Tampilkan postingan dengan label Tribun Manado. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tribun Manado. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Oktober 2024

Pamit


ilustrasi

 Kata itu sontak riuh di bulan September 2024.   Sejumlah rekan kerja di Tribun Network pamit.

Pamit karena tidak lagi menjadi bagian dari tim kerja  jaringan media di bawah naungan Kompas Gramedia.

Empat orang yang pamit di bulan kesembilan tahun 2024.  Saya mengenal baik keempatnya yaitu Mas Taufik Zuhdi atau akrab disapa Mas Tof, Mas Hasyim Ashari, Mbak Marina Napitupulu dan terakhir Kander Turnip.

Mas Tof terakhir bertugas di Jakarta. Dia sejatinya karyawan Harian Surya Surabaya. Sempat menjadi Pemimpin Perusahaan di sana.  

Mas Hasyim Ashari terakhir menjabat Pemimpin Redaksi Harian Tribun Batam. Marina Napitupulu terakhir Manajer Bisnis sejumlah unit Tribun Network di wilayah Papua.

Kamis, 22 Juni 2017

Manado Saya Datang (3)

Dion DB Putra (2011)
SAYA tidak berlama-lama untuk santai. Ya, memang kehadiran saya di Manado adalah untuk bekerja bukan pelesiran. Tanggal 7 Maret 2012 datanglah dari Jakarta pimpinan grup Tribun,  mas Febby Mahendra Putra bersama Om Herman Darmo dan Mas Sentrijanto ke Manado. Seperti biasa pertemuan maraton pun berlangsung di ibukota bumi Nyiur Melambai ini. Pertemuan di bisnis maupun  redaksi.

Lalu sampailah saatnya pengumuman dari Om Herman tentang perubahan komposisi di jajaran redaksi Tribun Manado. Sejak bertemu Om Herman di kantor Persda Jakarta bulan Februari 2012 saya sudah diberitahu kalau mas Ribut akan menggantikan posisi Richard Nainggolan sebagai Pemimpin Redaksi Tribun Manado.  Richard akan dimutasi ke Bangka Belitung, menjabat Wakil Pemimpin Redaksi Harian Bangka Post. Di Bangka tak lama. Richard kembali ke Harian Tribun Batam, koran yang dia awaki pula sejak awal terbit.

Manado Saya Datang (2)

Bersama rekan Tribun Manado 2013
SAYA tak  lama berada di kantor Harian Tribun Manado pada 6 Maret 2012 itu. Setelah berkenalan dengan Charles, Pimpinan Perusahaan Fahmi Setiadi dan para manajer, saya diantar ke mess yang letaknya persis di samping kantor, berdampingan dengan ruang percetakan.

Rupanya kedatangan saya sudah menjadi rahasia umum  sehingga kamar di mess sudah dibersihkan office boy. Mess itu terdiri dari empat kamar tidur. Saya mendapat kamar paling besar. Kamar ini sebelumnya pernah ditempati PP Tribun Manado mulai  dari Triyoba Nataria, Agus Cama, Wakil PP Wakit dan PP yang sekarang Fahmi Setiadi.

Rabu, 29 Maret 2017

Manjo Balajar Basa Manado


Bahasa Melayu Manado     Bahasa Indonesia

A    
abis     habis, rampung, selesai, sesudah
abu     debu
abu-abu     kelabu
abu dodika     abu kayu bakar, abu gosok
acuadange     pujian kepada lawan bicara
ada, da     sedang, lagi, ada
ade, adek     adik
ade kaka     kakak beradik
ado     aduh, duh
aer     air
aer kabur     air keruh
aer nae, air punung     air pasang
aer turung     air surut
afker     tidak memenuhi syarat (Bld. afgekeurd)
aflos     giliran tugas (shift) (Bld. aflossen)
afsprak     janjian, membuat janji (Bld. afspraak, afspreken)
ajus     ibu, bunda, orang tua perempuan
akang     -kan (akhiran)
akar kuning     wortel
akor     cocok, setuju, akur (Bld. accoord)
alangan     halangan
Alo'     nama panggilan kesayangan anak laki2
alpa     absen, tidak hadir
alus     halus, kecil, receh (uang)
aman     bebas dari bahaya, bencana, gangguan, dsb.
ambe     ambil

Kamis, 23 Februari 2017

Gerimis tipis di Sam Ratulangi


Saya di Danau Mooat - Modoinding 2013
HUJAN gerimis menyambutku di kota ini 6 Maret 2012. Saat kaki menyentuh Bandara Sam Ratulangi Manado sekitar pukul 11.45 Wita hari itu,  semilir angin melambai-lambaikan deretan nyiur. Lama nian saya merindukan datang ke Manado. Kerinduan itu malah hadir dalam wujud yang di luar prediksi. Saya datang ke kota ini untuk mengabdi. Bekerja, melanjutkan hidup.

Dengan mobil taksi yang biayanya Rp 50 ribu saya meluncur menuju kantor Harian Pagi Tribun Manado. Saya pegang alamatnya, Jl AA Maramis, Kelurahan Kairagi II Kecamatan Mapanget, Manado.

Di kantor Tribun, Charles Imanuel Komaling adalah orang pertama yang menyambutku di front office setelah sekuriti. "Ini Om Dion kan?" katanya. Jujur saya sempat pangling. Maklum pertemuan dengan Charles sudah lama berlalu yakni tahun 2005 di Balikpapan.

Kala itu saya hampir sebulan lebih belajar di Harian Tribun Kalimantan Timur (Kaltim).  Waktu itu Charles masih di sana. Setelah Tribun Manado terbit tahun 2009, dia ke Manado. Kembali ke tanah lelulurnya bersama istri dan anak-anaknya. Pada kesempatan ini pula saya jalan-jalan ke Samarinda dan sempat menonton pertandingan tinju duni antara Chris John melawan Manuel Marquez di Tenggarong.

Senin, 20 April 2015

Dion Idol Berkunjung ke Tribun Manado


Dion Idol di Tribun Manado Sabtu 28-9-2013
KEHADIRAN jebolan Indonesian Idol, Dion, sangat dinanti-nanti oleh fans dan pengunjung pameran pariwisata Kemilau Sulawesi 2013, Sabtu (28/9/2013).  Dion membawakan empat lagu.
Pertama Dion membawakan lagu I Love You Bibeh yang dipopulerkan grup band The Changcuters.

Dalam kesempatannya tampil di panggung, Dion mengaku sangat terpukau melihat cewek-cewek Manado yang cantik-cantik. Ia juga mengatakan, dengan gelaran pameran pariwisata Kemilau Sulawesi 2013, ia bisa mengetahui tempat-tempat wisata yang ada di Sulawesi.

Theofilus Cs Belajar ke Tribun Manado


Diskusi dengan UKM Pers Kampus Poltek Manado (foto Anton Iwan)
MANADO, TRIBUN - Redaksi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Kampus Politeknik Negeri Manado, Jumat (8/3/2013) siang, bertandang ke kantor Tribun Manado untuk berbagi pengalaman dunia jurnalistik.

Kedatangan Pers Kampus Politeknik diterima Manager Produksi Tribun Manado, Dion DB Putra, Koordinator Liputan, Charles Komaling, Redaktur Kota, Maximus Geneva, dan Asisten Redaktur Daerah, David Kusuma.

Mari Mencintai Pekerjaan Kita

Lilin Natal di Novotel Manado, Jumat 14-12-2012
IBADAH  Natal yang digelar Keluarga Besar Tribun Manado bersama para agen di GKIC Novotel Manado, Jumat (14/12/2012) malam, benar-benar penuh makna. Kehadiran remaja Gereja Mawar Sharon dan anak-anak SD Permata Hati menambah makna suasana ibadah.

Kali ini tema yang diusung, Yesus Baik bagi Semua Orang, Dengan Sukacita Natal, Kita Wartakan Damai dan Kasih bagi Sesama.  Dalam ibadah malam tadi, Pendeta Gina Budiman mengingatkan makna Natal yang sesungguhnya tak sekadar pada perayaan semata.

Senin, 12 Januari 2015

Rina Kagumi Suara Emas Dion Idol


Rina Kagumi Suara Emas  Dion Idol
Dion Idol di Tribun Manado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kehadiran jebolan Indonesian Idol, Dion, sangat dinanti-nanti oleh fans dan pengunjung pameran pariwisata Kemilau Sulawesi 2013, Sabtu (28/9/2013).  Dion membawakan empat lagu.  Pertama Dion membawakan lagu I Love You Bibeh yang dipopulerkan grup band The Changcuters.

Dalam kesempatannya tampil di panggung, Dion mengaku sangat terpukau melihat cewek-cewek Manado yang cantik-cantik. Ia juga mengatakan, dengan gelaran pameran pariwisata Kemilau Sulawesi 2013, ia bisa mengetahui tempat-tempat wisata yang ada di Sulawesi.

Jumat, 09 Januari 2015

Dion Idol Berkunjung ke Tribun Manado

Dion Idol di Tribun Manado Sabtu 28-9-2013
KEHADIRAN jebolan Indonesian Idol, Dion, sangat dinanti-nanti oleh fans dan pengunjung pameran pariwisata Kemilau Sulawesi 2013, Sabtu (28/9/2013).  Dion membawakan empat lagu.
Pertama Dion membawakan lagu I Love You Bibeh yang dipopulerkan grup band The Changcuters.

Dalam kesempatannya tampil di panggung, Dion mengaku sangat terpukau melihat cewek-cewek Manado yang cantik-cantik. Ia juga mengatakan, dengan gelaran pameran pariwisata Kemilau Sulawesi 2013, ia bisa mengetahui tempat-tempat wisata yang ada di Sulawesi.

Ini Visi Misi Jokowi sebagai Capres

Jokowi di Tribun Manado 10 Mei 2014
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo selalu mengelak jika ditanya soal visi misinya kalau terpilih sebagai presiden RI. Ia hanya sempat mengungkapkan, salah satu program besarnya yaitu revolusi mental. Lainnya, Jokowi memilih untuk menyimpan rapat visi misinya dan berjanji akan menyampaikannya pada waktu yang tepat.

Saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Selasa (13/5/2014), di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta itu secara gamblang memaparkan apa yang akan dilakukannya jika menjadi orang nomor satu di republik ini.

Berikut sejumlah program yang dipaparkan Jokowi sebagai visi misinya:

Foto Badai Tribun Manado Raih Medali IPMA


Saya terima medali IPMA Tribun Manado di Bengkulu 8-2-2014
BENGKULU, TRIBUN- Malam anugerah Indonesia Print Media Award 2014 yang digelar di Hotel Santika Bengkulu, Sabtu (8/2/2014) malam menobatkan front page design foto badai Tribun Manado edisi 8 Januari 2013 sebagai pemenang Bronze.

Tahun sebelumnya, di event yang rutin digelar SPS Indonesia ini, Tribun Manado meraih satu Gold dan satu Silver. Saat itu pelaksaan malam anugerah di Hotel Aryaduta Manado.

Berdiskusi dengan Jokowi di Kairagi


Berdiskusi di Kantor Tribun Manado 10 Mei 2014 (foto emerson)
DALAM rangkaian blusukannnya ke Sulawesi Utara, Calon Presiden (Capres) PDI Perjuangan, Ir Joko Widodo alias Jokowi menyempatkan diri mampir ke Kantor Harian Tribun Manado di Jalan AA Maramis,  Kairagi, Manado,  Sabtu (10/5/2014) sekitar pukul 13.15 wita.

Kedatangan Jokowi,  sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta ini disambut Pemimpin Perusahaan (PP) Tribun Manado, Fahmi Setiadi, Manager Produksi, Dion DB Putra dan Wakil Koordinator Liputan, Aswin D Lumintang.

Jokowi bersama rombongan langsung diantar ke ruang rapat Tribun Manado yang terletak di Lantai I kantor tersebut. Menariknya, begitu Fahmi Setiadi mempersilakan Jokowi untuk duduk di kursi paling depan yang biasa dipakai pimpinan saat rapat redaksi, namun oleh Jokowi ditolak dan memilih duduk di kursi yang biasa menjadi tempat duduk peserta rapat.

Jokowi Sebut Revolusi Mental


Jokowi di kantor Harian Tribun Manado 10 Mei 2014 (foto emerson@TM)
Satu di antara agenda utama kedatangan  Ir Joko Widodo, Capres PDI Perjuangan ke Sulawesi Utara adalah menemui tokoh agama di daerah ini dan berbicara tentang kerukunan dan pentingnya perdamaian.

Hal ini menjadi satu diantara agenda penting lainnya yang menjadi perbincangan antara Jokowi sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta  ini dengan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt HWB Sumakul STh dan Sekretaris Sinode GMIM, Pdt Hendry Runtuwene yang tampak kompak menggunakan kemeja putih lengan panjang.
Dialog informal ini berlangsung di ruang rapat BPMS GMIM. Saat pertemuan Jokowi pun memuji GMIM yang ikut memberi andil besar dalam menciptakan kerukunan di Sulut.

Kamis, 08 Januari 2015

Suatu Hari di Penghujung April


Baliho HPN 2011 di Jalan Palapa Kupang
SAYA menghabiskan waktu hampir enam jam saat pulang dari Manado ke Kupang hari itu, Selasa 18 Desember 2012 atau dua hari sebelum Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merayakan Hari Ulang Tahuhnya ke-54. Kabut tipis dan renai gerimis menyelimuti Bandara Sam Ratulangi tatkala pesawat Lion Air  take off sekitar pukul 06.10 Wita menuju Surabaya dengan transit selama 25  menit di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Penerbangan Surabaya-Kupang berlangsung lebih nyaman lantaran cuaca siang itu lumayan cerah.  Bumi Kupang baru saja bermandikan hujan ketika Lion Air mendarat tak seberapa  mulus di run way Bandara El Tari sekitar pukul 14.50 Wita. Ya, saya pulang untuk kesekian kalinya ke kota ini. Pulang untuk libur bersama keluarga setelah hari-hari menjalani penugasan di Harian Tribun Manado, salah satu koran Grup Kompas Gramedia, kolega Harian Umum Pos Kupang.

Selasa, 16 Desember 2014

Jokowi Sebut Revolusi Mental


Jokowi di kantor Harian Tribun Manado 10 Mei 2014 (foto emerson@TM)
Satu di antara agenda utama kedatangan  Ir Joko Widodo, Capres PDI Perjuangan ke Sulawesi Utara adalah menemui tokoh agama di daerah ini dan berbicara tentang kerukunan dan pentingnya perdamaian.

Hal ini menjadi satu diantara agenda penting lainnya yang menjadi perbincangan antara Jokowi sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta  ini dengan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt HWB Sumakul STh dan Sekretaris Sinode GMIM, Pdt Hendry Runtuwene yang tampak kompak menggunakan kemeja putih lengan panjang.

Dialog informal ini berlangsung di ruang rapat BPMS GMIM. Saat pertemuan Jokowi pun memuji GMIM yang ikut memberi andil besar dalam menciptakan kerukunan di Sulut.

Jumat, 20 Juli 2012

Kegagalan Negara Singkong

CARILAH ironi yang mencabik-cabik harga diri bangsa agraris-maritim dan itu kita  temukan di negeri tercinta ini. Di abad ke-21 yang seharusnya kita lebih tangguh, lebih cerdas dan lebih bermartabat. Faktanya Indonesia terus melapuk karena salah urus, karena pemimpin lebih suka ribut ketimbang berpikir tentang kesejahteraan umum.

Sekadar urusan isi perut pun kita  tidak sanggup menghasilkannya dari tanah sendiri. Kita bergantung dari hasil kerja bangsa lain yang bahkan luas lahan pertanian serta lautnya cuma sejengkal.

Oh My God. Apa yang salah dengan Indonesia? Bayangkan saja dalam kurun waktu lebih dari 15 tahun untuk kebutuhan pangan rakyat negeri tropis yang kaya sumber daya alam ini bergantung dari impor. Sejak lama  Indonesia dikenal sebagai negara pengimpor  beras, garam, kedelai, daging, gula, garam, susu dan buah- buahan.  Paling menggelikan kejadian terakhir. Pemerintah Indonesia  mengimpor singkong dari Vietnam dan China.

Benar-benar berita pilu buat petani Indonesia. Bukan hanya beras, gula dan garam asing yang menyerbu pasar domestik. Hasil pertanian sekelas singkong pun harus bersaing keras   menghadapi gempuran produk impor yang pasti harganya lebih murah. Pemerintah sungguh mau enaknya saja.   Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kran impor dibuka selebar-lebarnya. Silakan mekanisme pasar yang bekerja. Yang kalah bersaing pasti terjungkal.

Pemerintah tidak berpikir sebaliknya yaitu membangun bidang pertanian dengan sungguh-sungguh agar kebutuhan pangan dalam negeri bisa kita penuhi dari kebun sendiri.   Dari jumlah total penduduk Indonesia, sekitar 75 persen hidup dari pertanian. Maka betapa apesnya nasib mayoritas rakyat negeri ini. Yang disebut pemerintahan  pro rakyat hanyalah jargon. Sekadar pemanis bibir  politisi yang dalam praktiknya hanya berpikir untuk kepentingan diri sendiri dan kelompoknya.

Kaum cerdik cendekia sudah mengingatkan beribu kali bahwa salah satu ciri negara gagal adalah kebutuhan pangan bergantung dari impor.  Bukankah hari-hari ini Indonesia sedang berziarah dengan lekas menuju negara gagal? 

Kalau ada yang berteriak nyaring bahwa warning negara gagal itu berlebihan, sebaiknya tutup mulut karena sekadar singkong dan garam pun kita impor. Laut kita paling luas di Asia. Eh, garam saja dipasok dari luar. Singkong itu tanaman Nusantara yang menghidupkan anak Indonesia  sejak abad ke-15. Di awal abad ke- 21, pemerintahnya malah mengimpor dari negara tetangga. Kemunduran mengerikan!

Bagaimana dengan kita di Sulawesi Utara, di  bumi Nyiur Melambai yang mendapat anugerah dari Tuhan lewat alam yang subur? Berkatalah jujur Kawanua. Tak banyak lagi petani di Sulut yang berkebun singkong. *

Sumber: editorial Tribun Manado 19 Juli 2012 hal 10

Senin, 16 Juli 2012

Omset Puluhan Juta per Hari

* Geliat Pasar Ramadhan di Kotamobagu
 
Setiap bulan Ramadhan, geliat perekonomian warga Kampung Baru, Kelurahan Kotobangon sangat  terasa. Omset per hari puluhan juta rupiah.

HARI Sabtu (14/7/2012) siang,  Hartono Goniobala tampak cermat memperhatikan empat pria yang sedang membuat meja panjang di sisi Jalan Sugiono, Kotamobagu. Los tersebut memanjang dari sisi mini market hingga tikungan di depan RS Datoe Binangkang. Los tambahan juga telah dibuat di depan bekas toko onderdil yang terbakar beberapa waktu lalu.

Warga Borong Daging Sapi dan Ayam

*  Jelang Ramadhan Harga Merangkak Naik
*  Pedagang Beras Bingun Mau Jual Eceran

MANADO, TRIBUN - Menjelang bulan Ramadhan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok (sembako) di berbagai daerah di Sulawesi Utara (Sulut) merangkak naik. Bahkan ada yang kenaikannya sudah mencapai 100 persen.
Kenaikan harga sangat terasa di Kotamobagu.   "Beberapa minggu lalu harga daging ayam satu ekor Rp 25 ribu yang kecil, sementara yang besar Rp 34 sampai 40 ribu satu ekor. Tapi sekarang harganya mencapai Rp 60 ribu per ekor," ujar Emon Mamonto, warga Desa Moyag, Sabtu (14/7/2012).

Tombeng-Lumentut Makan Bersama

* DPP Demokrat Akan Putuskan Cabup Minahasa

MANADO, TRIBUN -  Demikian Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demkorat  Minahasa, Denie Tombeng dan beberapa pengurus makan bersama Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut) di sebuah restoran siap saji di Manado, Sabtu (14/7/2012) malam.
Denie Tombeng   tampak berbincang serius dengan  Vicky Lumentut. Lumentut yang juga menjabat  Wali Kota Manado terlihat memberikan beberapa arahan kepada  Tombeng dan rombongannya dari Tondano.
Menjawab pertanyaan Tribun Manado usai makam malam bersama  Tombeng, Lumentut mengatakan Tombeng menempati posisi teratas menurut hasil survei  Lembaga Survei  Indonesia (LSI) terhadap calon bupati (cabup) Minahasa yang dilaksanakan Partai Demokrat.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...