Selasa, 19 Februari 2019

Daftar Riwayat Hidup Damyan Godho

Damyan Godho
Nama lengkap           : Damyan Godho
Tempat tanggal lahir     : Boawae, Kabupaten Nagekeo, Flores,  25 Maret 1945
Nama ayah              : Lambertus Laga Nenu
Nama Ibu             : Klara Wona

Damyan Godho adalah putra kedua dari 9  bersaudara 

Saudara kandung
1. Getrudis
2. Sofia Uta
3. Fabianus Aga
4. Wens Mola
5. Lusia Fesa
6. Adel Tawa
7. Fransiskus
8. Yohanes Kasto Tue Nenu

Selasa, 05 Februari 2019

Selamat Jalan Om Damy Godho

Damyan Godho
"Kalau tidak pakai kata seru itu bukan Om Damy. Akumulasi pengetahuan Om Damy dan integritasnya sangat luar biasa. Dia betul-betul menjalankan tugas sesuai tagline Kompas 'Hati Nurani Rakyat."

SETELAH disemayamkan semalam di Gereja St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua Kota Kupang, jenazah Damyan Godho kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Damai Fatukoa, Kamis (31/1/2019) siang. Upacara pemakaman diiringi hujan.

Istri Damyan Godho, Theodora Menodora Mandaru bersama tiga anaknya, Eleonora Ira, Berno Marselino dan Clara Fransisca mendampingi jenazah hingga kubur ditutup.

Acara pemakaman jenazah dipimpin Romo Simon Tamelab, Pr, Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi. Meski hujan, kerabat kenalan mengikuti proses pemakaman sampai selesai yang ditandai dengan peletakan karangan bunga.

Uskup Agung Kupang Mengenang Damyan Godho

Damyan Godho
KUPANG, PK -Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr mengenang kebersamaannya dengan tokoh pers NTT, Damyan Godho. Hal itu disampaikan Uskup Turang saat memimpin misa requiem di Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi,  Kolhua, Kota Kupang, Rabu (30/1/2019) malam.

"Sebagai seorang wartawan senior, pendiri harian Pos Kupang, Om Damy telah melahirkan banyak wartawan muda yang berkompeten. Di samping itu, sebagai seorang tokoh umat. Damyan Godho telah mewariskan kepada umat Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo," ucap Uskup Turang dalam khotbahnya.

"Setiap kali kita berkunjung ke Taman Ziarah Oebelo, kita bertemu dengan dia secara rohani. Itu yang dia berikan untuk pengembangan hidup iman supaya kita belajar," tambahnya.

Damyan Godho Legenda Pers NTT


Damyan Godho
Oleh Pater Edu Dosi, SVD
Pakar Komunikasi dari Unwira Kupang

Saya mengingat catatan Bapak Damyan Godho atau biasa disapa Om Dami  tentang SKH Pos Kupang yang didirikannya. Sang legenda pers ini mencatat bahwa dalam perjalanan ke Restoran Pantai Timor, Kupang, Senin sore 30 November 1992, tempat akan berlangsungnya Acara Peresmian POS KUPANG di benaknya penuh khayalan.

Dengan hati berbunga-bunga membayangkan koran yang akan diterbitkan perdana esok hari Selasa 1 Desember 1992: "Suatu hari nanti, POS KUPANG seperti KOMPAS beredar luas. Dibaca banyak orang, dipercaya dan disayangi...di halte-halte, di bawah tiang listrik, di pasar dan dimana-mana terlihat orang asyik membaca...setidaknya membawa koran di tangan". Koran itu adalah POS KUPANG yang telah menjadi kebutuhan.

NTT Kehilangan Tokoh Pers Inspiratif

Damyan Godho
KUPANG, PK - Tokoh pers Nusa Tenggara Timur (NTT), Damyan Godho wafat dalam usia 73 tahun 10 bulan. Pendiri Surat Kabar Harian (SKH) Pos Kupang ini mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) St. Carolus Borromeus Kupang, Selasa (29/1/2019) pukul 01.30 Wita.

Kepergian Damyan Godho untuk selama-lamanya, tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, melainkan masyarakat NTT, lebih khususnya lagi kalangan dunia pers. Berbagai pihak merasa kehilangan sosok yang tegas, visioner, berhati lembut dan humoris ini.

Damyan Godho meninggalkan seorang istri, Theodora Mandaru-Godho dan tiga orang anak, Ira Godho, Ino Godho dan Rany Godho. Anak sulung, Romi Godho sudah lebih dahulu menghadap sang Khalik.

Jenazah Damyan Godho Disemayamkan di Gereja

Damyan Godho
SELAIN kerabat kenalan dan masyarakat umum, sejumlah tokoh melayat jenazah Damyan Godho di rumah duka, Jl. Fetor Foenay Kelurahan Kolhua Kota Kupang, Selasa pagi hingga malam. Ada juga yang menyatakan duka cita dengan mengirim karangan bunga. Isak tangis dan deraian air mata silih berganti.

Beberapa pejabat pemerintah terpantau hadir melayat, di antaranya Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore dan dr. Herman Man serta Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno bersama istri. Dua mantan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay dan Yohanes Pake Pani serta Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr juga ikut melayat. Tak ketinggalan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur, Josef Nae Soi.

Uskup Turang tiba di rumah duka, Selasa (29/1/2019) pagi. Uskup Turang sempat berdiri di depan jenazah Damyan Godho, lalu memanjatkan doa.

Damyan Godho di Mata Mereka

Damyan Godho
PAK Damy Godho adalah aset daerah yang kita banggakan. Kita sangat kehilangan sosok inspiratif. (yel)

- Mantan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay -


Lahirkan Banyak Kader

MASYARAKAT NTT tentu merasa kehilangan sosok yang semangat dan sudah banyak menorehkan sejarah dalam pembangunan pers di NTT. Almarhum sudah lahirkan banyak kader-kader muda yang profesional di bidang jurnalistik. Karyanya dan semangatnya juga tetap menjadi panutan. (yel)

- Ketua DPRD Provinsi NTT, H. Anwar Pua Geno, S.H -


Sosok Visioner

PAK Damy Godho itu sosok yang sangat visioner. Pikiran-pikirannya sangat maju, selalu memberikan dorongan dan bijaksana. Dalam beberapa kali pertemuan, Pak Damy selalu mengatakan jangan takut kalau melakukan sesuatu yang diyakini benar untuk kepentingan banyak orang. (kro)

-- Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur -

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...