Tampilkan postingan dengan label Yusran Pare. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yusran Pare. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Januari 2020

Melebihi Panggilan Tugas


Yusran Pare 
PERASAAN harubiru itu muncul di penghujung tahun. Tahun 2019 yang baru berlalu kurang dari 48 jam.  Dua seniorku pamit lalu meninggalkan Grup WA, ruang kami berbagi informasi, bertukar pandangan atau sekadar curhat dan bercanda ria.

Yusran Pare menulis dalam nada liris.

Teman-teman terkasih, izinkan saya pamit.
Terhitung 31 Desember 2019, saya sudah sepenuhnya pensiun. Terima kasih atas segala kebaikan, ilmu dan pengetahuan  yang telah teman-teman berikan kepada saya. Saya mohon ampun maaf jika selama berinteraksi ada hal-hal yang tidak berkenan di hati teman-teman.

Mas Kris, Om Dion, Mas HDP, titip Ombudsman, ya. Mohon maaf jika selama memimpin Ombudsman, saya belum mampu mewujudkan kerja ideal yang kita rancang.

Yusran Pare left…

Tak lama berselang Ahmad Suroso juga  keluar grup setelah meninggalkan kata-kata demikian.

Kamis, 19 September 2019

Mengenal Batas

ilustrasi
Waktu kadang terasa beranjak amat lekas. Di Palmerah Barat Jakarta 17-18 September 2019,  saya disadarkan lagi tentang batas. Batas waktu seseorang berstatus sebagai karyawan sebuah perusahaan atau instansi.

Perasaanku mengharu biru. Kaka Yusran Pare, sang guru itu sejatinya telah pensiun setahun yang lalu. Namun, dia dikontrak lagi dalam batas waktu tertentu (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu-PKWT). Eh perjanjian itu pun tak lama lagi akan selesai.

Mas Febby Mahendra Putra mengungkapkan itu tatkala kami jalan-jalan ke Istana Kepresidenan seusai sidang hari kedua Ombudsman 18 September 2019. Masa kerja Kaka Yusran berakhir bulan Desember 2019.


Tribun Meniti Buih Perubahan


Palmerah, 18 September 2019
Tak mudah memang meniti buih perubahan zaman. Namun, Tribun takkan mundur. Kami akan terus mendayung perahu besar ini mengarungi gelombang bahkan badai sekalipun.

Ikhtiar kecil melalui Tim Ombudsman sudah bergerak sejak 8 Mei 2019. Kurang lebih 20 telaahan dan rekomendasi yang kami berikan kepada pimpinan unit hingga pimpinan tertinggi.

Respons baik.  Semua bergerak menuju Tribun nomor satu, tidak hanya pengunjung, tapi yang tak kalah penting kualitas kontennya.

Konten yang taat dan tertib berbahasa, taat hukum dan etika, akurasi fakta dan data, tidak berselera rendah dan ramah terhadap SARA.

Sidang Ombudsman Tribun bersama petinggi Tribun di Palmerah Jakarta, 17-18 September2019 menyusun agenda aksi konkret demi membenahi mutu konten sekaligus memperkokoh komitmen dan sikap kerja profesional.

Senin, 16 September 2019

Masa Kecil di Sumedang

Saya dan Kaka Yusran Pare, Mei 2019
Saya kembali ke Jakarta 16 September 2019. Kali ini terbang dari Pulau Dewata. Entah untuk yang keberapa  kalinya ke Jakarta. Saya lupa mencatat meski ingat dalam setahun minimal sekali. Ya kota ini lokasi kantor pusat tempat saya mengabdi sekaligus mencari sesuap nasi 27 tahun terakhir (1992-2019).

Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar Grup Kompas Gramedia (KG).  Saya datang lebih awal sehari sebelum mengikuti raker Ombudsman Tribun tanggal 17-18 September 2019.

Ini raker pertama sejak lembaga ini dikukuhkan di Jakarta 8 Mei 2019 oleh Vice CEO KG Media, Sentrijanto dihadiri Herman Damo (komisaris), Febby Mahendra Putra, Dahlan Dahi, C Budiarto,  dan para petinggi Tribun lainnya.

Rabu, 08 November 2017

Kaka Yusran Pulang ke Kupang

Kaka Yusran di rumah Om Damyan Godho 25 Mei 2107
Setelah  20  tahun, kang Yusran Pare akhirnya balik lagi dengan misi khusus untuk Pos  Kupang. Sungguh penantian yang cukup lama. Kang Yusran pernah dua kali menopang Pos Kupang di saat-saat sulit. Tahun 1996 dan 1997.

Dia memang sempat ke Kupang tahun 2011  namun kalai itu statusnya sebagai anggota delegasi Kalsel yang  mengikuti peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dimana saya menjadi penanggungjawab dalam kapasitas sebagai Ketua PWI Provinsi NTT.

Kehadirannya pada 2011 bukan untuk Pos Kupang. Itu yang mau saya katakan dengan masa penantian panjang selama 20 tahun di atas.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...