Selasa, 28 Februari 2017

Mengapa Bapak Tinggalkan Saya Sendiri?

Gerson Poyk
Bapak tinggalkan saya sendiri. Biasanya saya ikut ke mana bapak pergi, saya kenal banyak sastrawan dari bapak. Mengapa bapak tinggalkan saya sendiri?

HUJAN tiba-tiba mengguyur rumah duka tempat  jenazah maestro sastra Gerson Poyk disemayamkan. Jenazah Gerson Poyk disemayamkan di rumah adiknya Richard Poyk di Jalan Dua Lontar, Kelurahan Kayu PutiH, Kota Kupang sejak tiba dari Jakarta pada Minggu (26/2/2017) hingga dimakamkan Selasa (28/2/2017).

Meski hujan, namun ratusan pelayat tetap mengikuti prosesi pemakaman jenazah sastrawan terkemuka Indonesia kelahiran Pulau Rote tersebut. Ibadah pemakaman dipimpin oleh Pendeta (Pdt) Tera D.Klaping dari GMIT Klasis Kota Kupang. Saat itu keluaga besar Poyk mempersembahkan lagu Yesus Malole.  Sementara sahabat karib almarhum Gerson Poyk dari Ruteng membacakan puisi untuk mengantar kepergian Gerson ke tempat peristirahatan terakhir.

Gerson Poyk Bertemu Guru Sintus di Surga

Gerson Poyk
KABAR kematian sastrawan Indonesia asal NTT, Gerson Poyk, saya dapat dari media sosial. Banyak orang membagikan tautan di Facebook perihal kepergiannya. Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pihak.

Banyak kalangan mengungkapkan rasa kehilangan dan sekaligus kekaguman mereka terhadap Sang Guru. Orang-orang NTT patut berbangga memiliki seorang Gerson Poyk. Ia seorang sastrawan jenius, jurnalis handal, seorang guru yang rendah hati dan seorang budayawan yang humanis.

Sudah banyak sekali buku novel, prosa, cerpen, puisi dan tulisan-tulisan yang ia hasilkan di sepanjang perjalanan hidupnya. Beberapa yang saya bisa ingat: Cumbuan Sabana (1979), Sang Guru (1972), Matias Akankari (1972), Giring-Giring (1982), Petualangan Dino (Novel anak-anak, 1979), Poti Wolo (1988), Jerat (cerpen, 1978) dan masih banyak lagi buku dan kumpulan-kumpulan tulisannya. Novelnya Sang Guru, adalah salah satu dari tiga novel Indonesia yang memenangkan SEA Write Award.

Faham Kedaerahan Berbahaya bagi NKRI

Gerson Poyk
TULISAN kecil ini terinspirasi dari goresan pena saudara Usman D. Ganggang di Kompasiana yang terbit 7 September 2013 berjudul, Gerson Poyk: Saya Tak Telan Mentah-mentah. Tulisan ini saya simak berbarengan dengan puluhan ucapan duka di facebook atas meninggalnya perintis sastra NTT tersebut pada 24 Februari 2017 lalu.

Sebagai apresiasi atas ketokohan beliau dalam jagat sastra Indonesia khususnya NTT, saya membuat catatan kecil ini,  tentang makna di balik karya-karyanya yang berlatar lokal, tetapi dibubuhi dengan sentuhan-setuhan modernisme. Karena dia tidak mau terlibat di dalam apa yang dinamakannya dresur.  

Senin, 27 Februari 2017

Semoga Lancar Jaya Kaka

KAKA, saya rencana ke Kupang pada hari Selasa, 7 Feb 2017, menghantarkan Imam Hidayat, penerima SK Manager Produksi Pos Kupang. Kami rencana berangkat dr Surabaya. Tks Kaka. Begitulah isi pesan WA (WhatsApp) dari Mas Febby Mahendra Putra yang masuk ke handphone saya pada 3 Februari 2017 pukul 09.02 Wita (menurut catatan di HP saya).

Wah, celaka! Itu reaksi spontanku. Maklum sejak dua pekan sebelumnya saya sudah membeli tiket untuk berangkat ke Ambon mengikuti peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tanggal 6 Februari 2017. Saya dan tiga teman dari organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi NTT akan berada di Ambon tanggal 7-10 Februari 2017. Saya baru balik ke Kupang 10 Februari melalui penerbangan panjang Ambon-Makassar-Jakarta-Surabaya-Kupang.

Masa sih saya tidak berada di tempat ketika Mas Febby dan Mas Bebet, sapaan akrab Imam Hidayat tiba di Kupang. Sebagai orang yang dipercayakan memangku posisi pemimpin redaksi, saya wajib menyambut Mas Febby dan mas Bebet.

Satu Orang Imigran Dihargai Rp 80 Juta

KUPANG, PK - Imigran ilegal yang pindah ke negara lain seperti Australia menyetor uang dalam jumlah tidak sedikit kepada sindikat penyelundup manusia. Sindikat internasional mematok harga satu orang minimal Rp 80 juta.

"Kalau satu kapal berisi 100 orang, maka pendapatan para penyelundup manusia bisa mencapai Rp 8 miliar hingga Rp 10 miliar. Besarnya pendapatan yang diperoleh penyelundup menjadi salah satu faktor maraknya penyelundupan manusia secara ilegal ke Australia," kata Kepala Satuan Tugas People Smuggling Polda NTT, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Cecep Ibrahim, kepada Pos Kupang, Rabu (17/2/2016) lalu.

Cecep mengatakan, fakta itu terungkap ketika menangani beberapa kasus people smuggling (penyelundupan manusia) oleh Polda NTT dan jajaran polres.  Ia menggambarkan ada sindikat pengiriman imigran gelap yang dikoordinir dari luar negeri hingga NTT. Hanya saja masing-masing orang memiliki peran sendiri-sendiri.
"Perannya masing-masing ada yang mencari kapal, rekrut, jadi koordinator lintas negara. Semisal dari Pakistan sudah ada yang rekrut. Kemudian koordinasi dengan koordinator di Indonesia, lalu koordinator di Indonesia membagi tugas yang mengawal menyebarang siapa, pencari kapal, semua sudah diatur sindikat," kata Cecep.

Sebuah Kisah Nyata Tentang Literasi

* Mengenang Sastrawan Gerson Poyk

Gerson Poyk
Keberadaan Gerson dapat dijadikan panutan untuk membebaskan NTT dan Indonesia dari ketertinggalan budaya literasi (membaca dan menulis).

GERSON Poyk adalah sebuah kisah nyata tentang literasi. Bagaimana tidak? Sepanjang hidupnya diisi dengan menulis dan menghasilkan buku. Terakhir Gerson Poyk meluncurkan kumpulan puisi berjudul Dari Rote ke Iowa, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 25 Juni 2016. Peluncuran kumpulan puisi tersebut sekaligus memperingati ulang tahunnya ke-85.

Dari Rote ke Iowa adalah kumpulan puisi pilihan sejak pertama dia menulis tahun 1950-an. "Keseluruhan puisi merupakan akumulasi dari kisah perjalanan kehidupan saya selama berkiprah sebagai jurnalis maupun penulis sastra," kata Gerson Poyk,  sebagaimana disampaikan Berty Sinaulan dalam Kompasiana. 

Masyarakat NTT Minta Makamkan Gerson Poyk di Dharma Loka


Gerson Poyk
KUPANG, PK -- Tokoh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dari berbagai elemen meminta agar jenazah sastrawan terkemuka Indonesia asal NTT, Gerson Poyk (86)  dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP)  Dharma Loka Kupang. Selain itu perlu mendirikan Perpustakaan Gerson Poyk di daerah ini.

Mereka menilai besarnya  jasa dan karyanya dalam memperkenalkan budaya NTT sebagai warna budaya Indonesia maupun Indonesia di mata dunia maka Gerson yang meninggal dunia di Depok pada  24 Februari 2017 layak diperlakukan sebagai pahlawan.

"Kami meminta agar Danrem dan Gubernur NTT bekerjasama untuk memakamkan tokoh sastra Indonesia di taman makam pahlawan," demikian poin pertama pernyataan para tokoh itu dalam petisi yang diterima Pos Kupang, Sabtu (25/2/2017). Kurang lebih 200 tokoh dari berbagai latar belakang profesi dan organisasi yang menandatangani petisi tersebut.

Selamat Jalan Perintis Sastra NTT


Gerson Poyk
SELAMAT jalan Bapak Gerson Poyk, perintis sastra NTT. Provinsi NTT dan Indonesia kehilangan tokoh besar bidang sastra dan budaya yang dengan cemerlang mengangkat lokalitas daerah/masyarakat NTT dalam karya-karya sastranya.

Di samping sebagai sastrawan besar Indonesia, yang oleh H. B. Jassin dimasukkan sebagai Angkatan 66, Gerson Poyk juga adalah orang NTT pertama yang berkiprah di panggung sastra. Beliau dijuluki sebagai perintis sastra NTT. Setelah Gerson merintisnya, muncul kemudian nama-nama lain, seperti Dami N. Toda, Julius Sijaranamual, Umbu Landu Paranggi, dan John Dami Mukese.

Data otentik karya sastra Gerson Poyk pertama sebagai karya awal orang NTT di panggung sastra berupa cerita pendek, judulnya "Mutiara di Tengah Sawah." Cerpen ini dimuat majalah Sastra (Nomor 6, Tahun I, Oktober 1961) dan mendapat hadiah dari majalah tersebut sebagai cerpen terbaik tahun 1961 itu.

Majalah Sastra adalah majalah bulanan yang terbit pertama kali tahun 1961, dipimpin H.B. Jassin dan M. Balfas. 

Sabtu, 25 Februari 2017

Gerson Poyk: Akar Imajinasinya di NTT

Gerson Poyk
"DARI sisi sastrawan, Gerson Poyk adalah sosok yang paling inspiratif. Tokoh sastrawan yang bukan saja terkenal di NTT, tetapi Gerson sosok sastrawan Indonesia yang piawai dalam menulis dan sangat komunikatif dengan pembacanya."

Demikian kesan penulis Dr. Marselus Robot  yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang tentang Gerson Poyk,  Jumat (24/2/2017).

Marsel mengaku kaget saat mendapat informasi bahwa Gerson Poyk telah tiada. Yang mengagumkan dari seorang Gerson Poyk, tutur Marsel, adalah saat menulis selalu melengketkan tema-tema kultular NTT.  Gerson menggadang fitur-fitur budaya NTT ke dalam karya-karyanya. Ada tradisi dari Rote, Manggarai, Timor dan lainnya yang dibacakan dengan jelas. Tulisannya mudah diamati dan nikmat ketika membacanya.

Gerson Poyk: Opa yang Cerdas dan Rendah Hati

Gerson Poyk
KEPERGIAAN sastrawan asal NTT, Gerson Poyk membawa duka mendalam bagi sastrawan muda di daerah ini. Ungkapan duka itu antara lain disampaikan anak muda kreatif yang bergabung dalam Komunitas Dusun Flobamora dan Lakoat Kujawas.

Kepada Pos Kupang, Jumat (24/2/2017), Koordinator Dusun Flobamora, Romo Amance Franck Oe Ninu mengatakan sangat berduka tas kepergian Gerson Poyk yang dia sapa Opa. "Kami berterima kasih atas inspirasi Opa Gerson Poyk untuk sastra, kebudayaan, dan kemanusiaan NTT dan Indonesia. Selamat jalan Opa Gerson, doa kami untukmu," ujarnya.

Gerson Poyk Ikut Berdiskusi Melahirkan Pos Kupang

Gerson Poyk
SIANG  hari, 15 Agustus 1974, aparatur pemerintah daerah (pemda)  dan warga Kota Atambua Kabupaten Belu begitu sibuk. Di tengah suhu udara yang terbilang cukup panas, orang lalu lalang membawa bendera dan umbul-umbul untuk memperindah Kota Atambua dalam rangka peringatan hari Proklamasi 17 Agustus.

HUT kemerdekaan RI  tahun 1974 itu menjadi spesifik karena perayaannya akan dihadiri tamu istimewa dari Timor Portugis (kini negara Timor Leste).
Dari Timor Portugis memang datang rombongan pemerintah bersama tim kesenian dan olahraga. Kehadiran mereka dalam rangka mempererat  hubungan persaudaraan antarbangsa, Indonesia dan Portugis, penguasa Timor Portugis.

Siang hari itu, kebetulan perut sudah keroncongan dalam perjalanan bersepeda motor dari Halilulik menuju Atapupu, saya singgah di sebuah restoran Chinese -lupa namanya-yang berlokasi di pertigaan jalan, dekat Kantor Bupati Belu.

Gerson Poyk Mau Pulang Tanam Jagung

Gerson Poyk
DALAM kondisi sakit dan dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Hermina Depok, sastrawan terkemuka Gerson Poyk menyampaikan kenginannya pulang ke Kupang guna menanam jagung dan sayur di kebun sendiri. Keinginan ini  disampaikan berulangkali kepada anaknya Fanny Jonathans.

"Papa tidak ada pesan apa-apa. Namun Papa sering mengatakan keinginan dan mimpinya untuk bisa pulang ke Kupang untuk menanam jagung dan sayur. Katanya, dia mau menjadi petani jagung dan sayur di Kupang, membeli lahan untuk dijadikan kebun. Katanya, 'nanti saya mau tanam jagung dan sayur, Ihhh enak ya, makan pakai sayur pasti badan sehat'. Hal ini sering disampaikannya kepada kami. Bahkan saat awal masuk di rumah sakit, papa masih menyampaikan keinginan itu lagi meski dengan suara yang tidak lagi jelas," kata Fanny Jonathans Poyk kepada Pos Kupang melalui telepon dari Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Kamis, 23 Februari 2017

Gerimis tipis di Sam Ratulangi


Saya di Danau Mooat - Modoinding 2013
HUJAN gerimis menyambutku di kota ini 6 Maret 2012. Saat kaki menyentuh Bandara Sam Ratulangi Manado sekitar pukul 11.45 Wita hari itu,  semilir angin melambai-lambaikan deretan nyiur. Lama nian saya merindukan datang ke Manado. Kerinduan itu malah hadir dalam wujud yang di luar prediksi. Saya datang ke kota ini untuk mengabdi. Bekerja, melanjutkan hidup.

Dengan mobil taksi yang biayanya Rp 50 ribu saya meluncur menuju kantor Harian Pagi Tribun Manado. Saya pegang alamatnya, Jl AA Maramis, Kelurahan Kairagi II Kecamatan Mapanget, Manado.

Di kantor Tribun, Charles Imanuel Komaling adalah orang pertama yang menyambutku di front office setelah sekuriti. "Ini Om Dion kan?" katanya. Jujur saya sempat pangling. Maklum pertemuan dengan Charles sudah lama berlalu yakni tahun 2005 di Balikpapan.

Kala itu saya hampir sebulan lebih belajar di Harian Tribun Kalimantan Timur (Kaltim).  Waktu itu Charles masih di sana. Setelah Tribun Manado terbit tahun 2009, dia ke Manado. Kembali ke tanah lelulurnya bersama istri dan anak-anaknya. Pada kesempatan ini pula saya jalan-jalan ke Samarinda dan sempat menonton pertandingan tinju duni antara Chris John melawan Manuel Marquez di Tenggarong.

Cover Pos Kupang Terbaik Se-Bali dan Nusra 2016


Dion (kanan) menerima piala IPMA dari Menteri Rudiantara
JAKARTA, PK -Cover (sampul muka) Harian Pagi Pos Kupang edisi 10 Maret 2016 tentang Gerhana Matahari meraih penghargaan medali perak sebagai cover terbaik se-Bali Nusra pada ajang lomba sampul muka Indonesia Print Media Award (IPMA) 2017.

Penghargaan itu diterima Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion DB Putra dari Menteri Kominfo Rudiantara  pada malam penganugerahan di Ballroom Hotel Millenium Sirih, Jl. Fachrudin No. 4 Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017). Selain IPMA pada saat yang sama  juga diberikan penghargaan bagi pemenang lomba IYRA, InMA dan ISPRIMA.

Tradisi Non Pah di Kabupaten TTU


Pasukan berduka dalam tradisi Non Pah
RATUSAN orang berkumpul di Sonaf Bikomi Maslete, Senin (16/1/2017) sekira pukul 08.00 Wita.  Sonaf Bikomi Maslete adalah salah satu obyek wisata budaya di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Sonaf ini berada di RT 01/ RW 01, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Mereka berkumpul di Sonaf Bikomi Maslete untuk menjalani ritual Non Pah. Ritual ini masih dipertahankan komunitas adat Bikomi yang digelar tujuh tahun sekali. Dalam upacara ini, pasukan berkuda  mengelilingi wilayah Kerajaan Bikomi hingga Kota Kefamenanu dan kembali masuk ke Sonaf Bikomi Maslete. Pasukan berkuda membawa Pedang Bermata Tujuh atau dalam bahasa lokal disebut Tap Mese Nes Hitu yang dipercayai memiliki kekuatan magis.

Zefanya Soares Juara Nasional Menulis Artikel Populer


Zefanya Soares (tengah)
Semangat untuk belajar menulis membuahkan hasil bagi Zefanya. Ia pun meraih penghargaan tingkat nasional menyisihkan karya para pelajar lain dari berbagai daerah di Indonesia.

Di balik sikapnya yang malu-malu, Zefanya Mesquita Orleans Soares, semangat tetap membara untuk menulis. Alhasil, siswa kelas 8B SMP Katolik Santo Yoseph (Speksanyo) Naikoten Kupang ini berhasil menjuarai lomba menulis artikel populer Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tingkat nasional.

Dalam lomba tingkat nasional yang diikutinya pertama kali ini, ia tak menyangka bisa meraih juara tingkat nasional. Remaja kelahiran Atambua, 5 Januari 2003 ini pun merasa bangga dan senang atas prestasi yang diraihnya itu.

Uskup Agung Kupang Ajak Umat Menanam Cabai


Uskup Petrus Turang dalam suatu acara di Kupang
BELUM banyak warga Kupang yang familiar dengan nama Paroki St. Simon Petrus, Tarus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Bisa dimengerti mengingat Tarus merupakan paroki baru di wilayah Keuskupan Agung Kupang. Sebelumnya Tarus merupakan stasi dari paroki St. Yoseph Pekerja Penfui.

Letak gerejanya di lereng bukit yang dulu penuh batu karang. Sejak tahun 2012, pengurus bersama pastor paroki berinovasi mengubah alam batu karang yang gersang menjadi kawasan yang hijau. Bagi umat paroki, tidak boleh sejengkal tanahpun dibiarkan kosong. Di sana harus ada kehidupan.

Surat Kabar Tribun Network Raih 24 Piala

Dion (kanan) terima piala IPMA dari Menteri Rudiantara
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Regina Kunthi Rosary

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah surat kabar Tribun meraih 24 piala dalam Malam Penghargaan Serikat Perusahaan (SPS) 2017 yang digelar di Millenium Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017).

Gelaran tahunan bertema Inovasi yang Menginspirasi itu terdiri atas Indonesia Print Media Awards (IPMA), Indonesia inhouse Magazine Awards (InMA), Indonesia Young Readers Awards (IYRA) dan Indonesia Student Print Media Awards (ISPRIMA) 2017.

Berikut ini daftar surat kabar Tribun Network  yang meraih penghargaan pada Malam Penghargaan Serikat Perusahaan (SPS) 2017.

Selasa, 21 Februari 2017

Tenaga Kontrak Tak Perlu Galau

PASANGAN Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore -Herman Man (FirManmu) langsung berhadapan dengan isu tenaga kontrak pascapilkada 15 Februari 2017 yang lalu.

Isu yang kuat berembus menyebutkan pasangan FirManmu yang hampir pasti memenangi Pilkada Kota Kupang 2017 akan memberhentikan tenaga kontrak. Tentu saja isu tersebut mencemaskan ribuan tenaga kontrak atau pegawai tidak tetap (PTT) yang selama ini mengabdi di Kota Kupang.

"Kami mendengar informasi itu tapi kami berharap agar tidak terjadi karena kami sudah lama bekerja di sini. Kami juga selalu dievaluasi setiap tahun," kata seorang tenaga kontrak yang mengaku sudah lima tahun bekerja di Pemkot Kupang. Tenaga kontrak lainnya di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan  Kota Kupang yang baru dua tahun bekerja mengharapkan agar mereka tetap dipertahankan FirManmu saat memimpin Kota Kupang nanti. Bahkan kalau boleh jumlah honor bulanan dinaikkan pemerintah kota. 'Kami sapu jalan setiap pagi dan sore hari," kata tenaga kontrak tersebut.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...