Rabu, 29 Maret 2017

Manjo Balajar Basa Manado


Bahasa Melayu Manado     Bahasa Indonesia

A    
abis     habis, rampung, selesai, sesudah
abu     debu
abu-abu     kelabu
abu dodika     abu kayu bakar, abu gosok
acuadange     pujian kepada lawan bicara
ada, da     sedang, lagi, ada
ade, adek     adik
ade kaka     kakak beradik
ado     aduh, duh
aer     air
aer kabur     air keruh
aer nae, air punung     air pasang
aer turung     air surut
afker     tidak memenuhi syarat (Bld. afgekeurd)
aflos     giliran tugas (shift) (Bld. aflossen)
afsprak     janjian, membuat janji (Bld. afspraak, afspreken)
ajus     ibu, bunda, orang tua perempuan
akang     -kan (akhiran)
akar kuning     wortel
akor     cocok, setuju, akur (Bld. accoord)
alangan     halangan
Alo'     nama panggilan kesayangan anak laki2
alpa     absen, tidak hadir
alus     halus, kecil, receh (uang)
aman     bebas dari bahaya, bencana, gangguan, dsb.
ambe     ambil

Fatima yang Masih Menyimpan "Rahasia"


FATIMA termasuk salah satu obyek pariwisata Portugal. Selain Fatima, ditawarkan pula 13 obyek lain seperti museum tempat berangkat ekspedisi Vasco da Gama, pantai indah Estoril, bekas istana musim panas Raja Joao I di Sintra. Dalam setahun obyek-obyek itu dikunjungi sekitar 15 juta wisatawan asing, 1,5 kali jumlah penduduk Portugal seluruhnya (10 juta) pada tahun 2001. Tiga juta di antaranya mengunjungi Fatima. Tanpa rencana, termakan sindiran seorang wartawan senior Portugal, saya mengunjungi Fatima tanggal 28 November 2001.

Ditemani Agus Sriyono dari Kedutaan Besar Indonesia di Portugal, kunjungan itu ibarat ziarah. Jarak Lisbon-Fatima 115 kilometer, ditempuh kurang dari tiga jam, lewat jalan tol. Kalau tidak ada kecelakaan, kata Agus Sriyono, bisa 1,5 jam. Tetapi, jangan heran, perilaku orang Portugal berlalu lintas sama dengan orang Indonesia. "Suka saling menyalib, rebut-rebutan jalan," katanya.

Dengan bus pariwisata yang gencar ditawarkan di hotel-hotel, paket Fatima dikelompokkan dengan kunjungan ke Aljufrel, desa tempat kelahiran Lucia, Fransisco, dan Jacinta, juga tempat di mana ketiga anak itu memperoleh pemberitahuan tentang penampakan Maria. Dengan waktu enam jam, biro perjalanan memungut biaya sekitar 60 dollar AS per orang.

Apresiasi untuk Andmesh Kamaleng


Andmesh Kamaleng
Penampilan Andmesh Antonio Kamaleng pada grand final Rising Star Indonesia 2017 di Studio RCTI, Senin (27/3/2017) malam,  sungguh luar biasa menggetarkan penggemar musik Indonesia. Remaja berusia  19 tahun asal Kota  Kupang itu meraih gelar juara Rising Star Indonesia  2017 setelah melantunkan lagu berjudul  Making Love Out Of Nothing At All  dari Air Supply.

Andmesh Kamaleng unggul atas tiga kontestan lainnya yakni Fauziyah Khalida, Trio Wijaya dan Zerosix  Park. Menurut catatan Pos Kupang, ini merupakan prestasi ketiga yang diraih  anak muda asal NTT di blantika musik Indonesia dalam tiga tahun terakhir.

Selasa, 21 Maret 2017

Inilah Hasil Pilkada Kota Kupang 2017


ilustrasi
KUPANG, PK -Walikota Kupang terpilih, Dr.Jefri Riwu Kore, M.M,M.H dan Wakil Walikota Kupang terpilih,  dr. Hermanus Man (FirManmu) optimistis segera  mengakhiri polemik pengelolaan PDAM dengan Pemerintah Kabupaten Kupang.

Untuk itu,  langkah awal Jefri adalah melobi Bupati Kupang, Ayub Titu Eki untuk membicarakan pengelolaan PDAM Kabupaten Kupang di Kota Kupang. Jefri menyampaikan hal ini saat ditemui Pos Kupang seusai mengikuti pawai bersama pendukungnya setelah rapat terbuka pleno KPU Kota Kupang  dengan agenda penetapan pasangan calon walikota dan wakil walikota Kupang terpilih, Kamis (16/3/2017). Pleno berlangsung di Grand Mutiara, Jalan Timor Raya, Kota Kupang.

Inilah Hasil Pilkada Flores Timur 2017


ilustrasi
DUA bola mata Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Flores Timur (Flotim),  Ernesta Katana tampak memerah dan berkaca-kaca. Nada bicaranya juga serak-serak saat memberikan sambutan usai pleno penetapan bupati dan wakil bupati terpilih Flotim,  Antonis Gege Hadjon dan Agustinus Payong Boli di halaman Kantor KPUD Flotim,  Kamis (16/3/2017).

Erni, demikian sapaan akrab Ernesta,  bicara sangat pelan mengungkapkan isi hatinya selama proses dan tahapan pemilihan bupati Flotim sampai pada puncaknya penetapan pasangan calon (paslon)  terpilih. "Dalam proses yang begini panjang, ada perbedaan pilihan politik masyarakat. Namun persaudaraan dan kekeluargaan masyarakat Flotim terjaga sampai saat ini," kata Erni memberi alasan mengapa ia terharu.

Inilah Hasil Pilkada Lembata 2017


ilustrasi
KETUA KPUD Lembata, Petrus Payong Pati, menandaskan, tugas KPU sudah berakhir dengan penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Lembata. Tapi KPU masih punya tanggung jawab moril untuk kelangsungan kepemimpinan Lembata ke depan.

Untuk itu, dalam sambutannya, pada Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Lembata, Rabu (15/3/2017) siang, Payong Pati mengatakan "Meski tugas kami sebagai penyelenggara Pilkada Lembata sudah berakhir, tapi kami juga punya tanggung jawab moril untuk menyampaikan pesan ini kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih Lembata periode 2017-2022.

Makna Kenaikan Status Polda NTT


ilustrasi
Kepolisian daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) menapaki babak baru dalam sejarahnya yang hampir setua usia negara ini. Institusi yang hadir di bumi Flobamora sejak awal tahun 1950-an itu terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat.

Kita mencatat sejumlah tonggak penting. Pada tahun 1985 statusnya masih sebatas Kepolisian Wilayah (Polwil) NTT. Sebelas tahun kemudian yaitu tahun  1996 naik status menjadi Polda tipe C. Pada tahun 2000 statusnya meningkat lagi menjadi Polda tipe B.  Kini kita kembali mendapat  kabar gembira yakni kenaikan status Polda NTT dari tipe B ke A. "Surat Keputusannya sudah ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur," kata Wakil Kepala Polda (Wakapolda)  NTT, Kombes Pol Sumartono kepada wartawan di Kupang, Sabtu (11/3/2017).

Pohon Lontar Cabang Empat di Kupang Barat

Lontar cabang empat
Orang tua sudah bilang, jangan makan buahnya karena ada empat cabang. Kami juga tidak pernah makan buahnya. Kalau berani makan nanti perut sakit sekali.

HARI Sabtu, 19 Maret 2016 saat menunggu pendaftaran bakal calon walikota Kupang di Partai Nasdem, ketua Nasdem dari tingkat kecamatan, Emanuel Un mengungkap fakta ada pohon lontar bercabang tujuh.

Jika mau melihat pohon itu, dia akan mengantarnya dan setelah dibuat janji, maka pada Sabtu siang tiga wartawan televisi, yakni TVRI dua orang, reporter RCTI dan Pos Kupang ikut ke tempat tersebut. Ternyata benar apa yang dikatakan Emanuel Un.
Pohon lontar ini berdiri tegak di tengah-tengah kebun kacang di Kampung Oeli'i, Desa Oematnunu, Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Jaraknya dari jalan raya sekitar 50 meter. Untuk masuk ke dalam kebun kacang kami harus melalui pagar batu yang cukup tinggi dan saat lewat, ada beberapa batu yang jatuh.

Senin, 13 Maret 2017

Pelanggan Saya Polisi dan Pejabat

KUPANG, PK -Produksi dan penjualan sopi atau arak  buatan lokal Nusa Tenggara Timur (NTT) marak di Kota Kupang. Pelanggan minuman keras (miras) berkadar alkohol itu datang dari berbagai kalangan termasuk oknum pejabat dan aparat kepolisian.

"Yang pesan arak dari saya campur aduk. Pelanggan saya ada yang polisi, PNS, pejabat, pokoknya banyak sekali karena menurut mereka arak saya keras dan panas. Arak murni tanpa campuran. Katanya bagus diracik untuk minuman obat."

Demikian  pengakuan Fransiskus, seorang warga Kupang yang memproduksi sopi saat ditemui di Kelurahan Bakunase II Kupang, Sabtu (5/3/2016). Hal yang sama dikatakan DM dan GH, produsen sopi yang ditemui di Kelurahan Sikumana.

"Dulu saya produksi arak di Adonara lalu jual kepada para pedagang untuk dibawa ke Kupang. Kisaran harga untuk satu botol kami jual sangat murah sehingga yang untung pedagang yang jual arak di Kupang. Kebetulan ada kawan yang ajak jualan di Kupang, saya  minta izin pada istri dan anak-anak hijrah ke Kupang. Saya ingin buat arak Adonara di Kupang. Saat ini,  puji Tuhan, penghasilan lumayan bagus. Setidaknya kebutuhan istri dan anak tercukupi," ujar Fransiskus.

Kamis, 09 Maret 2017

Matahari Terlihat Mirip Bulan Sabit

KUPANG, PK-Warga Kota Kupang dan daerah lainnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) antusias menyaksikan langsung Gerhana Matahari Sebagian (GMS) yang melintasi wilayah ini, Rabu (9/3/2016) pagi. Dari wilayah NTT,  matahari umumnya terlihat mirip bulan sabit. Khusus di Kota Kupang warga agak kecewa karena mendung menghalangi mereka melihat GMS.

Getrudis Keo, Theresia dan Adrianus, warga perumahan Lopo Indah, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang mengaku menunggu sejak pukul 06.30 Wita untuk melihat gerhana matahari. Namun, mereka kecewa karena mendung menghalangi pandangan. "Coba kalau tidak ada mendung pasti kelihatan bagus sekali. Itu matahari mirip bulan sabit," kata Adrianus.

Kamis, 02 Maret 2017

Menepati Janji bagi Atlet NTT

Atlet Kempo NTT
Untuk para atlet NTT  yang meraih medali emas, perak dan perunggu di PON dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) tahun 2016,  Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menggelontorkan dana hampir Rp 5 miliar untuk bonus uang dan rumah.Jumlah tersebut, menurut Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya,  merupakan yang terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan NTT dalam pesta olahraga multievent.

Janji bonus dari pemerintah terbukti manjur. Pada kedua event berskala nasional tersebut, sebanyak 52 atlet NTT sukses mempersembahkan medali emas, perak dan medali perunggu. Dengan demikian pemerintah perlu menyiapkan 52 unit rumah tipe 36 sebagaimana dijanjikan sebelum pelaksanaan PON dan Peparnas 2016.

Warga Kolhua Minta Pemerintah Jujur Soal Bendungan

ilustrasi
POS KUPANG.COM, KUPANG -  Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang membangun bendungan di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa masih terkatung- katung hingga sekarang. Beberapa warga Kolhua meminta pemerintah transparan dan jujur menyampaikan soal ganti rugi dan tempat  untuk mereka direlokasi.

Selain itu, Pemkot Kupang  perlu transparan menjelaskan kepada warga di lokasi bendungan mengenai manfaat dan risiko jika bendungan tersebut dibangun. Hal itu disampaikan Ferdy Taklalu, warga RT 23, Ketua RT 27/RW 8, Alexius Bistolen (46), Alex Tabana (57), warga RT 28/RW 9, dan  Titus Bistolen, warga RT 27/RW 8 kepada ditemui Pos Kupang, Senin (29/2/2016) dan Selasa (1/3/2016) di kediaman mereka masing-masing.

Cara Melihat Gerhana Matahari Total

Pada fase M terjadi kegelapan nyaris sempurna dan masyarakat dapat melepaskan kacamata berfilter matahari.

AWAL bulan Maret 2016 ini Gerhana Matahari Total (GMT) kembali melintasi sebagian wilayah Indonesia. GMT  terakhir kali di Indonesia terjadi pada tahun 1983. Ahli astronomi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia Bambang Hidayat saat mengenang kembali GMT 1983 mengatakan kala itu masyarakat diminta tetap berada di dalam rumah dan melihat proses GMT hanya melalui televisi yang kala itu disiarkan secara langsung  TVRI.

Ia berpendapat larangan pemerintah pada 1983 dari segi positifnya adalah melindungi rakyat dari kebutaan jika melihat secara langsung saat bulan belum sempurna menutup matahari secara total.  "Tapi orang-orang desa juga punya wisdom. Zaman dulu orang melihat refleksi gerhana dari air dalam belanga atau kolam, atau melihat dari lubang jarum, orang zaman dulu sudah tahu itu," katanya.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...