Tampilkan postingan dengan label Keutamaan Flores. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keutamaan Flores. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juli 2015

Sui Wu'u: Makin Lama Makin Enak


Sui Wu'u
SIAPA yang sudah pernah mencicipi sui wu'u, kuliner khas Kabupaten Ngada, sudah pasti akan ketagihan. Sui wu'u merupakan daging babi yang diawetkan secara tradisional dicampur tepung jagung dan garam yang diisi dalam bambu (tuku).

Orang yang membuat sui wu'u adalah kaum perempuan yang terampil. Keterampilan sangat dibutuhkan karena untuk menghasilkan sui wu'u yang berkualitas dan lezat, harus bisa mencampur bahan daging, tepung dan garam dengan aturan yang tepat.

Campuran yang tepat bukan hanya bisa membuat sui wu'u terasa lezat, tapi juga tidak gampang rusak atau berulat, meski disimpan berbulan-bulan.  Bahkan ada moto, semakin lama disimpan, semakin enak dan lezat disantap. Su'i wu'u menimbulkan aroma khas.

Salah satu tokoh adat di Bajawa, David Lado Bara, Selasa (4/7/2015) mengatakan, aroma sui wu'u memiliki ciri khas tersendiri. Meski dibakar di halaman rumah, aroma sui wu'u akan menyebar ke satu kampung.

Asal Usul Nama Kota Ende


Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende 2015
KOTA Ende di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  yang dikenal saat ini memiliki rekam jejak dan sejarah yang panjang. Dalam buku sejarah Kota Ende yang ditulis F.X Soenaryo, dkk di halaman 29 menyebutkan bahwa kata Ende diperkirakan berasal dari kata cindai. Dalam kamus disebutkan cindai adalah nama kain sutera yang berbunga-bunga. Pendapat lain mengatakan kemungkinan Ende berasal dari kata Cinde, yaitu nama sejenis ular sawa. Sawa adalah ular yang agak besar (pyton) di antaranya Sawa Rendem, Sawa Batu dan Sawa Cindai. Jadi ular Sawa Cindai ialah ular yang kulitnya berbunga  bunga seperti warna cndai.

Menurut cerita yang ada di daerah Kota Jogo, Kinde dan Wewa Ria yaitu wilayah Mautenda di sana banyak ular sawa yang disebut Sawa Lero atau Python reticulatus. Ular ini disamakan dengan Sawa Cindai. Jadi pada awalnya penduduk setempat hanya mengenal Sawa Lero, kemudian orang-orang Melayu dan pendatang dari Goa, Makassar, Bajo,  Bima menyebut Sawa Cindai sesuai dengan nama yang mereka kenal di daerah asalnya.

Selasa, 14 Juli 2015

Kerbau Bule untuk Arwah Leluhur


Sembelih kerbau bule (foto Egy Mo'a)
PULUHAN tahun silam di Kampung Lada, Mpo (nenek) Podang tinggal bersama seorang istri dan beberapa orang anaknya. Beragam perasaan berkecamuk di sanubari Mpo Podang. Apakah  hanya dia bersama keluarganya yang akan terus menempati wilayah seluas itu yang kini tergabung dalam Desa Manong di Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. Mpo Podang membatin.

Kegaulauan Mpo Podang itu dicurahkan kepada arwah nenek-moyangnya. Dia berharap agar diberikan keturunan yang banyak untuk mendiami Kampung Lada. Bila permintaan itu terkabulkan, Mpo Podang berjanji suatu waktu keturunannya akan mempersembahkan seekor kerbau bule sebagai tanda syukur.

Suara Dentang Batu Beradu di Dapur


Jagung Titi
PULAU Adonara bukan hanya terkenal karena perang tanding antar-saudara memperebutkan lahan, tapi juga sangat terkenal karena jagung titi. Inilah kekhasan Pulau Adonara, bahkan Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Belum lengkap jika seseorang berkunjung ke Flotim saat pulang tidak membawa oleh- oleh jagung titi. Jagung titi merupakan pangan lokal yang dibuat dengan cara tradisional. Bukan seperti kebanyakan sekarang emping jagung --mirip jagung titi-- hasil olahan industri rumah tangga.

Ketika berkunjung ke Flotim, Anda bisa saksikan  di Pulau Adonara, Pulau Solor dan sebagian di Kota Larantuka, Ibukota Kabupaten Flotim, hampir semua rumah pasti punya alat pembuat jagung titi. Sebab, hampir semua perempuan dan sedikit laki-laki dewasa hingga anak-anak mahir membuat jagung titi.

Kami Titi Sampai Tangan Melepuh

ilustrasi
MENGENAKAN baju kaos lengan pendek, Ina Benga (40), warga Desa Muda, Kecamatan Kelubagolit, setiap hari bergelut mengolah jagung titi. Pekerjaan yang membutuhkan tenaga itu dilakoninya saban hari demi membiayai pendidikan anak- anaknya. Ina Benga memiliki dua putra bersama pasangannya, Samuel Loho (42).

Suaminya sebagai tukang kebun  tidak setiap hari mendapat uang, padahal untuk makan minum dan membiayai pendidikan anak-anak harus butuh uang setiap hari. Karena itu, Ina Benga bisa diandalkan sebagai salah satu tulang punggung meniti dan menjual jagung titi untuk makan dan biaya pendidikan anak-anak mereka.

"Setiap hari kami butuh uang. Kalau titi jagung, uang masuk setiap hari. Tapi kalau berkebun belum tentu. Karena itu, sehari-hari saya titi jagung dan ini  sudah menjadi pekerjaan saya. Saya jual satu kantong kresek biru jagung titi harganya Rp 100 ribu. Sehari bisa satu kantong, tapi kalau tidak setengahnya," tutur Ina Benga.

Sabtu, 16 Mei 2015

Khasiat Jitu Batu Penis Raksasa


Batu Penis di Liangbua Manggarai, Flores
Batu penis raksasa di Liang Bua, Manggarai sudah banyak menolong  pasangan suami istri yang sulit mendapatkan momongan.

KEBERADAAN batu kemaluan (penis stone) di Liang Bua, Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai belum setenar Liang Bua, gua tempat ditemukan sembilan tulang-belulang Manusia Flores atau Homo Floresiensis. Homo Floresiensis yang dijuluki hobbit  adalah nama yang diberikan pakar antropologi dan tim gabungan Australia-Indonesia terhadap spesies dari genus homo yang punya tubuh dan volume otak kecil.

Menurut serial subfosil (sisa-sisa tubuh yang belum sepenuhnya membatu), individu sisa tulang itu diberi kode LB1-LB9. Postur tubuh paling tinggi sepinggang manusia moderen sekitar 100 cm. Pos Kupang  sudah empat kali mengunjungi gua yang terkenal ke sentero jagat pasca penemuan Homo Floresiensis tanggal 6 September 2003.

Yoseph Yakin Miliki Gen Homo Floresiensis

Viktor Darung
RUTENG, PK -- Beberapa tahun silam, dokter dari Amerika Serikat melakukan pemeriksaan darah dan DNA terhadap segelintir warga yang diduga keturunan  manusia Flores (homo floresiensis).

Warga  yang menempati Kampung Rampasasa di Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Rii dan Kampung Akel  di Desa Bere, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai masih menunggu pengumuman hasil pemeriksaan DNA tersebut.

Yoseph Anca (47), warga  Akel, dan Viktor Darung (70), asal Rampasasa mengakui  bentuk fisiknya  berbeda dari warga umumnya. Mereka  yakin neneknya  berasal dari  Homo Floresiensis yang hidup dan tinggal di Liangbua ribuan tahun silam.

Tulang  Homo Floresiensis ditemukan dalam penggalian di Liang Bua pada 6 September 2003 oleh tim arkeologi Indonesia dan Australia. Sebuah tulang masih utuh berjenis kelamin perempuan setinggi 115 cm, sedangkan tulang lain
terpisah-pisah diduga dimakan binatang buas.  "Saya yakin 80 persen, gen Manusia  Flores ada dalam diri saya dan bapak saya. Tinggi badan saya 132 cm,  tak beda jauh  dengan tinggi badan almahrum ayah (Yohanes Dak) 125 cm," beber Yoseph kepada Pos Kupang, Sabtu (9/52015) di  halaman rumahnya  di Akel.

Selasa, 05 Mei 2015

Susilowati Koopman Selamatkan Bumi dari Sampah

Susilowati Koopman
POS KUPANG.COM - Mengolah sampah menciptakan bumi baru bagi generasi mendatang. Demikian ide besar Ibu Susilowati Koopman di balik pendirian Bank Sampah Flores di Kota Maumere Kabupaten Sikka, 14 Februari 2014 lalu, bertepatan dengan Hari Valentine.

"Pada zaman modern sekarang ini, banyak orang mengapresiasikan cintanya lewat kado. Pada saat bersamaan, dunia ini penuh dengan sampah. Lalu siapa yang kelola? Saya pun mau menjadi pemulung dan mengabdikan cintaku pada sampah," kata Ibu Susilowati di kantor pusat Bank Sampah Flores di Pantai Paris, Maumere, Rabu (29/4/2015).

Sabtu, 25 April 2015

Cegah Pemalsuan Ubi Nuabosi


Ubi Nuabosi di Pasar Mbongawani Ende (2015)
ENDE, PK -- Dinas Pertanian, Peternakan dan Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Ende berencana membangun pasar tani di Nuabosi, Kecamatan Ende, untuk memasarkan produk-produk pertanian dari Nuabosi, khususnya ubi nuabosi yang menjadi ikon makanan khas Kabupaten Ende.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Peternakan dan Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Ende, Ir. Marianus Alexander, mengatakan hal itu di ruang kerjanya, Selasa (31/3/2015).

Marianus mengatakan, tujuan pembangunan pasar tani di Nuabosi agar para petani langsung menjual ubi nuabosi di daerah itu sehingga mencegah kemungkinan terjadinya pemalsuan produk ubi nuabosi oleh oknum warga.  "Dengan pasar tersebut para petani langsung menjual ubi nuabosi kepada para pembeli yang datang membeli langsung ubi nuabosi yang telah tersedia di pasar tani," katanya.

Danau Lotus Terbesar Kedua di Dunia Ada di Flores


KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR  Danau Rana Tonjong di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur merupakan danau lotus raksasa terbesar kedua di dunia setelah danau lotus serupa di India.
 


PULAU Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal dengan berbagai danau. Ada danau tiga warna Kelimutu di Kabupaten Ende, ada danau vulkanik yang aktif dengan nama Danau Sano Nggoang. Bahkan ada Danau Ranamese yang masuk dalam Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng yang berada di pinggir jalan Transflores Borong-Ruteng.

Menikmati Matahari Terbit di Pantai Watu Payung

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR - Petunjuk Pantai Watu Payung di Desa Nangambaur, Kecamatan Sambirampas, Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.

PERJALANAN ekspedisi Utara dari Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (8/4/2015) sampai Jumat (10/4/2015) tidaklah sia-sia. Belum banyak yang mengeksplor kekayaan alam di wilayah Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur. Potensi pariwisata di wilayah Utara dari Kabupaten Manggarai Timur yang baru berusia tujuh tahun ini.

Tim ekspedisi yang terdiri dari bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkab Manggarai Timur dan jurnalis yang bekerja di Kabupaten Manggarai Timur dan Dinas Pariwisata Manggarai Timur serta Kecamatan Sambirampas dan sejumlah kepala desa yang difasilitasi Pemkab Manggarai Timur untuk mempromosikan obyek-obyek wisata yang masih tersembunyi di Manggarai Timur.

Kamis, 19 Februari 2015

Kekayaan Kain Tenun Nusa Tenggara Timur


Tenun Ikat NTT
INDONESIA memiliki banyak kekayaan budaya dalam bentuk kain tradisional. Setiap daerah di Indonesia memiliki berbagai jenis kain yang indah, seperti songket, batik, tenun, dan lain sebagainya. Salah satu provinsi yang dikenal memiliki kain tenun dengan motif yang begitu kaya adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).

NTT memiliki 20 kabupaten dan satu kota yang dihuni oleh 15 suku atau etnis tertentu, dengan adat dan kebudayaan masing-masing.

"Masing-masing suku ini memiliki kreasi kain tenun mereka sendiri sesuai dengan adat, budaya, dan kesenian mereka. Ini terlihat dari corak hias atau motif tenunannya," ungkap Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) NTT, Lusia Leburaya, menjelang show Musa by Musa Widyatmodjo "The Flobamora Indone(she)aku" di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (23/5/2012) lalu.

Desa Doka, Rumah Tenunan Kain Pejuang Flores



Warga Desa Doka memainkan tarian penyambutan selamat datang.
DARI Maumere, kota di tepi utara Pulau Flores yang terpisah hanya 20 kilometer saja dari tepi selatannya, perjalanan di atas kendaraan roda empat menuju Desa Doka menyajikan pemandangan celah bukit menghijau sangat menawan. Perjalanan penuh kelokan harus ditempuh menyusuri jalan menaiki bukit yang menjadi ranah pepohonan seperti petai cina, kakao, kopra, kemiri, dan jambu mete.

Kondisi jalan antara utara dan selatan di Kabupaten Sikka yang dikenal sebagai Kabupaten Seribu Nyiur terhitung baik sekali. Akan tetapi,karena lebar jalan yang sempit dan berkelok maka laju kendaraan tidak bisa berkecepatan lebih dari 40 km per jam. Angkutan umum berwarna oranye bermuatan karung penuh sesak di atasnya sesekali melaju di atas jalanan sempit dari Maumere ke arah Desa Doka.

Keindahan Motif Tenun Nusa Tenggara Timur


KECINTAAN Musa Widyatmodjo pada budaya Indonesia membuat desainer ini selalu fokus pada eksplorasi kain-kain khas Indonesia. Setelah mengeluarkan koleksi The (Ine) Kelimutu beberapa bulan lalu, dalam ajang Jakarta Fashion and Food Festival kali ini ia mengeluarkan koleksi terbarunya, The Flobamora Indone(she)aku.

"Koleksi ini banyak bercerita tentang berbagai keindahan dan kekayaan motif kain tenun dari Nusa Tenggara Timur," ungkap Musa menjelang show-nya di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (23/5/2012) lalu. Dalam koleksinya kali ini Musa banyak menggunakan kain-kain dari "Flobamora", yang tak lain singkatan dari pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur, yaitu Flores, Sumba, Timor, dan Alor.

Epang Gawang Alfonsa

Alfonsa (kiri).
DI  tengah berkurangnya minat kalangan muda Flores untuk giat mencintai tenun, kehadiran dan kiprah Alfonsa Raga Horeng membawa optimis tersendiri. Setidaknya melalui karyanya-karyanya di bidang tenun, telah membuka mata generasi muda tentang kehadiran tenun sebagai seni warisan leluhur yang bernilai tinggi.

Alfonsa Raga Horeng kini memang sudah dikenal publik. Seiring pengenalan orang terhadap tenun ikat Flores, nama Alfonsa Raga Horeng pun ikut serta mendunia. Melalui kecintaan akan tenun sebagai warisan budaya, dan kesabaran untuk memintal berbagai pengetahuan tentang tenun dari tanah Flores, membuatnya pantas diundang dalam berbagai workshop dan menghadiri ivent budaya  bertaraf nasional maupun internasional.

Semangat Perempuan Flores Menenun Songke

 
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR - Tenun Songke Manggarai Raya bermotif mata manuk.


  Seiring perkembangan promosi pariwisata Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang sangat pesat membawa dampak positif bagi masyarakat. Walaupun tidak semua. Pulau Flores yang terkenal dengan binatang Komodo dan sudah menggelar puncak Sail Komodo pada September 2013 lalu ikut memberikan andil dalam membangkitkan kembali keunikan-keunikan budaya Manggarai Raya. Salah satunya adalah tenun Songke.

Tenun songke merupakan kain khas adat orang Manggarai Raya yang diwariskan leluhur mereka. Berpuluh tahun yang lalu, secara tradisional leluhur orang Manggarai yang mungkin dimulai dari Kampung Todo menenun kain songke dari bahan alamiah. Sejalan dengan perkembangan modern dan Indonesia memasuki zaman orde baru membawa perubahan yang sangat drastis.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...