Jumat, 23 Juni 2017

Mudik Lancar dan Selamat

ilustrasi
POS KUPANG.COM  - Harga tipet pesawat selangit, tiket kapal PT Pelni dan PT ASDP bahkan sudah habis terjual empat hari menjelang lebaran. Mereka yang terlambat membeli tiket harus batalkan rencana perjalanan, entah untuk mudik lebaran maupun sekadar liburan mengisi masa cuti bersama.

Penumpang pesawat udara maupun kapal melonjak drastis. Hampir semua maskapai penerbangan di negeri ini  mengajukan tambahan jadwal penerbangan alias extra flight.  PT Pelni dan PT ASDP pun menyiapkan kapal cadangan guna mengakomodir jumlah penumpang yang membludak.

Kamis, 22 Juni 2017

Manado Saya Datang (3)

Dion DB Putra (2011)
SAYA tidak berlama-lama untuk santai. Ya, memang kehadiran saya di Manado adalah untuk bekerja bukan pelesiran. Tanggal 7 Maret 2012 datanglah dari Jakarta pimpinan grup Tribun,  mas Febby Mahendra Putra bersama Om Herman Darmo dan Mas Sentrijanto ke Manado. Seperti biasa pertemuan maraton pun berlangsung di ibukota bumi Nyiur Melambai ini. Pertemuan di bisnis maupun  redaksi.

Lalu sampailah saatnya pengumuman dari Om Herman tentang perubahan komposisi di jajaran redaksi Tribun Manado. Sejak bertemu Om Herman di kantor Persda Jakarta bulan Februari 2012 saya sudah diberitahu kalau mas Ribut akan menggantikan posisi Richard Nainggolan sebagai Pemimpin Redaksi Tribun Manado.  Richard akan dimutasi ke Bangka Belitung, menjabat Wakil Pemimpin Redaksi Harian Bangka Post. Di Bangka tak lama. Richard kembali ke Harian Tribun Batam, koran yang dia awaki pula sejak awal terbit.

Manado Saya Datang (2)

Bersama rekan Tribun Manado 2013
SAYA tak  lama berada di kantor Harian Tribun Manado pada 6 Maret 2012 itu. Setelah berkenalan dengan Charles, Pimpinan Perusahaan Fahmi Setiadi dan para manajer, saya diantar ke mess yang letaknya persis di samping kantor, berdampingan dengan ruang percetakan.

Rupanya kedatangan saya sudah menjadi rahasia umum  sehingga kamar di mess sudah dibersihkan office boy. Mess itu terdiri dari empat kamar tidur. Saya mendapat kamar paling besar. Kamar ini sebelumnya pernah ditempati PP Tribun Manado mulai  dari Triyoba Nataria, Agus Cama, Wakil PP Wakit dan PP yang sekarang Fahmi Setiadi.

Selasa, 20 Juni 2017

Jalan Soeharto Kupang Menyimpan Banyak Kisah Menarik

Soeharto
POS KUPANG.COM, KUPANG --  Tahukah Anda berapa umur Jalan Jenderal Soeharto yang membentang dari Oepura hingga Naikoten Kupang? Tahun 2017 ini usianya sudah lebih dari setengah abad. Jalan protokol itu diberi nama Soeharto sejak tahun 1966.

Soeharto merupakan jalan protokol di ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Posisinya sangat strategis,  sambung-menyambung dengan jalan lain yang mengusung nama para tokoh nasional yaitu Jalan Jenderal Soedirman (Naikoten- Kuanino), Jalan Mohammad Hatta (Kuanino-Fontein) dan Jalan Soekarno (Fontein hingga kota lama Kupang).

Mantan Wakil Gubernur NTT, Esthon L Foenay, M.Si mengatakan,  dulu Jalan Soeharto itu namanya Motorpol yang dimulai dari Komdak (sekarang Polda NTT) hingga ke pertigaan Oepol (sekarang Oepura). "Kenapa dinamakan motorpol karena di depan Komdak itu adalah tempat pemeriksaan semua kendaraan bermotor," kata Esthon, Rabu (7/6/2017).

Banyak Pohon Raksasa Ditebang Demi Pembukaan Jalan Soeharto

Soeharto
POS KUPANG.COM - Pada awal tahun 1960-an, puluhan pohon besar berbagai jenis  di atas tanah milik Eben Foenay di Kota Kupang ditebang untuk membuka ruas jalan baru yang di kemudian hari diberi nama Jalan Jenderal Soeharto.

Ruas  jalan dengan lebar sekitar 12 meter dan sepanjang dua kilometer lebih itu membentang dari Markas  Polda NTT hingga pertigaan Oepura. Jika pada tahun 1960-an, di sisi jalan itu hanya berjejer sedikit rumah penduduk dan toko atau tempat usaha dan sosial, tahun 2017 tidak ada lagi tanah kosong.

Pada sisi kiri kanan ruas jalan itu berdiri rumah penduduk, rumah ibadah, sekolah, kantor pemerintah, tempat usaha seperti toko, hotel, apotek, karaoke, mebel dan otomotif, salon, restoran, rumah makan, toko roti, SPBU dan lainnya.  Kini bidang tanah di Jalan Soeharto nilai jualnya tinggi. Kondisi rumah dan bangunan  bervariasi ada yang modern, dan ada rumah-rumah tempo dulu.

Bangunan Bersejarah di Sepanjang Jalan Soeharto Kupang

Soeharto
POS KUPANG.COM - Sepanjang Jalan Jenderal Soeharto mulai dari Oepura hingga Markas Polda NTT, pada kiri kanan ruas jalan itu dipadati aneka jenis bangunan mulai dari bangunan berusia tua dan bersejarah hingga hotel berbintang.

Ada rumah ibadah,  fasilitas milik pemerintah antara lain Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, dan Kantor Dinas Sosial NTT. Di ruas jalan itu juga sejak puluhan tahun lalu sampai sekarang masih berdiri kokoh bangunan kampus Akademi Teknik Kupang (ATK).

Salah satu bangunan monumental di ruas Jalan Jenderal Soeharto adalah marga atau sekretariat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang yang konon sudah ada sejak awal abad ke-21. Markas Polda NTT, kampus lama  Universitas Nusa Cendana (Undana), Gereja Paulus, kantor Dinas P dan K serta Hotel Sylvia Kupang. Hotel berstatus bintang tiga ini merupakan satu-satunya hotel di ruas Jalan Jenderal Soeharto. Pada sore hingga malam hari, sepanjang ruas jakan tersebut dipadati bisnis kuliner berbagai jenis. Jalan ini juga merupakan salah satu ruas terpadat dan teramai di Kota Kupang.

Bung Karno Rancang Gedung Pabrik Es Minerva

Bung Karno
SEBUAH karya tangan Bung Karno di Kota Kupang adalah bangunan gedung Pabrik Es Minerva di Jalan Siliwangi, Kelurahan Solor. Saat merancang bangunan pabrik es tersebut, Bung Kanro sedang menjalani masa pengasingannya di Kota Ende, Pulau Flores tahun 1934-1938.

Leopold Nicolas Nisnoni, BBA (anak dari Alfons Nisnoni, Raja Kupang ketiga) mengatakan,  karya tangan Bung Karno di Kota Kupang adalah bangunan Pabrik Es Minerva.

Arsitektur gedung pabrik itu digambar oleh Bung Karno saat berada di tempat pengasingannya di Ende. "Itu beta (saya) tahu, beta dengar cerita dari pemiliknya (pabrik es, Red), Kong Seo. Dia (Kong Seo) bilang, bangunan itu dirancang oleh Bung Karno. Karena itu kita rasa bangga ada satu pabrik es  yang gedungnya  dirancang Bung karno," kata Leopold, Raja Kupang keempat, saat ditemui di kediamannya di Kupang, Minggu (4/6/2017).

Beringin Soekarno Masih Berdiri Kokoh di Atambua


ilustrasi
ATAMBUA, PK -- Proklamator kemerdekaan yang juga presiden pertama RI, Ir. Soekarno mewariskan jejak bersejarah di Pulau Timor. Satu di antaranya  pohon beringin yang ditanam Bung Karno masih berdiri kokoh dan rimbun menaungi sisi timur lapangan umum Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Soekarno berkunjung ke Atambua tahun 1955.  Bung Karno menginap semalam di  kota perbatasan dengan negara Timor Leste  itu dan setelah berpidato di lapangan umum Kota Atambua, dia menanam beringin yang masih tumbuh subur hingga kini.
Agaknya tak banyak warga Atambua yang tahu kalau pohon beringin itu ditanam Bung Karno 62 tahun lalu.

Di bawah naungan beringin itu,  pada siang hari para penjual es kelapa muda menjajakan dagangannya.  Di sekelilingnya dicor semen melingkar sehingga bisa diduduki dan menjadi tempat orang mengaso sambil menikmati es kelapa muda.

Senin, 19 Juni 2017

PWI NTT Kutuk Kekerasan Terhadap Wartawan Antara

Dion DB Putra
Senin, 19 Juni 2017 12:03 WIB

Pewarta: Kornelis Kaha


"Kita mengutuk keras kasus ini, dan sangat kita sesalkan arogansi dari oknum anggota Brimob yang melakukan tindakan kekerasan terhadap teman wartawan kita," kata Ketua PWI NTT Dion DB. Putra di Kupang, Senin, (19/6).

Kupang (Antara NTT) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT mengutuk keras kasus tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob terhadap pewarta LKBN Antara Ricky Prayoga di sekitar turnamen bulu tangkis Indonesia Terbuka 2017 Jakarta Pusat, Minggu (18/6/2017).

"Kita mengutuk keras kasus ini, dan sangat kita sesalkan arogansi dari oknum anggota Brimob yang melakukan tindakan kekerasan terhadap teman wartawan kita," kata Ketua PWI NTT Dion DB Putra di Kupang, Senin, (19/6/2017).

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...