) Timor Media Grafika, Ltd , November 2007.
  • 50 Tahun Ziarah Pangan Nusa Tenggara Timur, editor (with Jonatan Lassa and Tony Kleden).  Timor Media Grafika,Ltd July 2009).
  • Bola itu Telanjang, writer (Lamalera Publishing, July 2010) 
  • Hiruk-pikuk Pilkada dan Kursi Dewan, writer (RMBooks Publishing, Jakarta, Februari 2014).


Others:
Occasionally being a Tutor for journalistic and public relation training in NTT area, held by publishing institutions, government institutions or private institutions. 


Email : dionbata@gmail.com

Web   : www.dionbata.com
Fb       : @Dion Db Putra
Ig        : @dbputra
Tiktok: @diondbp
Twitter: @dionbata

Wartawan Kurang Paham Gender


KUPANG, PK -- Pemahaman wartawan/wati media cetak dan elektronik di NTT tentang gender atau hal yang sensitif/berpihak pada perempuan dan anak masih sangat kurang. Akibatnya, banyak karya jurnalistik yang bias gender.

Hal ini diakui wartawan/wati yang menjadi peserta Focus Group Discussion tentang Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di ruang rapat Biro Pemberdayaan Perempuan Setda NTT, Sabtu (6/9/2008). Kegiatan ini diselenggarakan Biro Pemberdayaan Perempuan bekerja sama dengan United Nation Population Fund (UNFPA).

Lima Kardus dari Kenari Satu


ilustrasi
HARI itu Senin 4 Juli 2011 kubawa pulang ke pondok sempit sederhana di Kolhua lima kardus berisi buku, kliping koran, foto-foto  dan bahan cetakan yang masih berguna. Sontak tersadar itulah kekayaanku selama 19 tahun di Harian Umum Pos Kupang. Kekayaan tak ternilai dengan uang karena sebagian besar dia telah membentuk sosokku sebagai Dion DB Putra. Dalam keterbatasanku sebagai manusia saya  ikut menyumbang untuk lembaga ini dari titik nol 1 Desember 1992.

Kubawa pulang ke rumah buku-buku, kliping koran, foto dan bahan cetakan itu yang memang milik pribadiku. Di ruang kerjaku yang segera dikosongkan untuk pejabat redaksi yang baru jauh lebih banyak buku, kliping koran, piala, bahan cetakan dan lain-lain. Itu aset Pos Kupang, milik perusahaan. Aku hafal dan tahu persis, mana yang milik pribadi dan mana milik institusi.

Media Kunci Sukses Program Perbankan

Hotman Nainggolan serahkan cinderamata kepada Fahmi Setiadi
MANADO, TRIBUN - Tribun Manado kedatangan tamu istimewa, Selasa (12/11/2013). Vice President Area Manager Bank Mandiri Manado, Hotman Nainggolan dan jajaran direksi, manajer kredit berkunjung ke Tribun Manado, kemarin pagi.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan, Nainggolan  mengungkapkan Bank Mandiri di mana pun selalu dekat dengan media yang bernaung di bawah Grup Tribun (Persda- Kompas Gramedia) maupun yang lainnya.

Media Sosial Dipakai dalam Konteks Manusiawi

KUPANG, PK--Media sosial harus dipakai dalam konteks yang manusiawi oleh penggunanya (user) sehingga memberi kebaikan dan kesejahteraan bagi sesama. Media sosial di zaman digitalisasi saat ini memang efektif dan praktis tetapi harus digunakan dalam kondisi dan situasi yang tepat.

Demikian benang merah dari seminar sehari bertajuk, "Komunikasi Sosial Sebagai Budaya Perjumpaan Yang Sejati'  di Aula Gereja Katedral Kristus Raja-Kupang, Sabtu (31/5/2014). Seminar ini diselenggarakan Komisi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Kupang (KAK)  dalam rangka merayakan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-48 yang jatuh  tanggal 1 Juni 2014. Pada hari komunikasi ini Gereja Katolik memberikan perhatian khusus terhadap komunikasi sosial.

Tamara: Daerah Lain Harus Belajar dari NTT


"NTT ini gudangnya atlet tinju, sehingga daerah lain harus belajar dari NTT" 
-(Tamara Bleszynski di Pos Kupang 
13 Maret 2009) 

AKTRIS sekaligus Duta Tinju Indonesia, Tamara Bleszynski bersama Ketua Umum PB Pertina, Setya Novanto, Jumat (13/3/2009) petang, mengunjungi sasana Citra Desain, Kupang. Selain menonton pertandingan eksebisi, Tamara dan Setya Novanto juga memberikan motivasi kepada para atlet yang berlatih di sana.

Kepada para atlet tinju, Tamara menyatakan kebanggaannya karena petinju NTT terkenal di Indonesia. Bahkan menjadi barometer. Dia mengharapkan petinju- petinju NTT berlatih lebih keras agar bisa berprestasi hingga tingkat internasional. Tamara sempat melakukan tanya jawab dengan beberapa atlet, di antaranya Meliana Beteseran, Mariana Neolaka dan Novrianto Mella.

Dion Luncurkan Buku Bola Itu Telanjang


BERTEPATAN dengan peringatan Hari Olahraga Nasional dan menyambut kejuaraan sepakbola El Tari Memorial Cup 2010, pemimpin redaksi SKH Pos Kupang, Dion DB Putra meluncurkan buku berjudul Bola itu Telanjang.
"Terima kasih kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing mendukung penerbitan buku ini. Buku ini saya persembahkan untuk pembinaan olahraga di NTT sehingga saya pilih acara peluncuran tanggal 9 September yang merupakan Hari Olahraga Nasional," ujar Dion di sela-sela acara peluncuran bukunya di Kantor Redaksi Pos Kupang, Kamis (9/9/2010) lalu.
Peluncuran ditandai dengan penyerahan buku dari penulis kepada Pemimpin Umum SKH Pos Kupang, Damyan Godho, Pemimpin Perusahaan, Daud Sutikno, para redaktur serta manajer di lingkungan Pos Kupang.

Pos Kupang Luncurkan Teenagers Space


KUPANG, PK -- Surat Kabar Harian (SKH) Pos Kupang meluncurkan Teenagers Space (halaman khusus remaja). Acara peluncuran berlangsung di area parkir Kantor Harian Pos Kupang, Jl. Kenari 1Kupang, Sabtu (17/10/2009) petang.

Peluncuran dilakukan Pemimpin Umum Harian Pos Kupang Damyan Godho yang ditandai dengan penekanan tombol mesin cetak oleh tiga wartawan pelajar, yaitu Grace Wisung (SMAK Giovanni Kupang), Berlian Tapatfeto (SMA Negeri 3 Kupang), dan Maria Sofyanti Taena (SMA Negeri 2 Kupang).

Turut menyaksikan peluncuran itu para guru dan orangtua, puluhan wartawan pelajar, Pemimpin Redaksi Harian Pos Kupang, Dion DB Putra, Pemimpin Perusahaan, Daud Sutikno, para manajer dan tim redaksi Harian Pos Kupang.

Menulis Itu Pekerjaan yang Menyenangkan!


Dion DB Putra
Dionisius Dosi Bata Putra atau nama by line di media Dion DB Putra lahir di Pemo, sebuah
kampung kecil di pelataran bukit Desa Wolosoko, Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT) pada  13 Juni 1969.

Dia merupakan putra keempat dari tujuh  orang bersaudara anak pasangan Thomas Bata (1933-2002) dan Theresia Masi (1943-2011).  Ayahnya seorang guru  Sekolah Dasar (SD) dan ibunya hanya sempat mengenyam pendidikan di tingkat Sekolah Rakyat (SR).

Pendidikan formal terakhir diselesaikan Dion di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Nusa Cendana Kupang (Undana)  tahun 1995. Pendidikan non formal  pun dikecapinya baik  di dalam  maupun di luar negeri. Terakhir pada bulan Maret 2010, Dion mengikuti pelatihan kepemimpinan di Jerman yang difasilitasi lembaga  Friedrich Naumann Stifung (FNS).

Tantangan dari Valens Doy

Valens Goa Doy

Oleh Achmad Subechi


PUASA sebentar lagi akan berakhir. Di bulan suci seperti ini saya teringat sebuah tantangan besar yang diberikan guru jurnalistik saya. Namanya Valens Doy. Dia mantan wartawan senior Harian Kompas. Kejadiannya sekitar akhir tahun 2002.

WAKTU itu mendekati Pemilu 2004, mantan KSAD sekaligus Menpen Jenderal R Hartono mendirikan sebuah partai bersama tokoh Golkar Ary Mardjono. Namanya Partai Karya Peduli Bangsa, berdiri 9 September 2002.

Om Valens -biasa saya memanggil dia-yang ketika itu ditunjuk menjadi konsultan Harian Surya meminta saya agar mengerahkan semua kekuatan (wartawan) di Biro Jakarta agar melakukan wawancara khusus dengan R Hartono. "Saya sediakan dua halaman dan wawancara dibuat tanya jawab. Besok sudah harus ada," pesan Om Valens.

Mengapa Xanana Nundur?

Oleh Valens Doy

 
BAGI 11 wartawan Indonesia yang mengunjungi Timor Lorosae awal Februari 2001, pengunduran diri Xanana "Kay Rala" Gusmao dari jabatan Ketua Dewan Nasional Timor Lorosae (DNTL)-semacam DPR Transisi sampai terbentuknya DPR hasil Pemilu 30 Agustus mendatang-sama sekali tidak mengejutkan. Apalagi pernyataannya untuk tidak akan mencalonkan diri menjadi presiden.

Tanggal 8 Februari 2001, di press room yang amat sederhana di kantornya di Dili, kepada 11 wartawan Indonesia yang disebutnya sebagai sahabat terdekat dan disambutnya dengan amat hangat itu, Xanana dengan sangat gamblang mengemukakan dua argumennya, mengapa ia harus segera mundur dari peran sebagai bintang utama di panggung politik Timor Lorosae.

Valens Doy dan Julius, Tokoh Visioner


Keluarga Valens Doy dan Julius Siyaranamual pose
bersama usai doa di Pos Kupang hari Sabtu 7 Juli 2005.


DUA orang tokoh pers nasional yang juga sesepuh Surat Kabar Harian (SKH) Pos Kupang, Valens Goa Doy dan Julius Siyaranamual adalah tokoh visioner. Pemikiran kedua tokoh yang bersahabat karib tersebut selalu jauh ke depan, sehingga kadang sulit diterima mereka menyampaikan pandangang-pandangannya.

Demikian Pemimpin Umum SKH Pos Kupang, Damyan Godho dalam sambutannya pada acara syukuran 40 hari wafatnya kedua tokoh tersebut di halaman parkir Kantor SKH Pos Kupang di Jl. Kenari No. 1 Kupang, Sabtu (2/7/2005) malam.

Valens Tidak Dikubur Bersama Kata-katanya


Oleh Jacobus Embu Lato

VALENS Goa Doy tidak bisa dikubur bersama cinta, kata-kata dan karyanya. Sebagai substansi otonom, semua kompleksitas kekayaan cinta, kata-kata dan karyanya tetap hidup, tumbuh dalam hati keluarganya, rekan-rekannya dan mantan karyawannya.

Orang-orang sekitarnya dengan kapasitas, kualitas dan atensi serta konsistensi pribadinya akan membiarkannya hidup abadi. Xanana Gusmao, kini Presiden Timor Leste, yang pernah menjadikannya mediator ketika massa pendukungnya terlibat konflik dengan militer Indonesia bisa menjadikan cinta, kata dan karya Valens untuk membimbing dan mengembangkan masyarakat dan negaranya yang kini didikte hampir total oleh masyarakat internasional.

Rekan-rekan yang masih setia berkutat di media menjadikannya inspirasi untuk mengembangkan betapa kerasulan inklusif bisa meretas polarisasi eksklusif masyarakat Indonesia akibat menguatnya potensi tribalisme dalam kehidupan politik Indonesia kini.

Rudolf Nggai: Pekerja Keras yang Rendah Hati


Rudolf Nggai (berdiri ketiga dari kanan) bersama kru Pos Kupang 1993
SYLVIA itu sebuah nama.  Nama favorit-legendaris  sekaligus tempat paling kerap dikunjungi  oleh siapa pun yang menyandang status mahasiswa di  Kota Kupang  pada  tahun 1980-an  hingga awal 1990-an. Ya, Sylvia merupakan langganan saya dan teman-teman mahasiswa masa itu untuk fotokopi bahan kuliah, jilid makalah atau skripsi, bikin undangan dan lain-lain yang berhubungan dengan kertas.

Selama belasan tahun Sylvia boleh dilukiskan sebagai satu-satunya tempat percetakan dan  fotokopi paling representatif di Kota Kupang. Memasuki penghujung tahun 1990-an  baru muncul pemain baru di medan yang sama, meskipun kehadiran mereka tidak mengurangi pesona Sylvia sebagai perintis.
Dan, kami para mahasiswa kala itu akrab dengan tokoh di balik nama besar Sylvia. Mereka adalah pasangan suami istri,  Rudolf Nggai dan Emiliana Lan  atau akrab kami sapa Om Him dan Tanta Lan.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...