Jumat, 13 Februari 2026

In Memoriam Valentino Luis


 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino 

Oleh: Dion DB Putra

"Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang terlelap. Saya dan keempat tandem beringsut bangkit dari bangku-bangku panjang yang kami gunakan sebagai alas tubuh." 

"Angin pagi menerpa sekujur badan, memaksa kami berkemas dengan tangan menggigil. Alih alih menggerutu, kami justru saling berangkulan  dengan sukacita.  Akhirnya tiba juga di Pelabuhan Lembar, Lombok."  

Begitulah cara Valentino Luis menulis lead alias teras feature-nya. Deskripsinya kuat. Indah menggoda, senantiasa menghela minat pembaca untuk mencicipi tulisannya sampai jauh. Hingga kata terakhir.

Valentino Luis dan Warisannya untuk Flores


Valentino Luis (tengah). Dok SFF

Oleh: Elisabeth Hendrika Dinan

Saya pertama kali bertemu Ka Valen – sapaan akrab Valentino Luis – pada 2018. 

Pertemuan itu terjadi saat Shoes For Flores (SFF), komunitas berbasis di Maumere yang ia rintis sejak 2014, mengadakan kegiatan di Labuan Bajo.

Saya dan kawan-kawan dari Rumah Kreasi- sebuah hub bagi kaum muda di Labuan Bajo untuk beragam aktivitas- menyambut mereka di kantor Sunspirit for Justice and Peace, yang juga mengelola Rumah Tenun Baku Peduli.

Kala itu, kami tidak banyak berinteraksi. Hal yang saya ingat justru satu detail kecil: Ka Valen datang lebih dulu dengan motor KLX oranye hijau, mendahului tim SFF yang menggunakan mobil.

Setelah acara itu, kami belum begitu akrab. 

Ia Pergi Berkelana, tapi Tak Pernah Pergi dari Flores


Valentino Luis (Dok Pribadi Valentino)

Oleh: Erlyn Lasar

Pagi ini, kabar itu datang dari jarak jauh. Di bawah langit Melbourne, kabar itu terasa ganjil, dan sumbang sekali, seperti suara burung gagak di siang hari yang terdengar sangat asing di telinga ketika pertama kali kami menjejakkan kaki di benua ini. Seorang kakak, sahabat, dan guru bagi banyak orang telah pergi.

Ia penulis perjalanan, pengelana, pemotret lanskap dan budaya. Namun bagi banyak orang yang tumbuh bersamanya, ia adalah seorang yang diam-diam menjaga rumah.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...