Tampilkan postingan dengan label Piet A Tallo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piet A Tallo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2016

Piet Tallo: Tidak Ada yang Kebetulan di Bawah Kolong Langit

Piet A Tallo
TIDAK ada yang kebetulan di bawah kolong langit. Semuanya sudah dalam rencana Tuhan. Itulah salah satu ungkapan khas yang selalu diucapkan oleh Piet Alexander Tallo, S.H, dalam banyak kesempatan ketika memimpin NTT selama dua periode. Kini, Gubernur NTT periode 1998-2008, itu telah tiada. Bupati TTS dua periode itu telah menghadap Sang Khalik pada Sabtu (25/4/2009) malam di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Piet Tallo menjadi Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) 1983-1988. Selama lima tahun memimpin TTS, rakyat setempat masih mencintainya sehingga melalui DPRD setempat dipilih kembali menjadi Bupati TTS untuk periode 1988-1993. Ketika memimpin TTS 1983 - 1993, Piet Tallo menjadi sangat populer tatkala ia mencetuskan Program Cinta Tanah Air. 

Di daerah yang terkenal sebagai penghasil kayu cendana di NTT itu, kepopuleran Piet Tallo muncul ketika ia memberi makan lumpur kepada rakyat yang malas bekerja dan tidak mau mengolah lahan untuk bercocok tanam. 

Ternyata program ini tidak serta merta diterima oleh masyarakat. Piet Tallo dikecam dan dihujat habis-habisan karena memberi makan lumpur kepada rakyatnya. Namun, dengan tenang Piet Tallo menampik hujatan itu dengan menyebutnya sebagai "lumpur kasih sayang kepada rakyat TTS".

NTT Berkabung


Piet A Tallo
KUPANG, PK--Empat koma empat juta penduduk Nusa Tenggara Timur berkabung atas meninggalnya Piet Alexander Tallo, S.H, Gubernur NTT periode 1998-2008, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (25/4/2009) pukul 20.25 WIB. 

Piet Tallo yang meninggal dunai dalam usia 67 tahun, menderita penyakit asma kronis hingga paru-parunya terganggu. Pada 22 September 2007, sebelum mengakhiri masa jabatan kedua, Piet Tallo jatuh sakit hingga dirawat di RS Dr. Soetomo Surabaya, setelah sebelumnya sempat dirawat di RS Tebet, Jakarta.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya yang sedang bertugas di Jakarta langsung melayat Piet Tallo di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Saat dihubungi ke telepon selulernya semalam, Lebu Raya mengatakan, pencanang program Tiga Batu Tungku, itu disemayamkan di rumah duka Gatot Subroto. Dan, pagi ini dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng untuk diterbangkan ke Kupang, NTT menggunakan pesawat Mandala.

Diperkirakan jenazah almarhum tiba di Kupang siang ini sekitar pukul 12.30 Wita. Untuk pemakamanan akan dikoordinasikan dengan pihak keluarga soal jadwalnya. Sedangkan tata upacaranya akan ditangani oleh pemerintah karena beliau adalah mantan pejabat negara. 

Piet Tallo Dimakamkan di TMP Dharma Loka


KUPANG, PK-- Jenazah Piet Alexander Tallo, S.H, Gubernur NTT dua periode, 1998 hingga 2008, akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Loka, Kelurahan Pasir Panjang, Kupang, Rabu (29/4/2009). 

Hal ini disampaikan wakil keluarga, Christian Tallo, di rumah duka, Jalan Amabi, Kelurahan Oebufu, Kupang, Minggu (26/4/2009). Informasi ini juga dibenarkan putri almarhum, Piet A. Tallo, Ina Tallo.

Chris Tallo dan Ina Tallo mengatakan, pihak keluarga dan Pemerintah Propinsi NTT, sudah menyepakati tempat dan jadwal pemakaman. "Jenazah bapak akan dimakamkan di TMP Dharma Loka," kata Ina Tallo. 

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, Pemerintah Propinsi NTT telah membicarakan rencana pemakaman itu dengan pihak keluarga. Pemerintah, kata Lebu Raya, meminta jenazah almarhum dimakamkan di TMP Dharma Loka dan keluarga menyetujuinya. "Saya minta keluarga merelakan itu. Beliau memang milik keluarga, tetapi beliau juga milik masyarakat Nusa Tenggara Timur, "kata Lebu Raya. 

Mengenang Tallo, Melihat Kepastian

Piet A Tallo, SH


Oleh Tony Kleden

HARI Sabtu, 10 Maret 2007. Saya menemui Piet Alexander Tallo, S.H, di ruang kerjanya untuk suatu wawancara. Garis-garis ketuaan terlihat nyata di wajahnya. Tetapi semangatnya tetap prima. Seperti biasa, kata-katanya selalu jelas dan tegas. Kuat mengekspresikan apa yang ingin dikatakannya kepada lawan bicaranya. 

Sekenanya saya mengganggunya, "Bapak menjadi gubernur pada waktu yang salah, yakni ketika Indonesia baru dilanda krisis moneter dengan imbas yang begitu jauh dan ketika pengungsi Timor Timur membanjiri NTT.
"
Beliau diam sejurus. "Ya, salib itu harus dihadapi, bukan untuk dihindari. Tetapi saya percaya, bersama semua warga NTT kita bisa keluar dari setiap masalah yang ada," jawabnya serius. 

Tidak berhenti di situ, saya kemudian mengajukan sebuah pertanyaan, "Dibanding dengan semua yang pernah menjadi kepala daerah di NTT, hanya bapaklah orang yang paling lama menjabat sebagai kepala daerah. Menjadi Bupati Timor Tengah Selatan sepuluh tahun, menjadi Wakil Gubernur NTT lima tahun dan dua periode menjadi Gubernur NTT. Berarti 25 tahun bapak menjabat kepala daerah dan wakil kepala daerah. 

Piet Alexander Tallo: That's All


Oleh John Bernando Seran

PNS di Belu
SEBELUM menguraikan lebih lanjut tentang siapa sebenarnya sosok Bapak Piet Alexander Tallo, SH menurut versi saya, pertama sekali perlu ditegaskan bahwa tulisan ini semata-mata hanyalah secuil kenangan, setitik memori dan seuntai catatan lepas yang memang tersimpan rapi dalam buku harian saya sejak tahun 1988 sampai dengan tahun 2008 yang khusus saya buat ketika berkomunikasi dan berinteraksi baik secara langsung 'man to man' maupun secara tidak langsung melalui media dengan pribadi Piet Alexander Tallo, SH. 

Setelah membaca kembali semua catatan harian tersebut saya mencoba mengkristalkannya dalam tiga terminologi yang merupakan resonansi dari hal-hal yang berada sebagai 'tremendum' dan 'fascinosum' dalam interaksi yang diwarnai suasana kebatinan (geistlichen hintergrund) yang intens antara saya dengan beliau. Oleh karena itu, rangkaian tulisan ini pula tampaknya tidak dibuat dalam kondisi kebatinan yang menghantui para penulis sejarah masa lalu yang dikenal sebagai 'The battle of memories' yang cenderung menafsirkan suatu peristiwa belaka tetapi menyajikan kembali apa adanya makna dan pengertian yang terkandung dalam interaksi tersebut. 

Piet Tallo Ajarkan Kerja Keras


MIKEL Sahani merasa sangat kehilangan atas kepergian (Alm) Piet Alexander Tallo, S.H. Karena itu sewaktu pertama kali mendengar kabar meninggalnya Piet Tallo, Sahani hanya bisa pasrah. Dia sedih karena si rambut perak itu telah pergi begitu cepat. Dia pergi meninggalkan begitu banyak orang yang masih mencintainya.

Sepenggal doa dia naikkan ke hadirat Yang Kuasa. Dia doakan orang yang sangat dekat dengannya itu agar arwahnya diterima di sisi Tuhan. 


Kepada Pos Kupang di rumah duka, Senin (27/4/2009), Sahani menuturkan, dia termasuk salah staf khusus di Ruangan Tata Usaha (UT) Pimpinan Kantor Gubernur saat ini. Bahkan, dia telah menjadi staf Piet Tallo sejak mantan Gubernur NTT itu menjabat sebagai Pelaksana Harian Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Propinsi NTT, tahun 1994.

Selamat Jalan Pak Piet Tallo


KUPANG, PK---Ribuan pelayat, warga Kota Kupang dan sekitarnya, utusan dari daerah-daerah, sahabat kenalan dan simpatisan menghantar jenazah (alm) Piet Alexander Tallo, S.H ke Taman Makam Pahlawan Dharma Loka, Kota Kupang, Rabu (29/4/2009). Makam Gubernur NTT periode 1998-2003, 2003- 2008 itu satu deret dengan makam pendahulunya Gubernur El Tari.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, yang menjadi inspektur upacara, atas nama masyarakat NTT mengucapkan selamat jalan kepada almarhum. "Atas nama masyarakat NTT, saya ucapkan selamat jalan Pak Piet, " kata Lebu Raya.

Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disemayamkan di Gereja Maranatha Oebufu dan Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari I, sebagai penghormatan terhadap almarhum. Acara pemakaman dilakukan secara kedinasan, diawali dengan ibadat yang dipimpin Pdt. Thobias Bani, mulai pukul 09.00 Wita di rumah duka di Jalan Amabi, Oebufu. 

Piet A Tallo dan NTT yang Bermartabat


Oleh Viktus Murin

Wartawan Pos Kupang (1992-1995)

ng (1992-1995)

TAK ada yang dapat dilakukan untuk mengenang 'kepergian' orang baik, kecuali merenungkan dalam-dalam tentang kebaikannya dan berupaya meneladani kebaikannya itu. Mungkin inilah yang sedang terjadi pada kita warga Nusa Tenggara Timur hari-hari ini, saat mengenang sosok Piet Alexander Tallo, salah seorang tokoh besar NTT. Wafatnya Piet A Tallo mengguratkan dukacita mendalam bagi segenap warga NTT. 

Gubernur NTT dua periode ini (1998-2003 dan 2003-2008) telah berpulang kepada Sang Khalik Agung, Sabtu 25 April 2009 sekitar jam 20.30 WIB di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Seturut kacamata imaniah, kita percaya bahwa Tuhan telah menyembuhkan beliau secara tuntas dari sakit yang telah lama mendera tubuhnya. Dalam kesedihan yang masih menempel di relung hati, penulis pun membatin: "Masihkah akan lahir lagi pemimpin NTT yang berkarakter kuat seperti Piet A Tallo?"

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...