Oleh: Rm. Herman P. Panda
Staf Pengajar Seminari St Mikhael Kupang
Perantauan orang-orang NTT ke Malaysia telah cukup lama berlangsung. Tetapi akhir-akhir ini seringkali disajikan di media massa fakta tentang nasib buruh migran kita yang banyak mengalami perlakuan tidak manusiawi di negeri jiran tersebut.
Ada yang alami penyiksaan kejam, terancam hukuman mati, pulang dalam keadaan setengah gila, bahkan banyak pula sudah dalam peti mati. Belum lagi berbagai persoalan rumah tangga yang muncul akibat salah satu pasangan entah suami atau istri merantau. Walaupun demikian, rayuan ringgit tetap bagaikan magnet yang terus menarik orang-orang Indonesia, terutama kaum muda untuk meninggalkan kampung halaman dan merantau ke sana. Benarkah terdapat "hujan emas di negeri orang?"
Rabu, 17 Mei 2017
Kisah Para Buruh Migran di Serawak Malaysia (2)
Oleh: Rm. Herman P Panda
Staf Pengajar Seminari St. Mikhael Kupang
Pada salah satu dinding kamar dalam barak (yang dipinjamkan pada saya untuk dipakai selama seminggu) terdapat tulisan berbunyi "Kejarlah duniamu, tetapi jangan lupa akhiratmu". Tulisan ini rupanya mengekspresikan suasana jiwa seorang TKI, bahwa sekalipun mereka begitu sibuk mengais ringgit, tetapi hidup akhirat tidak boleh diabaikan.
Perusahaan rupanya memahami pula hal itu sehingga di tiap-tiap hunian disiapkan pula ruang doa, yang tidak lain adalah salah satu kamar barak dengan ukuran sama seperti kamar tidur. Ada yang digunakan sebagai mushola bagi kaum muslim, ada pula yang digunakan untuk ruang doa bagi kaum kristiani (baik Katolik maupun Protestan). Ada sejumlah orang yang tekun berdoa, walaupun lebih banyak yang kurang peduli.
Kesulitan mereka adalah ketiadaan pemimpin agama yang membimbing sehingga mereka bagaikan domba-domba yang tak bergembala. Hal ini pertama-tama karena letak lokasi ladang tempat para TKI itu amat jauh dari kota. Pusat-pusat pelayanan keagamaan seperti masjid, gereja, hanya ada di kota-kota atau di desa-desa wilayah penduduk setempat. Sedangkan di ladang-ladang kelapa sawit tidak ada pusat pelayanan keagamaan yang resmi (seperti gereja stasi atau jemaat cabang).
Staf Pengajar Seminari St. Mikhael Kupang
Pada salah satu dinding kamar dalam barak (yang dipinjamkan pada saya untuk dipakai selama seminggu) terdapat tulisan berbunyi "Kejarlah duniamu, tetapi jangan lupa akhiratmu". Tulisan ini rupanya mengekspresikan suasana jiwa seorang TKI, bahwa sekalipun mereka begitu sibuk mengais ringgit, tetapi hidup akhirat tidak boleh diabaikan.
Perusahaan rupanya memahami pula hal itu sehingga di tiap-tiap hunian disiapkan pula ruang doa, yang tidak lain adalah salah satu kamar barak dengan ukuran sama seperti kamar tidur. Ada yang digunakan sebagai mushola bagi kaum muslim, ada pula yang digunakan untuk ruang doa bagi kaum kristiani (baik Katolik maupun Protestan). Ada sejumlah orang yang tekun berdoa, walaupun lebih banyak yang kurang peduli.
Kesulitan mereka adalah ketiadaan pemimpin agama yang membimbing sehingga mereka bagaikan domba-domba yang tak bergembala. Hal ini pertama-tama karena letak lokasi ladang tempat para TKI itu amat jauh dari kota. Pusat-pusat pelayanan keagamaan seperti masjid, gereja, hanya ada di kota-kota atau di desa-desa wilayah penduduk setempat. Sedangkan di ladang-ladang kelapa sawit tidak ada pusat pelayanan keagamaan yang resmi (seperti gereja stasi atau jemaat cabang).
Dinamika Pilgub NTT
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) NTT menebarkan dinamika politik yang sangat menarik dalam sepekan terakhir. PDIP tercatat sebagai partai pertama yang membuka pendaftaran bagi bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT 2018. Sejauh ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga sudah membuka pendaftaran, namun dinamika di PDIP lebih semarak.
Sampai hari terakhir masa pendaftaran di DPD PDIP, Senin (15/5/2017), tercatat delapan orang yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur (bacagub) yaitu Krito Blasin (Pengurus DPD PDIP NTT), Raymundus Sau Fernandes (kader PDIP, Bupati TTU), Daniel Tagu Dedo (mantan Dirut Bank NTT), Ibrahim Agustinus Medah (Ketua DPD Partai Golkar NTT), Ayub Titu Eki (Bupati Kupang), Heri Wadu (PNS Pemprov NTT), Honing Sanny (Mantan anggota DPR RI) dan Hyron Fernandez (profesional, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat NTT). Dua orang daftar sebagai bakal calon wagub NTT yakni Mikael Umbu Zasa dan Noviyanto Umbu Pati SA Lende.
Sampai hari terakhir masa pendaftaran di DPD PDIP, Senin (15/5/2017), tercatat delapan orang yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur (bacagub) yaitu Krito Blasin (Pengurus DPD PDIP NTT), Raymundus Sau Fernandes (kader PDIP, Bupati TTU), Daniel Tagu Dedo (mantan Dirut Bank NTT), Ibrahim Agustinus Medah (Ketua DPD Partai Golkar NTT), Ayub Titu Eki (Bupati Kupang), Heri Wadu (PNS Pemprov NTT), Honing Sanny (Mantan anggota DPR RI) dan Hyron Fernandez (profesional, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat NTT). Dua orang daftar sebagai bakal calon wagub NTT yakni Mikael Umbu Zasa dan Noviyanto Umbu Pati SA Lende.
Kamis, 04 Mei 2017
Komodo Itu Kadal Paling Berbahaya di Dunia
![]() |
| Komodo |
Seperti diwartakan sebelumnya, wisatawan bernama Loh Lee Aik (68) itu diserang komodo saat dia berusaha memotret dari dekat binatang itu. Saat itu, beberapa komodo sedang makan daging babi dan kambing milik warga di kampung.
Tepatnya di Kampung Komodo, Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Rabu (3/5/2017) pukul 08.00 Wita.
Litani Pilu Nasib Guru di NTT
Kita bisa membayangkan bagaimana peningnya guru kontrak menghidupi keluarganya ketika gaji bulanan sebagai sumber utama tidak hadir tepat waktu. Kemungkinan besar mereka berhutang agar asap dapur tetap mengepul, agar susu anak dan nasi di meja makan tetap tersedia.
Fakta miris ikhwal gaji guru kontrak diungkapkan Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Jimmy Sianto, S.E, M.M dalam rapat dengar pendapat dengan pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi NTT di Kupang, Selasa (25/4/2017).
Andmesh, Kebangkitan Mutiara (Hitam) NTT
![]() |
| Andmesh Kamaleng |
Anggota Forum Penulis NTT
Rising Star Indonesia (RSI) season 2 menjadi ajang bergengsi putra kebanggaan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukan talenta dan bakatnya. Bangga, bahagia dan terharu biru ketika menyaksikan Jandmesh Antonio Kamaleng tampil memukau menggetarkan Indonesia pada Grand Final RSI 2017 di Studio RCTI, Senin (27/3/2017). Andmesh pun keluar sebagai juara RSI season 2.
Langganan:
Postingan (Atom)
In Memoriam Valentino Luis
Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...





