Tampilkan postingan dengan label Pos Kupang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pos Kupang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2026

33 Tahun


Kami  berusia 33 tahun hari ini, Senin 1 Desember 2025. Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas kasih dan tuntunanNya sehingga kami masih bertahan hidup. 

Terima kasih kepada  pembaca, pemirsa dan segenap rekan kerja, mitra serta kolega Pos Kupang.

Tanpa Anda semua kami bukan apa-apa dan tak mungkin hidup sejauh ini.

Selama 33 tahun koran kami tidak pernah tidak terbit, kecuali hari libur nasional dan hari yang memang tidak dijadwalkan terbit.

Lebih dari tiga dasawarsa, Pos Kupang berusaha melayani masyarakat sebaik-baiknya. Tentu disertai keterbatasan dan beraneka kekurangan.

Senin, 17 Juni 2024

Hari-hari Menjelang Akhir


 Ya hari-hari menjelang akhir suatu era yang namanya koran. Koran cetak. Saya menyaksikan perubahan ini. Pos Kupang cetak dengan komposisi 8 halaman saja, dari sebelumnya 12 halaman.

Kami mulai terbit dengan 8 halaman hari Selasa 28 Mei 2024. Senin malam, 27 Mei yang sedikit berangin, saya menyaksikan produksi koran yang sedemikian tipis ini.

Entah dia bertahan sampai kapan hingga benar-benar berhenti seperti Majalah Intisari terhitung mulai 2 Juni 2024.

Keputusan pahit ini sesuai arahan pemimpin Tribun Network dalam rapat di Jakarta, Senin 6 Mei 2024.

Cetak tak mungkin terus bertahan di tengah anjloknya pendapatan Pos Kupang. Saatnya beralih ke digital. Berat tapi badai ini harus dilalui.

Selasa, 28 Mei 2019

Anak-anak Rantau



Garis waktu

Kupang:  1992-1993

Bajawa: 1993-1994

Kupang: 1994-2011

Maumere: Juli 2011-Oktober 2011

Ende: November 2011-Februari 2012

Manado:  Maret 2012-Mei 2014

Kupang: Juni 2014-13 Maret 2019

Bali: 14 Maret  2019-Sekarang

Begitu secuil etape dalam perjalananku sebagai wartawan sejak 1992. Kota  Kupang paling lama. Di sana berdiri gubuk mungil, tempatku pulang atau melangkah pergi mengais rezeki sekaligus menebarkan berkat bagi sesama.

Jumat, 20 April 2018

Sayonara Kenari 1 Kupang

PERASAAN mengharu-biru itu akhirnya meluap di hari Jumat. Jumat malam 5 Januari 2018.  Malam itu setelah proses produksi redaksi untuk terbitan edisi Sabtu 6 Januari 2018, kami seluruh awak redaksi meninggalkan Jl. Kenari No. 1, Kelurahan Naikoten Kupang. Kami kemas barang dan bawa ke kantor baru di Jl. RW Monginsidi III, Kelurahan Fatululi Kupang. Jaraknya kurang lebih 7 km dari kantor lama.

Kantor di Jalan Kenari itu penuh kenangan istimewa buat saya. Tentu dirasakan pula kawan-kawanku sesama karyawan Pos Kupang.   Itu kantor Harian Pagi Pos Kupang kedua setelah kantor pertama di Jl. Soeharto No.53 Kupang (akhir 1992- awal 1995).  Kami berkantor di Jl. Kenari sejak tahun 1995.

Selama 23 tahun bangunan  rumah toko (ruko) itu merupakan kantor sekaligus rumah kedua bagiku dan teman-teman.

Dua puluh tiga tahun bukan waktu yang singkat. Lebih dari separuh masa pengabdianku sebagai wartawan Pos Kupang bermarkas di gedung dua lantai yang bersebelahan dengan Pasar Inpres Naikoten I Kupang ini.

Itulah sebabnya ketika Jumat malam 5 Januari 2018 itu kami terpaksa meninggalkannya karena sudah miliki gedung kantor baru di kompleks Lippo Mall Plaza Fatululi Kupang, ada perasaan yang tergores. Hanya ucapan terima kasih yang bisa saya persembahkan untuk tempat yang luar biasa ini dan lingkungannya.

Selasa, 05 Desember 2017

25 Tahun Pos Kupang

Damyan Godho
Oleh: Damyan Godho
Pendiri

BAHAGIA, itulah rasanya pengelola saat surat kabar ini setelah menjalani hari-hari panjang 25 tahun, sejak berdiri 1 Desember 1992. Bahagia karena hari hari panjang -sejak masa keperintisan dan pengembangan-di tengah terpaan berbagai masalah dan tantangan, bisa dilewati.

Bagaimana memulai penerbitan surat kabar di suatu provinsi yang serba tidak punya sesuatu pun  -semua yang di tahun 1992 pasti mengetahui kondisi saat itu -boleh dibilang sebagai keberhasilan yang sungguh membahagiakan meski masih sangat minimal.

Maka, sebagai pendiri yang tinggal satu-satunya -setelah ditinggal pergi oleh almarhum Valens Goa Doy dan almarhum Rudolf Nggai-bersama segenap pengelola hari hari ini,  tidak boleh tidak haruslah bersyukur dan berterima kasih.

Pertama, kepada Yang Maha Kuasa Kuasa karena kuasa penyelenggaraanNya sudah pasti menuntun dan melindungi usaha dan kerja keras pengelolanya.

Kolaborasi Harga Mati

Febby Mahendra Putra
Oleh: Febby Mahendra Putra
GM Newsroom Tribun Network

KETIKA surat kabar harian ini lahir, 1 Desember 1992 lalu, para pendiri dan seluruh kru Pos Kupang tentu tak pernah membayangkan apa yang terjadi 25 tahun kemudian.

Nyatanya, apa yang terjadi saat ini, ketika Pos Kupang berusia 25 tahun, muncul fenomena yang sangat mengejutkan yaitu terjadinya disruption (gangguan perubahan zaman) dan munculnya generasi milenial.

Sebuah masa ketika orang menjadi sangat tergantung kepada gadget bernama smartphone dan kuota internet.  Muncul 'manusia baru' yang diberi julukan warga internet (netizen alias internet citizen), yang saling terhubung satu sama lain meski secara fisik belum tentu saling mengenal.

Tonggak Bersejarah 1 Desember 1992

SEJARAH lahirnya Harian Pagi Pos Kupang  tidak bisa dilepaspisahkan dari sosok Damyan Godho. Di tengah beragam keterbatasan, Damyan Godho berjuang keras menghadirkan koran harian pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada penghujung tahun 1992 silam.

Jauh  sebelum membidani kelahiran Harian Pagi  Pos Kupang, Damyan Godho atas dorongan Gubernur NTT  El Tari, pada tanggal 5 Desember 1977 menerbitkan Mingguan Kupang Post di Kupang. Mingguan setebal empat halaman tersebut dicetak di Percetakan Arnoldus Ende di PulauFlores.

Bergabung dengan Kompas Gramedia

Edisi khusus HUT ke-25 Pos Kupang
ONAK dan duri mewarnai perjalanan Harian Pagi Pos Kupang selama 25 tahun terakhir. Pada awal kehadirannya di penghujung tahun 1991, tak sedikit tokoh NTT yang pesimistis mengenai kelangsungan hidup koran ini. Ada yang prediksi usianya hanya seumur jagung. Tak akan bertahan lebih dari enam bulan atau setahun.

Perjalanan hidup Pos Kupang selama seperempat abad memang tak luput dari turbulensi. Menurut Damyan Godho, hingga akhir 1994 Pos Kupang hanya terbit 3.000-an eksemplar, jumlah tiras yang sebenarnya mustahil bagi keberlansungan hidup. Pendapatan yang semata-mata dari hasil jual koran sangat tidak memadai.

 Iklan sebagai sumber pendapatan di samping jual koran, tak bisa diharapkan. Tak ada mau yang beriklan karena belum percaya manfaat iklan. "Sonde usah pakai iklan. Orang ju tahu,"  kata pengusaha Kupang dengan dialek Kupang kala itu.

Pos Kupang: Portal Berita Online Nomor Satu di NTT

DUA puluh lima tahun melayani masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), Harian Pagi Pos Kupang tiada henti berinovasi demi menjawab kebutuhan pembaca yang terus berubah. Kekurangan dan keterbatasan selalu ada, namun tidak menghentikan ikhtiar seluruh karyawan-karyawati media ini untuk memberi yang lebih baik.

Seiring booming internet penghujung 1990-an, Pos Kupang merintis layanan berita online. Sebagai bagian dari Grup Kompas Gramedia, Pos Kupang tidak ketinggalan mengikuti setiap langkah perubahan grup ini merepons perkembangan zaman.

Ketika Harian Kompas mengembangkan Kompas Cyber Media (KCM) tahun 1998, Pos Kupang pun ikut mengambil bagian meskipun dalam kondisi serba terbatas. Bulan Februari 1998 merupakan tonggak sejarah Pos Kupang melayani pembaca dalam versi online.

Like & Follow Us

ilustrasi
PERKEMBANGAN zaman menuntut Pos Kupang untuk membuat terobosan-terobosan guna memenuhi kebutuhan informasi yang benar dan terverifikasi bagi para pembacanya. Tak hanya print (cetak) dan online (website/laman), serta epaper dan video (audio visual), pembaca modern semakin berkembang dengan memasuki era milenial.

Mereka yang sangat akrab dengan komunikasi, media, dan teknologi digital memunculkan media baru yang mengandalkan pada jaringan internet sebagai media distribusi utama pesan-pesan yang ada dalam media tersebut.

Kemunculan sejumlah penyedia jejaring ini, seperti Facebook (2004) lalu disusul Twitter (2007), dan berbagai media daring lain, seperti Google+ , Youtube, Instagram, Path, Tumblr, Telegram, dan Whats App, membuat perubahan budaya untuk mendapatkan informasi di kalangan masyarakat.

Pos Kupang Mencerdaskan Masyarakat

Edisi khusus HUT ke-25 Pos Kupang
Drs. Frans Lebu Raya
Gubernur NTT
Saya mengucapkan selamat buat Pos Kupang. Pos Kupang telah turut membangun NTT melalui pemberitaan yang mencerdaskan dan terus membangun optimisme masyarakat NTT. Pos Kupang juga telah turut mengawal dn mendorong percepatan pembangunan NTT. Terima kasih buat Pos Kupang. Teruslah berjuang dengan landasan cinta kasih membangun optimisme masyarakat agar NTT menjadi lebih maju. Jadilah media kebanggaan NTT. Yang obyaktif, jujur dn terpercaya. (osi)

Irjen Pol  Drs Agung Sabar Santoso SH MH
Kapolda NTT
HARIAN Pos Kupang tetaplah menjadi media yang dapat mencerdaskan kehidupan masyarakat. Dapat mengkomunikasikan hal-hal positif  guna kemajuan NTT. Teruslah menjadi media yang mandiri, independen, kritis, dan bangga berubah. (aa)

Karya Jurnalistik yang Cerdas

Edisi khusus HUT ke-25 Pos Kupang
Fera Keti
Ketua Rumah Kreatif Oebobo
HARIAN Pos Kupang merupakan media nomor satu di NTT. Berita-beritanya akuntabel dan obyektif. Tagline HUT ke-25 Pos Kupang,  #banggaberubah# merupakan sebuah langkah maju.  Hal itu  merupakan pembuktiaan bahwa Pos Kupang akan menjadi media yang tidak akan pernah mati digilas jurnalisme digital pada era informasi dan teknologi yang berkembang pesat sekarang ini. 

Saya berharap, Pos Kupang menjadi media tumbuhnya komunitas-komunitas positif yang ada di NTT, tetap kritis dan berimbang, serta tetap menjadi media yang netral.  "Selamat ulang tahun Pos Kupang."  (bb)

Rabu, 08 November 2017

Kaka Yusran Pulang ke Kupang

Kaka Yusran di rumah Om Damyan Godho 25 Mei 2107
Setelah  20  tahun, kang Yusran Pare akhirnya balik lagi dengan misi khusus untuk Pos  Kupang. Sungguh penantian yang cukup lama. Kang Yusran pernah dua kali menopang Pos Kupang di saat-saat sulit. Tahun 1996 dan 1997.

Dia memang sempat ke Kupang tahun 2011  namun kalai itu statusnya sebagai anggota delegasi Kalsel yang  mengikuti peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dimana saya menjadi penanggungjawab dalam kapasitas sebagai Ketua PWI Provinsi NTT.

Kehadirannya pada 2011 bukan untuk Pos Kupang. Itu yang mau saya katakan dengan masa penantian panjang selama 20 tahun di atas.

Kamis, 19 Oktober 2017

Kisah Bernama Raker

Raker 2015
SEORANG rekan pemimpin koran daerah (korda) Kompas Gramedia yang tergabung dalam Group of Regional Newspaper atau lebih top disapa Tribun Group mendadak bertanya padaku. "Om Dion sudah berapa kali ikut raker (rapat kerja) seperti ini?"

Pertanyaan itu dia lontarkan di sela rehat raker korda Tribun Group 9-11 Oktober 2017 di Palmerah Jakarta. Saya tidak langsung menjawab karena sudah lupa sejak kapan mengikuti raker serupa. Saya perlu waktu memutar kembali memori. Maklumlah usia sudah jelita (jelang lima puluh tahun). Daya sergapnya tak mungkin sama lagi dibanding 15 tahun silam. Hahahahaha

Kisah bernama raker memang sudah menjadi sesuatu bagi saya. Sesuatu  yang sangat penting tentunya! Saya ternyata sudah rutin mengikuti raker setidaknya  sejak tahun 2004 atau ketika mendapat kepercayaan sebagai Redaktur Pelaksana, Wakil Pemimpin Redaksi kemudian Pemimpin Redaksi Harian Pagi Pos Kupang.


Minggu, 24 September 2017

Orang-orang di Belakang Meja Pos Kupang Itu

Dion DB Putra
Kelompok Menulis di Koran - Ledalero (KMKL) dalam kiat-kiatnya melatih dan mengembangkan potensi menulis para anggotanya merencanakan kegiatan magang dan pelatihan saat liburan semester kedua. Sesuai rencana  magang dilakukan di tiga tempat. 

Kantor Redaksi Pos Kupang (PK), Flores Pos dan Penerbit Nusa Indah. KMK menunjuk dua orang anggotanya untuk masing-masing tempat.

Ve Nahak dan J.Loin menyinggahi dapur Harian Umum Pos Kupang. Berikut rekaman pengalaman Ve Nahak selama 10 hari (dari tanggal 7 s/d 17 Juli 2006) menjadi "wartawan tembak" di Kantor Redaksi Harian terkemuka di NTT itu.


Menepis mitos "dapur" sialan

Sebuah gedung berlantai dua dengan cat putih yang sudah mulai kusam oleh terik matahari kota Kupang. Perbaikan-perbaikan kecil di beberapa sudut kelihatan belum rampung. Gedung itu bekas sebuah ruko (rumah toko) milik seorang Tionghoa.

Senin, 27 Februari 2017

Semoga Lancar Jaya Kaka

KAKA, saya rencana ke Kupang pada hari Selasa, 7 Feb 2017, menghantarkan Imam Hidayat, penerima SK Manager Produksi Pos Kupang. Kami rencana berangkat dr Surabaya. Tks Kaka. Begitulah isi pesan WA (WhatsApp) dari Mas Febby Mahendra Putra yang masuk ke handphone saya pada 3 Februari 2017 pukul 09.02 Wita (menurut catatan di HP saya).

Wah, celaka! Itu reaksi spontanku. Maklum sejak dua pekan sebelumnya saya sudah membeli tiket untuk berangkat ke Ambon mengikuti peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tanggal 6 Februari 2017. Saya dan tiga teman dari organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi NTT akan berada di Ambon tanggal 7-10 Februari 2017. Saya baru balik ke Kupang 10 Februari melalui penerbangan panjang Ambon-Makassar-Jakarta-Surabaya-Kupang.

Masa sih saya tidak berada di tempat ketika Mas Febby dan Mas Bebet, sapaan akrab Imam Hidayat tiba di Kupang. Sebagai orang yang dipercayakan memangku posisi pemimpin redaksi, saya wajib menyambut Mas Febby dan mas Bebet.

Kamis, 23 Februari 2017

Cover Pos Kupang Terbaik Se-Bali dan Nusra 2016


Dion (kanan) menerima piala IPMA dari Menteri Rudiantara
JAKARTA, PK -Cover (sampul muka) Harian Pagi Pos Kupang edisi 10 Maret 2016 tentang Gerhana Matahari meraih penghargaan medali perak sebagai cover terbaik se-Bali Nusra pada ajang lomba sampul muka Indonesia Print Media Award (IPMA) 2017.

Penghargaan itu diterima Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion DB Putra dari Menteri Kominfo Rudiantara  pada malam penganugerahan di Ballroom Hotel Millenium Sirih, Jl. Fachrudin No. 4 Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017). Selain IPMA pada saat yang sama  juga diberikan penghargaan bagi pemenang lomba IYRA, InMA dan ISPRIMA.

Surat Kabar Tribun Network Raih 24 Piala

Dion (kanan) terima piala IPMA dari Menteri Rudiantara
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Regina Kunthi Rosary

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah surat kabar Tribun meraih 24 piala dalam Malam Penghargaan Serikat Perusahaan (SPS) 2017 yang digelar di Millenium Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017).

Gelaran tahunan bertema Inovasi yang Menginspirasi itu terdiri atas Indonesia Print Media Awards (IPMA), Indonesia inhouse Magazine Awards (InMA), Indonesia Young Readers Awards (IYRA) dan Indonesia Student Print Media Awards (ISPRIMA) 2017.

Berikut ini daftar surat kabar Tribun Network  yang meraih penghargaan pada Malam Penghargaan Serikat Perusahaan (SPS) 2017.

Rabu, 14 Desember 2016

Mampir Sejenak di Ayasofya Istanbul

Gerbang utama Ayasofya
SEBELUM meninggalkan Jakarta pekan terakhir bulan September 2016 menuju Istanbul, seorang teman yang sudah beberapa kali berkunjung ke kota Turki yang elok itu mengingatkan agar tidak lupa  menyambangi Hagia Sophia.

"Sebaiknya bung ke sana  untuk melihat keunikan dan terutama pesannya yang luar biasa bagi umat manusia," kata rekanku itu. Saya coba menanyakan lebih lanjut apa yang istimewa dari tempat itu sehingga dia getol mempromosikan, namun tidak mendapat jawaban. Rupanya dia sengaja membiarkan rasa penasaran terbawa hingga ke negara yang berada di dua belahan benua tersebut.

Gayung bersambut. Manajemen Karpowership, perusahaan pembuat kapal listrik yang mengundang kami 18 wartawan asal Indonesia  bertandang ke Istanbul ternyata sudah mengagendakan city tour ke Hagia Sophia. Dan, tiba saatnya city tour  hari itu, Sabtu 1 Oktober 2016. Kami sungguh terkagum-kagum melihat Hagia Sophia atau orang Turki umumnya menyapa  Ayasofya.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...