Rabu, 14 Desember 2016

Fernandez dalam Kenangan Herman Musakabe


Musakabe (kedua dari kiri), Fernandez (ketiga dari kiri)
KUPANG, PK--Gubernur NTT periode 1988-1993, dr. Hendrik Fernandez, yang meninggal dunia pada Sabtu (6/9/2014) dalam usia 81 tahun 10 bulan, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Darma Loka-Kupang, Selasa (9/9/2014).

Pemakaman dr.Hendrik Fernandez diawali  misa requiem pukul 10.00 Wita di rumah duka di Jalan WR Mongonsidi II No. 3 Kota Kupang. Misa dipimpin Vikjen Keuskupan Agung Kupang, Romo Geradus Duka, Pr, didampingi imam konselebran lainnya.

Misa diikuti sekitar 800 orang, termasuk pejabat Pemerintah Provinsi NTT. Hadir  Gubernur NTT periode 1993-1998, Herman Musakabe;  Gubernur NTT, Frans Lebu Raya; Sekda NTT, Frans Salem; Wakil Walikota Kupang, Herman Man; Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Achmad Yuliarto, dan beberapa pajabat lainnya.

Ingat Fernandez, Ingat Gempar dan Gerbades


Hendrik Fernandez
TATKALA Flobamora dipimpin Gubernur El Tari, rakyat dipacu untuk selalu melakukan penanaman. Saat itu terkenal semboyan, "Tanam... tanam sekali lagi tanam". Waktu terus bergulir. Ketika 'Kapal NTT' dinakhodai Ben Mboy, muncul Program Operasi Nusa Hijau (ONH) yang dilakukan serentak dengan Operasi Nusa Makmur (ONM) dan Operasi Nusa Sehat (ONS).

Program apa yang ditabuhkan Hendrikus Fernandez? Lima tahun memimpin NTT, 1998-1993, Hendrik Fernandez menelorkan Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat (Gempar) sebagai salah satu program pembangunan di daerah ini. Para petani diwajibkan menanam sejuta anakan jambu mete dan tanaman bernilai ekonomi lainnya.

Para petani NTT kemudian menikmati hasil dari menanam jambu mete tersebut lewat program Gempar yang ditabuhkan Hendrikus Fernandez.

Fernandez merasa kurang puas jika membiarkan para petani mengolah lahannya sendiri tanpa adanya pendampingan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan hasil produksi petani. Ia kemudian mengirim para sarjana ke desa-desa untuk membantu para petani dalam mengembangkan lahan pertaniannya lewat program Gerakan Membangun Desa (Gerbades).

In Memoriam Dokter Hendrik Fernandez


Fernandez bersama Paus Yohanes Paulus II (1989)
KUPANG, PK--Gubernur NTT periode 1988-1993, dr. Hendrik Fernandez, tutup usia. Pria kelahiran Weetabula, Sumba Barat Daya (SDB), 7 November 1932 ini meninggal dunia di Rumah Sakit Kartini Kupang, Sabtu (6/9/2014) siang.  Mantan Gubernur NTT itu meninggal dalam usia mendekati 82 tahun atau tepatnya 81 tahun 10 bulan.
Jenazah mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kesehatan NTT itu, dibawa dari Rumah Sakit (RS) Kartini Kupang ke rumah duka di Jalan WR Mongonsidi II No. 3 Kota Kupang, sekitar pukul 14.20 Wita.

Saat jenazah Hendrik tiba di rumah disambut isak tangis keluarga dan kerabat. Beberapa dokter dan pejabat pemerintah ikut mengantar jenazah almarhum dari RS Kartini ke rumah duka.

Hendrik Fernandez Dimakamkan di Darma Loka


dr Hendrik Fernandez
Gubernur NTT periode 1988-1993, dr. Hendrikus Fernandez, akan dimakamkan hari Selasa (9/9/2014) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Darma Loka, Kupang.   Prosesi pemakaman diawali misa requiem di Gereja Santa Maria Assumpta, Selasa (9/9/2014), pukul 09.00 Wita.

Anak kandung almarhum Hendrik Fernandez, yaitu dr. Andreas Fernandez,  ditemui di rumah duka di Jalan Wolter Mongonsidi II No. 3 Kota Kupang, Minggu (7/9/2014), mengatakan, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, bersama Ibu Lusia Adinda Lebu Raya, ketika melayat menyampaikan niat baik Pemerintah Provinsi  NTT memakamkan almarhum dr. Hendrik Fernandez,  di TMP Darma Loka.

"Kami keluarga  berterimah kasih atas niat baik dari Pemprop NTT. Keluarga besar sudah sepakat untuk memakamkan almarhum dr. Hendrik Fernandez  di TMP Darma Loka. Semua persiapan pemakaman sudah beres, dan kami masih menunggu keluarga besar dari Larantuka yang akan tiba di Kupang, Senin (8/9/2014) menggunakan kapal feri," ujar Andreas, dokter penyakit dalam di RSU WZ Johannes Kupang itu.

Piet Tallo: Tidak Ada yang Kebetulan di Bawah Kolong Langit

Piet A Tallo
TIDAK ada yang kebetulan di bawah kolong langit. Semuanya sudah dalam rencana Tuhan. Itulah salah satu ungkapan khas yang selalu diucapkan oleh Piet Alexander Tallo, S.H, dalam banyak kesempatan ketika memimpin NTT selama dua periode. Kini, Gubernur NTT periode 1998-2008, itu telah tiada. Bupati TTS dua periode itu telah menghadap Sang Khalik pada Sabtu (25/4/2009) malam di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Piet Tallo menjadi Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) 1983-1988. Selama lima tahun memimpin TTS, rakyat setempat masih mencintainya sehingga melalui DPRD setempat dipilih kembali menjadi Bupati TTS untuk periode 1988-1993. Ketika memimpin TTS 1983 - 1993, Piet Tallo menjadi sangat populer tatkala ia mencetuskan Program Cinta Tanah Air. 

Di daerah yang terkenal sebagai penghasil kayu cendana di NTT itu, kepopuleran Piet Tallo muncul ketika ia memberi makan lumpur kepada rakyat yang malas bekerja dan tidak mau mengolah lahan untuk bercocok tanam. 

Ternyata program ini tidak serta merta diterima oleh masyarakat. Piet Tallo dikecam dan dihujat habis-habisan karena memberi makan lumpur kepada rakyatnya. Namun, dengan tenang Piet Tallo menampik hujatan itu dengan menyebutnya sebagai "lumpur kasih sayang kepada rakyat TTS".

NTT Berkabung


Piet A Tallo
KUPANG, PK--Empat koma empat juta penduduk Nusa Tenggara Timur berkabung atas meninggalnya Piet Alexander Tallo, S.H, Gubernur NTT periode 1998-2008, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (25/4/2009) pukul 20.25 WIB. 

Piet Tallo yang meninggal dunai dalam usia 67 tahun, menderita penyakit asma kronis hingga paru-parunya terganggu. Pada 22 September 2007, sebelum mengakhiri masa jabatan kedua, Piet Tallo jatuh sakit hingga dirawat di RS Dr. Soetomo Surabaya, setelah sebelumnya sempat dirawat di RS Tebet, Jakarta.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya yang sedang bertugas di Jakarta langsung melayat Piet Tallo di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Saat dihubungi ke telepon selulernya semalam, Lebu Raya mengatakan, pencanang program Tiga Batu Tungku, itu disemayamkan di rumah duka Gatot Subroto. Dan, pagi ini dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng untuk diterbangkan ke Kupang, NTT menggunakan pesawat Mandala.

Diperkirakan jenazah almarhum tiba di Kupang siang ini sekitar pukul 12.30 Wita. Untuk pemakamanan akan dikoordinasikan dengan pihak keluarga soal jadwalnya. Sedangkan tata upacaranya akan ditangani oleh pemerintah karena beliau adalah mantan pejabat negara. 

Piet Tallo Dimakamkan di TMP Dharma Loka


KUPANG, PK-- Jenazah Piet Alexander Tallo, S.H, Gubernur NTT dua periode, 1998 hingga 2008, akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Loka, Kelurahan Pasir Panjang, Kupang, Rabu (29/4/2009). 

Hal ini disampaikan wakil keluarga, Christian Tallo, di rumah duka, Jalan Amabi, Kelurahan Oebufu, Kupang, Minggu (26/4/2009). Informasi ini juga dibenarkan putri almarhum, Piet A. Tallo, Ina Tallo.

Chris Tallo dan Ina Tallo mengatakan, pihak keluarga dan Pemerintah Propinsi NTT, sudah menyepakati tempat dan jadwal pemakaman. "Jenazah bapak akan dimakamkan di TMP Dharma Loka," kata Ina Tallo. 

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, Pemerintah Propinsi NTT telah membicarakan rencana pemakaman itu dengan pihak keluarga. Pemerintah, kata Lebu Raya, meminta jenazah almarhum dimakamkan di TMP Dharma Loka dan keluarga menyetujuinya. "Saya minta keluarga merelakan itu. Beliau memang milik keluarga, tetapi beliau juga milik masyarakat Nusa Tenggara Timur, "kata Lebu Raya. 

Mengenang Tallo, Melihat Kepastian

Piet A Tallo, SH


Oleh Tony Kleden

HARI Sabtu, 10 Maret 2007. Saya menemui Piet Alexander Tallo, S.H, di ruang kerjanya untuk suatu wawancara. Garis-garis ketuaan terlihat nyata di wajahnya. Tetapi semangatnya tetap prima. Seperti biasa, kata-katanya selalu jelas dan tegas. Kuat mengekspresikan apa yang ingin dikatakannya kepada lawan bicaranya. 

Sekenanya saya mengganggunya, "Bapak menjadi gubernur pada waktu yang salah, yakni ketika Indonesia baru dilanda krisis moneter dengan imbas yang begitu jauh dan ketika pengungsi Timor Timur membanjiri NTT.
"
Beliau diam sejurus. "Ya, salib itu harus dihadapi, bukan untuk dihindari. Tetapi saya percaya, bersama semua warga NTT kita bisa keluar dari setiap masalah yang ada," jawabnya serius. 

Tidak berhenti di situ, saya kemudian mengajukan sebuah pertanyaan, "Dibanding dengan semua yang pernah menjadi kepala daerah di NTT, hanya bapaklah orang yang paling lama menjabat sebagai kepala daerah. Menjadi Bupati Timor Tengah Selatan sepuluh tahun, menjadi Wakil Gubernur NTT lima tahun dan dua periode menjadi Gubernur NTT. Berarti 25 tahun bapak menjabat kepala daerah dan wakil kepala daerah. 

Piet Alexander Tallo: That's All


Oleh John Bernando Seran

PNS di Belu
SEBELUM menguraikan lebih lanjut tentang siapa sebenarnya sosok Bapak Piet Alexander Tallo, SH menurut versi saya, pertama sekali perlu ditegaskan bahwa tulisan ini semata-mata hanyalah secuil kenangan, setitik memori dan seuntai catatan lepas yang memang tersimpan rapi dalam buku harian saya sejak tahun 1988 sampai dengan tahun 2008 yang khusus saya buat ketika berkomunikasi dan berinteraksi baik secara langsung 'man to man' maupun secara tidak langsung melalui media dengan pribadi Piet Alexander Tallo, SH. 

Setelah membaca kembali semua catatan harian tersebut saya mencoba mengkristalkannya dalam tiga terminologi yang merupakan resonansi dari hal-hal yang berada sebagai 'tremendum' dan 'fascinosum' dalam interaksi yang diwarnai suasana kebatinan (geistlichen hintergrund) yang intens antara saya dengan beliau. Oleh karena itu, rangkaian tulisan ini pula tampaknya tidak dibuat dalam kondisi kebatinan yang menghantui para penulis sejarah masa lalu yang dikenal sebagai 'The battle of memories' yang cenderung menafsirkan suatu peristiwa belaka tetapi menyajikan kembali apa adanya makna dan pengertian yang terkandung dalam interaksi tersebut. 

Piet Tallo Ajarkan Kerja Keras


MIKEL Sahani merasa sangat kehilangan atas kepergian (Alm) Piet Alexander Tallo, S.H. Karena itu sewaktu pertama kali mendengar kabar meninggalnya Piet Tallo, Sahani hanya bisa pasrah. Dia sedih karena si rambut perak itu telah pergi begitu cepat. Dia pergi meninggalkan begitu banyak orang yang masih mencintainya.

Sepenggal doa dia naikkan ke hadirat Yang Kuasa. Dia doakan orang yang sangat dekat dengannya itu agar arwahnya diterima di sisi Tuhan. 


Kepada Pos Kupang di rumah duka, Senin (27/4/2009), Sahani menuturkan, dia termasuk salah staf khusus di Ruangan Tata Usaha (UT) Pimpinan Kantor Gubernur saat ini. Bahkan, dia telah menjadi staf Piet Tallo sejak mantan Gubernur NTT itu menjabat sebagai Pelaksana Harian Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Propinsi NTT, tahun 1994.

Selamat Jalan Pak Piet Tallo


KUPANG, PK---Ribuan pelayat, warga Kota Kupang dan sekitarnya, utusan dari daerah-daerah, sahabat kenalan dan simpatisan menghantar jenazah (alm) Piet Alexander Tallo, S.H ke Taman Makam Pahlawan Dharma Loka, Kota Kupang, Rabu (29/4/2009). Makam Gubernur NTT periode 1998-2003, 2003- 2008 itu satu deret dengan makam pendahulunya Gubernur El Tari.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, yang menjadi inspektur upacara, atas nama masyarakat NTT mengucapkan selamat jalan kepada almarhum. "Atas nama masyarakat NTT, saya ucapkan selamat jalan Pak Piet, " kata Lebu Raya.

Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disemayamkan di Gereja Maranatha Oebufu dan Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari I, sebagai penghormatan terhadap almarhum. Acara pemakaman dilakukan secara kedinasan, diawali dengan ibadat yang dipimpin Pdt. Thobias Bani, mulai pukul 09.00 Wita di rumah duka di Jalan Amabi, Oebufu. 

Piet A Tallo dan NTT yang Bermartabat


Oleh Viktus Murin

Wartawan Pos Kupang (1992-1995)

ng (1992-1995)

TAK ada yang dapat dilakukan untuk mengenang 'kepergian' orang baik, kecuali merenungkan dalam-dalam tentang kebaikannya dan berupaya meneladani kebaikannya itu. Mungkin inilah yang sedang terjadi pada kita warga Nusa Tenggara Timur hari-hari ini, saat mengenang sosok Piet Alexander Tallo, salah seorang tokoh besar NTT. Wafatnya Piet A Tallo mengguratkan dukacita mendalam bagi segenap warga NTT. 

Gubernur NTT dua periode ini (1998-2003 dan 2003-2008) telah berpulang kepada Sang Khalik Agung, Sabtu 25 April 2009 sekitar jam 20.30 WIB di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Seturut kacamata imaniah, kita percaya bahwa Tuhan telah menyembuhkan beliau secara tuntas dari sakit yang telah lama mendera tubuhnya. Dalam kesedihan yang masih menempel di relung hati, penulis pun membatin: "Masihkah akan lahir lagi pemimpin NTT yang berkarakter kuat seperti Piet A Tallo?"

Mampir Sejenak di Ayasofya Istanbul

Gerbang utama Ayasofya
SEBELUM meninggalkan Jakarta pekan terakhir bulan September 2016 menuju Istanbul, seorang teman yang sudah beberapa kali berkunjung ke kota Turki yang elok itu mengingatkan agar tidak lupa  menyambangi Hagia Sophia.

"Sebaiknya bung ke sana  untuk melihat keunikan dan terutama pesannya yang luar biasa bagi umat manusia," kata rekanku itu. Saya coba menanyakan lebih lanjut apa yang istimewa dari tempat itu sehingga dia getol mempromosikan, namun tidak mendapat jawaban. Rupanya dia sengaja membiarkan rasa penasaran terbawa hingga ke negara yang berada di dua belahan benua tersebut.

Gayung bersambut. Manajemen Karpowership, perusahaan pembuat kapal listrik yang mengundang kami 18 wartawan asal Indonesia  bertandang ke Istanbul ternyata sudah mengagendakan city tour ke Hagia Sophia. Dan, tiba saatnya city tour  hari itu, Sabtu 1 Oktober 2016. Kami sungguh terkagum-kagum melihat Hagia Sophia atau orang Turki umumnya menyapa  Ayasofya.

Kamis, 08 Desember 2016

Menpora RI Resmikan SSB Bintang Timur Atambua

Dion DB Putra (kanan) memandu diskusi bola
Dion Memandu Diskusi Bola di Perbataasan

ATAMBUA, PK -Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi, meresmikan Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Timur-Atambua sekaligus lapangan sepakbolanya, Senin (5/12/2016). Peresmian ini dihadiri Menpora Timor Leste, Leovagildo da Costa Hornay.

Acara peresmian ditandai tendangan penalti oleh Menpora Imam Nahrawi ke gawang SSB yang dikawal kiper Presiden Klub SSB Bintang Timur, Fary Francis. Tendangan penalti Menpora membuahkan gol. Selesai seremoni tendangan penalti, Menpora menandatangani prasasti dan foto bersama SSB dan anak-anak.

Sebelum melakukan peresmian, ada sejumlah kegiatan yang digelar sejak Sabtu  (3/12/2016). Mulai dari jalan santai sampai pertandingan sepakbola persababatan antara klub dari Indonesia dan dari Timor Leste. Ada juga acara Baomong (diskusi) tentang sepakbola di rumah jabatan Bupati Belu dengan nara sumber, yakni dua Menpora dan dipandu Pemimpin Redaksi (Pemred) Pos Kupang, Dion DB Putra.

20 Mahasiswa di Kupang Ikut Pelatihan Jurnalistik


Peserta pose  bersama ketua PWI NTT Dion DB Putra
KUPANG, PK - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT memberikan pelatihan kepada 20 mahasiswa di Hotel Greenia Kupang, Selasa (6/12/2016). Materi yang diberikan adalah teknik menulis berita, teknik wawancara, menulis feature, tulisan mendalam dan lainnya.

Pelatihan dibuka oleh Sekretaris PWI NTT, Zacky Wahyudi Fagih. Hadir pada acara pembukaan, Wakil Ketua I PWI NTT, Damianus Ola, Bendahara PWI NTT, Martha Kote Pa, Ketua SIWO PWI, Sipri Seko dan pengurus lainnya, Apolonia Dhiu.

Zacky Wahyudi Faqih, saat membuka kegiatan itu, mengatakan, pelatihan jusnalistik kepada mahasiswa merupakan program tahunan dari PWI NTT. Kali ini, katanya, adalah tahun ketiga PWI NTT memberikan pelatihan.

Menjaga Kepercayaan Publik


KEBEBASAN pers akan lebih besar manfaatnya  jika disertai peningkatan professional competence, termasuk di dalamnya professional ethic. Demikian catatan tokoh pers nasional Jakob Oetama dalam bukunya berjudul "Pers Indonesia, Berkomunikasi dalam Masyarakat Tidak Tulus (Penerbit Kompas, 2004, hal 459).

Jakob Oetama tegas menggarisbawahi pentingnya kompetensi profesional bagi wartawan. Jakob juga mengingatkan bahwa seorang wartawan profesional dituntut melaksanakan etika jurnalistik dalam setiap karyanya bagi publik.

Kompetensi profesional  semakin dibutuhkan ketika keran kebebasan pers sangat terbuka di era Reformasi  sekarang. Pers nasional hari ini memang tidak lagi dihantui risiko pembredelan seperti pada masa Orde Baru yang represif itu. Persoalan utama justru ada dalam diri para pelaku  pers sendiri karena kebebasan yang lebih besar tidak otomatis mengubah watak pers yang mudah tergoda. Pers harus terlibat tetapi patut menjaga jarak. Singkatnya dia harus tetap independen dan kredibel. Independen dan kredibel bisa terwujud kalau dia memiliki kompetensi profesional dan junjung tinggi etika.

Disiplin Menetapkan Anggaran


ilustrasi
BUKAN tanpa tujuan mulia ketika pemerintah pusat memberlakukan sanksi bagi daerah yang terlambat menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah pusat mematok batas waktu 30 November 2016 bagi seluruh daerah  untuk menetapkan APBD induk tahun anggaran 2017 mendatang.

Kepala daerah dan wakilnya serta semua anggota DPRD  tidak boleh menima gaji selama enam  bulan ke depan  jika sampai batas waktu 30 November tahun anggaran berjalan, belum ada penetapan perda APBD induk. Begitulah wujud sanksi yang akan diberikan pemerintah pusat. Tegas,  jelas dan langsung tertuju pada mereka yang berwenang mengambil keputusan.

Berharap Banyak pada PSSI


Edy Ramayadi
PANGLIMA Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2016-2020. Edy meraih mayoritas suara dalam kongres PSSI di Hotel Mercure Ancol, Jakarta,  Kamis 10 November 2016.

Dalam kongres yang diikuti seluruh anggota PSSI tersebut, Edy mendapat dukungan 76 suara atau unggul jauh dibandingkan calon lainnya mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang mendapat dukungan 23 suara disusul Eddy Roempoko satu suara. Tiga tiga calon ketua umum PSSI lainnya yakni Sarman El Hakim, Bernhard Limbong dan mantan pemain timnas Kurniawan Dwi Yulianto tidak mendapatkan suara dalam kongres itu. Media melaporkan ada tujuh suara yang tidak sah.

Ketua PWI NTT Sesalkan Hilangnya Prasasti Pers



Dion DB Putra
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyesalkan hilangnya Prasasti Pers yang ditandatangani Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2011 di Taman Nostalgia Kota Kupang.

"Kita sesalkan karena pemerintah bisa kecolongan hingga aset itu dicuri orang," kata Ketua PWI NTT Dion DB Putra kepada ANTARA News di Kupang, Sabtu (16/7/2016).

Dia meminta Pemerintah Kota Kupang dan Provinsi NTT segera membuat lagi prasasti untuk mengganti prasasti yang hilang itu untuk mengembalikan nilai sejarah bagi masyarakat umum, dan khususnya pers nasional di NTT.

"Kata-katanya bisa dikutip lagi. PWI Provinsi NTT memililki dokumen foto prasasti itu. PWI berharap pemerintah serius menanggapi masalah ini," kata Pemimpin Redaksi Harian Umum Pos Kupang itu.

Dion: Tarman Azzam Abdikan Hidupnya Demi Kemerdekaan Pers


Tarman Azzam
POS KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur Dion DB Putra menilai, Tarman Azzam adalah wartawan yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri bagi tegaknya kemerdekaan pers di negeri ini.

Peran itu tidak hanya dia lakoni saat menjadi Ketua Umum PWI Pusat selama dua periode, kata Dion DB Putra yang juga pemimpin redaksi Harian Pos Kupang itu kepada Antara di Kupang, Jumat (9/9/2016).

Ketua Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tarman Azzam meninggal dunia, Jumat pada pukul 09.23 WIT di Ambon.

Tarman meninggal setelah mendapat serangan jantung di Ambon, Maluku, saat ingin menghadiri peluncuran Hari Pers Nasional 2017 bersamaan dengan pembukaan pesta Teluk Ambon. Saat ini pun, Tarman menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat.

Senin, 21 November 2016

Pemkot Segera Tata Ulang Nama Jalan

Abadikan Para Tokoh yang Berjasa

KUPANG, PK - Menjamurnya nama jalan di Kota Kupang yang terkesan tanpa makna menjadi perhatian Walikota Kupang,  Jonas Salean, SH, M.Si. Jonas mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang segera menata ulang nama-nama jalan itu pada tahun 2016.

Ia mengatakan, beberapa jalan seperti Jalan Bakti Karang, Jalan Bumi dan lainnya akan diganti nama  tokoh yang berjasa bagi Kota Kupang atau Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelum mengganti nama pemerintah akan erbaiki kondisi jalannya.

"Kalau jalannya jelek, jangan sampai warga kota berpikir, pemerintah menganggap remeh nama tokoh yang diabadikan itu. Memberikan nama jalan, tetapi fisik jalannya jelek dan rusak itu juga  tidak baik. Saat ini pemerintah membenahi dulu jalanya dan tahun 2016 baru tata ulang nama jalan," kata Jonas kepada Pos Kupang di Kantor Walikota Kupang, Rabu (11/11/2015).

Ia menjelaskan, perubahan nama jalan pada tahun 2016 akan diinformasikan kepada masyarakat terlebih dahulu. Beberapa nama tokoh yang akan diabadikan antara lain mantan Gubernur NTT Hendrik Fernandez dan Ben Mboi. Pemerintah juga  akan menyesuaikan nama jalan dengan lingkungan setempat, terutama di daerah pengembangan. Namun, nama yang tidak bermakna kemungkinan dihapus.

Senin, 31 Oktober 2016

Kabupaten Kupang Akan Jadi Model Program PAUD Holistik

Dubes Matheson di Redaksi Pos Kupang
KUPANG, PK - Program Pendidikan Anak Usia Dini Holistik dan Integratif (PAUD HI) yang dilaksanakan Pemerintah Selandia Baru di wilayah Kabupaten Kupang akan menjadi model untuk pengembangan PAUD HI di daerah-daerah lain di NTT bahkan di seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Matheson, ketika mengunjungi Redaksi Harian Pagi Pos Kupang, Jl. Kenari 1, Naikoten 1 Kupang, Rabu (26/10/2016).

Sebelumnya, Selasa (25/10/2016), Matheson meluncurkan program PAUD HI di Oelamasi, ibukota Kabupaten Kupang. Dalam program ini, Pemerintah Selandia Baru melalui UNICEF Indonesia akan mendirikan 100 lembaga PAUD di Kabupaten Kupang.

Setangkai Mawar Tanda Persaudaraan

PIA DPRD NTT
HARI Jumat, 28 Oktober 2016, suasana di Redaksi Harian Pos Kupang terasa hangat. Yah, pada momentum Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016 ini, awak redaksi Pos Kupang dikunjungi ibu-ibu yang adalah istri anggota DPRD Provinsi NTT.  Mereka tergabung dalam wadah Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPRD NTT. Dalam silaturahmi ini, mereka membagikan bunga mawar segar kepada awak Pos Kupang sebagai tanda persaudaraan.

Kunjungan PIA DPRD NTT  untuk menyampaikan terima kasih kepada media yang selama ini sudah membantu anggota DPRD NTT, termasuk PIA DPRD NTT melalui pemberitaan dan informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat terkait pembangunan dan kerja mereka.

PIA DPRD NTT ini merasa senang bisa bermitra dengan media. Karena media  bukan saja sebagai media pemberitaan belaka tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan informasi.

Dana Parpol dan Ancaman Pidana Korupsi

ilustrasi
KABAR gembira kini mampir di rumah elite partai politik di tanah air. Keluhan mereka soal keterbatasan dana yang riuh selama ini bakal teratasi sebab  pemerintah berencana meningkatkan jumlah bantuan pada APBN tahun 2017. Angka kenaikannya mencengangkan.

Dalam usulan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan kepada Partai Politik persentase  kenaikan  mencapai 50 kali lipat. Saat ini, partai mendapatkan bantuan dari negara sebesar Rp 108 per suara. Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memang belum menyebut besar  kenaikan dana parpol.  Menurut Tjahjo pemerintah akan sesuaikan dengan kondisi perekonomian negara.

Namun, yang pasti usul tersebut tinggal ketuk palu karena  sudah disetujui Komisi II DPR dalam rapat dengar pendapat dengan pemerintah di Jakarta, Senin (3/10/2016). Anggota Dewan yakin bahwa kenaikan jumlah dana bantuan parpol akan meningkatkan kualitas kerja partai dalam menyiapkan kader untuk duduk
di lembaga legislatif dan eksekutif. Kenaikan bantuan itu juga akan mencegah perilaku koruptif kader partai politik.

Kapal Listrik untuk NTT Hampir Rampung


Sibel Yucel (kiri) dan Ufuk Berk (kedua dr kiri)
ISTANBUL, PK-Kapal listrik Karadeniz Powership yang akan ditempatkan  manajemen PT PLN Persero di Kupang, NTT hampir  rampung. Kapal yang dibuat perusahaan Turki, Karpowership  tersebut bakal dikirim ke Indonesia paling lambat awal tahun depan.
Demikian keterangan Koordinator Pengembangan Bisnis Karpowership, Sibel. Yucel dan Direktur Karpowership Wilayah Asia, Ufuk Berk, kepada Pos Kupang di Istanbul, Jumat (30/9/2016).

Sibel menjelaskan, sesuai kontrak antara Karpowership dengan Pemerintah Indonesia, kapal listrik yang akan ditempatkan di Kupang berkekuatan 60 MW (Megawatt). Namun kapasitasnya  bisa lebih ditingkatkan 10 persen  dari angka itu.

"Saat ini kemajuan pekerjaan fisiknya sekitar 86 persen. Untuk Kupang akan rampung dan dikirim ke Indonesia setelah kapal listrik yang akan ditempatkan di Belawan, Medan, Sumatera Utara," kata Sibel Yucel.

Melihat Pembuatan Kapal Listrik di Istanbul (1)


Sibel Yucel (kiri) dan Ufuk Berk (kedua dari kiri)
POS KUPANG.COM - Koordinator Pengembangan Bisnis Karpowership, Sibel Yucel menyambut hangat Noviana Baharuddin, Dearina, Lidya dan Hendri Satrio, rekan-rekannya dari  Karpoweship Indonesia pagi itu. Dia memeluk mereka satu persatu kemudian  menempelkan pipi kiri dan kanan.

Senyum pun merekah di wajah wanita itu ketika Hendri memperkenalkan 18 wartawan asal  Indonesia  yang diundang Karpowership. "Selamat datang di Istanbul. Senang sekali bertemu Anda," kata Sibel saat menyambut kami di ruang pertemuan kantor pusat Karpowership di Merkez Mahalessi, Davel Sok No.14 Kagithana Kota Istanbul, Turki, Kamis (29/9/2016) pagi.

Melihat Pembuatan Kapal Listrik di Istanbul (2)


Zeynep Harezi (kanan)
Karpowership bisa menjual listrik murah karena perusahaan tersebut memilih bahan bakar yang lebih efisien yaitu HFO.

POS KUPANG.COM - Sosok perempuan muda paling ditunggu yang namanya diabadikan pada kapal listrik  yang beroperasi di Pelabuhan Amurang, Sulawesi Utara awal Januari 2016  itu akhirnya hadir juga ketika kami menikmati menu makan siang ala Turki yang lezat di kafe kantor Karpowership,  Jumat (30/9/2016).

Makan siang berlangsung pukul 14.10 waktu setempat setelah teman-teman Muslim menunaikan sholat Jumat di Masjid An Nur Istanbul. Dialah Zeynep Harezi, Direktur Eksekutif Pengembangan Bisnis Karpowership. Dua hari sebelumnya dia masih di Myanmar. Dia terbang ke Istanbul untuk sesi wawancara dengan kami 18 wartawan asal Indonesia. "Senang bertemu denganmu. Saya sudah bebeberapa kali ke Indonesia,"  kata Zeynep saat menyalami Pos Kupang. Disalaminya pula rekan wartawan lain dengan hangat dan ramah.

Masyarakat Desa Perlu Disentuh Media Massa


Pimpinan DPRD Sumbar di Pos Kupang
KUPANG, PK -Pimpinan DPRD Sumba Barat terdiri dari Ketua, Gregorius Pandango,SE, Wakil Ketua,  Samuel Kaha Heo dan Daniel Bili, S.H, meminta media massa, termasuk Pos Kupang menyentuh masyarakat desa dengan berita-berita terkait persoalan pembangunan dan kemasyarakatan.

"Kalau koran masuk desa itu sudah biasa, tapi desa masuk koran itu jarang. Jika orang desa diberitakan di koran, mereka akan mencari dan membeli korannya, sekaligus berita koran tentang desa seperti gedung sekolah yang reot, dapat membantu DPRD saat melakukan reses dan memperjuangkannya dalam anggaran pembangunan," kata Samuel Kaha Heo saat mengunjungi Redaksi Pos Kupang, Sabtu (22/10/2016) siang.

Minggu, 25 September 2016

Tradisi Matita di Timor Tengah Utara

PENANCAPAN paku oleh Atoin Amaf (orang tua) pada titik kiri peti jenazah Gasper Bana  di Maslete-Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) hampir selesai. Beberapa saat lagi peti jenazah diangkat untuk dibawa  ke luar rumah dan selanjutnya menuju tempat pemakaman terakhir.

Sebelum jenazah dimakamkan pada 7 September 2015 itu, semua anggota keluarga inti berada di dalam rumah. Di dalam sana Atoin Amaf  masih menghitung pakaian dan sarung adat yang diantar para pelayat atau rakyat sebagai pemberian terakhir dari keluarga dan masyarakat kepada Gasper Bana almarhum.

Pakaian dan sarung lalu disusun rapi rapi di kaki peti  jenazah. Ada harta yang disimpan di dalam peti. Jumlah sarung  di sisi kaki kiri dan kaki kanan jenazah Gasper Bana harus sama. Peti pun diangkat. Tak berselang lama tempurung kelapa dipecahkan.  Suara tangis  keluarga dan kerabat yang duduk mengelilingi peti jenazah sontak pecah di ruangan berukuran 5x6 meter persegi itu.

Selasa, 20 September 2016

Jangan Halalkan Segala Cara


Kontingen atlet dan ofisial Provinsi   Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan berlaga di  PON XIX 2016 di Jawa Barat 17-29 September 2016 sudah dilepas secara resmi oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya di Kupang, Selasa (13/9/2016). Menurut rencana para atlet dan ofisial akan berangkat ke Bandung hari Kamis (15/9/2016).

Kita bersyukur  kontingen  NTT berangkat ke PON Bandung dengan kekuatan yang lumayan besar. Melalui perjuangan berat sebanyak 76 atlet NTT dari 12 cabang olahraga (cabor) berhak tampil pada pesta olahraga tertinggi di Indonesia tersebut.
Dari 12 cabor itu, ada tiga cabang permainan atau perlombaan dan sembilan cabang pertandingan.

Tiga cabang perlombaan yakni atletik, berkuda dan binaraga. Sejak puluhan tahun lalu NTT sudah  dikenal sebagai gudang atlet atletik. Cabang olahraga terukur  ini biasanya menjadi lumbung medali bagi kontingen Flobamora. NTT juga mengandalkan cabang pertandingan seperti tinju, kempo, karate, pencak silat, taekwondo dan tarung derajat. 

Tim WVI Kunjungi Pos Kupang


Tim WVI di Pos Kupang 29-8-2016
KUPANG, PK - Kepala Desa (Kades) Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Romanus Rabu mengatakan, kehadiran Wahana Vivi Indonesia (WVI) di Kabupaten Sikka telah banyak membantu masyarakat dan pemerintah untuk memberi  perhatian terhadap anak. Keterlibatan anak dalam pembangunan pun mulai nyata, bahkan anak-anak berani mengkritik pemerintah.

"Di bidang kesehatan, misalnya, masih banyak warga yang tidak memiliki MCK, dan anak-anak berani teriak minta diadakan diadakan MCK. Ini karena dalam musyawarah anak-anak kita libatkan. Lebih baik kita belajar dari anak," kata Romanus saat bersama tim WVI berkunjung ke Redaksi Pos Kupang, Senin (29/8/2016).

Janes: Terima Kasih Sudah Membantu


Panitia Jelajah Sepeda Kompas
KUPANG, PK - "Terima kasih buat Pos Kupang, karena teman-teman sudah banyak membantu kami dalam event ini sejak awal persiapan dan survei tahun lalu hingga pelaksanaan. Kami sadari tanpa teman-teman kegiatan ini tidak bisa kami lakukan dengan lancar dan aman."
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Jelajah Sepeda Flores -Timor, Janes Eudes Wawa saat acara syukuran di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/8/2016) malam.

Menurut Janes, Pos Kupang turut memberi kontribusi dalam event Jelajah Fores-Timor mulai dari Labuan Bajo-Atambua dan semua bisa berjalan lancar dan aman. "Tanpa bantuan teman- teman kami tidak bisa laksanakan kegiatan ini dengan lancar dan aman," kata Janes.

Diskusi Forum Media di Kupang


Suasana diskusi Forum Media 19 Sept 2016
KUPANG, PK --Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTT mengingatkan  para pengelola keuangan desa agar mengelola dana yang begitu besar sesuai aturan yang berlaku.

Kepala BPK Perwakilan NTT, Dewi Ciantrini menyampaikan itu ketika membuka kegiatan dialog Forum Media tentang Permasalahan dan Harapan Dalam Pengelolaan Keuangan Desa di Kantor BPK Perwakilan NTT, Senin (19/9/2016).

Dialog yang dimoderator I Gede Putra Wijaya ini menghadirkan empat orang nara sumber yakni, Dosen UKAW Kupang  Frits Fanggidae, Kepala Desa Manusak, Kupang Timur,  Arthur Ximenes,  Kepala LPP RRI Kupang, Enderiman Butar Butar dan Pemimpin Redaksi Harian Pagi Pos Kupang, Dion DB Putra.

Film Karya Anak NTT Ikut Festival di Kazakhstan


Salah satu adegan dalam film NOKAS
POS KUPANG.COM, KUPANG - Sebuah film dokumenter karya Manuel Alberto Maia dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)   akan mengikuti Eurasia International Film Festival 2016 di Almaty, Kazakhstan, 27 September 2016. Dalam festival ini, Film NOKAS akan diputar untuk pertama kalinya.

Demikian siaran pers tim humas produksi film yang diterima Pos Kupang, Selasa (20/9/2016). 

Film ini berkisah mengenai seorang pemuda yang bernama Nokas yang ingin menikahi kekasihnya, seorang gadis Timor bernama Ci. Tidak mudah menikahi gadis Timor. Pihak lelaki biasanya diminta untuk membayar mahar kepada orangtua dan saudara pihak perempuan. Jumlahnya tidak tentu, tetapi seringkali memberatkan.

Kita Beri Apresiasi untuk Polisi


PELARIAN Bripka Januarius Tahu sejak kematian istrinya Yustina Beci Matelda Saleh pada 28 Juli 2016 di kediaman mereka di Jalur 40, Sikumana Kupang berakhir sudah. Oknum anggota Sabhara Polres Sumba Barat itu ditangkap polisi saat berada di kebun milik warga  Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Rabu (17/8/2016) pagi.

Kisah pelariannya menarik nian. Selama kurang lebih tiga pekan menjadi buronan polisi, Januarius terus berpindah-pindah lokasi persembunyian di wilayah Kolbano, Boking di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) hingga ke wilayah Kabupaten Malaka. Dia bahkan sempat berniat masuk ke negara tetangga Timor Leste.

Potong Uang Makan PNS


TENTU ada yang merasa terkejut mendengar kebijakan Bupati Kabupaten Kupang, Ayub Titu Eki memotong uang makan Rp 600 ribu per bulan per orang terhadap 6.400 lebih Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah itu.  Pemotongan uang makan mulai dilaksanakan bulan September hingga Desember 2016.

Bupati Ayub Titu Eki menyadari kebijakan tersebut  tidak populer. Langkah ini dengan terpaksa diambil guna mengantisipasi pemotongan DAU (Dana Alokasi Umum) senilai Rp 25,4 miliar oleh pemerintah pusat sebagai implikasi diterapkannya  Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 125/PMK.07/2016.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), selain Kabupaten Kupang,  ada tiga  kabupaten lainnya yang juga bernasib sama terkait pemotongan DAU yaitu Kabupaten Ende, Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Manggarai Barat.

Mereka Lari dalam Kepanikan


ilustrasi
KEPANIKAN melanda warga Dusun Tikang dan Ililewa, Desa Watutedang, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Rabu (3/8/2016) pagi hingga siang. Pagi itu sekitar pukul 09.00 Wita mereka dikejutkan oleh datangnya gelombang laut setinggi empat meter.

Gelombang pasang itu menerjang rumah, menyapu sebagian besar isinya. Penghuni rumah lari pontang-pontang menyelamatkan diri ke rumah tetangga yang dianggap lebih aman. Sebanyak 11 rumah penduduk mengalami  rusak berat.  Barang yang rusak antara lain bangunan dapur, kamar  tidur, WC, kamar mandi.

Kepala Desa Watutedang, Rovinus Reko menyebut peristiwa itu baru pertama kali terjadi. "Ini baru pertama kali gelombang merusak rumah penduduk. Warga memindahkan barang ke rumah tetangga yang agak jauh dari pesisir pantai. Bahkan ada yang bongkar atap  rumahnya dari genteng. Mereka takut gelombang datang lagi dan rumah mereka roboh. Makanya bongkar genteng biar  aman," kata Rovinus Reko.

Jumat, 02 September 2016

Pasar Seribu Tidak Seribu Lagi

Dulu tahun 1990-an, Pasar Seribu di  Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah adalah tempat favorit orang berbelanja sayur dan buah-buahan.

DI KIOS petak ukuran 6 x 4 meter, Ny. Siti Ba'adiyah, duduk bersila di lantai beralaskan karpet plastik. Di depannya sebuah radio transistor yang sudah tua diletakkan begitu saja di lantai. Ada lagu sendu mendayu-dayu dari radio itu.

Sesekali wanita berjilbab ini melempar pandang ke arah Jalan Timor Raya. Kadang ia menjawab ramah sapaan orang yang melintas di depan bilik kiosnya yang nyaris roboh.

"Silakan duduk Pak," kata Ny. Siti Ba'adiyah, ketika Pos Kupang, yang bertandang ke bilik kiosnya, Sabtu (29/8/2015) siang.

Dua kursi plastik warna hijau kusam disatukan Ny. Siti, agar tidak patah saat diduduki tamu. Sebab umurnya sudah tua dan keropos. "Untuk mengusir sepi, saya coba dengar lagu-lagu tempo dulu yang diputar di radio. Apalagi setelah suami meninggal bulan April lalu. Dan anak-anak sudah pergi merantau ke Jawa dan Batam. Saya sendiri bersama seorang anak perempuan. Setiap hari cuma begini," ujar Ny. Siti, saat Pos Kupang menanyakan kabarnya.

Senin, 22 Agustus 2016

Mengantar Atma ke Nirwana

RATUSAN Umat Hindu di Kota Kupang berpakaian adat Bali memenuhi halaman Pekuburan Hindu di Kelurahahn Nun Baun Delha, Kota Kupang, Jumat (21/8/2015) pagi. Mereka mengadakan upacara Ngaben (kremasi atau pembakaran jenazah Umat Hindu) secara simbolis terhadap 23 jenazah yang terdiri dari dua dewasa dan 21 anak- anak dan balita.

Hasil pembakaran berupa abu dikumpulkan dan  dimasukkan dalam periuk tanah, dalam buah kelapa gading lalu disimboliskan serta dirangkai menjadi sekah. Sekah disucikan dan dihanyutkan ke air (laut) oleh keluarga sawo.  "Dihanyutkan ke air, bisa laut atau sungai. Karena diyakini, air adalah simbol dari alam semesta dan sekaligus pintu menuju ke rumah Brahman (Tuhan). Air bisa mengantar atma atau roh ke Nirwana," kata Ratu Ida Padanda Gde Panji Swota, pemimpin Ngaben Massal.

Setelah pembakaran pendeta dan keluarga sawo menuju Pura Oebanantha Kupang melakukan upacara pemanggilan dan menyucikan Roh sawo atau Ngerorasin. Roh yang dipanggil disimbolkan dan dibakar lagi dan abunya dibuang kembali ke laut.  Setelah itu, Ratu Ida Padanda kembali memanggil roh  dan disimbolkan lagi lalu  diberikan ke setiap keluarga untuk disimpan dan disembahyangkan  di Bali.

Selasa, 02 Agustus 2016

Negara Kalah Menghadapi Ancaman Intoleransi

"Ketika bom meledak di thamrin, Presiden Jokowi hadir dan mengatakan bahwa negara tidak boleh kalah. Tapi kenapa pada hal -hal tertentu negara kalah dalam menjamin kebesan beragama?"
MEDIA adalah sebuah entitas yang sangat berkuasa untuk menciptakan sebuah peristiwa sebagai kebenaran atau sebaliknya. Media juga mempunyai kuasa untuk menunjukan hitam putihnya sebuah peristiwa atau persoalan. Hal ini diakui Program Manager Serikat Jurnalis untuk Keberagaman, Tantowi Anwari, dalam workshop media yang bertajuk `Merawat Keberagaman Dan Toleransi Melalui Pemberitaan' di aula LPP RRI Kupang, Selasa (1/3/2016).

Wilhelmus Foni: Terima Kasih PWI

Willem Foni
MATARAM, PK-Penjabat Bupati Belu, Drs. Wilhelmus Foni menyatakan rasa terima kasih kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang telah memberikan anugrah kebudyaaan.
Demikian Penjabat Bupati Belu, Welhelmus Foni saat ditemui usai perayaan Hari Pers Nasional (HPN), di Pantai Mandalika, Desa Kuta. Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (9/2/2016)

Wilhelmus Foni merupakan satu dari delapan kepala daerah yang menerima Anugrah Kebudayaan dari PWI yang diserahkan  Menko Puan Maharani pada puncak HPN 2016.
Welhelmus Foni mendapat Anugrah Kebudayaan berbasis penegasan jati diri Indonesia di perbatasan Timor Leste dan Australia

Selain Wilhelmus Foni, ada delapan kepala daerah yang mendapat penghargaan diantaranya Walikota Bandung, Bupati Wakatobi, Sulteng, Bupati sawah Lunto, Bupati Purwakarta, bupati Banyuwangi.

Negara Kalah Menghadapi Ancaman Intoleransi

"Ketika bom meledak di thamrin, Presiden Jokowi hadir dan mengatakan bahwa negara tidak boleh kalah. Tapi kenapa pada hal -hal tertentu negara kalah dalam menjamin kebesan beragama?"
MEDIA adalah sebuah entitas yang sangat berkuasa untuk menciptakan sebuah peristiwa sebagai kebenaran atau sebaliknya. Media juga mempunyai kuasa untuk menunjukan hitam putihnya sebuah peristiwa atau persoalan. Hal ini diakui Program Manager Serikat Jurnalis untuk Keberagaman, Tantowi Anwari, dalam workshop media yang bertajuk `Merawat Keberagaman Dan Toleransi Melalui Pemberitaan' di aula LPP RRI Kupang, Selasa (1/3/2016).

KPPU Kembangkan Pola Hubungan dengan Media



Komisioner KPPU M. Nawir Messi (keempat dari kiri)

KUPANG, PK - Komisioner Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), M.Nawir Messi mengatakan akan terus mengembangkan kemitraan dengan media dalam rangka penyebarluasan informasi tentang kinerja komisi ini.

"Kemitraan ini bukan dengan maksud media hanya menulis hal yang positif saja, namun memberi kritik kepada KPPU," kata
Nawir ketika melakukan pertemuan dengan para wartawan di Redaksi Pos Kupang, Jumat (17/6/2016).

Karena itu mantan Ketua KPPU ini meminta Kepala Perwakilan Daerah (KPD) KPPU Surabaya, Aru Armando  yang membawahi NTT untuk lebih sering ke Kupang. Permintaan komisioner ini semata agar awak media dari hari ke hari dapat memahami dan mengambil bagian dalam kerja besar KPPU.

PWI Maluku Puji NTT


Terima kunjungan tim pemprov dan PWI Maluku
KUPANG, PK -Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku melakukan studi banding mengenai pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN). PWI Maluku memuji pemerintah dan masyarakay NTT yang sudah berhasil menyelenggarakan HPN tahun 2011 lalu.

Kehadiran PWI Maluku ini diterima Ketua PWI NTT, Dion DB Putra, di ruang Redaksi Harian Pagi Pos Kupang,  Senin (25/7/2016) malam. Sebelum bertemu PWI NTT, rombongan PWI Maluku terlebih dahulu bertemu Ketua Panitia HPN 2011, Andre W Koreh di ruang kerjanya.
Rombongan PWI Maluku yang hadir, yakni Bobby Palapia (Kabag Humas Pemprov Maluku), Lexy Sariwating (wartawan Antara), Melki Soplanit, Christian Louhanapessy (wartawan KompasTV) dan Ria Tuarita.

Aparatur Humas di NTT Butuh Sosialisasi dari Dewan Pers


Semuel Pakereng (ketiga dari kiri)
POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO  -  Aparatur humas pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan sosialisai dari Dewan Pers tentang kerja sama dengan  media massa. Sosialisasi tersebut melibatkan Bappeda, Unit Keuangan  (Dinas PPKAD), Inspektorat,  pihakKepolisian dan Kejaksaan.

Demikian salah satu butir rekomendasi yang disepakati dalam rapat kerja (raker)  dan bimbingan teknis (bimtek) kehumasan bagi aparatur humas dan protokol kabupaten/kota se-NTT di Hotel Luwansa, Labuan Bajo,  Kabupaten Manggarai Barat 21-24 Juni 2016.

Dion DB Putra: Banyak Hak Nara Sumber Diabaikan



Dion DB Putra (kedua dari kiri)
LABUAN BAJO, PK -Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT, Dion DB Putra, mengatakan, selama ini di NTT banyak hak nara sumber yang diabaikan sendiri oleh nara sumber tersebut dalam hal pemberitaan di media massa.

"Kalau pemberitaan itu tidak berimbang bisa diadukan ke Dewan Pers. Dewan Pers diakui oleh negara untuk mengadili dalam konteks pekerjaan pers. Dewan Pers bisa memberi teguran bila ada media yang terbukti tidak berimbang dalam pemberitaan," kata Dion saat menjadi nara sumber dalam Rapat Kerja dan Bimbingan Teknis Kehumasan bagi Aparatur Bagian Humas/Protokoler Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT  di Hotel Luwansa Labuan Bajo, Selasa (22/6/2016).

Ketua Dewan Pers: Hati-hati Memilih Nara Sumber


Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo (kir)
KUPANG, PK-- Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mengatakan, media harus berhati-hati  dalam memilih nara sumber (pengamat) dalam membahas satu masalah yang diwartakan dalam media baik itu televisi maupun surat kabar.

Demikian Yosep Adi Prasetyo saat dialog antara Tim Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan jajaran redaksi Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (15/06/2016). Pertemuan itu difasilitasi Ketua Bidang Pemberdayaan Media Massa, Hubungan Masyarakat dan Sosialisasi, Simon Petrus Nilli, SP.

KPPU Gandeng Media di Provinsi NTT


Ketua KPPU,  Syarkawi Rauf (tengah)
KUPANG, PK -Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU)  menggandeng media massa di NTT, terutama di Kota Kupang, untuk ikut mengawasi  persaingan usaha tak sehat di wilayah ini. Selain itu  kehadiran KPPU agar lebih dirasakan warga NTT.Hal ini terungkap dalam diskusi Forum Jurnalis se-Wilayah Kupang dengan tema,  Persaingan Usaha untuk Meningkatkan Perekonomian Daerah yang digelar di Sotis Hotel Kupang, Selasa (2/5/2016) siang.

Diskusi Forum Jurnalis se-Wilayah Kupang ini dihadiri Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Dr. Syarkawi Rauf, S.E, M.E, Kepala Perwakilan KPPU Surabaya, Aru Armando dan Ketua PWI NTT, Dion DB Putra, serta diikuti 30-an wartawan media cetak dan elektronik serta media online.

Dion DB Putra: Menjadi Penulis Harus Kreatif


Dion memberikan materi
KUPANG, PK -Untuk mendukung berkembangnya penulisan kreatif, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT menyelenggarakan Workshop Penulisan Kreatif, di Hotel Elmylia, Kupang, Senin (18/4/2016). Workshop yang diadakan selama dua hari itu diikuti pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara dan wartawan.

Pemateri dalam Workshop yakni Teguh Priyanto dari Lembaga Pendidikan Jurnalistik Kantor Berita ANTARA Jakarta. Ketua PWI NTT, Dion DB Putra, Direktur dari Program Pasca Sarjana Undana, Prof. Dr. Aloysius Liliweri dan Djoni Theedens sebagai pemerhati pariwisata.

Wartawan NTT Bertarung di Bandung


ilustrasi
WARTAWAN NTT akan 'berjibaku' pada empat cabang olahraga (cabor) dari 14 cabor yang diperlombakan, di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XII di Bandung, Provinsi Jawa Barat, tanggal 26-30Juli 2016.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT, Dion DB Putra melalui Ketua Siwo PWI NTT, Sipri Seko, S.Sos menjelaskan rencana keikutsertaan wartawan NTT di ajang tersebut, Selasa (12/4/2016).

"Siwo PWI NTT mengikuti empat cabang olahraga dari 14 cabor yang dilombakan di Porwanas XII/2016 di Bandung, Jabar. Empat cabor yang diikuti atlet Siwo PWI NTT, yakni tenis meja, biliard, bulutangkis, catur. Selain itu, wartawan NTT akan mengikuti lomba reportase dan lomba penulisan," jelas Sipri Seko.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...