Tampilkan postingan dengan label Alex Beding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alex Beding. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Januari 2016

Membangun Nusa Indah dari Kantor Sederhana


Penerbit Nusa Indah di Jl. El Tari Ende, Flores
SELAMA kurang lebih sebelas tahun (1959-1970) mengabdi di Seminari Menengah St Yohanes Berchmans di Todabelu, Mataloko Ngada, Pater Alexander Antonius Beding, SVD menempati sejumlah posisi penting di lembaga pendidikan calon imam tersebut. Alex Beding tercatat menjabat Direktur Studi Seminari Menengah (1961-1962), Rektor Seminari Mataloko (1962-1965) dan Prefek Seminari Menengah Mataloko/SMA Todabelu (1966-1970).

Selama di seminari ini, Alex Beding menunjukkan kecintaannya yang mendalam terhadap bahasa dan budaya. Seperti ditulis Steph Tupeng Witin, SVD dalam buku “Bersyukur dan Berharap, Kenangan 60 Tahun Imamat Alex Beding, SVD” (Ledalero 2011, hal 32), kecintaan pada bahasa dan budaya tersebut menjadi basis bagi Alex Beding untuk terlibat dalam bidang pers dan perbukuan selama puluhan tahun.

Senin, 12 Januari 2015

Terpikat Indahnya Cahaya Kunang-Kunang


Kunang-Kunang edisi Oktober 2011
TIGA Tahun setelah membangun Penerbit Nusa Indah tahun 1970, Pater Alex Beding, SVD merasa belum puas karena buku pada masa itu belum menjadi kebutuhan masyarakat Flores dan Lembata. Harga buku pun relatif mahal sehingga tidak mudah dijangkau berbagai lapisan masyarakat.

Berdasarkan hasil diskusi dengan rekan-rekannya dan terutama mendapat persetujuan dari pimpinan SVD Regio Flores, Alex Beding merintis terbitnya media massa cetak yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat umum. Tentang penerbitan pers ini Alex Beding menulis kenangan berikut sebagaimana dikutip Steph Tupeng Witin dalam buku “Bersyukur dan Berharap, Kenangan 60 Tahun Imamat Alex Beding, SVD” (Ledalero 2011, hal 35-36).

“Dengan buku kami belum melayani kebutuhan lebih banyak orang. Buku belum menjadi kebutuhan dan juga terlalu mahal. Maka saya mengajukan gagasan untuk penerbitan pers. Sudah lebih dari 10 tahun majalah Bentara berhenti. Kami mulai ramai berdiskusi dan memutuskan untuk menerbitkan majalah umum DIAN. Untuk majalah anak-anak KUNANG-KUNANG kami mendapat Sr. Emanuel Gunanto OSU yang dengan senang hati mau menjadi pemimpinnya. Suster Ema, begitu nama akrabnya, sangat berhasil bersama dengan pembantu-pembantunya.”

Membangun Nusa Indah dari Kantor Sederhana


Penerbit Nusa Indah di Jl. El Tari Ende, Flores
SELAMA kurang lebih sebelas tahun (1959-1970) mengabdi di Seminari Menengah St Yohanes Berchmans di Todabelu, Mataloko Ngada, Pater Alexander Antonius Beding, SVD menempati sejumlah posisi penting di lembaga pendidikan calon imam tersebut. Alex Beding tercatat menjabat Direktur Studi Seminari Menengah (1961-1962), Rektor Seminari Mataloko (1962-1965) dan Prefek Seminari Menengah Mataloko/SMA Todabelu (1966-1970).

Selama di seminari ini, Alex Beding menunjukkan kecintaannya yang mendalam terhadap bahasa dan budaya. Seperti ditulis Steph Tupeng Witin, SVD dalam buku “Bersyukur dan Berharap, Kenangan 60 Tahun Imamat Alex Beding, SVD” (Ledalero 2011, hal 32), kecintaan pada bahasa dan budaya tersebut menjadi basis bagi Alex Beding untuk terlibat dalam bidang pers dan perbukuan selama puluhan tahun.

Dari Mataloko ke Ende Membangun Nusa Indah


Seminari Mataloko
SETELAH menyesaikan studinya di Seminari Matoloko, Ngada, Alex Beding melanjutkan ke novisiat Ledalero. Alex Beding melukiskan pengalamannya tersebut sangat menakjubkan karena berlangsung dalam suasana perang saat itu.

Berikut catatan Alex Beding seperti dikutip Steph Tupeng Witin, SVD dalam buku Bersyukur dan Berharap, Kenangan 60 Tahun Imamat Alex Beding, SVD (Ledalero 2011, hal 24).

“Pada tahun 1943, kami menjalani novisiat tahun pertama di Ledalero. Waktu itu dalam keadaan perang dan serdadu-serdadu Jepang menduduki juga seminari tinggi. Karena semua pater-profesor berkebangsaan Belanda diinternir, maka para frater mahasiswa filsafat dan teologi dipindahkan ke Mataloko. Di ‘Rumah Tinggi’ kuliah-kuliah dilanjutkan dengan bantuan para imam yang ada.

Dia Menjala di Lautan Lain ...


Alex Beding (tengah) dan Steph Witin (kanan):  intan imamat
ALAM yang garang tidak menyurutkan upaya penyebaran Injil Kristus di Lamalera. Inilah poin penting yang digarisbawahi P Steph Tupeng Witin, SVD dalam buku “Bersyukur dan Berharap, Kenangan 60 Tahun Imamat Alex Beding, SVD” (Penerbit Ledalero, 2011, halaman 18).
Alam Lamaralera begitu kering dan gersang. Namun, kehidupan tak pernah memudar di sana. Justru di atas kenyataan seperti itulah harapan hidup diletakkan dan iman berkembang dengan subur.
Pater Alex Beding, SVD sendiri dalam buku “Bapa Bernhard Bode, SVD Pastor Pulau Lembata (Nusa Indah, 2010) menggambarkan Lamalera dan Lembata sebagai medan misi yang sulit.

Intan Imamatnya jadi Mahkota Bagi Lembata


Alex Beding
Pengantar Redaksi
Tahun 2011 yang baru lewat umat Katolik Lembata merayakan yubileum 125 tahun masuknya agama Katolik di pulau itu. Tahun yang sama tepatnya tanggal 23 Oktober 2011, Lembata juga merayakan 60 tahun imamat Pater Alex Beding, SVD, imam sulung dari pulau tersebut.

Mengenang pesta intan imamat Pater Alex, Penerbit Ledalero menerbitkan buku “Bersyukur dan Berharap” dengan editor Steph Tupeng Witin, SVD. Dalam buku setebal 183 halaman tersebut, karya dan pengabdian Pater Alex Beding, SVD yang merayakan HUT ke-88 tanggal 23 Januari 2012 digelar elegan dan utuh.

Alex Beding, Imam Sulung Lembata dan Tokoh Pers NTT

Menyambut Hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2012, kami memandang perlu menukilkan sebagian isi buku tersebut untuk pembaca FloresStar. Alex Beding tidak sekadar imam Katolik yang setia melayani umatnya. Dia adalah tokoh perintis yang membudayakan tradisi membaca bagi masyarakat Flores-Lembata dan NTT umumnya lewat buku dan media massa. Dia merupakan tokoh peradaban daerah ini yang patut dikenang dan diteladani.


LAMALERA 23 Oktober 2011. Deretan tena laja (bangsal-bangsal perahu) di pinggir pantai Desa Lamalera mematung dalam hening. Anak-anak tanpa baju berkejaran di atas hamparan pasir. Tulang-tulang ikan paus tegak di beberapa sudut. Bau amis ikan menjadi ucapan selamat datang kepada siapa pun yang memasuki haribaan Desa Lamalera.

Masih Menulis Buku di Usia 88 Tahun


Alex Beding di BSA Larantuka, 30 Jan 2012
BIARA Santo Arnoldus Janssen (BSA) Larantuka terletak dekat Gereja Katedral di kota Reinha itu. Di depannya berdiri STMK Bina Karya Larantuka yang diasuh oleh Serikat Sabda Allah (SVD). Dari tempat ini siapa pun dapat menikmati kesibukan Kota Larantuka.
Deru mesin kapal motor yang meninggalkan Pelabuhan Larantuka terdengar jelas. Di depan sana, Pulau Solor dan sebagian Adonara terlihat kokoh dipermainkan lautan biru nan tenang.
Di biara yang asri itulah Pater Alex Beding, SVD kini menjalani hari-hari tuanya. Usianya genap 88 tahun pada tanggal 13 Januari 2012. Ia masih setia membaca dan menulis. Refleksi-refleksinya senantiasa setia mengisi lembaran sejarah. Di antara deretan huruf-huruf ia meninggalkan pesan yang akan setia berbicara dalam konteks apapun. Bisa dinikmati dan memberi manfaat untuk generasi yang akan lahir kemudian.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...