Selasa, 08 Desember 2015

Polda NTT Terburuk dalam Pelayanan STNK


Hasil observasi layanan publik Indeks Tata Kelola Polri tahun 2014 menunjukkan,  Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) berada di posisi terakhir pada layanan publik lalulintas dan intelkam dengan nilai 1.661.

Dalam pelayanan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Polda NTT berada pada urutan 31 alias nomor buntut  dari seluruh Polda di Indonesia  dengan nilai 500 dan 287.  Sedangkan dalam hal pelayanan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)  berada di posisi 30 dari 31 Polda dengan nilai 412. Dan, untuk pelayanan SIM, rapor Polda NTT masih jauh dari menggembirakan yaitu nilai 462 atau berada di posisi 29 dari 31 Polda di Indonesia.

Hasil ITK Polri dari bulan Januari-Desember 2014 itu disampaikan Program Manager Security, Justice and Human Rights Kemitraan Partnership Governance Reform in Indonesia, Dr. M. Gaussyah, SH, MH, dalam pertemuan dengan jajaran Polda NTT di Kupang, Kamis (19/11/2015) pagi.

Sembilan Kelurahan di Kupang Butuh Angkot


Angkot di Kota Kupang
POS KUPANG.COM, KUPANG, PK- Sebagian besar warga yang bermukim di sembilan kelurahan di Kota Kupang membutuhkan transportasi umum angkutan kota (angkot). Kesembilan kelurahan itu yakni Kelurahan Kayu Putih, Liliba, Oesapa Selatan, Naioni, Fatukoa, Belo, Kolhua, Naimata dan Fatufeto.

Akibat ketiadaan angkot, pengguna jasa harus berjalan kaki antara 1 hingga  3 kilometer lebih untuk mendapatkan angkot atau ojek. Masyarakat mengharapkan Walikota Kupang, Jonas Salean memperhatikan hal ini.

Agustina (15), siswi sebuah SMP di Kupang, pekan lalu mengungkapkan, dirinya setiap hari pukul 06.15 Wita harus tinggalkan rumah di Kelurahan Liliba untuk ke sekolah. Agustina mesti berjalan kaki sekitar 1,5 km untuk sampai di jalur angkutan kota (angkot) di Bundaran PU, tak jauh dari Jembatan Liliba. Bukan hanya Agustina, masih banyak  pelajar, mahasiswa dan pegawai yang berjalan kaki ke tempat angkot melintas secara reguler.

Harum, Necis dan Senang Manjakan Diri

KUPANG, PK - Zaman dulu pria masuk salon hanya menggunting rambut atau mengantar pacar atau istri facial dan perawatan tubuh lainnya. Tapi pria masa kini berani ke salon bahkan ke klinik kecantikan untuk merawat diri.  Di Kupang,  pria metroseksual habiskan uang  hingga Rp 5 juta untuk menghilangkan kerutan di wajah.

Pria metroseksual artinya pria  yang berpenampilan dandy, senang memanjakan dirinya, sangat peduli dengan penampilannya, senang menjadi pusat perhatian (bahkan menikmatinya), sangat tertarik dengan fashion dan berani menampilkan sisi femininnya. Mereka ini bahkan ditengarai sebagai sosok narsistik, yang jatuh cinta tidak hanya terhadap diri sendiri, tetapi juga gaya hidup urban.

Sisi menarik dari kategori pria "flamboyan" ini, kendati berpenampilan "manis", tetapi mereka tidaklah gay atau homoseksual, tetapi mereka memiliki uang banyak untuk dipakai memdandani dirinya dan merawat tubuhnya.

Senin, 07 Desember 2015

Pasien RS Johannes Beli Obat Lebih Mahal


KUPANG, PK - Lelaki setengah baya  itu keluar tergopoh-gopoh dari halaman RSUD Prof  Dr WZ Johannes Kupang. Berbekal secarik kertas berisi kopi resep ia bergegas menuju arah barat pintu keluar rumah sakit.

Lelaki yang mengaku tinggal di Oebobo, Kota Kupang itu  mencari obat untuk saudarinya yang baru melahirkan. Sebelumnya, dia membawa resep ke apotek rumah sakit namun obat yang diresepkan tidak tersedia.  Tak putus asa, dia menunjukkan resep kepada  petugas di apotek pelengkap yang letaknya hanya sekitar 10 meter dari apotek rumah sakit. Ternyata di apotek pelengkap pun obat itu tidak tersedia.

Tender Obat untuk RSU Johannes Mulai Desember


KUPANG,  PK -Tender obat-obatan di RSUD Johannes Kupang mulai bulan Desember 2015. Dengan demikian, bulan Januari dan seterusnya tidak ada keluhan  soal ketiadaan obat atau kehabisan stok obat-obatan.

"Apalagi DPRD sepakat sudah bisa dilakukan percepatan sehingga Januari 2016 obatnya sudah ada," kata Sekda NTT, Frans Salem, di ruang kerjanya, Selasa (24/11/2015) siang,  seusai memimpin rapat terkait sering habisnya obat di RSUD Johannes  Kupang.

Sekda NTT menggelar rapat dengan menghadirkan Dirut RSU Kupang, drg. Dominikus Mere, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) NTT, dr.  KornelisKodi Mete, Kepala BPJS Kesehatan Kupang, Fransiskus Parera dan beberapa staf di Biro Keuangan Setda NTT.Rapat berlangsung 2,5 jam dimulai pukul 08.00 Wita juga meminta para dokter dan manajemen harus konsisten dan sepakat bersama mengatasi persoalan tersebut. Tak hanya itu, BPJS Kesehatan selaku mitra rumah sakit dituntut konsisten untuk cepat mencairkan klaim yang sudah diajukan rumah sakit.

Ironi Kota dengan Puluhan Sumber Mata Air


RUTENG, PK -Puluhan sumber mata air mengelilingi Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai di Pulau Flores,  Nusa Tenggara Timur. Namun, warga kota  dingin tersebut  selalu mengalami krisis air. Sebagian dari mereka harus begadang sampai dinihari demi mendapatkan air untuk masak, mandi dan cuci.

Perjuangan berat mendapatkan air bersih antara lain dialami Donatus Lagu. Udara dingin Kota  Ruteng pada pukul 01.00-02.00 Wita, Kamis (5/11/2015),  tak dihiraukan Donatus. Menenteng jeriken di tangan kanan dan kiri, warga Jalan Satar Tacik, Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong  itu masuk ke halaman rumah tetangga di sisi selatan.

Spirit Baru Nusa Tenggara Timur


Ciri utama era Reformasi di Indonesia adalah terbukanya  keran kebebasan pers.  Independensi pers terjaga. Dia tidak lagi dihantui risiko pemberangusan seperti di masa Orde Baru. Persoalan terbesar justru pada insan pers sendiri karena kebebasan yang lebih besar tidak otomatis mengubah watak pers yang mudah terbuai. Pers harus terlibat tetapi patut menjaga jarak. Singkatnya dia harus tetap independen dan kredibel.

Gugatan masyarakat terhadap pers masih sama. Apakah pers mewartakan yang serba baik dari sisi penguasa atau memihak kepentingan rakyat banyak, yang terkucil atau terpinggirkan? Apakah demi kepentingan praktis, pers  berselingkuh dengan kekuasaan yang menindas dan berlepotan praktik KKN?

Danrem Buka dengan Lagu Flobamora

Diskusi dengan Danrem 161 WS, A Yuliarto (ist)
KUPANG, PK - Komandan Korem (Danrem) 161 Wirasakti Kupang,  Brigjen TNI   Achmad Yuliarto memperdengarkan suaranya yang merdu saat memulai acara ramah-tamah dengan wartawan di Kupang, Kamis (26/3/2015) pagi.

"Untuk menyegarkan suasana sebaiknya saya buka dengan sebuah lagu," kata Danrem disambut aplaus. Diiringi alunan musik lembut, jenderal  murah senyum itu pun melantunkan lagu  Flobamora yang sungguh menghangatkan suasana pertemuan di Markas Korem 161 Wirasakti di Jl. WJ Lalamentik Kupang.

"Saya baru satu setengah tahun di sini. Tapi saya mencintai Flobamora. Kalau tidak penting sekali, saya lebih memilih berkunjung ke daerah di NTT daripada ikut pertemuan di Jakarta.  Ke sana biar diwakilkan saja," katanya.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...