* Derita Bayi tak Miliki Pori-Pori
Anda yang berkenan membantu silakan kontak Meili 081244061233 atau hubungi di alamat Desa Esandom Kecamatan Tombatu Timur Minahasa Tenggara.
RATAHAN, TRIBUN - Kulitnya putih bersih, senyumnya menawan, tapi siapa pun yang melihatnya langsung paham bahwa Michel, bayi esandom kelahiran 4 Juli 2010 ini menahan sakit luar biasa. Ya, kepala Michel membesar ke kiri dan ke kanan dua kali lipat dari ukuran bayi seusianya. Ia tak sanggup berdiri.
Senin, 21 Mei 2012
Mandagi Pakai Uang Pribadi
* Liow: Minim Dana Akibat Salah Perencanaan
* Peraih Emas Dapat Bonus Rp 100 Juta
MANADO,TRIBUN - Minimnya dana menjadi salah faktor yang mengganggu persiapan atlet Sulawesi Utara (Sulut) menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau bulan September 2012. Meski demikian para atlet yang telah lolos ke PON tetap disiplin berlatih. Bahkan ada atlet yang mengeluarkan dana pribadi agar latihannya tidak terhambat seperti dialami atlet terjun payung Pingkan Mandagi.
"Saat ini kami sedang melakukan pemusatan latihan daerah (pelatda) untuk mempersiapkan atlet mengikuti PON di Riau," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulut, Steven E Liow, di ruang kerjanya, Senin (23/4).Dikatakannya, pelatda ini akan dilakukan selama lima bulan mulai bulan April hingga Agustus 2012.
* Peraih Emas Dapat Bonus Rp 100 Juta
MANADO,TRIBUN - Minimnya dana menjadi salah faktor yang mengganggu persiapan atlet Sulawesi Utara (Sulut) menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau bulan September 2012. Meski demikian para atlet yang telah lolos ke PON tetap disiplin berlatih. Bahkan ada atlet yang mengeluarkan dana pribadi agar latihannya tidak terhambat seperti dialami atlet terjun payung Pingkan Mandagi.
"Saat ini kami sedang melakukan pemusatan latihan daerah (pelatda) untuk mempersiapkan atlet mengikuti PON di Riau," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulut, Steven E Liow, di ruang kerjanya, Senin (23/4).Dikatakannya, pelatda ini akan dilakukan selama lima bulan mulai bulan April hingga Agustus 2012.
Christine Chen: Suka yang Alami
INDONESIA merupakan salah satu negara di dunia yang sangat kaya sumber daya alamnya. Banyak jenis tumbuh-tumbuhan di negeri tropis ini yang bisa dijadikan sebagai obat. Obat alami tanpa efek samping itulah yang disukai Christine Chen.
"Saya lebih suka yang alami karena lebih aman digunakan dan tidak menyebabkan efek samping. Khasiatnya juga tahan lama, asalkan kita rutin menggunakannya," kata Christine kepada Tribun Manado, Senin (23/4).
"Saya lebih suka yang alami karena lebih aman digunakan dan tidak menyebabkan efek samping. Khasiatnya juga tahan lama, asalkan kita rutin menggunakannya," kata Christine kepada Tribun Manado, Senin (23/4).
Fornita Jualan Ubi Sejak Jam Tiga Dinihari
* Perempuan-perempuan Tangguh di Pasar Bersehati
Tak perlu jauh melanglang untuk menemukan perempuan-perempuan tangguh. Datanglah ke Pasar Bersehati Manado. Niscaya Anda bisa menemukan mereka yang bekerja keras demi asap dapur tetap mengepul.
KETIKA banyak orang masih lelap di peraduannya, Fornita Madak dan Shanty Tomolango justru telah memulai aktivitas mereka sebagai penjual di Bersehati, pasar tradisional terbesar di Kota Manado. "Saya berjualan mulai dari jam 3 subuh sampai jam 8 malam, dan itu saya lakukan setiap hari," ujar Fornita kepada Tribun Manado di Pasar Bersehati, Jumat (20/4).
Tak perlu jauh melanglang untuk menemukan perempuan-perempuan tangguh. Datanglah ke Pasar Bersehati Manado. Niscaya Anda bisa menemukan mereka yang bekerja keras demi asap dapur tetap mengepul.
KETIKA banyak orang masih lelap di peraduannya, Fornita Madak dan Shanty Tomolango justru telah memulai aktivitas mereka sebagai penjual di Bersehati, pasar tradisional terbesar di Kota Manado. "Saya berjualan mulai dari jam 3 subuh sampai jam 8 malam, dan itu saya lakukan setiap hari," ujar Fornita kepada Tribun Manado di Pasar Bersehati, Jumat (20/4).
Jumat-Minggu Rapikan Rambut
* Gaya Hidup Eksekutif Muda di Manado
MANADO, TRIBUN - Bagaimana eksekutif muda di Kota Manado menghabiskan waktu luang dan uang mereka? Penelusuran Tribun menemukan fakta menawan. Ada yang kumpul bareng kolega di cafe mewah. Minum-minum, berdiskusi, main biliard atau karaoke. Ada pula yang berolahraga. Yang mirip mereka rutin merawat tubuh minimal merapikan rambut pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Wow!
James, satu di antara eksekutif muda Manado mengatakan, dia dan teman- temannya sering kumpul di Black Canyon, dterace, Exelso dan beberapa tempat ngopi. '' Biasanya kami janjian dulu untuk ketemu di beberapa tempat itu kemudian ngumpul pada waktu yang telah disepakati, biasanya sore, ''ujar James yang selain punya jabatan di pemerintahan juga aktif di organisasi kepemudaan dan gereja.
MANADO, TRIBUN - Bagaimana eksekutif muda di Kota Manado menghabiskan waktu luang dan uang mereka? Penelusuran Tribun menemukan fakta menawan. Ada yang kumpul bareng kolega di cafe mewah. Minum-minum, berdiskusi, main biliard atau karaoke. Ada pula yang berolahraga. Yang mirip mereka rutin merawat tubuh minimal merapikan rambut pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Wow!
James, satu di antara eksekutif muda Manado mengatakan, dia dan teman- temannya sering kumpul di Black Canyon, dterace, Exelso dan beberapa tempat ngopi. '' Biasanya kami janjian dulu untuk ketemu di beberapa tempat itu kemudian ngumpul pada waktu yang telah disepakati, biasanya sore, ''ujar James yang selain punya jabatan di pemerintahan juga aktif di organisasi kepemudaan dan gereja.
Mawar pun Terpikat
* Pameran Gaun The House of Goen
MANADO, TRIBUN - Menikah bagi banyak orang sangatlah sakral dan gaun pengantin merupakan satu sarana penting untuk mewujudkan momen itu. The House of Goen kembali memberikan pilihan menarik. Sebanyak 25 gaun pengantin dengan model Eropa disajikan dalam pameran gaun pengantin bertajuk The Wedding 2012' di Megamall Manado mulai pukul 19.00 Wita, Sabtu (21/4/2012).
Ruang tengah Megamall yang biasa digunakan untuk pameran berbagai produk berubah ramai. Panggung berbentuk huruf T menampilkan puluhan model cantik dengan balutan gaun dari House of Goen. Semua mata memandang pada setiap sosok yang berlenggak-lenggok di atas catwalk. Sempurna! Ya kata itu yang bisa mewakili pameran gaun pengantin dengan 25 model cantik yang makin anggun dan bersinar dengan berbagai gaun karya House of Goen.
MANADO, TRIBUN - Menikah bagi banyak orang sangatlah sakral dan gaun pengantin merupakan satu sarana penting untuk mewujudkan momen itu. The House of Goen kembali memberikan pilihan menarik. Sebanyak 25 gaun pengantin dengan model Eropa disajikan dalam pameran gaun pengantin bertajuk The Wedding 2012' di Megamall Manado mulai pukul 19.00 Wita, Sabtu (21/4/2012).
Ruang tengah Megamall yang biasa digunakan untuk pameran berbagai produk berubah ramai. Panggung berbentuk huruf T menampilkan puluhan model cantik dengan balutan gaun dari House of Goen. Semua mata memandang pada setiap sosok yang berlenggak-lenggok di atas catwalk. Sempurna! Ya kata itu yang bisa mewakili pameran gaun pengantin dengan 25 model cantik yang makin anggun dan bersinar dengan berbagai gaun karya House of Goen.
Pamela Indah Bowie: Harap-harap Cemas
SOSOK cantik dan lembut ini tak pernah lepas dari nama Mawar. Padahal nama aslinya Pamela Indah Bowie (18). Dia lebih dikenal sebagai Mawar setelah sukses membintangi iklan XL dan berperan sebagai Mawar.
Saat ditemui Tribun Manado, Sabtu (21/4), Pamela sedang harap-harap cemas menunggu hasil Ujian Nasional (UN). "Iya ini sedang menunggu hasilnya, harap- harap cemas. Namun saya yakin bisa mendapat nilai bagus," ujarnya.
Pamela yang telah membintangi beberapa film layar kaca maupun layar lebar memutuskan berhenti dari aktivitas syuting film dua minggu sebelum UN. Selama dua minggu ia fokus belajar agar bisa melewati UN dengan baik.
Saat ditemui Tribun Manado, Sabtu (21/4), Pamela sedang harap-harap cemas menunggu hasil Ujian Nasional (UN). "Iya ini sedang menunggu hasilnya, harap- harap cemas. Namun saya yakin bisa mendapat nilai bagus," ujarnya.
Pamela yang telah membintangi beberapa film layar kaca maupun layar lebar memutuskan berhenti dari aktivitas syuting film dua minggu sebelum UN. Selama dua minggu ia fokus belajar agar bisa melewati UN dengan baik.
Marthin Takut Perahu Mogok di Perjalanan
* Siswa SMPN 9 Bitung Masuk Karantina
Berbagai cara dilakukan sekolah agar anak didik mereka sukses dalam Ujian Nasional (UN) tingkat SLTP yang dilaksanakan mulai hari ini.
SEKOLAH Menengah Pertama Negeri SMPN 9 Bitung di Kelurahan Mawali Kecamatan Lembeh Utara mengkaranti seluruh peserta UN sejak selama enam hari sejak Sabtu (21/4) hingga Kamis (26/4/2012) mendatang.
"Murid-murid di sekolah ini ada yang berasal dari kampung yang jauhnya hingga lima kilometer di Kelurahan Pintu Kota sampai dengan Kelurahan Baturirir, sehingga komite meminta agar anak-anak ini dikarantina," kata Kepala SMP Negeri 9 Bitung, Wasthi Marthin S.Pd, Map, Minggu (22/4).
Menurutnya, selain tempat tinggal sangat jauh dari sekolah faktor teknis berkaitan dengan sarana transportasi turut menjadi pertimbangan pihak sekolah melakukan karantina. "Kalau hendak ke sekolah dengan perahu, sementara ada perahu yang mogok di perjalanan maka siswa peserta UN tersebut akan terlambat bahkan tidak bisa mengikuti UN," kata Marthin.
Dengan karantina seperti ini pola belajar siswa akan terjaga dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dijelaskannya, peserta UN di sekolah tersebut 58 orang dengan rincian 28 perempuan, dan 30 laki-laki. "Sedangkan yang berdomisi di luar sekolah dengan jarak 4 hingga 5 km ada 11 orang dari Kelurahan Pintu Kota Besar, 4 orang dari Pintu Kota Kecil, dan 1 orang dari Kelurahan Baturirir," tandasnya.
Berbagai cara dilakukan sekolah agar anak didik mereka sukses dalam Ujian Nasional (UN) tingkat SLTP yang dilaksanakan mulai hari ini.
SEKOLAH Menengah Pertama Negeri SMPN 9 Bitung di Kelurahan Mawali Kecamatan Lembeh Utara mengkaranti seluruh peserta UN sejak selama enam hari sejak Sabtu (21/4) hingga Kamis (26/4/2012) mendatang.
"Murid-murid di sekolah ini ada yang berasal dari kampung yang jauhnya hingga lima kilometer di Kelurahan Pintu Kota sampai dengan Kelurahan Baturirir, sehingga komite meminta agar anak-anak ini dikarantina," kata Kepala SMP Negeri 9 Bitung, Wasthi Marthin S.Pd, Map, Minggu (22/4).
Menurutnya, selain tempat tinggal sangat jauh dari sekolah faktor teknis berkaitan dengan sarana transportasi turut menjadi pertimbangan pihak sekolah melakukan karantina. "Kalau hendak ke sekolah dengan perahu, sementara ada perahu yang mogok di perjalanan maka siswa peserta UN tersebut akan terlambat bahkan tidak bisa mengikuti UN," kata Marthin.
Dengan karantina seperti ini pola belajar siswa akan terjaga dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dijelaskannya, peserta UN di sekolah tersebut 58 orang dengan rincian 28 perempuan, dan 30 laki-laki. "Sedangkan yang berdomisi di luar sekolah dengan jarak 4 hingga 5 km ada 11 orang dari Kelurahan Pintu Kota Besar, 4 orang dari Pintu Kota Kecil, dan 1 orang dari Kelurahan Baturirir," tandasnya.
Jhony Terbaring Pegang Rokok
* Kakak Anggota DPRD Minut Tewas
AIRMADIDI, TRIBUN - Tangis Arny Harahap (40) tak tertahan. Air matanya berlinang meratap sedih. Suaminya Jhony Karamoy (47) warga Likupang 1, Kecamatan Timur ditemukan tak bernyawa di tengah jalan Desa Likupang Timur, Minggu (22/4) sekitar pukul 19.00 Wita
"Oh Tuhan, nda sangka jadi begini," ujar Arny tersedu-sedu. Dugaan kasus pembunuhan membuat warga Desa Likupang 1 dan 2, Kecamatan Likupang Timur gempar. Jhony Karamoy (47) merupakan kakak kandung Anggota DPRD Minahasa Utara (Minut) Yetty Karamoy. Korban ditemukan warga terkapar di jalan dan mengalami luka sabetan di leher kiri, lutut kaki kanan, dan lengan kiri.
AIRMADIDI, TRIBUN - Tangis Arny Harahap (40) tak tertahan. Air matanya berlinang meratap sedih. Suaminya Jhony Karamoy (47) warga Likupang 1, Kecamatan Timur ditemukan tak bernyawa di tengah jalan Desa Likupang Timur, Minggu (22/4) sekitar pukul 19.00 Wita
"Oh Tuhan, nda sangka jadi begini," ujar Arny tersedu-sedu. Dugaan kasus pembunuhan membuat warga Desa Likupang 1 dan 2, Kecamatan Likupang Timur gempar. Jhony Karamoy (47) merupakan kakak kandung Anggota DPRD Minahasa Utara (Minut) Yetty Karamoy. Korban ditemukan warga terkapar di jalan dan mengalami luka sabetan di leher kiri, lutut kaki kanan, dan lengan kiri.
Meiva Optimis RS Pancaran Kasih Makin Baik
Siapa yang Kami Ampuni?
MANADO,TRIBUN - Puluhan pekerja melakukan mediasi dengan dikrektur RS Pancaran Kasih, Badan Pekerja Sinode GMIM, di ruang mediasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, Kamis (19/4).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Ir Boy Rompas, sebelum mulai mediasi meminta para peserta bermusyawarah. "Mari kita bermusyawarah di sini. Kita cari bersama jalan keluarnya," kata Rompas.
Rompas mengimbau kepada para pekerja, direktur rumah sakit, serta sekretaris Umum BPS GMIM dalam musyawarah menggunakan kepala dingin agar mendapatkan hasil yang tidak merugikan semua pihak. "Tapi kalau sampai tidak menemukan jalan keluar, kita harus fair dibawa ke ranah hukum," tutur Rompas.
Rompas mengatakan, sebagai warga GMIM dan kepala Disnakertrans ia berharap masalah ini jangan ditunggangi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia pun meminta tidak melakukan demo. "Kita ini punya kasih, mari kita buktikan itu kepada masyarakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan," tuturnya.
MANADO,TRIBUN - Puluhan pekerja melakukan mediasi dengan dikrektur RS Pancaran Kasih, Badan Pekerja Sinode GMIM, di ruang mediasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, Kamis (19/4).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Ir Boy Rompas, sebelum mulai mediasi meminta para peserta bermusyawarah. "Mari kita bermusyawarah di sini. Kita cari bersama jalan keluarnya," kata Rompas.
Rompas mengimbau kepada para pekerja, direktur rumah sakit, serta sekretaris Umum BPS GMIM dalam musyawarah menggunakan kepala dingin agar mendapatkan hasil yang tidak merugikan semua pihak. "Tapi kalau sampai tidak menemukan jalan keluar, kita harus fair dibawa ke ranah hukum," tutur Rompas.
Rompas mengatakan, sebagai warga GMIM dan kepala Disnakertrans ia berharap masalah ini jangan ditunggangi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia pun meminta tidak melakukan demo. "Kita ini punya kasih, mari kita buktikan itu kepada masyarakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan," tuturnya.
Margaretha Monginsidi: Jangan Pernah Mengemis
SEORANG perempuan jangan pernah mengemis, jangan pernah menjual diri untuk menutup dirinya. Biarlah pakaian sobek, namun tetap bermartabat. Kalimat itulah yang sering diucapkan Margaretha Monginsidi, sejak pertama ia mengajar 44 tahun lalu hingga kini.
Baginya harga diri seorang perempuan harus dijunjung tinggi, jangan sebaliknya, sebab perempuan memegang peranan penting dalam kehidupan. "Sebagai seorang perempuan saya merasa prihatin dengan kondisi saat ini. Seluruh aspek boleh modern, tapi seharusnya moral jangan pernah luntur, oleh perubahan zaman," ujarnya saat ditemui Tribun Manado di kediamannya, Jumat (20/4/012).
Baginya harga diri seorang perempuan harus dijunjung tinggi, jangan sebaliknya, sebab perempuan memegang peranan penting dalam kehidupan. "Sebagai seorang perempuan saya merasa prihatin dengan kondisi saat ini. Seluruh aspek boleh modern, tapi seharusnya moral jangan pernah luntur, oleh perubahan zaman," ujarnya saat ditemui Tribun Manado di kediamannya, Jumat (20/4/012).
Lemari Es untuk Menyimpan Koran
* Pengadaan Inventaris DPRD Minahasa Utara
Mungkin hanya di kantor DPRD Minahasa Utara (Minut), lemari es digunakan untuk menyimpan koran.
ANEH tapi itulah faktanya. Beberapa lembar koran tersusun rapi di rak kedua lemari es di ruang Komisi B, DPRD Minut . Entah disengaja atau tidak. Pasalnya, di ruang yang sama ada lemari yang fungsinya meletakkan dokumen.Selain koran, remote air conditioner pun diletakkan di dalamnya bersama bekas bungkusan makanan cepat saji.
Lemari es ukuran sedang itu terlihat masih baru tetapi sambungan kabel tak terhubung dengan kontak listrik. Tak perlu memang, karena tak ada makanan atau minuman yang harus didinginkan di dalam kulkas itu.
Mungkin hanya di kantor DPRD Minahasa Utara (Minut), lemari es digunakan untuk menyimpan koran.
ANEH tapi itulah faktanya. Beberapa lembar koran tersusun rapi di rak kedua lemari es di ruang Komisi B, DPRD Minut . Entah disengaja atau tidak. Pasalnya, di ruang yang sama ada lemari yang fungsinya meletakkan dokumen.Selain koran, remote air conditioner pun diletakkan di dalamnya bersama bekas bungkusan makanan cepat saji.
Lemari es ukuran sedang itu terlihat masih baru tetapi sambungan kabel tak terhubung dengan kontak listrik. Tak perlu memang, karena tak ada makanan atau minuman yang harus didinginkan di dalam kulkas itu.
Anak-anak Tunggu Saya Pulang
* Perempuan Tangguh Sulawesi Utara
MANADO, TRIBUN - "Dibanding daerah lain di Indonesia, perempuan Sulut jauh di atas jika dilihat dari berbagai sudut." Demikian pandangan Anggota DPR RI asal Sulawesi Utara (Sulut), Paula Sinjal SH MH.
Paula menilai, perempuan Sulut punya kemampuan lebih jika dibandingkan perempuan dari daerah lain di Indonesia. Alasannya, bertipikal pekerja keras dan jujur, perempuan Sulut mampu menggenggam posisi strategis di berbagai bidang kehidupan. "Perempuan Sulut itu, bisa dibilang 'di atas laki-laki,' karena bisa berperan di banyak bidang. Perempuan Sulut pekerja keras dan jujur. Ia berkata apa adanya. Semisal jika ia tak bisa menjalani profesi tertentu, ia pasti bilang, saya tak bisa melakukan pekerjaan ini," kata legislator Partai Demokrat ini, Jumat (20/4).
MANADO, TRIBUN - "Dibanding daerah lain di Indonesia, perempuan Sulut jauh di atas jika dilihat dari berbagai sudut." Demikian pandangan Anggota DPR RI asal Sulawesi Utara (Sulut), Paula Sinjal SH MH.
Paula menilai, perempuan Sulut punya kemampuan lebih jika dibandingkan perempuan dari daerah lain di Indonesia. Alasannya, bertipikal pekerja keras dan jujur, perempuan Sulut mampu menggenggam posisi strategis di berbagai bidang kehidupan. "Perempuan Sulut itu, bisa dibilang 'di atas laki-laki,' karena bisa berperan di banyak bidang. Perempuan Sulut pekerja keras dan jujur. Ia berkata apa adanya. Semisal jika ia tak bisa menjalani profesi tertentu, ia pasti bilang, saya tak bisa melakukan pekerjaan ini," kata legislator Partai Demokrat ini, Jumat (20/4).
Sering Salah Panggil Pak...
SIDANG ke-41 Sinode Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) di Bongkudai, Bolmong Timur bulan September tahun lalu mencatat sejarah. Untuk kali pertama seorang perempuan terpilih menjadi ketua sinode tersebut.
Adalah Pendeta Christine Raintama Mth terpilih sebagai ketua sinode Gereja terbesar di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong). Bagi Raintama, hal tersebut menunjukkan GMIBM sudah tak memandang perbedaan laki-laki dan perempuan.
"Gereja di Bolmong sudah tidak melihat perbedaan lelaki atau perempuan. Yang dilihat adalah kualitas, mental dan kemampuan seseorang," ujar Raintama kepada Tribun Manado usai memberikan pelayanan di Imandi Dumoga, Jumat (20/4).
Adalah Pendeta Christine Raintama Mth terpilih sebagai ketua sinode Gereja terbesar di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong). Bagi Raintama, hal tersebut menunjukkan GMIBM sudah tak memandang perbedaan laki-laki dan perempuan.
"Gereja di Bolmong sudah tidak melihat perbedaan lelaki atau perempuan. Yang dilihat adalah kualitas, mental dan kemampuan seseorang," ujar Raintama kepada Tribun Manado usai memberikan pelayanan di Imandi Dumoga, Jumat (20/4).
Selasa, 15 Mei 2012
Buat Pestisida dari Bawang dan Cabai
* Kelompok Tani Skipa Rintis Pertanian Organik
Siapa sangka daun sirsak, bawang putih, cabai dan daun pepaya bisa menjadi sumber utama bahan pestisida organik?
TANGAN terampil anggota kelompok tani Skipa Airmadidi Bawah Kabupaten Minahasa Utara mampu mengelola bahan-bahan tersebut menjadi pestisida organik yang ramah lingkungan dan sehat. Mereka bekerjasama dengan PT Tirta Investama Airmadidi.
Menurut Herry Rumimpen, penyuluh pertanian kelompok Skipa, pengembangan pestisida organik digeluti petani sejak setahun silam. Tumbuhan yang dipilih mengandung kadar racun untuk hama serangga, jamur dan ulat. Pembuatannya pun relatif mudah. Petani mendemonstrasikan pembuatannya di tengah sawah Airmadidi, Rabu (18/4). Kali ini mereka memilih bahan daun sirsak, bawang putih, dan cabai rawit. Semuanya direbus. Tetapi menurut Rumimpen bahan dari daun seperti daun pepaya dan mahoni tidak perlu dimasak.
Siapa sangka daun sirsak, bawang putih, cabai dan daun pepaya bisa menjadi sumber utama bahan pestisida organik?
TANGAN terampil anggota kelompok tani Skipa Airmadidi Bawah Kabupaten Minahasa Utara mampu mengelola bahan-bahan tersebut menjadi pestisida organik yang ramah lingkungan dan sehat. Mereka bekerjasama dengan PT Tirta Investama Airmadidi.
Menurut Herry Rumimpen, penyuluh pertanian kelompok Skipa, pengembangan pestisida organik digeluti petani sejak setahun silam. Tumbuhan yang dipilih mengandung kadar racun untuk hama serangga, jamur dan ulat. Pembuatannya pun relatif mudah. Petani mendemonstrasikan pembuatannya di tengah sawah Airmadidi, Rabu (18/4). Kali ini mereka memilih bahan daun sirsak, bawang putih, dan cabai rawit. Semuanya direbus. Tetapi menurut Rumimpen bahan dari daun seperti daun pepaya dan mahoni tidak perlu dimasak.
Sinode Fokus Selamatkan Aset
* RS Pancaran Kasih Kebanggaan GMIM
"Saat belum banyak rumah sakit di Manado, warga dari pelosok daerah memilih untuk berobat di Pancaran Kasih.
Dr Djouhari Kansil
Wakil Gubernur Sulut
MANADO,TRIBUN - Keberadaan Rumah Sakit (RS) Pancaran Kasih Manado selama 57 tahun sangat membantu warga Sulut awesi Utara (Sulut). Rumah sakit itu harus diselamatkan. Masalah yang ada perlu diselesaikan secara bijak. Demikian Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil. "Saat belum banyak rumah sakit di Manado, warga dari pelosok daerah memilih untuk berobat di Pancaran Kasih," kata Kansil kepada Tribun Manado, Rabu (18/4).
"Saat belum banyak rumah sakit di Manado, warga dari pelosok daerah memilih untuk berobat di Pancaran Kasih.
Dr Djouhari Kansil
Wakil Gubernur Sulut
MANADO,TRIBUN - Keberadaan Rumah Sakit (RS) Pancaran Kasih Manado selama 57 tahun sangat membantu warga Sulut awesi Utara (Sulut). Rumah sakit itu harus diselamatkan. Masalah yang ada perlu diselesaikan secara bijak. Demikian Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil. "Saat belum banyak rumah sakit di Manado, warga dari pelosok daerah memilih untuk berobat di Pancaran Kasih," kata Kansil kepada Tribun Manado, Rabu (18/4).
Doa Non Stop Bagi Warga Manado
* Dengar Suara Tuhan Sambil Awasi Kota
* Ujud Khusus Buat Para Pemimpin Sulut
MANADO, TRIBUN - Suara orang berdoa terdengar lamat-lamat dari ruang berukuran 6 x 6 meter persegi itu. Di dalamnya tampak empat orang wanita sedang berdoa. Duduk bersila mengelilingi ruangan. Mereka khusyuk melantunkan ujud.
Di pojok kiri ruangan tampak foto raksasa Gubernur Sulut SH Sarundajang menghimpit peta daerah Manado. Sebuah bendera Merah Putih berkibar.
Sementara di bagian kanan terdapat peta tepat di belakang bendera negara Israel. Di tengah ruangan tampak Alkitab besar berhadapan dengan sepuluh bendera ukuran mini aneka warna. Pemandangan Kota Manado tampak melalui kaca di kanan kiri ruangan.
* Ujud Khusus Buat Para Pemimpin Sulut
MANADO, TRIBUN - Suara orang berdoa terdengar lamat-lamat dari ruang berukuran 6 x 6 meter persegi itu. Di dalamnya tampak empat orang wanita sedang berdoa. Duduk bersila mengelilingi ruangan. Mereka khusyuk melantunkan ujud.
Di pojok kiri ruangan tampak foto raksasa Gubernur Sulut SH Sarundajang menghimpit peta daerah Manado. Sebuah bendera Merah Putih berkibar.
Sementara di bagian kanan terdapat peta tepat di belakang bendera negara Israel. Di tengah ruangan tampak Alkitab besar berhadapan dengan sepuluh bendera ukuran mini aneka warna. Pemandangan Kota Manado tampak melalui kaca di kanan kiri ruangan.
Dokter Jenny Bertahan Sampai Akhir
* Pasien RS Pancaran Kasih Menurun Drastis
* Ruang Perawatan Terpaksa Dialihfungsikan
MANADO, TRIBUN - Rumah Sakit (RS) Pancaran Kasih Manado yang selama puluhan tahun menjadi idola masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) kini kondisinya jauh berbeda. Kunjungan pasien tidak seramai dulu. Meski demikian dokter dan tenaga medis di sana tetap memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
Berdasarkan pantauan Tribun Manado, Rabu (18/4), Rumah Sakit Pancaran Kasih masih terawat baik, kebersihannya pun terjaga. Ruangan pasien, perawat, dokter dan ruangan administrasinya tertata rapi tetapi jumlah pasien sedikit.
Jenny Kambey, dokter tetap di RS Pancaran Kasih, mengakui kondisi rumah sakit saat ini memang memrihatinkan, tetapi pelayanan terhadap pasien harus tetap jalan. "Keadaan rumah sakit tidak mempengaruhi kinerja saya, apalagi ini merupakan tugas dan tanggung jawab saya untuk melayani masyarakat, apapun kondisinya," ujarnya kepada Tribun, Rabu (18/4).
* Ruang Perawatan Terpaksa Dialihfungsikan
MANADO, TRIBUN - Rumah Sakit (RS) Pancaran Kasih Manado yang selama puluhan tahun menjadi idola masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) kini kondisinya jauh berbeda. Kunjungan pasien tidak seramai dulu. Meski demikian dokter dan tenaga medis di sana tetap memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
Berdasarkan pantauan Tribun Manado, Rabu (18/4), Rumah Sakit Pancaran Kasih masih terawat baik, kebersihannya pun terjaga. Ruangan pasien, perawat, dokter dan ruangan administrasinya tertata rapi tetapi jumlah pasien sedikit.
Jenny Kambey, dokter tetap di RS Pancaran Kasih, mengakui kondisi rumah sakit saat ini memang memrihatinkan, tetapi pelayanan terhadap pasien harus tetap jalan. "Keadaan rumah sakit tidak mempengaruhi kinerja saya, apalagi ini merupakan tugas dan tanggung jawab saya untuk melayani masyarakat, apapun kondisinya," ujarnya kepada Tribun, Rabu (18/4).
Alexa Assagaf: Dengan Sepenuh Hati
KALAU Anda bertanya apa harapan Alexa Assagaf terhadap pelayanan rumah sakit, maka inilah jawaban yang terungkap spontan dari bibirnya. "Pelayanan kepada pasien itu harus dilakukan dengan sepenuh hati jangan setengah-setengah," kata Alexa kepada Tribun Manado, Rabu (18/4/2012).
Gadis kelahiran Manado 25 oktober 1991 ini mengatakan, rumah sakit akan ditinggalkan pasien-pasiennya bila tidak memberikan pelayanan yang prima.
Gadis kelahiran Manado 25 oktober 1991 ini mengatakan, rumah sakit akan ditinggalkan pasien-pasiennya bila tidak memberikan pelayanan yang prima.
Veronika Ponto: Siapkan Dana Khusus
WAKIL rakyat yang terhormat lazimnya tidak melupakan konsituen atau pendukungnya yang telah memberikan kepercayaan lewat pemilu sehingga membawa legislator tersebut duduk di kursi dewan.
Demikian pula Veronika Ponto, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Partai Barnas. Veronika bahkan selalu menyiapkan dana khusus tiap bulan untuk membantu konstituen.
"Saya siapkan dana sekitar Rp 3 juta tiap bulan untuk membantu konsituen," jelasnya kepada Tribun Manado, Senin (16/4). Ibu dua anak ini mengaku kebutuhan konstituen ia utamakan. Dana khusus tersebut biasa dia gunakan untuk membantu pendukungnya yang mengalami kedukaan atau menikah.
Demikian pula Veronika Ponto, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Partai Barnas. Veronika bahkan selalu menyiapkan dana khusus tiap bulan untuk membantu konstituen.
"Saya siapkan dana sekitar Rp 3 juta tiap bulan untuk membantu konsituen," jelasnya kepada Tribun Manado, Senin (16/4). Ibu dua anak ini mengaku kebutuhan konstituen ia utamakan. Dana khusus tersebut biasa dia gunakan untuk membantu pendukungnya yang mengalami kedukaan atau menikah.
Pengeluaran Saya Rp 30 Jutaan
* Kotambunan Blak-Blakan Soal Kewajiban Legislator
* Selain Bantu Konstituen Wajib Setor ke Partai
MANADO, TRIBUN - Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Arthur Kotambunan blak-blakan tentang kewajiban legislator untuk setor ke partai. Kotambunan yang berasal dari Partai Damai Sejahtera (PDS) mengatakan ia setor ke partai Rp 3,5 juta setiap bulan.
Menurutnya setoran tersebut wajar bahkan untuk konsituen ia mengaku mengeluarkan puluhan juta tiap bulan. "Catatan pribadi saya pengeluaran sosial bermasyarakat sebagai legislator DPRD provinsi sekitar Rp 30 jutaan per bulan. Jadi, kalau anggota dewan hanya mengandalkan pendapatan dari dewan sangat menderita jadinya. Tidak heran banyak teman yang susah hadir di kantor dewan," jelasnya melalui pesan singkat BlackBerry Messenger (BBM) kepada Tribun Manado dari Hongzhou China Timur, Selasa (17/4/2012).
* Selain Bantu Konstituen Wajib Setor ke Partai
MANADO, TRIBUN - Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Arthur Kotambunan blak-blakan tentang kewajiban legislator untuk setor ke partai. Kotambunan yang berasal dari Partai Damai Sejahtera (PDS) mengatakan ia setor ke partai Rp 3,5 juta setiap bulan.
Menurutnya setoran tersebut wajar bahkan untuk konsituen ia mengaku mengeluarkan puluhan juta tiap bulan. "Catatan pribadi saya pengeluaran sosial bermasyarakat sebagai legislator DPRD provinsi sekitar Rp 30 jutaan per bulan. Jadi, kalau anggota dewan hanya mengandalkan pendapatan dari dewan sangat menderita jadinya. Tidak heran banyak teman yang susah hadir di kantor dewan," jelasnya melalui pesan singkat BlackBerry Messenger (BBM) kepada Tribun Manado dari Hongzhou China Timur, Selasa (17/4/2012).
Minggu, 06 Mei 2012
Ayah Mati Sampai Tiga Kali
* Alasan Konstituen Mohon Bantuan Dana
* DPRD Terima Ribuan Proposal Per Bulan
MANADO, TRIBUN - Siapa bilang terpilih menjadi wakil rakyat itu serba enak? Setelah meraih mandat rakyat lewat pemilu, anggota dewan dihadapkan pada kewajiban merawat kepercayaan konstituen dengan beragam cara. Salah satu yang populer adalah mengabulkan proposal permintaan dana dari berbagai elemen masyarakat. Andalkan gaji tak mungkin cukup.
Dewan mesti cerdas mengakalinya.
* DPRD Terima Ribuan Proposal Per Bulan
MANADO, TRIBUN - Siapa bilang terpilih menjadi wakil rakyat itu serba enak? Setelah meraih mandat rakyat lewat pemilu, anggota dewan dihadapkan pada kewajiban merawat kepercayaan konstituen dengan beragam cara. Salah satu yang populer adalah mengabulkan proposal permintaan dana dari berbagai elemen masyarakat. Andalkan gaji tak mungkin cukup.
Dewan mesti cerdas mengakalinya.
Amplop Pesta Minimal Rp 250 Ribu
* Di Balik Kursi Terhormat Anggota DPRD Manado
Setiap hari pasti ada konstituen yang datang. Ada yang minta sumbangan untuk kegiatan organisasi, beli sepatu anak sampai amplop saat hadir pesta.
SEMUA itu sudah menjadi pengeluaran wajib setiap hari. Demikian anggota DPRD Kota Manado Benny Parasan kepada Tribun Manado di ruang kerjanya, Senin (16/4). Ungkapan hati pria yang dicalonkan Partai Damai Sejahtera (PDS) ini tidak jauh berbeda dengan cerita anggota dewan lainnya.
Setiap hari pasti ada konstituen yang datang. Ada yang minta sumbangan untuk kegiatan organisasi, beli sepatu anak sampai amplop saat hadir pesta.
SEMUA itu sudah menjadi pengeluaran wajib setiap hari. Demikian anggota DPRD Kota Manado Benny Parasan kepada Tribun Manado di ruang kerjanya, Senin (16/4). Ungkapan hati pria yang dicalonkan Partai Damai Sejahtera (PDS) ini tidak jauh berbeda dengan cerita anggota dewan lainnya.
Warna Coklat Banyak Kutu
* Raskin Berulat di Desa Kauneran
TRIBUN, TONDANO - Sekitar dua ton beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang diterima pemerintah Desa Kauneran, Kecamatan Sonder Minahasa berulat dan banyak dipenuhi kutu.
Kepada Tribun Manado, Senin (16/4), Kepala Jaga I Desa Kauneran, Jessy Runtu mengatakan, jatah raskin itu diterima dari Bulog sejak Januari 2012. Menurutnya, saat itu sebagian jatah raskin sudah tidak layak makan. Akibatnya, sekitar 30 karung masing-masing berisi 50 kilogram tidak dia bagikan kepada masyarakat.
"Saat kami terima, kondisi raskin itu sangat buruk. Warnanya kecoklatan, banyak kutu berwarna hitam dan banyak ulat kecil," kata Runtu.
TRIBUN, TONDANO - Sekitar dua ton beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang diterima pemerintah Desa Kauneran, Kecamatan Sonder Minahasa berulat dan banyak dipenuhi kutu.
Kepada Tribun Manado, Senin (16/4), Kepala Jaga I Desa Kauneran, Jessy Runtu mengatakan, jatah raskin itu diterima dari Bulog sejak Januari 2012. Menurutnya, saat itu sebagian jatah raskin sudah tidak layak makan. Akibatnya, sekitar 30 karung masing-masing berisi 50 kilogram tidak dia bagikan kepada masyarakat.
"Saat kami terima, kondisi raskin itu sangat buruk. Warnanya kecoklatan, banyak kutu berwarna hitam dan banyak ulat kecil," kata Runtu.
Angin Terus Bergerak ke Arah Kami
* Bencana Alam di Tompaso Minahasa
Sekitar 20 warga yang berkumpul di rumah duka keluarga Kolibu Pantouw di Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso Barat Minahasa Sabtu (14/4) kocar-kacir saat bangsal tempat mereka berteduh dihantam angin puting beliung.
RONNY Pantouw (48), kepala jaga satu menceritakan, saat itu puluhan warga berkumpul untuk membantu keluarga mempersiapkan acara mingguan pasca ibadah pemakaman. Tiba-tiba embusan angin kencang menerpa bangsal. Sebagian besar warga sadar bahwa itu bukan angin biasa.
Beberapa pria berteriak memerintahkan semua orang dalam bangsal yang terbuat dari besi untuk masuk ke dalam rumah atau pergi ke rumah lain dekat lokasi tersebut. Saat warga dalam kepanikan, bangsal berguncang keras dan embusan angin semakin kencang. "Beberapa orang tua menyelamatkan anak-anak ke dalam rumah. Mungkin ada sekitar 15 anak dalam bangsal," ujarnya.
Sekitar 20 warga yang berkumpul di rumah duka keluarga Kolibu Pantouw di Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso Barat Minahasa Sabtu (14/4) kocar-kacir saat bangsal tempat mereka berteduh dihantam angin puting beliung.
RONNY Pantouw (48), kepala jaga satu menceritakan, saat itu puluhan warga berkumpul untuk membantu keluarga mempersiapkan acara mingguan pasca ibadah pemakaman. Tiba-tiba embusan angin kencang menerpa bangsal. Sebagian besar warga sadar bahwa itu bukan angin biasa.
Beberapa pria berteriak memerintahkan semua orang dalam bangsal yang terbuat dari besi untuk masuk ke dalam rumah atau pergi ke rumah lain dekat lokasi tersebut. Saat warga dalam kepanikan, bangsal berguncang keras dan embusan angin semakin kencang. "Beberapa orang tua menyelamatkan anak-anak ke dalam rumah. Mungkin ada sekitar 15 anak dalam bangsal," ujarnya.
Guru-guru Ronda Malam
* Gubernur: Jangan Mengganggu
* 28.698 Siswa ikut UN Mulai Hari Ini
MANADO,TRIBUN - Puluhan ribu siswa SMA, SMK dan Madrasah Aliyah (MA) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) siap mengikuti Ujian Nasional (UN) mulai hari ini hingga 19 April 2012. Naskah ujian sudah berada di setiap sekolah dan guna menjaga keamanan naskah dari kebocoran, satu SMK di Kota Manado menugaskan guru-guru dan satpam melakukan ronda malam secara bergiliran.
"Seperti yang Anda lihat, semua sudah siap. Kami mengadakan ronda malam bergiliran. Dua guru satu giliran jaga," ujar Beni Tene, ketua panitia pelaksana UN Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Manado kepada Tribun, Minggu (15/4). Beni mengatakan lembaran soal UN disimpan di ruang kerja kepala sekolah.
* 28.698 Siswa ikut UN Mulai Hari Ini
MANADO,TRIBUN - Puluhan ribu siswa SMA, SMK dan Madrasah Aliyah (MA) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) siap mengikuti Ujian Nasional (UN) mulai hari ini hingga 19 April 2012. Naskah ujian sudah berada di setiap sekolah dan guna menjaga keamanan naskah dari kebocoran, satu SMK di Kota Manado menugaskan guru-guru dan satpam melakukan ronda malam secara bergiliran.
"Seperti yang Anda lihat, semua sudah siap. Kami mengadakan ronda malam bergiliran. Dua guru satu giliran jaga," ujar Beni Tene, ketua panitia pelaksana UN Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Manado kepada Tribun, Minggu (15/4). Beni mengatakan lembaran soal UN disimpan di ruang kerja kepala sekolah.
Ansela Maria Rotty : Saya Mohon Dukungan
PEKAN Olah Raga (PON) XVIII tidak lama lagi akan berlangsung di Riau. Persiapan terus dimatangkan pemerintah sulawesi utara termasuk mengkarantina para atlet yang akan berlaga dalam pesta olah raga multieven terbesar di Indonesia tersebut.
Di antara para atlet yang dikarantina adalah dara cantik bernama lengkap Ansela Maria Rotty, atlet tim bolavoli putri Sulut. Saat ditemui di sela-sela acara Jalan Sehat bertajuk Melangkah Bersama Tribun Manado dan Kopi Kapal Api di Megamas Manado, Sabtu (14/4), Ella sapaan akrab Ansela Maria Rotty mengaku untuk menjadi yang atlet bola voli butuh kedisiplinan dalam berlatih.
Di antara para atlet yang dikarantina adalah dara cantik bernama lengkap Ansela Maria Rotty, atlet tim bolavoli putri Sulut. Saat ditemui di sela-sela acara Jalan Sehat bertajuk Melangkah Bersama Tribun Manado dan Kopi Kapal Api di Megamas Manado, Sabtu (14/4), Ella sapaan akrab Ansela Maria Rotty mengaku untuk menjadi yang atlet bola voli butuh kedisiplinan dalam berlatih.
Prisca Patricia Tulena: Dua Kali Seminggu
BANYAK cara perlu dilakukan seseorang agar tubuh sehat dan bugar. Berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan sehat dan istirahat yang cukup merupakan beberapa cara yang dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat.
Kebiasaan itu pula yang dijalani Prisca Patricia Tulena. Prisca bahkan berolahraga rutin dua kali dalam seminggu. Jenis olahraga yang diminatinya pun termasuk yang mudah dan praktis.
"Saya gemar jalan sehat atau jogging bersama teman-teman yaitu dua kali seminggu dan sering juga mengikuti aerobik yang diadakan oleh Harian Tribun Manado pada setiap hari Sabtu, " ujar mahasiswi semester 8 STIE Eben Haezer Manado.
Kebiasaan itu pula yang dijalani Prisca Patricia Tulena. Prisca bahkan berolahraga rutin dua kali dalam seminggu. Jenis olahraga yang diminatinya pun termasuk yang mudah dan praktis.
"Saya gemar jalan sehat atau jogging bersama teman-teman yaitu dua kali seminggu dan sering juga mengikuti aerobik yang diadakan oleh Harian Tribun Manado pada setiap hari Sabtu, " ujar mahasiswi semester 8 STIE Eben Haezer Manado.
Desby Lihat Seng Berterbangan
* Puting Beliung Sapu Delapan Rumah di Tondano
TRIBUN, TONDANO - Delapan rumah di Desa Tonsewer dan Tonsewer Selatan, Kecamatan Tompaso Barat Kabupaten Minahasa rusak berat dihantam angin puting beliung, Sabtu (14/4). Hukumtua Desa Tonsewer, Bernard A Pantouw menjelaskan, angin yang oleh warga desa tersebut disebut angin selendu muncul sekitar pukul 13.30 Wita. Pusaran angin awalnya muncul di areal perkebunan Seda Mata, sekitar 300 meter sebelah timur laut desa.
Mneurut Pantow, saat hujan rintik-rintik di areal perkebunan muncul angin berputar menuju ke pemukiman warga. Angin bergerak melintasi desa dan mengangkat atap rumah. "Angin menghantam satu rumah di pinggiran desa dan bergerak ke rumah lainnya. Angin berhenti di ujung selatan desa," ujarnya.
TRIBUN, TONDANO - Delapan rumah di Desa Tonsewer dan Tonsewer Selatan, Kecamatan Tompaso Barat Kabupaten Minahasa rusak berat dihantam angin puting beliung, Sabtu (14/4). Hukumtua Desa Tonsewer, Bernard A Pantouw menjelaskan, angin yang oleh warga desa tersebut disebut angin selendu muncul sekitar pukul 13.30 Wita. Pusaran angin awalnya muncul di areal perkebunan Seda Mata, sekitar 300 meter sebelah timur laut desa.
Mneurut Pantow, saat hujan rintik-rintik di areal perkebunan muncul angin berputar menuju ke pemukiman warga. Angin bergerak melintasi desa dan mengangkat atap rumah. "Angin menghantam satu rumah di pinggiran desa dan bergerak ke rumah lainnya. Angin berhenti di ujung selatan desa," ujarnya.
Marwan Terkejut Dapat Motor
* Jalan Sehat Tribun Manado di Megamas
Begitu nomor 004629 diumumkan, Marwan sontak terkejut. Dengan ekspresi tidak percaya, ia bergegas menuju panggung disambut panitia.
DENGAN hati berdebar-debar dia menerima replika kunci raksasa Sepeda Motor Honda Vario New Techno langsung dari Gubernur Sulut, Dr. Sinyo H Sarundajang. Menatap sepeda motor Honda keluaran terbaru itu, ekspresinya berubah dari terkejut menjadi takjub.
Kepada Tribun, pria lajang berusia 28 tahun ini mengaku memiliki sepeda motor merupakan impiannya sejak lama. Tanpa kendaraan tersebut ia kesulitan dalam beraktivitas. Biaya harian pun membengkak untuk ongkos transpor. "Kita kos di Lawangirung, setiap hari mesti pulang bale nae oto (pulang pergi numpang angkutan) umum," kata Marwan yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga sekuriti alias satpam.
Begitu nomor 004629 diumumkan, Marwan sontak terkejut. Dengan ekspresi tidak percaya, ia bergegas menuju panggung disambut panitia.
DENGAN hati berdebar-debar dia menerima replika kunci raksasa Sepeda Motor Honda Vario New Techno langsung dari Gubernur Sulut, Dr. Sinyo H Sarundajang. Menatap sepeda motor Honda keluaran terbaru itu, ekspresinya berubah dari terkejut menjadi takjub.
Kepada Tribun, pria lajang berusia 28 tahun ini mengaku memiliki sepeda motor merupakan impiannya sejak lama. Tanpa kendaraan tersebut ia kesulitan dalam beraktivitas. Biaya harian pun membengkak untuk ongkos transpor. "Kita kos di Lawangirung, setiap hari mesti pulang bale nae oto (pulang pergi numpang angkutan) umum," kata Marwan yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga sekuriti alias satpam.
Gubernur: Ini Luar Biasa
- Jalan Sehat Semangat Melangkah
- Kenalkan Atlet-atlet PON
MANADO, TRIBUN - Jarum jam masih menunjukkan pukul 05.00 Wita. Suasana masih gelap. Udara pagi juga terasa menusuk kulit. Namun semua ini tak menjadi hambatan bagi ribuan warga untuk berbondong-bondong ke kawasan Megamas, Sabtu (14/4).
Mengenakan kaus seragam putih merah mereka siap mengikuti jalan sehat terakbar, Semangat Melangkah bersama Tribun Manado dan Kopi Kapal Api. Selain menyehatkan, acara ini juga sekaligus sebagai ajang pemecahan Rekor Muri Telapak Tangan Terbanyak yang hasilnya akan diumumkan Minggu pagi ini.
Acara jalan sehat ini benar-benar istimewa. Bagaimana tidak istimewa, karena ajang ini juga menjadi kesempatan masyarakat bertatap muka dengan Gubernur Sulawesi Utara, Dr SH Sarundajang, Ketua DPRD Sulut, Pdt Meiva Salindeho Lintang, Kapolda Sulut, Brigjen Dicky Atotoy, Sekdaprov Sulut, Siswa Rachmat Mokodongan dan anggota Forum Pimpinan Kepala Daerah lainnya.
- Kenalkan Atlet-atlet PON
MANADO, TRIBUN - Jarum jam masih menunjukkan pukul 05.00 Wita. Suasana masih gelap. Udara pagi juga terasa menusuk kulit. Namun semua ini tak menjadi hambatan bagi ribuan warga untuk berbondong-bondong ke kawasan Megamas, Sabtu (14/4).
Mengenakan kaus seragam putih merah mereka siap mengikuti jalan sehat terakbar, Semangat Melangkah bersama Tribun Manado dan Kopi Kapal Api. Selain menyehatkan, acara ini juga sekaligus sebagai ajang pemecahan Rekor Muri Telapak Tangan Terbanyak yang hasilnya akan diumumkan Minggu pagi ini.
Acara jalan sehat ini benar-benar istimewa. Bagaimana tidak istimewa, karena ajang ini juga menjadi kesempatan masyarakat bertatap muka dengan Gubernur Sulawesi Utara, Dr SH Sarundajang, Ketua DPRD Sulut, Pdt Meiva Salindeho Lintang, Kapolda Sulut, Brigjen Dicky Atotoy, Sekdaprov Sulut, Siswa Rachmat Mokodongan dan anggota Forum Pimpinan Kepala Daerah lainnya.
Saya Mengisi Kekosongan Hatinya
* Perkawinan Langgeng Elisabeth - Agustinus
Cinta adalah keputusan. Perbedaan apapun tidak akan menghalanginya. Cinta yang langgeng dari pasangan ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita.
SENYUM tak henti-hentinya tersungging di bibir Agustinus Saba dan Janneke Elisabeth Mangindaan. Keramahan terpancar saat menyapa Tribun Manado di kediaman mereka, Kamis (12/4). Agustinus dan Elisabeth sedang berbahagia. Pasangan suami istri (pasutri) ini baru saja mengadakan pesta emas (50 tahun) perkawinan mereka tanggal 11 April 2012.
Kisah cinta keduanya bak sinetron. Agustinus yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur tidak menyangka akan bertemu pujaan hatinya Elisabeth ketika mereka sama-sama berada di Makassar, Sulawesi Selatan.
Cinta adalah keputusan. Perbedaan apapun tidak akan menghalanginya. Cinta yang langgeng dari pasangan ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita.
SENYUM tak henti-hentinya tersungging di bibir Agustinus Saba dan Janneke Elisabeth Mangindaan. Keramahan terpancar saat menyapa Tribun Manado di kediaman mereka, Kamis (12/4). Agustinus dan Elisabeth sedang berbahagia. Pasangan suami istri (pasutri) ini baru saja mengadakan pesta emas (50 tahun) perkawinan mereka tanggal 11 April 2012.
Kisah cinta keduanya bak sinetron. Agustinus yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur tidak menyangka akan bertemu pujaan hatinya Elisabeth ketika mereka sama-sama berada di Makassar, Sulawesi Selatan.
Dewi Pernah Coba Bunuh Diri
* Perceraian Merusak Mental Anak
* Minder, Suka Marah dan Kesepian
MANADO, TRIBUN - Perceraian orang tua menebarkan pengaruh buruk terhadap mental anak-anak, bahkan anak bisa terjerumus ke hal-hal negatif. Demikian pengakuan sejumlah anak dari keluarga yang bercerai seperti Susan, Dewi, Lisa yang ditemui Tribun Manado secara terpisah.
Ditemui Selasa (10/4), Susan (23) menyesali keputusan orang tuanya berpisah. "Sebenarnya saya tidak setuju pada saat orang tua mau berpisah, karena saya ingin hidup dalam keluarga yang utuh, apalagi orang tua saya bercerai pada saat saya berusia 11 tahun," ujarnya.
* Minder, Suka Marah dan Kesepian
MANADO, TRIBUN - Perceraian orang tua menebarkan pengaruh buruk terhadap mental anak-anak, bahkan anak bisa terjerumus ke hal-hal negatif. Demikian pengakuan sejumlah anak dari keluarga yang bercerai seperti Susan, Dewi, Lisa yang ditemui Tribun Manado secara terpisah.
Ditemui Selasa (10/4), Susan (23) menyesali keputusan orang tuanya berpisah. "Sebenarnya saya tidak setuju pada saat orang tua mau berpisah, karena saya ingin hidup dalam keluarga yang utuh, apalagi orang tua saya bercerai pada saat saya berusia 11 tahun," ujarnya.
Satu Hari Satu Perceraian
* Keretakan Rumah Tangga di Sulut Mencengangkan
* Rekor Tertinggi Manado dan Bolmong
MANADO, TRIBUN - Keretakan rumah tangga yang berujung perceraian di Sulawesi Utara (Sulut) mencengangkan. Rata-rata terjadi satu kasus perceraian setiap hari sepanjang tahun. Faktor pemicunya beragam namun paling dominan justru ketidaksetiaan. Suami memiliki Wanita Idaman Lain (WIL) dan sang istri menyimpan Pria Idaman Lain (PIL). Anak adalah korban paling menderita akibat perpisahan orangtua mereka.
Data yang diperoleh Tribun dari Pengadilan Negeri (PN) Manado dan Pengadilan Agama (PA) Kotamobagu bisa memberi gambaran tentang tingginya frekwensi perceraian di Sulut. Dalam tiga bulan pertama tahun 2012 (Januari-Maret) total 94 kasus gugatan cerai pasangan suami istri (pasutri) di PN Manado. Bulan Januari 30 kasus, Februari 35 dan Maret 29 kasus. Pada tahun 2012 PN Manado mencatat 291 kasus perceraian, terbanyak pada bulan Oktober dengan 37 pasutri bercerai.
* Rekor Tertinggi Manado dan Bolmong
MANADO, TRIBUN - Keretakan rumah tangga yang berujung perceraian di Sulawesi Utara (Sulut) mencengangkan. Rata-rata terjadi satu kasus perceraian setiap hari sepanjang tahun. Faktor pemicunya beragam namun paling dominan justru ketidaksetiaan. Suami memiliki Wanita Idaman Lain (WIL) dan sang istri menyimpan Pria Idaman Lain (PIL). Anak adalah korban paling menderita akibat perpisahan orangtua mereka.
Data yang diperoleh Tribun dari Pengadilan Negeri (PN) Manado dan Pengadilan Agama (PA) Kotamobagu bisa memberi gambaran tentang tingginya frekwensi perceraian di Sulut. Dalam tiga bulan pertama tahun 2012 (Januari-Maret) total 94 kasus gugatan cerai pasangan suami istri (pasutri) di PN Manado. Bulan Januari 30 kasus, Februari 35 dan Maret 29 kasus. Pada tahun 2012 PN Manado mencatat 291 kasus perceraian, terbanyak pada bulan Oktober dengan 37 pasutri bercerai.
Erni Sutjiadi: Menerima Kekurangan
TIDAK mudah mempertahankan bahtera rumah tangga agar langgeng selamanya. Dibutuhkan sikap saling menghormati antara suami dan istri, saling menerima kekurangan dan jujur satu sama lain. Inilah yang dilakukan Erni Sutjiadi dan suaminya hingga pernikahan mereka harmonis sampai saat ini.
Wanita yang telah membina rumah tangga selama 30 tahun mengakui pernah mengalami masalah rumah tangga, tetapi dapat diselesaikan dengan baik. "Selama kita masih hidup masalah itu akan selalu ada. Begitu juga dengan keluarga saya. Kami pernah mengalami masalah rumah tangga, penyebabnya mulai dari masalah ekonomi sampai anak-anak, tetapi sebagai suami istri kami mencari jalan keluar bersama, " ujar istri Daniel Julian Laoh, gembala Gereja Tiberias Sulawesi Utara.
Wanita yang telah membina rumah tangga selama 30 tahun mengakui pernah mengalami masalah rumah tangga, tetapi dapat diselesaikan dengan baik. "Selama kita masih hidup masalah itu akan selalu ada. Begitu juga dengan keluarga saya. Kami pernah mengalami masalah rumah tangga, penyebabnya mulai dari masalah ekonomi sampai anak-anak, tetapi sebagai suami istri kami mencari jalan keluar bersama, " ujar istri Daniel Julian Laoh, gembala Gereja Tiberias Sulawesi Utara.
MA Vonis Syahrial 3 Tahun Penjara
* Kejati Sulut Siap Eksekusi
MANADO, TRIBUN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara siap mengeksekusi terpidana kasus korupsi Manado Beach Hotel, Syahrial Damopolii. Mahkamah Agung sudah menyampaikan putusannya ke Pengadilan Negeri Manado.
"Kami tinggal tunggu surat resmi dari Pengadilan ke Kejaksaan dan jaksa siap mengeksekusi," ungkap Jaksa Penuntut Umum Oikurnia Zega, Kamis (12/4/2012)
MANADO, TRIBUN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara siap mengeksekusi terpidana kasus korupsi Manado Beach Hotel, Syahrial Damopolii. Mahkamah Agung sudah menyampaikan putusannya ke Pengadilan Negeri Manado.
"Kami tinggal tunggu surat resmi dari Pengadilan ke Kejaksaan dan jaksa siap mengeksekusi," ungkap Jaksa Penuntut Umum Oikurnia Zega, Kamis (12/4/2012)
Saya Terpaksa Naikkan Harga
* Pasokan dari Gorontalo Anjlok
MANADO, TRIBUN - "Kenaikan harga cabe memaksa saya untuk menaikkan harga menu makanan. Tetapi takaran cabenya tidak berkurang karena makanan yang kami sediakan semuanya memerlukan cabe." Demikian Vivi (38), pengelola rumah makan Wakeke, Rabu (11/3).
Pantauan Tribun Manado menunjukkan dalam dua pekan terakhir harga cabe melonjak drastis hingga menembus angka Rp 60 ribu per kilogram. Dua pekan lalu harga cabe di pasaran masih Rp 40 ribu per kilogram. Dua hari terakhir harganya turun sampai level Rp 50 ribu per kg.
MANADO, TRIBUN - "Kenaikan harga cabe memaksa saya untuk menaikkan harga menu makanan. Tetapi takaran cabenya tidak berkurang karena makanan yang kami sediakan semuanya memerlukan cabe." Demikian Vivi (38), pengelola rumah makan Wakeke, Rabu (11/3).
Pantauan Tribun Manado menunjukkan dalam dua pekan terakhir harga cabe melonjak drastis hingga menembus angka Rp 60 ribu per kilogram. Dua pekan lalu harga cabe di pasaran masih Rp 40 ribu per kilogram. Dua hari terakhir harganya turun sampai level Rp 50 ribu per kg.
Diandra Gabriela Nelwan: Kurang Nyaman
SPANDUK dan baliho yang dipasang sekenanya saja di berbagai tempat umum di Kota Manado akan merusak keindahan kota. Pemerintah harus mengatur sebaik mungkin agar keberadaan spanduk dan baliho terlihat rapih dan tidak mengganggu kenyamanan warga kota. Siapa pun agaknya setuju dengan pandangan Diandra Gabriela Nelwan ini.
Duta anti narkoba 2010 itu merasa kurang nyaman melihat baliho atau spanduk yang dipasang tidak pada tempatnya. "Melihat baliho atau spanduk yang dipasang sembarangan membuat saya merasa sangat terganggu, karena merusak pemandangan," ujar wanita kelahiran Manado 15 April 1991 itu.
Duta anti narkoba 2010 itu merasa kurang nyaman melihat baliho atau spanduk yang dipasang tidak pada tempatnya. "Melihat baliho atau spanduk yang dipasang sembarangan membuat saya merasa sangat terganggu, karena merusak pemandangan," ujar wanita kelahiran Manado 15 April 1991 itu.
Petani Cabai Tidur di Kebun
* Harga Melonjak Rawan Pencurian
TRIBUN, TONDANO - Selama dua pekan terakhir harga cabai rawit melonjak drastis hingga menembus angka Rp 60 ribu per kilogram. Guna mencegah pencurian, petani cabai di Kawangkoan Minahasa rela tidur di kebun dan bergiliran patroli keliling kebun bersenjatakan parang dan senapan angin.
Saat diwawancarai Tribun Manado, Rabu (11/4), Lexi Pandeiroth mengatakan dia harus tidur di kebun karena harga cabai yang tinggi berpeluang menarik orang lain untuk mencuri. Ayah dua anak ini mengaku tidak sendirian tidur di kebun cabai. Dia ditemani tiga rekannya sehingga mereka bisa berjaga secara bergiliran semalaman di kebun tersebut.
TRIBUN, TONDANO - Selama dua pekan terakhir harga cabai rawit melonjak drastis hingga menembus angka Rp 60 ribu per kilogram. Guna mencegah pencurian, petani cabai di Kawangkoan Minahasa rela tidur di kebun dan bergiliran patroli keliling kebun bersenjatakan parang dan senapan angin.
Saat diwawancarai Tribun Manado, Rabu (11/4), Lexi Pandeiroth mengatakan dia harus tidur di kebun karena harga cabai yang tinggi berpeluang menarik orang lain untuk mencuri. Ayah dua anak ini mengaku tidak sendirian tidur di kebun cabai. Dia ditemani tiga rekannya sehingga mereka bisa berjaga secara bergiliran semalaman di kebun tersebut.
Motto Janjikan Pelatihan Segera
* Bidan tak Mahir Pakai USG
MANADO, TRIBUN - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Manado dr Robby Motto mengatakan pihaknya segera menyelenggarakan pelatihan lagi bagi para bidan dan perawat di tujuh Puskesmas PONED tentang cara menggunakan USG (ultrasonografi). "Sebenarnya mereka telah dilatih pada saat alat tersebut datang. Namun, jika masih ada yang belum dapat mengoperasikan akan kami lakukan lagi pelatihan, sepulangnya kami dari Jakarta," ujarnya, Rabu (11/4).
Menurut Motto, anggaran untuk pelatihan biasa diperoleh dari sumber APBD atau dari pos anggaran lainnya. Diakuinya pelatihan tentang penggunaan alat USG tidak terlalu sulit dan pesertanya tidak begitu banyak, sehingga bisa segera dilakukan.
MANADO, TRIBUN - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Manado dr Robby Motto mengatakan pihaknya segera menyelenggarakan pelatihan lagi bagi para bidan dan perawat di tujuh Puskesmas PONED tentang cara menggunakan USG (ultrasonografi). "Sebenarnya mereka telah dilatih pada saat alat tersebut datang. Namun, jika masih ada yang belum dapat mengoperasikan akan kami lakukan lagi pelatihan, sepulangnya kami dari Jakarta," ujarnya, Rabu (11/4).
Menurut Motto, anggaran untuk pelatihan biasa diperoleh dari sumber APBD atau dari pos anggaran lainnya. Diakuinya pelatihan tentang penggunaan alat USG tidak terlalu sulit dan pesertanya tidak begitu banyak, sehingga bisa segera dilakukan.
Veybe Lumempouw: Butuh Kesabaran Tinggi
TIDAK mudah seseorang selalu loyal dan total terhadap profesinya. Loyalitas terhadap profesi membutuhkan tanggung jawab serta kesungguhan hati dalam bekerja. Tuntutan itu disadari sepenuhnya oleh Veybe Lumempouw, wanita cantik yang bekerja sebagai perawat di Puskesmas Ranomut Manado. Veybe memandang profesinya bukan sebagai beban melainkan suatu pelayanan bagi sesama.
Veybe Lumempouw, mengakui profesi perawat butuh kesabaran tinggi serta kehati- hatian mengingat pekerjaan itu menyangkut nyawa orang lain. "Bekerja di bidang kesehatan memang tidak mudah karena menyangkut dengan nyawa orang lain. Saya harus hati-hati dalam memeriksa pasien," ujar Ketua Ikatan Perawat Komunitas Indonesia Sulawesi Utara itu kepada Tribun Manado, Selasa (10/4/2012).
Veybe Lumempouw, mengakui profesi perawat butuh kesabaran tinggi serta kehati- hatian mengingat pekerjaan itu menyangkut nyawa orang lain. "Bekerja di bidang kesehatan memang tidak mudah karena menyangkut dengan nyawa orang lain. Saya harus hati-hati dalam memeriksa pasien," ujar Ketua Ikatan Perawat Komunitas Indonesia Sulawesi Utara itu kepada Tribun Manado, Selasa (10/4/2012).
Tomat dan Cabai Sisihkan Kopi
* Sekali Panen Tomat Rp 30 Juta
KOTAMOBAGU, TRIBUN - Tanaman holtikultara seperti tomat dan cabai menjadi primadona baru bagi para petani di daerah Purworejo dan Liberia, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Keuntungan yang lebih besar dari tanaman tersebut membuat mereka beralih dari kopi.
Hujan yang mengguyur daerah Modayag, Selasa (10/4) membuat Zukidi urung ke kebun. Warga Desa Modayag Timur ini terpaksa berteduh di Toko Sendy yang menjual obat-obatan dan pupuk bagi tanaman. Sambil mengisap rokok, dia bercengkerama dengan Ridho Widodo yang sedang menunggu kendaraaannya diperbaiki di bengkel depan toko.
KOTAMOBAGU, TRIBUN - Tanaman holtikultara seperti tomat dan cabai menjadi primadona baru bagi para petani di daerah Purworejo dan Liberia, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Keuntungan yang lebih besar dari tanaman tersebut membuat mereka beralih dari kopi.
Hujan yang mengguyur daerah Modayag, Selasa (10/4) membuat Zukidi urung ke kebun. Warga Desa Modayag Timur ini terpaksa berteduh di Toko Sendy yang menjual obat-obatan dan pupuk bagi tanaman. Sambil mengisap rokok, dia bercengkerama dengan Ridho Widodo yang sedang menunggu kendaraaannya diperbaiki di bengkel depan toko.
Melangkah Bersama Tribun dan Kopi Kapal Api
Sekprov - Pejabat Eselon Bergabung
Gelaran Jalan Sehat Massal bertajuk Semangat Melangkah Bersama Tribun Manado dan Kopi Kapal Api yang akan digelar Sabtu 14 April pagi dipastikan spektakuler.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sulut di bawah pimpinan Golden Triangle, Gubernur Dr SH Sarundajang, Wakil Gubernur Dr Djouhari Kansil dan Sekprov Ir Siswa Rahmat Mokodongan mendukung penuh kegiatan ini.
Sekprov Mokodongan memastikan, pejabat eselon II dan jajaran di dinas badan se- Pemprov Siap ikut serta dalam kegiatan yang akan memecahkan rekor MURI, telapak tangan peserta jalan sehat terbanyak.
Gelaran Jalan Sehat Massal bertajuk Semangat Melangkah Bersama Tribun Manado dan Kopi Kapal Api yang akan digelar Sabtu 14 April pagi dipastikan spektakuler.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sulut di bawah pimpinan Golden Triangle, Gubernur Dr SH Sarundajang, Wakil Gubernur Dr Djouhari Kansil dan Sekprov Ir Siswa Rahmat Mokodongan mendukung penuh kegiatan ini.
Sekprov Mokodongan memastikan, pejabat eselon II dan jajaran di dinas badan se- Pemprov Siap ikut serta dalam kegiatan yang akan memecahkan rekor MURI, telapak tangan peserta jalan sehat terbanyak.
Bidan tak Mahir Pakai USG
* Alat Kesehatan Puskesmas Mubazir
* Pasien Gigi Disarankan ke Dokter Praktek
MANADO, TRIBUN - Alat kesehatan (alkes) di beberapa Puskemas di Kota Manado mubazir karena tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat belum mahir menggunakannya. Salah satu alkes yang belum digunakan sejak tahun 2010 adalah USG yang dibeli dengan harga puluhan juta rupiah.
"Ya, alat itu (USG) belum dioperasikan karena tidak ada orang yang dapat mengoperasikan alat itu," kata Kepala Puskesmas Tuminting Manado Dr Meiny Manumpil, Selasa (10/4). Hal senada diungkapkan Srihayati Mansauda, koordinator bidan di Puskesmas Tuminting. Menurut Sirhayati, USG itu ada sejak tahun 2010. Kehadiran alat persalinan ini dibarengi dengan pelatihan dari Dinas Kesehatan Manado. "Hanya waktu itu saya dan teman-teman diajar oleh teknisi. Jadi kami belum paham betul," ujarnya.
* Pasien Gigi Disarankan ke Dokter Praktek
MANADO, TRIBUN - Alat kesehatan (alkes) di beberapa Puskemas di Kota Manado mubazir karena tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat belum mahir menggunakannya. Salah satu alkes yang belum digunakan sejak tahun 2010 adalah USG yang dibeli dengan harga puluhan juta rupiah.
"Ya, alat itu (USG) belum dioperasikan karena tidak ada orang yang dapat mengoperasikan alat itu," kata Kepala Puskesmas Tuminting Manado Dr Meiny Manumpil, Selasa (10/4). Hal senada diungkapkan Srihayati Mansauda, koordinator bidan di Puskesmas Tuminting. Menurut Sirhayati, USG itu ada sejak tahun 2010. Kehadiran alat persalinan ini dibarengi dengan pelatihan dari Dinas Kesehatan Manado. "Hanya waktu itu saya dan teman-teman diajar oleh teknisi. Jadi kami belum paham betul," ujarnya.
Kami Sempat Terpukul
* Kopi Tomohon Tinggal Kenangan
KOTAMOBAGU, TRIBUN - Kopi instan memborbardir pasar dengan promosi yang masif sempat membuat kopi lokal Sulawesi Utara (Sulut) terpukul. Pasar kopi lokal tergusur oleh merk kopi berskala nasional atau internasional.
Handri Sulangi, pengusaha kopi asal Kotamobagu, mengakui, kopi instan memang praktis pembuatanya sehingga lebih disukai konsumen. Dengan kekuatan modalnya, kopi instan pun mampu penetrasi sampai ke warung atau kios-kios.
"Terus terang kami memang sempat terpukul. Namun, kopi lokal masih bisa bertahan karena memang mempunyai pasar tersendiri," ujar Handri yang sudah memasarkan merk kopi sendiri saat ditemui Tribun Manado di tokonya, Senin (19/4). Dia pun mulai promosi lewat media massa. Untuk menarik minat konsumen dia memberikan hadiah bagi mereka yang menukarkan plastik bekas pembungkus kopi buatannya. "Kami juga melakukan pengemasan lebih baik lagi untuk menarik minat pembeli," tambah pria ini.
KOTAMOBAGU, TRIBUN - Kopi instan memborbardir pasar dengan promosi yang masif sempat membuat kopi lokal Sulawesi Utara (Sulut) terpukul. Pasar kopi lokal tergusur oleh merk kopi berskala nasional atau internasional.
Handri Sulangi, pengusaha kopi asal Kotamobagu, mengakui, kopi instan memang praktis pembuatanya sehingga lebih disukai konsumen. Dengan kekuatan modalnya, kopi instan pun mampu penetrasi sampai ke warung atau kios-kios.
"Terus terang kami memang sempat terpukul. Namun, kopi lokal masih bisa bertahan karena memang mempunyai pasar tersendiri," ujar Handri yang sudah memasarkan merk kopi sendiri saat ditemui Tribun Manado di tokonya, Senin (19/4). Dia pun mulai promosi lewat media massa. Untuk menarik minat konsumen dia memberikan hadiah bagi mereka yang menukarkan plastik bekas pembungkus kopi buatannya. "Kami juga melakukan pengemasan lebih baik lagi untuk menarik minat pembeli," tambah pria ini.
Sehari 3.600 Cangkir Kopi
* Geliat Bisnis Rumah Kopi di Manado
* Kopi Jarod tak Ada Duanya di Indonesia
MANADO, TRIBUN - Tahukah Anda berapa gelas kopi yang dihabiskan warga Manado dalam sehari di berbagai rumah kopi yang menjamur di kota ini? Penelusuran Tribun pada 32 rumah kopi di Manado mendapatkan data menarik. Dalam sehari sedikitnya 3.600 cangkir kopi yang habis diseruput ribuan orang yang berkunjung ke rumah-rumah kopi tersebut.
Itu berarti warga Manado memang penggemar berat minuman klasik tersebut dan rumah kopi menjadi kekhasan Manado yang tidak dipunyai kota lain di Indonesia. Di antara puluhan rumah kopi di Manado, rumah kopi di Jalan Roda terbilang paling ramai. Di Jalan Roda atau populer dengan sapaan Jarod terdapat 20 rumah atau kedai kopi yang berjejer sepanjang jalan di pusat kota tersebut. Rumah kopi Jarod mulai dibuka sejak pukul 06.00 Wita hingga 19.00 Wita.
* Kopi Jarod tak Ada Duanya di Indonesia
MANADO, TRIBUN - Tahukah Anda berapa gelas kopi yang dihabiskan warga Manado dalam sehari di berbagai rumah kopi yang menjamur di kota ini? Penelusuran Tribun pada 32 rumah kopi di Manado mendapatkan data menarik. Dalam sehari sedikitnya 3.600 cangkir kopi yang habis diseruput ribuan orang yang berkunjung ke rumah-rumah kopi tersebut.
Itu berarti warga Manado memang penggemar berat minuman klasik tersebut dan rumah kopi menjadi kekhasan Manado yang tidak dipunyai kota lain di Indonesia. Di antara puluhan rumah kopi di Manado, rumah kopi di Jalan Roda terbilang paling ramai. Di Jalan Roda atau populer dengan sapaan Jarod terdapat 20 rumah atau kedai kopi yang berjejer sepanjang jalan di pusat kota tersebut. Rumah kopi Jarod mulai dibuka sejak pukul 06.00 Wita hingga 19.00 Wita.
Langganan:
Postingan (Atom)
In Memoriam Valentino Luis
Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...