Minggu, 25 September 2016

Tradisi Matita di Timor Tengah Utara

PENANCAPAN paku oleh Atoin Amaf (orang tua) pada titik kiri peti jenazah Gasper Bana  di Maslete-Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) hampir selesai. Beberapa saat lagi peti jenazah diangkat untuk dibawa  ke luar rumah dan selanjutnya menuju tempat pemakaman terakhir.

Sebelum jenazah dimakamkan pada 7 September 2015 itu, semua anggota keluarga inti berada di dalam rumah. Di dalam sana Atoin Amaf  masih menghitung pakaian dan sarung adat yang diantar para pelayat atau rakyat sebagai pemberian terakhir dari keluarga dan masyarakat kepada Gasper Bana almarhum.

Pakaian dan sarung lalu disusun rapi rapi di kaki peti  jenazah. Ada harta yang disimpan di dalam peti. Jumlah sarung  di sisi kaki kiri dan kaki kanan jenazah Gasper Bana harus sama. Peti pun diangkat. Tak berselang lama tempurung kelapa dipecahkan.  Suara tangis  keluarga dan kerabat yang duduk mengelilingi peti jenazah sontak pecah di ruangan berukuran 5x6 meter persegi itu.

Selasa, 20 September 2016

Jangan Halalkan Segala Cara


Kontingen atlet dan ofisial Provinsi   Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan berlaga di  PON XIX 2016 di Jawa Barat 17-29 September 2016 sudah dilepas secara resmi oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya di Kupang, Selasa (13/9/2016). Menurut rencana para atlet dan ofisial akan berangkat ke Bandung hari Kamis (15/9/2016).

Kita bersyukur  kontingen  NTT berangkat ke PON Bandung dengan kekuatan yang lumayan besar. Melalui perjuangan berat sebanyak 76 atlet NTT dari 12 cabang olahraga (cabor) berhak tampil pada pesta olahraga tertinggi di Indonesia tersebut.
Dari 12 cabor itu, ada tiga cabang permainan atau perlombaan dan sembilan cabang pertandingan.

Tiga cabang perlombaan yakni atletik, berkuda dan binaraga. Sejak puluhan tahun lalu NTT sudah  dikenal sebagai gudang atlet atletik. Cabang olahraga terukur  ini biasanya menjadi lumbung medali bagi kontingen Flobamora. NTT juga mengandalkan cabang pertandingan seperti tinju, kempo, karate, pencak silat, taekwondo dan tarung derajat. 

Tim WVI Kunjungi Pos Kupang


Tim WVI di Pos Kupang 29-8-2016
KUPANG, PK - Kepala Desa (Kades) Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Romanus Rabu mengatakan, kehadiran Wahana Vivi Indonesia (WVI) di Kabupaten Sikka telah banyak membantu masyarakat dan pemerintah untuk memberi  perhatian terhadap anak. Keterlibatan anak dalam pembangunan pun mulai nyata, bahkan anak-anak berani mengkritik pemerintah.

"Di bidang kesehatan, misalnya, masih banyak warga yang tidak memiliki MCK, dan anak-anak berani teriak minta diadakan diadakan MCK. Ini karena dalam musyawarah anak-anak kita libatkan. Lebih baik kita belajar dari anak," kata Romanus saat bersama tim WVI berkunjung ke Redaksi Pos Kupang, Senin (29/8/2016).

Janes: Terima Kasih Sudah Membantu


Panitia Jelajah Sepeda Kompas
KUPANG, PK - "Terima kasih buat Pos Kupang, karena teman-teman sudah banyak membantu kami dalam event ini sejak awal persiapan dan survei tahun lalu hingga pelaksanaan. Kami sadari tanpa teman-teman kegiatan ini tidak bisa kami lakukan dengan lancar dan aman."
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Jelajah Sepeda Flores -Timor, Janes Eudes Wawa saat acara syukuran di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/8/2016) malam.

Menurut Janes, Pos Kupang turut memberi kontribusi dalam event Jelajah Fores-Timor mulai dari Labuan Bajo-Atambua dan semua bisa berjalan lancar dan aman. "Tanpa bantuan teman- teman kami tidak bisa laksanakan kegiatan ini dengan lancar dan aman," kata Janes.

Diskusi Forum Media di Kupang


Suasana diskusi Forum Media 19 Sept 2016
KUPANG, PK --Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTT mengingatkan  para pengelola keuangan desa agar mengelola dana yang begitu besar sesuai aturan yang berlaku.

Kepala BPK Perwakilan NTT, Dewi Ciantrini menyampaikan itu ketika membuka kegiatan dialog Forum Media tentang Permasalahan dan Harapan Dalam Pengelolaan Keuangan Desa di Kantor BPK Perwakilan NTT, Senin (19/9/2016).

Dialog yang dimoderator I Gede Putra Wijaya ini menghadirkan empat orang nara sumber yakni, Dosen UKAW Kupang  Frits Fanggidae, Kepala Desa Manusak, Kupang Timur,  Arthur Ximenes,  Kepala LPP RRI Kupang, Enderiman Butar Butar dan Pemimpin Redaksi Harian Pagi Pos Kupang, Dion DB Putra.

Film Karya Anak NTT Ikut Festival di Kazakhstan


Salah satu adegan dalam film NOKAS
POS KUPANG.COM, KUPANG - Sebuah film dokumenter karya Manuel Alberto Maia dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)   akan mengikuti Eurasia International Film Festival 2016 di Almaty, Kazakhstan, 27 September 2016. Dalam festival ini, Film NOKAS akan diputar untuk pertama kalinya.

Demikian siaran pers tim humas produksi film yang diterima Pos Kupang, Selasa (20/9/2016). 

Film ini berkisah mengenai seorang pemuda yang bernama Nokas yang ingin menikahi kekasihnya, seorang gadis Timor bernama Ci. Tidak mudah menikahi gadis Timor. Pihak lelaki biasanya diminta untuk membayar mahar kepada orangtua dan saudara pihak perempuan. Jumlahnya tidak tentu, tetapi seringkali memberatkan.

Kita Beri Apresiasi untuk Polisi


PELARIAN Bripka Januarius Tahu sejak kematian istrinya Yustina Beci Matelda Saleh pada 28 Juli 2016 di kediaman mereka di Jalur 40, Sikumana Kupang berakhir sudah. Oknum anggota Sabhara Polres Sumba Barat itu ditangkap polisi saat berada di kebun milik warga  Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Rabu (17/8/2016) pagi.

Kisah pelariannya menarik nian. Selama kurang lebih tiga pekan menjadi buronan polisi, Januarius terus berpindah-pindah lokasi persembunyian di wilayah Kolbano, Boking di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) hingga ke wilayah Kabupaten Malaka. Dia bahkan sempat berniat masuk ke negara tetangga Timor Leste.

Potong Uang Makan PNS


TENTU ada yang merasa terkejut mendengar kebijakan Bupati Kabupaten Kupang, Ayub Titu Eki memotong uang makan Rp 600 ribu per bulan per orang terhadap 6.400 lebih Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah itu.  Pemotongan uang makan mulai dilaksanakan bulan September hingga Desember 2016.

Bupati Ayub Titu Eki menyadari kebijakan tersebut  tidak populer. Langkah ini dengan terpaksa diambil guna mengantisipasi pemotongan DAU (Dana Alokasi Umum) senilai Rp 25,4 miliar oleh pemerintah pusat sebagai implikasi diterapkannya  Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 125/PMK.07/2016.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), selain Kabupaten Kupang,  ada tiga  kabupaten lainnya yang juga bernasib sama terkait pemotongan DAU yaitu Kabupaten Ende, Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Manggarai Barat.

Mereka Lari dalam Kepanikan


ilustrasi
KEPANIKAN melanda warga Dusun Tikang dan Ililewa, Desa Watutedang, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Rabu (3/8/2016) pagi hingga siang. Pagi itu sekitar pukul 09.00 Wita mereka dikejutkan oleh datangnya gelombang laut setinggi empat meter.

Gelombang pasang itu menerjang rumah, menyapu sebagian besar isinya. Penghuni rumah lari pontang-pontang menyelamatkan diri ke rumah tetangga yang dianggap lebih aman. Sebanyak 11 rumah penduduk mengalami  rusak berat.  Barang yang rusak antara lain bangunan dapur, kamar  tidur, WC, kamar mandi.

Kepala Desa Watutedang, Rovinus Reko menyebut peristiwa itu baru pertama kali terjadi. "Ini baru pertama kali gelombang merusak rumah penduduk. Warga memindahkan barang ke rumah tetangga yang agak jauh dari pesisir pantai. Bahkan ada yang bongkar atap  rumahnya dari genteng. Mereka takut gelombang datang lagi dan rumah mereka roboh. Makanya bongkar genteng biar  aman," kata Rovinus Reko.

Jumat, 02 September 2016

Pasar Seribu Tidak Seribu Lagi

Dulu tahun 1990-an, Pasar Seribu di  Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah adalah tempat favorit orang berbelanja sayur dan buah-buahan.

DI KIOS petak ukuran 6 x 4 meter, Ny. Siti Ba'adiyah, duduk bersila di lantai beralaskan karpet plastik. Di depannya sebuah radio transistor yang sudah tua diletakkan begitu saja di lantai. Ada lagu sendu mendayu-dayu dari radio itu.

Sesekali wanita berjilbab ini melempar pandang ke arah Jalan Timor Raya. Kadang ia menjawab ramah sapaan orang yang melintas di depan bilik kiosnya yang nyaris roboh.

"Silakan duduk Pak," kata Ny. Siti Ba'adiyah, ketika Pos Kupang, yang bertandang ke bilik kiosnya, Sabtu (29/8/2015) siang.

Dua kursi plastik warna hijau kusam disatukan Ny. Siti, agar tidak patah saat diduduki tamu. Sebab umurnya sudah tua dan keropos. "Untuk mengusir sepi, saya coba dengar lagu-lagu tempo dulu yang diputar di radio. Apalagi setelah suami meninggal bulan April lalu. Dan anak-anak sudah pergi merantau ke Jawa dan Batam. Saya sendiri bersama seorang anak perempuan. Setiap hari cuma begini," ujar Ny. Siti, saat Pos Kupang menanyakan kabarnya.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...