Rabu, 14 Desember 2016

Fernandez dalam Kenangan Herman Musakabe


Musakabe (kedua dari kiri), Fernandez (ketiga dari kiri)
KUPANG, PK--Gubernur NTT periode 1988-1993, dr. Hendrik Fernandez, yang meninggal dunia pada Sabtu (6/9/2014) dalam usia 81 tahun 10 bulan, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Darma Loka-Kupang, Selasa (9/9/2014).

Pemakaman dr.Hendrik Fernandez diawali  misa requiem pukul 10.00 Wita di rumah duka di Jalan WR Mongonsidi II No. 3 Kota Kupang. Misa dipimpin Vikjen Keuskupan Agung Kupang, Romo Geradus Duka, Pr, didampingi imam konselebran lainnya.

Misa diikuti sekitar 800 orang, termasuk pejabat Pemerintah Provinsi NTT. Hadir  Gubernur NTT periode 1993-1998, Herman Musakabe;  Gubernur NTT, Frans Lebu Raya; Sekda NTT, Frans Salem; Wakil Walikota Kupang, Herman Man; Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Achmad Yuliarto, dan beberapa pajabat lainnya.

Ingat Fernandez, Ingat Gempar dan Gerbades


Hendrik Fernandez
TATKALA Flobamora dipimpin Gubernur El Tari, rakyat dipacu untuk selalu melakukan penanaman. Saat itu terkenal semboyan, "Tanam... tanam sekali lagi tanam". Waktu terus bergulir. Ketika 'Kapal NTT' dinakhodai Ben Mboy, muncul Program Operasi Nusa Hijau (ONH) yang dilakukan serentak dengan Operasi Nusa Makmur (ONM) dan Operasi Nusa Sehat (ONS).

Program apa yang ditabuhkan Hendrikus Fernandez? Lima tahun memimpin NTT, 1998-1993, Hendrik Fernandez menelorkan Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat (Gempar) sebagai salah satu program pembangunan di daerah ini. Para petani diwajibkan menanam sejuta anakan jambu mete dan tanaman bernilai ekonomi lainnya.

Para petani NTT kemudian menikmati hasil dari menanam jambu mete tersebut lewat program Gempar yang ditabuhkan Hendrikus Fernandez.

Fernandez merasa kurang puas jika membiarkan para petani mengolah lahannya sendiri tanpa adanya pendampingan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan hasil produksi petani. Ia kemudian mengirim para sarjana ke desa-desa untuk membantu para petani dalam mengembangkan lahan pertaniannya lewat program Gerakan Membangun Desa (Gerbades).

In Memoriam Dokter Hendrik Fernandez


Fernandez bersama Paus Yohanes Paulus II (1989)
KUPANG, PK--Gubernur NTT periode 1988-1993, dr. Hendrik Fernandez, tutup usia. Pria kelahiran Weetabula, Sumba Barat Daya (SDB), 7 November 1932 ini meninggal dunia di Rumah Sakit Kartini Kupang, Sabtu (6/9/2014) siang.  Mantan Gubernur NTT itu meninggal dalam usia mendekati 82 tahun atau tepatnya 81 tahun 10 bulan.
Jenazah mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kesehatan NTT itu, dibawa dari Rumah Sakit (RS) Kartini Kupang ke rumah duka di Jalan WR Mongonsidi II No. 3 Kota Kupang, sekitar pukul 14.20 Wita.

Saat jenazah Hendrik tiba di rumah disambut isak tangis keluarga dan kerabat. Beberapa dokter dan pejabat pemerintah ikut mengantar jenazah almarhum dari RS Kartini ke rumah duka.

Hendrik Fernandez Dimakamkan di Darma Loka


dr Hendrik Fernandez
Gubernur NTT periode 1988-1993, dr. Hendrikus Fernandez, akan dimakamkan hari Selasa (9/9/2014) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Darma Loka, Kupang.   Prosesi pemakaman diawali misa requiem di Gereja Santa Maria Assumpta, Selasa (9/9/2014), pukul 09.00 Wita.

Anak kandung almarhum Hendrik Fernandez, yaitu dr. Andreas Fernandez,  ditemui di rumah duka di Jalan Wolter Mongonsidi II No. 3 Kota Kupang, Minggu (7/9/2014), mengatakan, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, bersama Ibu Lusia Adinda Lebu Raya, ketika melayat menyampaikan niat baik Pemerintah Provinsi  NTT memakamkan almarhum dr. Hendrik Fernandez,  di TMP Darma Loka.

"Kami keluarga  berterimah kasih atas niat baik dari Pemprop NTT. Keluarga besar sudah sepakat untuk memakamkan almarhum dr. Hendrik Fernandez  di TMP Darma Loka. Semua persiapan pemakaman sudah beres, dan kami masih menunggu keluarga besar dari Larantuka yang akan tiba di Kupang, Senin (8/9/2014) menggunakan kapal feri," ujar Andreas, dokter penyakit dalam di RSU WZ Johannes Kupang itu.

Piet Tallo: Tidak Ada yang Kebetulan di Bawah Kolong Langit

Piet A Tallo
TIDAK ada yang kebetulan di bawah kolong langit. Semuanya sudah dalam rencana Tuhan. Itulah salah satu ungkapan khas yang selalu diucapkan oleh Piet Alexander Tallo, S.H, dalam banyak kesempatan ketika memimpin NTT selama dua periode. Kini, Gubernur NTT periode 1998-2008, itu telah tiada. Bupati TTS dua periode itu telah menghadap Sang Khalik pada Sabtu (25/4/2009) malam di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Piet Tallo menjadi Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) 1983-1988. Selama lima tahun memimpin TTS, rakyat setempat masih mencintainya sehingga melalui DPRD setempat dipilih kembali menjadi Bupati TTS untuk periode 1988-1993. Ketika memimpin TTS 1983 - 1993, Piet Tallo menjadi sangat populer tatkala ia mencetuskan Program Cinta Tanah Air. 

Di daerah yang terkenal sebagai penghasil kayu cendana di NTT itu, kepopuleran Piet Tallo muncul ketika ia memberi makan lumpur kepada rakyat yang malas bekerja dan tidak mau mengolah lahan untuk bercocok tanam. 

Ternyata program ini tidak serta merta diterima oleh masyarakat. Piet Tallo dikecam dan dihujat habis-habisan karena memberi makan lumpur kepada rakyatnya. Namun, dengan tenang Piet Tallo menampik hujatan itu dengan menyebutnya sebagai "lumpur kasih sayang kepada rakyat TTS".

NTT Berkabung


Piet A Tallo
KUPANG, PK--Empat koma empat juta penduduk Nusa Tenggara Timur berkabung atas meninggalnya Piet Alexander Tallo, S.H, Gubernur NTT periode 1998-2008, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (25/4/2009) pukul 20.25 WIB. 

Piet Tallo yang meninggal dunai dalam usia 67 tahun, menderita penyakit asma kronis hingga paru-parunya terganggu. Pada 22 September 2007, sebelum mengakhiri masa jabatan kedua, Piet Tallo jatuh sakit hingga dirawat di RS Dr. Soetomo Surabaya, setelah sebelumnya sempat dirawat di RS Tebet, Jakarta.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya yang sedang bertugas di Jakarta langsung melayat Piet Tallo di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Saat dihubungi ke telepon selulernya semalam, Lebu Raya mengatakan, pencanang program Tiga Batu Tungku, itu disemayamkan di rumah duka Gatot Subroto. Dan, pagi ini dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng untuk diterbangkan ke Kupang, NTT menggunakan pesawat Mandala.

Diperkirakan jenazah almarhum tiba di Kupang siang ini sekitar pukul 12.30 Wita. Untuk pemakamanan akan dikoordinasikan dengan pihak keluarga soal jadwalnya. Sedangkan tata upacaranya akan ditangani oleh pemerintah karena beliau adalah mantan pejabat negara. 

Piet Tallo Dimakamkan di TMP Dharma Loka


KUPANG, PK-- Jenazah Piet Alexander Tallo, S.H, Gubernur NTT dua periode, 1998 hingga 2008, akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Loka, Kelurahan Pasir Panjang, Kupang, Rabu (29/4/2009). 

Hal ini disampaikan wakil keluarga, Christian Tallo, di rumah duka, Jalan Amabi, Kelurahan Oebufu, Kupang, Minggu (26/4/2009). Informasi ini juga dibenarkan putri almarhum, Piet A. Tallo, Ina Tallo.

Chris Tallo dan Ina Tallo mengatakan, pihak keluarga dan Pemerintah Propinsi NTT, sudah menyepakati tempat dan jadwal pemakaman. "Jenazah bapak akan dimakamkan di TMP Dharma Loka," kata Ina Tallo. 

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, Pemerintah Propinsi NTT telah membicarakan rencana pemakaman itu dengan pihak keluarga. Pemerintah, kata Lebu Raya, meminta jenazah almarhum dimakamkan di TMP Dharma Loka dan keluarga menyetujuinya. "Saya minta keluarga merelakan itu. Beliau memang milik keluarga, tetapi beliau juga milik masyarakat Nusa Tenggara Timur, "kata Lebu Raya. 

Mengenang Tallo, Melihat Kepastian

Piet A Tallo, SH


Oleh Tony Kleden

HARI Sabtu, 10 Maret 2007. Saya menemui Piet Alexander Tallo, S.H, di ruang kerjanya untuk suatu wawancara. Garis-garis ketuaan terlihat nyata di wajahnya. Tetapi semangatnya tetap prima. Seperti biasa, kata-katanya selalu jelas dan tegas. Kuat mengekspresikan apa yang ingin dikatakannya kepada lawan bicaranya. 

Sekenanya saya mengganggunya, "Bapak menjadi gubernur pada waktu yang salah, yakni ketika Indonesia baru dilanda krisis moneter dengan imbas yang begitu jauh dan ketika pengungsi Timor Timur membanjiri NTT.
"
Beliau diam sejurus. "Ya, salib itu harus dihadapi, bukan untuk dihindari. Tetapi saya percaya, bersama semua warga NTT kita bisa keluar dari setiap masalah yang ada," jawabnya serius. 

Tidak berhenti di situ, saya kemudian mengajukan sebuah pertanyaan, "Dibanding dengan semua yang pernah menjadi kepala daerah di NTT, hanya bapaklah orang yang paling lama menjabat sebagai kepala daerah. Menjadi Bupati Timor Tengah Selatan sepuluh tahun, menjadi Wakil Gubernur NTT lima tahun dan dua periode menjadi Gubernur NTT. Berarti 25 tahun bapak menjabat kepala daerah dan wakil kepala daerah. 

Piet Alexander Tallo: That's All


Oleh John Bernando Seran

PNS di Belu
SEBELUM menguraikan lebih lanjut tentang siapa sebenarnya sosok Bapak Piet Alexander Tallo, SH menurut versi saya, pertama sekali perlu ditegaskan bahwa tulisan ini semata-mata hanyalah secuil kenangan, setitik memori dan seuntai catatan lepas yang memang tersimpan rapi dalam buku harian saya sejak tahun 1988 sampai dengan tahun 2008 yang khusus saya buat ketika berkomunikasi dan berinteraksi baik secara langsung 'man to man' maupun secara tidak langsung melalui media dengan pribadi Piet Alexander Tallo, SH. 

Setelah membaca kembali semua catatan harian tersebut saya mencoba mengkristalkannya dalam tiga terminologi yang merupakan resonansi dari hal-hal yang berada sebagai 'tremendum' dan 'fascinosum' dalam interaksi yang diwarnai suasana kebatinan (geistlichen hintergrund) yang intens antara saya dengan beliau. Oleh karena itu, rangkaian tulisan ini pula tampaknya tidak dibuat dalam kondisi kebatinan yang menghantui para penulis sejarah masa lalu yang dikenal sebagai 'The battle of memories' yang cenderung menafsirkan suatu peristiwa belaka tetapi menyajikan kembali apa adanya makna dan pengertian yang terkandung dalam interaksi tersebut. 

Piet Tallo Ajarkan Kerja Keras


MIKEL Sahani merasa sangat kehilangan atas kepergian (Alm) Piet Alexander Tallo, S.H. Karena itu sewaktu pertama kali mendengar kabar meninggalnya Piet Tallo, Sahani hanya bisa pasrah. Dia sedih karena si rambut perak itu telah pergi begitu cepat. Dia pergi meninggalkan begitu banyak orang yang masih mencintainya.

Sepenggal doa dia naikkan ke hadirat Yang Kuasa. Dia doakan orang yang sangat dekat dengannya itu agar arwahnya diterima di sisi Tuhan. 


Kepada Pos Kupang di rumah duka, Senin (27/4/2009), Sahani menuturkan, dia termasuk salah staf khusus di Ruangan Tata Usaha (UT) Pimpinan Kantor Gubernur saat ini. Bahkan, dia telah menjadi staf Piet Tallo sejak mantan Gubernur NTT itu menjabat sebagai Pelaksana Harian Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Propinsi NTT, tahun 1994.

Selamat Jalan Pak Piet Tallo


KUPANG, PK---Ribuan pelayat, warga Kota Kupang dan sekitarnya, utusan dari daerah-daerah, sahabat kenalan dan simpatisan menghantar jenazah (alm) Piet Alexander Tallo, S.H ke Taman Makam Pahlawan Dharma Loka, Kota Kupang, Rabu (29/4/2009). Makam Gubernur NTT periode 1998-2003, 2003- 2008 itu satu deret dengan makam pendahulunya Gubernur El Tari.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, yang menjadi inspektur upacara, atas nama masyarakat NTT mengucapkan selamat jalan kepada almarhum. "Atas nama masyarakat NTT, saya ucapkan selamat jalan Pak Piet, " kata Lebu Raya.

Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disemayamkan di Gereja Maranatha Oebufu dan Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari I, sebagai penghormatan terhadap almarhum. Acara pemakaman dilakukan secara kedinasan, diawali dengan ibadat yang dipimpin Pdt. Thobias Bani, mulai pukul 09.00 Wita di rumah duka di Jalan Amabi, Oebufu. 

Piet A Tallo dan NTT yang Bermartabat


Oleh Viktus Murin

Wartawan Pos Kupang (1992-1995)

ng (1992-1995)

TAK ada yang dapat dilakukan untuk mengenang 'kepergian' orang baik, kecuali merenungkan dalam-dalam tentang kebaikannya dan berupaya meneladani kebaikannya itu. Mungkin inilah yang sedang terjadi pada kita warga Nusa Tenggara Timur hari-hari ini, saat mengenang sosok Piet Alexander Tallo, salah seorang tokoh besar NTT. Wafatnya Piet A Tallo mengguratkan dukacita mendalam bagi segenap warga NTT. 

Gubernur NTT dua periode ini (1998-2003 dan 2003-2008) telah berpulang kepada Sang Khalik Agung, Sabtu 25 April 2009 sekitar jam 20.30 WIB di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Seturut kacamata imaniah, kita percaya bahwa Tuhan telah menyembuhkan beliau secara tuntas dari sakit yang telah lama mendera tubuhnya. Dalam kesedihan yang masih menempel di relung hati, penulis pun membatin: "Masihkah akan lahir lagi pemimpin NTT yang berkarakter kuat seperti Piet A Tallo?"

Mampir Sejenak di Ayasofya Istanbul

Gerbang utama Ayasofya
SEBELUM meninggalkan Jakarta pekan terakhir bulan September 2016 menuju Istanbul, seorang teman yang sudah beberapa kali berkunjung ke kota Turki yang elok itu mengingatkan agar tidak lupa  menyambangi Hagia Sophia.

"Sebaiknya bung ke sana  untuk melihat keunikan dan terutama pesannya yang luar biasa bagi umat manusia," kata rekanku itu. Saya coba menanyakan lebih lanjut apa yang istimewa dari tempat itu sehingga dia getol mempromosikan, namun tidak mendapat jawaban. Rupanya dia sengaja membiarkan rasa penasaran terbawa hingga ke negara yang berada di dua belahan benua tersebut.

Gayung bersambut. Manajemen Karpowership, perusahaan pembuat kapal listrik yang mengundang kami 18 wartawan asal Indonesia  bertandang ke Istanbul ternyata sudah mengagendakan city tour ke Hagia Sophia. Dan, tiba saatnya city tour  hari itu, Sabtu 1 Oktober 2016. Kami sungguh terkagum-kagum melihat Hagia Sophia atau orang Turki umumnya menyapa  Ayasofya.

Kamis, 08 Desember 2016

Menpora RI Resmikan SSB Bintang Timur Atambua

Dion DB Putra (kanan) memandu diskusi bola
Dion Memandu Diskusi Bola di Perbataasan

ATAMBUA, PK -Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi, meresmikan Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Timur-Atambua sekaligus lapangan sepakbolanya, Senin (5/12/2016). Peresmian ini dihadiri Menpora Timor Leste, Leovagildo da Costa Hornay.

Acara peresmian ditandai tendangan penalti oleh Menpora Imam Nahrawi ke gawang SSB yang dikawal kiper Presiden Klub SSB Bintang Timur, Fary Francis. Tendangan penalti Menpora membuahkan gol. Selesai seremoni tendangan penalti, Menpora menandatangani prasasti dan foto bersama SSB dan anak-anak.

Sebelum melakukan peresmian, ada sejumlah kegiatan yang digelar sejak Sabtu  (3/12/2016). Mulai dari jalan santai sampai pertandingan sepakbola persababatan antara klub dari Indonesia dan dari Timor Leste. Ada juga acara Baomong (diskusi) tentang sepakbola di rumah jabatan Bupati Belu dengan nara sumber, yakni dua Menpora dan dipandu Pemimpin Redaksi (Pemred) Pos Kupang, Dion DB Putra.

20 Mahasiswa di Kupang Ikut Pelatihan Jurnalistik


Peserta pose  bersama ketua PWI NTT Dion DB Putra
KUPANG, PK - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT memberikan pelatihan kepada 20 mahasiswa di Hotel Greenia Kupang, Selasa (6/12/2016). Materi yang diberikan adalah teknik menulis berita, teknik wawancara, menulis feature, tulisan mendalam dan lainnya.

Pelatihan dibuka oleh Sekretaris PWI NTT, Zacky Wahyudi Fagih. Hadir pada acara pembukaan, Wakil Ketua I PWI NTT, Damianus Ola, Bendahara PWI NTT, Martha Kote Pa, Ketua SIWO PWI, Sipri Seko dan pengurus lainnya, Apolonia Dhiu.

Zacky Wahyudi Faqih, saat membuka kegiatan itu, mengatakan, pelatihan jusnalistik kepada mahasiswa merupakan program tahunan dari PWI NTT. Kali ini, katanya, adalah tahun ketiga PWI NTT memberikan pelatihan.

Menjaga Kepercayaan Publik


KEBEBASAN pers akan lebih besar manfaatnya  jika disertai peningkatan professional competence, termasuk di dalamnya professional ethic. Demikian catatan tokoh pers nasional Jakob Oetama dalam bukunya berjudul "Pers Indonesia, Berkomunikasi dalam Masyarakat Tidak Tulus (Penerbit Kompas, 2004, hal 459).

Jakob Oetama tegas menggarisbawahi pentingnya kompetensi profesional bagi wartawan. Jakob juga mengingatkan bahwa seorang wartawan profesional dituntut melaksanakan etika jurnalistik dalam setiap karyanya bagi publik.

Kompetensi profesional  semakin dibutuhkan ketika keran kebebasan pers sangat terbuka di era Reformasi  sekarang. Pers nasional hari ini memang tidak lagi dihantui risiko pembredelan seperti pada masa Orde Baru yang represif itu. Persoalan utama justru ada dalam diri para pelaku  pers sendiri karena kebebasan yang lebih besar tidak otomatis mengubah watak pers yang mudah tergoda. Pers harus terlibat tetapi patut menjaga jarak. Singkatnya dia harus tetap independen dan kredibel. Independen dan kredibel bisa terwujud kalau dia memiliki kompetensi profesional dan junjung tinggi etika.

Disiplin Menetapkan Anggaran


ilustrasi
BUKAN tanpa tujuan mulia ketika pemerintah pusat memberlakukan sanksi bagi daerah yang terlambat menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah pusat mematok batas waktu 30 November 2016 bagi seluruh daerah  untuk menetapkan APBD induk tahun anggaran 2017 mendatang.

Kepala daerah dan wakilnya serta semua anggota DPRD  tidak boleh menima gaji selama enam  bulan ke depan  jika sampai batas waktu 30 November tahun anggaran berjalan, belum ada penetapan perda APBD induk. Begitulah wujud sanksi yang akan diberikan pemerintah pusat. Tegas,  jelas dan langsung tertuju pada mereka yang berwenang mengambil keputusan.

Berharap Banyak pada PSSI


Edy Ramayadi
PANGLIMA Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2016-2020. Edy meraih mayoritas suara dalam kongres PSSI di Hotel Mercure Ancol, Jakarta,  Kamis 10 November 2016.

Dalam kongres yang diikuti seluruh anggota PSSI tersebut, Edy mendapat dukungan 76 suara atau unggul jauh dibandingkan calon lainnya mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang mendapat dukungan 23 suara disusul Eddy Roempoko satu suara. Tiga tiga calon ketua umum PSSI lainnya yakni Sarman El Hakim, Bernhard Limbong dan mantan pemain timnas Kurniawan Dwi Yulianto tidak mendapatkan suara dalam kongres itu. Media melaporkan ada tujuh suara yang tidak sah.

Ketua PWI NTT Sesalkan Hilangnya Prasasti Pers



Dion DB Putra
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyesalkan hilangnya Prasasti Pers yang ditandatangani Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2011 di Taman Nostalgia Kota Kupang.

"Kita sesalkan karena pemerintah bisa kecolongan hingga aset itu dicuri orang," kata Ketua PWI NTT Dion DB Putra kepada ANTARA News di Kupang, Sabtu (16/7/2016).

Dia meminta Pemerintah Kota Kupang dan Provinsi NTT segera membuat lagi prasasti untuk mengganti prasasti yang hilang itu untuk mengembalikan nilai sejarah bagi masyarakat umum, dan khususnya pers nasional di NTT.

"Kata-katanya bisa dikutip lagi. PWI Provinsi NTT memililki dokumen foto prasasti itu. PWI berharap pemerintah serius menanggapi masalah ini," kata Pemimpin Redaksi Harian Umum Pos Kupang itu.

Dion: Tarman Azzam Abdikan Hidupnya Demi Kemerdekaan Pers


Tarman Azzam
POS KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur Dion DB Putra menilai, Tarman Azzam adalah wartawan yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri bagi tegaknya kemerdekaan pers di negeri ini.

Peran itu tidak hanya dia lakoni saat menjadi Ketua Umum PWI Pusat selama dua periode, kata Dion DB Putra yang juga pemimpin redaksi Harian Pos Kupang itu kepada Antara di Kupang, Jumat (9/9/2016).

Ketua Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tarman Azzam meninggal dunia, Jumat pada pukul 09.23 WIT di Ambon.

Tarman meninggal setelah mendapat serangan jantung di Ambon, Maluku, saat ingin menghadiri peluncuran Hari Pers Nasional 2017 bersamaan dengan pembukaan pesta Teluk Ambon. Saat ini pun, Tarman menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...