Jumat, 13 Desember 2024

Hasil Pilgub NTT: Simon-Andre Menang di Timor

Simon Kamlasi- Adrianus Garu

Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTT ( Nusa Tenggara Timur ) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi - Adrianus Garu menang meyakinkan di empat wilayah Pulau Timor. 

Empat daerah dimaksud, yakni Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Kupang, Kota Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Paket Siaga menang telak di TTS dengan 174.011 suara, disusul paslon Melkiades Emanuel Laka Lena - Johanis Asadoma ( Melki-Johni ) meraih 29.382 suara dan paslon Yohanis Fransiskus Lema - Jane Natalia Suryanto ( Ansy-Jane ) memperoleh 17.854 suara.

Di Kabupaten Kupang, Paket Siaga unggul dengan 99.777 suara. Melki-Johni meraih 52.021 suara dan Ansy-Jane 21.710 suara.

Hasil Lengkap Pilgub NTT 2024 di 22 Kabupaten

Pasangan Ansy-Jane

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur telah merampungkan Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pilgub NTT, Minggu (8/12/2024).

Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTT nomor urut 2 Emanuel Melkiades Laka Lena-Johanis Asadoma ( Melki-Johni ) menang dengan meraih 1.004.055 suara (37,33 persen).

Suara terbanyak kedua diraih paslon nomor urut 1, Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto ( Ansy-Jane ) dengan 873.524 (32,44 persen).

Sementara paslon nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi - Adrianus Garu ( Paket Siaga ) memperoleh 812.353 (30,20 persen). 

Adapun total suara sah sebanyak 2.689.932 suara, dan 56.018 suara tidak sah. Jumlah pemilih sesuai DPT sebanyak 3.988.372 orang. 

Hasil Pilgub NTT 2024: Melki-Johni Menang

Dari kiri: Ansy-Janes, Melki-Joni, Siaga

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur telah menetapkan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena - Johanis Asadoma ( Melki-Johni ) sebagai peraih suara terbanyak Pilgub NTT.

Paslon nomor urut 2 yang diusung 11 partai politik di antaranya Golkar, Gerindra, Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mendulang 1.004.055 suara (37,33 persen).

Melki-Johni unggul terhadap paslon nomor urut 1, Yohanes Fransiskus Lema - Jane Natalia Suryanto ( Ansy-Jane ) yang meraih 873.524 (32,44 persen) dan paslon nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi - Adrianus Garu ( Paket Siaga ) memperoleh 812.353 (30,20 persen). 

Total suara sah Pilgub NTT sebanyak 2.689.932 suara, dan 56.018 suara tidak sah. Adapun jumlah pemilih sesuai DPT sebanyak 3.988.372 orang. 

Minggu, 10 November 2024

Jurnalisme Fakta dan Jurnalisme Makna


Oleh: Jakob Oetama

Pidato Penerimaan Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa dalam Bidang Komunikasi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 17 April 2003

DALAM dunia media masa, dua hal berlangsung hampir serentak di Indonesia. Datangnya kebebasan pers hasil reformasi pro demokrasi serta berlangsung revolusi teknologi informasi yang menghasilkan ICT (Information and Communication Technology).

Ada gejala yang perlu diteliti, dan cukup menarik perhatian. Yakni bahwa kehadiran media informasi dan komunikasi serba teknologi itu, pada gilirannya bukan mematikan informasi dan komunikasi tatap muka dan lewat forum tradisional lainnya, akan tetapi justru menggalakkannya. 

Sabtu, 09 November 2024

Bahasa dan Buku

Stephie Kleden-Beetz

Oleh: Stephie Kleden-Beetz

 LAMBANG adalah sebuah bahasa, bahasa tertua manusia. Sampai sekarang di abad computer ini pun kita hidup dalam “lautan” lambang. Sebuah lukisan, entah itu bintang, garuda, beringin, perahu, atau apapun saja, baru menjadi lambang bila di dalamnya terkandung sesuatu yang lebih dari pada yang hanya terlihat oleh mata. C. G. Jung, psikiater (1875-1961) berkata: “Lambang memiliki aspek yang tak sadar yang mustahil dapat diterangkan atau diberi definisi setepatnya”. Pun : “Musik adalah juga Bahasa yang dipahami siapa saja”.

George Bernard Shaw, (1856-1950) dramawan Irlandia dan juga pemenang hadiah Nobel Kesusasteraan, tahun 1926, pernah berkunjung ke rumah seorang yang sangat kaya. Si tuan rumah bertanya, apa kesan tamunya tentang barang-barang antik yang mahal. Shaw menjawab: “Saya merasa seperti berada di museum, yang paling penting tidak terdapat di sini.” Orang kaya itu terkejut, lalu spontan bertanya: Apa? “Buku”, jawab Shaw.

Jumat, 08 November 2024

Anomali Salju


Pertama dalam 103 tahun Gunung Fujiyama Jepang tanpa sehelai salju di puncaknya yang menawan. Pertama dalam sejarah dunia, hujan salju jatuh berlumuran di Al-Jawf, padang gurun di Saudi Arabia.

Ada apa gerangan dengan bumi? Perubahan iklim tak mungkin tuan dan puan mungkiri. Ini masalah kita. Masalah anda dan saya. Bukan orang lain!

Mari kita tengok Fujiyama. Di bulan Oktober 2024 puncak Gunung Fuji tak tertutupi salju. Padahal Gunung Fuji lazim  tertutup salju hampir sepanjang tahun hingga mencair pada musim panas. 

Setelah musim panas berlalu, salju kembali menyelimuti gunung tersebut.  Saban tahun biasanya salju mulai terbentuk rata-rata pada tanggal 2 Oktober.

Kamis, 31 Oktober 2024

Wakil Tuhan Tergiur Uang

 


Kasus Ronald Tannur dalam perkara pembunuhan yang menjadi perhatian publik Indonesia masih terus bergulir sampai akhir bulan 2024 ini. 

Perkembangan teranyar malah semakin menarik karena berkaitan dengan integritas hakim yang kerap disebut sebagai wakil Tuhan di bumi.

Wakil Tuhan diduga tergoda dolar. Tergiur uang miliaran rupiah. Singkat cerita perkembangan perkara Ronald Tannur adalah sebagai berikut.

Mahkamah Agung (MA) dalam putusan kasasi  menjatuhkan vonis 5 tahun penjara terjadap Ronald Tannur dalam  perkara pembunuhan kekasihnya Dini Sera Afriyanti.

Jumat, 25 Oktober 2024

Kembali ke Bali


Kembali ke Bali sekarang tak begitu menyenangkan. Macet lalu lintasnya sungguh semakin menggila.

Senin petang 21 Oktober 2024, pesawat Lion Air yang membawa  saya dari Bandara El Tari Kupang tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekira pukul 15.20 WITA.

Dua puluh menit kemudian, saya sudah berada dalam mobil taksi yang langsung bergerak meninggalkan Bandara Ngurah Rai menuju sebuah hotel di Jalan Gatot Subroto Barat ( Gatsu), Kota Denpasar.

"Perjalanan kita ke sana kira-kira memakan waktu satu jam  kalau tidak macet, Pak," kata Pak Gede, sopir mobil yang ramah.

Pamit


ilustrasi

 Kata itu sontak riuh di bulan September 2024.   Sejumlah rekan kerja di Tribun Network pamit.

Pamit karena tidak lagi menjadi bagian dari tim kerja  jaringan media di bawah naungan Kompas Gramedia.

Empat orang yang pamit di bulan kesembilan tahun 2024.  Saya mengenal baik keempatnya yaitu Mas Taufik Zuhdi atau akrab disapa Mas Tof, Mas Hasyim Ashari, Mbak Marina Napitupulu dan terakhir Kander Turnip.

Mas Tof terakhir bertugas di Jakarta. Dia sejatinya karyawan Harian Surya Surabaya. Sempat menjadi Pemimpin Perusahaan di sana.  

Mas Hasyim Ashari terakhir menjabat Pemimpin Redaksi Harian Tribun Batam. Marina Napitupulu terakhir Manajer Bisnis sejumlah unit Tribun Network di wilayah Papua.

Selasa, 20 Agustus 2024

Selamat jalan, Aji

Edy Olin

Setiap kali bersua,  dia selalu menyapa dalam bahasa ibu saya, ka'e. Ka'e artinya kakak (bahasa daerah Ende Lio-Nagekeo - Flores). 

Sapaan yang tepat karena usia saya jauh di atas dia. Umurnya sepantaran dengan adik bungsu saya.

Dia pria yang ramah. Murah senyum. Kalau bicara suaranya lembut. Pembawaannya pun sama. 

Ruang kerjaku dan dia cuma dibatasi dinding tipis. Tiap hari kami hampir selalu bersua di kantor, Jl RW Monginsidi, Kelurahan Fatululi Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. 

Sebelum pindah ke Fatululi awal 2018 kami juga bernaung di rumah yang sama di Jl. Kenari 1, Naikoten Kupang.

Dari Roma ke Ndona

Uskup Paul Budi Kleden dan RD Vincent Budi

Oleh Wilfrid Babun SVD

Birawawan Katolik

Ada yang kirim reels. Superior general Societas Verbi Divini, SVD bertemu Paus Fransiskus. Pater Budi Kleden SVD mengenakan kalung di leher Pemimpin tertinggi Gereja Katolik seluruh dunia. 

Tertangkap kamera, Paus tersenyum. Bukan itu saja. Paus kelihatan sekali tertawa lepas. Budi juga demikian. 

Bukankah kita, homo symbolicum? Kita yang selalu berusaha menangkap  signal dari setiap perjumpaan,yang tersirat dari yang tersurat. Apa maknanya?

Kamis, 15 Agustus 2024

Menga No Ngaji

Bapa Alo dan Mama Ros

Tidak banyak pasangan suami istri yang bisa merayakan ulang tahun pernikahan emas atau 50 tahun hidup bersama. 

Cukup sering seorang di antara mereka lebih dulu berpulang ke hadirat ilahi. Ada juga alasan lain misalnya karena cerai. 

Hari Kamis 15 Agustus 2024 pasutri atau pasangan suami istri Aloysius Epu dan Rosalina merayakan pesta emas pernikahan mereka.

Rahasia keluarga ini terkuak saat misa harian pagi di Gereja St.Fransiskus dari Assisi, Kolhua Kupang. Pasutri tersebut membuat intensi khusus yang dibacakan Romo Dus Bone.

Seusai misa romo, diakon, suster, frater serta umat yang ikut perayaan misa harian mengucapkan selamat kepada pasutri Alo dan Ros. 

Saya pun tidak mau ketinggalan termasuk mengabadikan mereka lewat kamera foto.

Bapa Alo berasal dari Ende, sedangkan Mama Rosalina asal Kabupaten Belu. Pasutri ini menikah di Atambua 15 Agustus 1974. Saat itu saya baru berusia 5 tahun.

Bapa Alo Epu adalah purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD). "Kami menikah di Atambua. Setelah nikah saya ditugaskan ke Timor Timur (kini Timor Leste," kata Bapa Alo.

Selasa, 13 Agustus 2024

Ficus Benjamina


Partai Golongan Karya atau Golkar memilih pohon beringin ( Ficus benjamina) sebagai lambangnya. 

Tumbuhan asli benua Asia-Australia dengan ketinggian mencapai 20 hingga 35 meter ini berciri rimbun, akar tunggang, dan dari cabang-cabangnya muncul akar gantung. 

Daun beringin mungil berbentuk bulat telur yang meruncing ke ujung dengan tajuk berwujud payung. Buah kecil, bulat, dan permukaannya halus. Beringin sangat nyaman untuk berteduh.

Hari-hari ini partai berlambang beringin bikin geger seluruh negeri. Beringin alias ficus benjamina riuh terhempas angin musim. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengundurkan diri dari jabatannya pada Minggu 11 Agustus 2024. 

Jumat, 09 Agustus 2024

Empat Detik Veddriq


Hanya dengan waktu sekitar 4 detik, Veddriq Leonardo mengumandangkan Indonesia Raya di Paris. Dia pahlawan negara.

Beta suka cara editor Kompas.id merajut lead berita berjudul "Empat Detik Veddriq untuk Selamanya." Berita ini  ditayangkan Kompas.id  8 Agustus 2024 pukul 21:41 WIB. Berita ditulis Kelvin Hianusa. Editornya Prasetyo Eko Prihananto.

Veddriq sungguh pahlawan negara di ajang Olimpiade Paris 2024. Tiga hari menjelang penutupan Olimpiade, Indonesia nyaris kehilangan asa karena tanpa emas sekepingpun. 

Apalagi di cabang andalan bulu tangkis, semua atlet terbaik Merah Putih gugur sebelum babak final. Hasil terbaik hanya sekeping perunggu persembahan Gregoria Mariska Tunjung dari nomor tunggal putri.

Memanggang Bumi


Bukan muskil tuan, puan dan beta saban hari begitu rajin memanggang Bumi sehingga suhunya kian mendidih.

Planet tempat kita bermukim dan menjalani hidup ini memang semakin meningkat suhunya.

Misionaris Serikat Sabda Allah (SVD) asal Flores, Adrian Jehadun yang berkarya di Siberia Rusia, melalui akun Facebooknya menginformasikan suhu di sana mencapai 35 derajat Celcius.

Menurut Pater Adrian, suhu pada angka tersebut tergolong sangat panas untuk ukuran Siberia yang lama berselimut dingin.

Variasi iklim terjadi di Siberia tetapi lazimnya memiliki musim panas pendek dan musim dingin panjang dan sangat dingin.

Sempurna Pasaribu


Sedih nian mengenang Sempurna Pasaribu. Wartawan Tribrata TV ini bersama istri, anak dan cucu meninggal dunia dalam suatu peristiwa tragis yang masih misteri.

Berdasarkan berita berbagai media, Sempurna Pasaribu dan tiga anggota keluarganya meninggal dunia ketika rumahnya di kawasan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dilalap si jago merah pada 27 Juni 2024.

Keempat orang korban tewas yakni Sempurna Pasaribu (47 tahun), Elfrida boru Ginting (48 tahun, istri Sempurna), Sudi Investasi Pasaribu (12 tahun, anak Sempurna), dan Loin Situkur (3 tahun, cucu Sempurna Pasaribu).

Gerak Lambat dan Labil


Dua kata melukiskan progres penanganan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT yaitu lambat dan labil. Lambat artinya perlahan-lahan jalannya, tidak cepat, tidak tepat pada waktunya.

Labil berarti goyah, tidak mantap alias tidak kokoh. Pun bermakna tidak tenang, mudah berubah-ubah, naik turun, tidak stabil, cenderung berubah atau tidak seimbang.

Diksi lambat dan labil tersebut tercermin dari hasil Survei Kesehatan Indonesia. Mari kita simak bersama. Pada tahun 2018, angka stunting di NTT berada di 42,6 persen.

Angka tersebut turun menjadi 35,5 persen pada tahun 2022, tetapi naik lagi menjadi 37,9 persen pada 2023.

Pesta Para Jawara

Spanyol juara Euro 2024

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Usailah sudah pesta sepak bola sebulan penuh yang membuat tuan dan puan pemuja bola begadang atau bangun tidur lebih awal.

Sejak 14 Juni hingga 14 Juli 2024, tersaji dua turnamen besar yaitu Piala Eropa atau Euro dan Piala Amerika atau Copa America.

Seorang kawan, anggota komunitas gila bola di Kupang mengaku kualitas tidurnya agak terganggu sebulan terakhir. Demikian pula konsentrasi kerja pada siang hari.

Maklum, dia begadang nonton tim kesayangan di Piala Eropa kemudian lanjut menonton pertandingan Copa America yang ditayangkan langsung pagi hari.

"Tapi saya senang, tim kesayanganku Argentina juara Copa America," katanya semringah.

Coming Home

Timnas Inggris 2024

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Setelah melalui perjuangan panjang melelahkan sebulan penuh, bolehlah hari ini anak-anak Inggris mendendangkan lagu football coming home.

Coming home. Sepak bola pulang ke rumah yang melahirkannya dua abad lalu.

Di antara negara Eropa, kiprah Timnas Inggris paling manis dalam tiga tahun terakhir. Tim asuhan Gareth Southgate tersebut lolos lagi ke babak final kejuaraan Piala Eropa.

Tiga tahun lalu di rumah sendiri, Inggris lolos ke final Euro 2020 yang baru digelar bulan Juli 2021 karena pandemi Covid-19.

Di babak semifinal 8 Juli 2021, Inggris menang dramatis 2-1 atas Denmark berkat gol penentu dari Harry Kane pada menit ke-104.

Pangeran Sialan

Jude Bellingham

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Inggris adalah negeri Prince and Princess. Negeri para Pangeran dan Putri. Raja dan Ratu. Di era modern ini tak ada monarki konstitusional di dunia yang lebih tersohor dan makmur dibandingkan Kerajaan Inggris.

Inggris pun diakui sebagai tanah air sepak bola. Bumi yang melahirkan cabang olahraga permainan tim dengan penggemar terbanyak sejagat raya.

Sepak bola lahir di Britania Raya tapi di ladang penuh pesona ini Inggris sekadar Pangeran bola sialan. Belum sekalipun naik tahta sebagai raja Eropa.

Pernah sekali mereka jadi Raja Mondial bola, 1966. Sudah lama nian. Telah lebih dari setengah abad lampau. Di kala layar televisi masih hitam putih. Sebagian besar tuan dan puan mungkin belum lahir.

Air Mata Pepe

Pepe menangis

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Cristiano Ronaldo mendatangi Pepe lalu memeluknya erat. Tanpa kata-kata. Tapi jelas pesannya yaitu meneguhkan Pepe yang sedang berurai air mata.

Portugal kalah adu penalti 3-5 atas Prancis setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit. Target meraih trofi Piala Eropa pupus di babak perempat final.

Dinding Stadion Volkspark Hamburg, Jerman, Jumat (5/7/2024) malam, menjadi saksi bisu perjuangan sehabis-habisnya CR7 dan Pepe demi kejayaan tanah air mereka.

Dua veteran berusia 41 dan 39 tahun telah total memberi diri untuk kehormatan Selecao das Quinas. Apa daya penalti berakhir pahit. Portugal pulang. Prancis masih bertahan.

Espana

Timnas Spanyol 2024

Catatan Sepak bola Dion DB Putra

Yang manis tapi bukan gula adalah Espana. Ya Spanyol manis amat penampilannya di fase grup Euro 2024.

Dia satu-satunya tim sempurna. Tanpa cacat. La Furia Roja total mengoleksi 9 poin dan belum kebobolan gol.

Cara mereka bermain pun mengesankan kecuali sedikit dibantu dewi fortuna saat membekap juara bertahan Italia.

Andai jawara hanya berlandaskan hasil fase grup, merekalah yang berhak naik tahta sepak bola Eropa 2024. Spanyol tentu patut masuk tim unggulan. Kandidat kuat pemegang trofi Piala Eropa.

Tapi turnamen bahkan belum separuh jalan. Ujian di depan mata bagi Espana, mampukah mengggusur Georgia yang bikin Cristiano Ronaldo naik pitam?

Kamis, 08 Agustus 2024

In Memoriam Ferdy Levi

Ferdy Levi

Oleh: Pater Frans Ndoi, SVD

Pak Ferdy Levi itu saya kenal sejak tahun 1978. Waktu itu saya TOP di Katedral Ende bersama frater Egy Parera, sekarang Romo Egy dan bertugas di Mautapaga. 

Kami berdua yang mengurus pemberkatan nikah Pak Levy yang sangat ganteng dan nona Theodora yang sangat cantik. 

Sejak awal Pak Levy sudah berbicara tentang pembentukan paduan suara yang handal di kota Ende. Waktu itu belum ada. 

Mencari koor untuk liturgi pernikahannya, tidak ada. Tidak lama sesudah itu terbentuklah PS Seraphim. Juga di Syuradikara dibentuklah paduan suara yang tak tertandingi sekolah lain.

Minggu, 28 Juli 2024

Tenggorokan Bolong


Apapun diskusi mengenai rokok selalu menarik karena barang yang satu ini berwajah paradoks. 

Semua orang tahu bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Tapi bersamaan dengan itu jumlah perokok tak kunjung menyusut. Rokok dibenci sekaligus diburu dan digemari.

Guna mengingatkan dampak kesehatan, dalam setiap kemasan atau bungkusan rokok terdapat kalimat "Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin". 

Kata-kata tersebut dilengkapi gambar manusia dengan tenggorokan bolong.  Apakah gambar dan pernyataan tersebut membuat nyali para perokok menciut? 

Kamis, 20 Juni 2024

Senja di Tanjung Bastian

Lembayung senja di Tanjung Bastian, Selasa 11 Juni 2024 mengusir letih perjalanan kami yang panjang dari Kota Kupang. Saya bersama dua rekan kerja yaitu Paul Kopong Burin dan Kristanto Bisilisin.

Kira-kira 20 menit kami menepi di sisi jalan yang lengang, menikmati sang raja siang kembali ke peraduannya sambil menebarkan rona merah jingga.

Kutengok ke sisi kanan. Sepasang remaja tak ketinggalan melepas hari mereka.

Semua orang kiranya menyukai senja yang selalu terasa lekas berlalu dengan keindahan lama membekas. 

Senin, 17 Juni 2024

Hari-hari Menjelang Akhir


 Ya hari-hari menjelang akhir suatu era yang namanya koran. Koran cetak. Saya menyaksikan perubahan ini. Pos Kupang cetak dengan komposisi 8 halaman saja, dari sebelumnya 12 halaman.

Kami mulai terbit dengan 8 halaman hari Selasa 28 Mei 2024. Senin malam, 27 Mei yang sedikit berangin, saya menyaksikan produksi koran yang sedemikian tipis ini.

Entah dia bertahan sampai kapan hingga benar-benar berhenti seperti Majalah Intisari terhitung mulai 2 Juni 2024.

Keputusan pahit ini sesuai arahan pemimpin Tribun Network dalam rapat di Jakarta, Senin 6 Mei 2024.

Cetak tak mungkin terus bertahan di tengah anjloknya pendapatan Pos Kupang. Saatnya beralih ke digital. Berat tapi badai ini harus dilalui.

Senin, 03 Juni 2024

Selamat Jalan, Lawo!

Niko Frans

Oleh Dion DB Putra

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia alias GMNI yang kini mekar berbiak indah di persada Flobamora patut berterima kasih kepada duet ini. Duet Dua Frans.

Frans Lebu Raya dan Niko Frans. Pasangan Adonara-Nita. Frans Lebu Raya terlahir sebagai anak Adonara, Kabupaten Flores Timur. Niko Frans lahir di Nita, Kabupaten Sikka. Nita adalah tempat bermukim dua seminari tinggi terkemuka dunia, Ledalero dan Ritapiret.

Saya bersyukur menjadi akivis mahasiswa pada periode yang hampir sama dengan duet Dua Frans, meski mereka berdua lebih senior dari sisi usia.

Sebagai aktivis,  duet Dua Frans sangat aktif pada periode 1989-1996. Mereka merintis dan memimpin organisasi GMNI yang kemudian berjaya sampai hari ini.  

Pada periode yang sama (1989-1993) saya bergumul diri di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius. 

Roke Goma


"Mulai polusi bunyi jelang komuni pertama. Malam ini roke goma." Demikian status kolegaku di akun Facebooknya pada Sabtu malam 1 Juni 2024.

Dia anak Ende Lio yang sedang pulang kampung. Saya menduga dia memenuhi undangan dari keluarga yang anaknya menerima komuni suci pertama pada hari Minggu 2 Juni 2024.

Dalam kalender liturgi Gereja Katolik Roma, 2 Juni 2024 merupakan hari raya Tubuh dan Darah Kristus. 

Lazim dalam tradisi Katolik pada hari raya tersebut anak-anak usia SD menerima komuni pertama. Perdana mereka menerima tubuh dan darah Kristus atau sambut baru. Hal tersebut hampir pasti terjadi di semua keuskupan di dunia termasuk di Nusa Tenggara Timur.

Jumat, 31 Mei 2024

Paulus Budi Kleden The Smiling Monsignor

Catatan ringan seorang sahabat, Wilfrid Babun SVD 

 Saya beruntung gabung bersama dalam satu angkatan dengan Pater Paulus Budi Kleden. Angkatan 87. Kami akrab memanggilnya “No Budi”. Ada juga yang bilang, “ No Poce”. Tiga 

Paulus Ada tiga orang frater dengan nama sama. Mereka: Paulus Budi Kleden, Paulus Tolo Djogo dan Paulus Rahmat.

 Yang pertama dari Waibalun Flores Timur. Yang kedua, dari Nagekeo Flores Tengah, dan yang terakhir dari Manggarai Flores Barat. 

 Ketiganya, produk tiga seminari ternama di Flores. Ada St. Dominggo Hokeng, Seminari Toda Belu Mataloko dan Seminari Pius XII Kisol. Ketiga seminari ini dari dulu menjadi ikon Pendidikan konteks Flores.

 Ketiga Paulus  juga dapat menjadi representasi aroma kualitas Lembaga Pendidikan calon imam. Tidak sampai di sini. Ketika menjadi imam ketiganya juga berkibar; Pater Paulus Budi Kleden, Superior General SVD sedunia;  Pater Paulus Tolo Djogo SVD, sebagai Provinsial SVD Ruteng dan Pater Paulus Rahmat, orang penting di Vivat Internasional Amerika Serikat. 

Selasa, 28 Mei 2024

Makna dan Berkah Pastoral Terpilihnya Mgr Paul Budi Kleden SVD

Mgr. Paul Budi Kleden, SVD

Oleh Apolonius Anas, SPd

Direktur LBKP U-Genius Kefamenanu

Mgr Paul Budi Kleden,SVD baru saja dipilih Paus Fransiskus untuk memimpin Keuskupan Agung Ende. Kabar baik itu menyebar begitu cepat di jagat maya akhir pekan lalu. Secara serempak, ucapan syukur bertaburan di berbagai platform digital.

Berbagai pihak menganggap momentum ini sebagai berkat Allah yang luar biasa. Berkat itu bukan hanya diberikan kepada keluarga Besar Serikat Sabda Allah(SVD) di seluruh dunia dan umat Keuskupan Agung Ende tetapi juga umat Katolik seluruh NTT dan Indonesia.

Menurut saya, keterpilihan Mgr. Paul Budi Kleden menjadi Uskup Agung Ende saat ini sangat berbeda dan bernilai spiritualitas yang luar biasa. Karena pengikut St. Arnoldus Jansen ini adalah biarawan/rohaniwan berkharisma yang terkenal di seluruh dunia. 

Ini Baru Budi

Paul Budi Kleden, SVD (kiri)

Oleh: Robert Bala

Penulis buku Homili yang Memikat, Prolog oleh P. Paul Budi Kleden, SVD (Penerbit Ledalero, Maret 2024)

Pengumuman P. Paul Budi Kleden SVD sebagai Uskup Keuskupan Agung Ende mengejutkan. Mengapa?

Karena sebagai pimpinan tertinggi SVD, Budi semestinya meneruskan ‘tradisi’ Provinsi Gerejawi Nusa Tenggara (mencakup keuskupan Larantuka, Ende, Weetebula, Ruteng, Denpasar, Kupang, dan Atambua) untuk hanya memilih imam projo.

Itulah tradisi sejak Uskup Longginus da Cunha (1996), Uskup Turang (1997), Uskup Benyamin Bria (2000), Uskup Frans Kopong Kung (2002), Uskup Visen Sensi (2007), Uskup Domi Saku (2007), Uskup Silvester San (2008), Uskup Sipri (2019) dan yang terakhir Uskup Pakaenoni (2024) semuanya imam projo.

Budi Kleden, Ende, dan Kebun Vanila

Paul Budi Kleden, SVD

Oleh: Pater Charles Beraf, SVD

Pastor Paroki Detukeli, Ende

KABAR tentang Uskup baru Ende, Mgr. Paul Budi Kleden, SVD sampai ke telingaku saat saya sedang membetulkan tajar vanilla di kebun Paroki Roh Kudus Detukeli. 

Mengejutkan? Sedikit saja reaksi itu. Budi, dari kaca mata saya sejak dulu, layak menjadi uskup. 

Seorang yang rendah hati, cerdas, juga seorang yang bisa diajak untuk masuk ‘ke kebun’. 

Alasan lain, Budi memang dibesarkan dari rahim Keuskupan Agung Ende (KAE): mengenyam pendidikan di STF Ledalero dan kemudian menjadi dosen pada almamater itu (ketika STF Ledalero masih ada dalam wilayah KAE), pernah menjadi anggota dewan Provinsi SVD Ende sebelum  terpilih sebagai Superior Jenderal SVD.

Uskup Paul Budi Kleden, Teologi Terlibat, dan Tantangan Imam Masa Kini

Paul Budi Kleden, SVD

Oleh Valens Daki-Soo

Penulis adalah entrepreneur dan politisi, mantan Frater SVD di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Flores.

Paus Fransiskus akhirnya menunjuk Superior General SVD (Societas Verbi Divini), Pater Dr. Paulus Budi Kleden, SVD menjadi Uskup Keuskupan Agung Ende (KAE). Pengangkatan Pater Budi secara resmi dibacakan oleh Administrator KAE, Rm. Yosef Daslan Moang Kabu di Gereja Katedral Ende pada 25 Mei 2024. 

Dengan demikian, berakhirlah penantian umat KAE akan sosok pemimpin spiritual yang baru sejak mangkatnya Mgr. Vincentius Sensi Potokota enam bulan lalu. Mgr. Sensi meninggal dunia di Rumah Sakit Sint Carolus Jakarta pada 19 November 2023.

Selamat Datang Mgr. Paul Budi Kleden, SVD

Paul Budi Kleden, SVD

Oleh Romo Nani Songkares

Terpilihnya Mgr. Paul Budi Kleden, SVD sebagai Uskup Agung Ende yang baru disambut sangat antusias. Banyak sekali whatsapp group di mana para imam bergabung, dan di sana mengalir rasa syukur penuh kegembiraan atas terpilihnya Bapak Uskup Agung kita.

Pagi ini di paroki-paroki, saya yakin ada doa syukur, karena hanya dalam setengah tahun masa sede vacante, doa-doa umat se-Keuskupan Agung Ende terkabulkan.  Dan bahwa yang terpilih adalah salah satu dari misionaris kita, mungkin ini sejalan dengan dan sekaligus menegaskan arah-dasar Gereja Keuskupan Agung Ende yang mandiri, solider, injili, dan misioner.

 Biasanya para misionaris, SVD khususnya di Keuskupan Agung Ende, mengarahkan perhatiannya ke luar wilayah keuskupan. Dengan terpilihnya Mgr. Paul Budi Kleden, SVD, ada semacam gerak balik, mungkin untuk mengingatkan bahwa setiap medan pastoral adalah medan misioner.

Drama Uang Sekolah


Mirip drama dengan klimaks yang mudah ditebak. Lepas isu panas sekadar tes ombak. Kalau bergolak riuh bos turun tangan. Bila adem ayem ya jalan terus.

Begitulah penggalan cerita tentang kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri. 

Hampir sebulan uang sekolah menjadi buah bibir masyarakat dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote karena angka kenaikannya dipandang tidak wajar. Mencekik leher.

Betapa tidak. Di tengah gejolak ekonomi bangsa ini  yang tak kunjung membaik sejak dihajar pandemi Covid-19, perguruan tinggi negeri ramai-ramai meminta persetujuan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim untuk menaikkan UKT.

Selasa, 16 April 2024

Horor Sydney


Oleh Dion DB Putra

Sydney yang romantis nan damai sontak berubah menjadi kota horor.  Horor ditebarkan penyerang bersenjata pisau yang menikam orang-orang tak bersalah di ruang publik. 

Hanya dalam tempo 48 jam terjadi serangan di dua tempat berbeda yaitu pusat perbelanjaan dan gereja. Kota terbesar di Australia yang terkenal nyaman dan aman kini menebarkan kengerian.

Gedung Opera, ikon Kota Sydney menyalakan lampu khusus tanda duka cita sekaligus menghormati para korban tewas dan terluka.

Semua gedung pemerintahan di negara bagian New South Wales  mengibarkan bendera setengah tiang, dan negara bagian serta teritori di seluruh Australia merayakan hari berkabung nasional. Australia sungguh terguncang.

Horor merebak di akhir pekan. Pada jam sibuk Sabtu petang 13 April 2024, Joel Cauchi berjalan santai menuju mal Westfield Bondi Junction di jantung Kota Sydney. 

Eviva Espana

Xabi Alonso

Catatan Sepak Bola Oleh Dion DB Putra

 Pekik girang meledak membahana di Stadion BayArena Leverkusen, Minggu  malam 14 April 2024. Girang dengan sedikit gila.

Ketika tercipta gol keempat ke gawang Werder Bremen pada menit ke-83,  sejumlah penonton nekat masuk ke lapangan.

Pertandingan sempat terhenti beberapa menit untuk mengamankan kegilaan tersebut. Setelah penonton kembali ke tribune, laga berlanjut. 

Permainan Bayer Leverkusen kian menggila. Tatkala  gol kelima tercipta menit ke-90, keceriaan pendukung Leverkusen benar-benar tak bisa lagi dibendung. 

Manusia menyemut serbu masuk lapangan. Situasi tak terkendali memaksa wasit langsung meniup peluit akhir.

Naturalisasi


Oleh Dion DB Putra

Warta BolaSport.com pada Selasa 9 April 2024 menarik perhatian beta.

BolaSport.com melaporkan bahwa langkah Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mendapatkan kritikan pedas dari rekannya sesama pelatih  asal Korea Selatan, Jong Song-chon.

Jong Song-chon yang pernah melatih timnas U20 putri Korea Selatan menyentil Shin Tae-yong yang banyak mengandalkan pemain keturunan di Timnas Indonesia.

Memang skuat Merah Putih 2024 dipenuhi pemain diaspora Indonesia atau pemain keturunan Indonesia.

Sabtu, 02 Maret 2024

Pesona Kefamenanu


Durasi kehidupan malam terasa lebih lama. Rumah makan tersebar di beberapa tempat. Pilihan menu pun bervariasi. Satu hal yang membuat girang, ada menu kuah ikan asam dan ikan bakar. Makanan kesayangan saya.

Di warung pinggir jalan kita berhak pilih sendiri jenis ikan, umumnya  masih segar dalam kotak khusus berisi es batu. Baru sekali mati, kata empunya rumah makan melukiskan kondisi ikan.

Sungguh malam itu beta melihat wajah Kefamenanu yang sudah jauh berubah. Ya, setelah lima tahun beta kembali ke ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara tersebut di penghujung Februari 2024.

Saya ke sana bersama dua rekan dari Harian Pos Kupang, Paul Kopong Burin dan Kristanto Bisilisin. Kami ke sana untuk silaturahmi dengan mitra kerja di Kefa.

Pemilu yang Pilu


Oleh Dion DB Putra

PEMILU 2024 adalah pemilu yang pilu bagi seluruh rumpun keluarga Marselina Hoar. Marselina adalah Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di  TPS 07 Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Marselina Hoar meninggal dunia setelah menjalankan tugas bersama rekan-rekannya KPPS TPS O7 Desa Bakiruk.

"Kami keluarga besar KPU Kabupaten Malaka turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Ketua KPPS TPS 07 Desa Bakiruk," kata Ketua KPU Kabupaten Malaka, Yuventus Adrianus Bere, Jumat 16 Februari 2024.

Minggu, 04 Februari 2024

Mengenang Basuki Subianto

Basuki Subianto

Reformasi di ini negeri pada 1998 membawa konsekuensi luas termasuk di bidang pers dan media massa.

Media yang agak sesak napas kebebasan pada masa otoriter Orba, sontak menikmati kemerdekaan.

Institusi pers pun tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Persaingan lebih keras dibandingkan masa sebelumnya.

Kami di Harian Pos Kupang pada masa itu merasakan efeknya. 

Pos Kupang yang sejak 1 Desember 1992 merupakan satu-satunya koran harian di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat pesaing kuat dengan konsep dan semangat baru pula.

Rabu, 31 Januari 2024

Bukan Peti Mati Terakhir



Beta mau berkata lugas saja bahwa perbudakan modern di kampung halaman kita, Flobamora, belum usai bahkan semakin menjadi-jadi.

Di penghujung tahun 2023, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menerima kiriman peti jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari negeri seberang.

Malah tiga sekaligus di bulan Desember saat sebagian besar masyarakat di bumi tenggara NKRI ini merayakan Natal.

Mengutip laporan Pos Kupang, ketiga PMI yang meninggal di luar negeri pada Desember 2023 adalah Yohanes Baptista Baga asal Desa Beru Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Sabtu, 27 Januari 2024

Kisah Manis di Hari Kamis

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Shin Tae-yong

Kisah manis terlahir di hari Kamis, 25 Januari 2024. Sekelompok anak muda sontak riuh berjingkrak ria. 

Mereka berangkulan hangat di ruangan mungil hotel berbintang, di depan layar televisi yang baru saja dimatikan. Wajah sang arsitek Shin Tae-yong pun bersemu merah. Garuda bisa, yes!  

Kegembiraan para pemain Timnas Indonesia pecah setelah wasit Ahmad Alali yang memimpin laga Oman vs Kirgistan meniup peluit panjang di Stadion Abdullah bin Khalifa Qatar. 

Duel pamungkas Grup F berujung imbang 1-1 memastikan skuat Garuda menjadi tim ke-16 atau terakhir lolos ke fase knock out.

Selasa, 23 Januari 2024

Ignas Kleden: dari ”Ars Inveniendi” ke ”Ars Tradendi”

Ignas Kleden

Oleh Charles Beraf

Sosiolog; Direktur Detukeli Research Centre, Ende, Flores

Di kalangan ilmuwan sosial Indonesia, Ignas Kleden yang lahir di Waibalun, Flores Timur pada 19 Mei 1948, tercatat sebagai cendekiawan yang amat disegani. 

Hal itu terutama karena daya upaya kritisnya untuk melihat persoalan kebangsaan dengan sisi tilik yang tak umum dan tak disangka kebanyakan orang.

Ditempa dengan tradisi filsafat yang kuat sejak di Seminari Agung Ledalero, Flores, hingga ketika menerabas masuk ke dalam dunia ilmu sosial ketika mengenyam pendidikan di Jerman, Ignas akhirnya membuktikan ketangguhannya sebagai ilmuwan sosial.

Ignas Kleden, Postcript Sebuah Kesungguhan Intelektual

 Oleh Hamid Basyaib

Ignas Kleden

SANGAT sedikit intelektual Indonesia seperti Ignas Kleden. Ia tak pernah mau berkompromi dalam soal kualitas ide dan kesungguhan dalam menghadapi masalah. Mungkin ini sebabnya ia tak pernah tampil di acara talk show televisi — sebuah medium komunikasi yang tekun memerosotkan mutu percakapan intelektual, selain mengumbar kedangkalan kultural tanpa putus melalui acara-acara hiburan yang keburukannya sulit dipercaya. 

Ia meminati percakapan intelektual sejak masih belia, sejak ia, dari kampungnya di Waibalun, Nusa Tenggara Timur, memandangi orang-orang pintar Jakarta menyajikan ide-ide mereka atau berpolemik di media massa. 

Ia menikmati semua itu dari perpustakaan yang baik di seminari Larantuka, yang selalu menerima kiriman edisi terbaru majalah apapun. Ia menawarkan diri untuk bekerja di sana, supaya bisa menikmati bahan bacaan yang melimpah.

Ignas Kleden: Mendidik agar Taat pada Akal Sehat


Ignas Kleden (kompas)

Gelombang reformasi 1998 mengubah peta politik dan demokrasi bangsa Indonesia. Namun, satu hal yang hingga kini belum berubah secara signifikan adalah pendidikan. 

”Pendidikan kita tidak mengajarkan orang untuk berpikir, tetapi untuk tunduk pada kekuasaan,” ucap sosiolog Ignas Kleden (68), 18 Juni 2016, di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.

Pendidikan yang sangat mengutamakan kontrol dan memasung kreativitas adalah warisan tradisi Orde Baru yang mengajarkan siapa pun untuk taat pada kekuasaan, bukan pada pikiran. Dalam ujian, misalnya, anak-anak disodori dengan pilihan ganda. Mereka dituntut memberikan jawaban kepada pemberi jawaban, bukan berpikir kreatif mengelaborasi sebuah pertanyaan.

Dari sisi kepraktisan, soal-soal yang menyediakan pilihan ganda lebih memudahkan guru atau dosen untuk memeriksa jawaban dan memberikan nilai. Namun, praktik seperti ini memasung kreativitas anak didik.

Ignas Kleden, Catatan Seorang Pembaca

Ignas Kleden (kanan)

Oleh Cecep Burdansyah

Penulis, tinggal di Bandung

POS-KUPANG.COM - “Menurut pengalaman, seorang belajar menulis hanya dengan mulai menulis, dan kemudian menjadi penulis karena membiasakan diri menulis secara teratur. Proses seseorang akhirnya menjadi penulis atau diterima sebagai penulis oleh khalayak pembacanya, adalah suatu proses yang – karena watak dari proses itu sendiri – relatif terjamin otentisitasnya, karena sifat dan fungsi kepenulisan hampir tidak dapat didukung oleh berbagai praktek KKN.”

Ignas Kleden, Pengalaman Menulis: Menuliskan Pengalaman, dalam bukunya “Menulis Politik: Indonesia Sebagai Utopia”, Penerbit Buku Kompas, 2001.

Mengenang Abang Kami, Dr. Ignas Kleden, M.A

Ignas Kleden

Oleh Tony Kleden

Saya menulis kisah kenangan ini dengan perasaan mengharubiru.  Perasaan itu muncul terutama karena sudah hampir tiga bulan saya lebih banyak berada di Waibalun, Flores Timur.

Bagi saya, dan hampir pasti bagi semua  orang dari desa mana pun,  desa/kelurahan  tempat lahir itu seperti punya ‘kekuatan  supranatural’  yang selalu  menyertai di setiap jejak langkah.

Kekuatan itulah yang memompa spirit, menghembuskan  ausdauer dan lalu membangkitkan  ‘ike kewaat’  (semacam ‘korsa’)  hingga  menjadi ‘atadiken’ (orang dengan kekuatan) di mana pun berada.

Profil Ignas Kleden, Sosiolog Kenamaan Kelahiran Flores Timur

Ignas Kleden

 Indonesia memiliki seorang intelektual terkenal kelahiran Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT.

Dia adalah Dr. Ignas Kleden, MA.  Mengutip wikipedia, Ignas Kleden lahir pada tanggal 19 Mei 1948 di Waibalun, Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Suami dari  Ninuk Probonegoro ini aktif sebagai sastrawan, sosiolog, cendekiawan, dan kritikus sastra sejak awal tahun 1970-an.

Setelah tamat pendidikan dasar dan menengah, ia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi  Ledalero, Maumere, Flores  (1972).

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...