Selasa, 12 April 2016

In Memoriam Jacob Nuwa Wea


Jacob Nuwa Wea
KUPANG, PK - Nusa Tenggara Timur (NTT) kehilangan salah seorang putra terbaiknya,  Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Jacob Nuwa Wea. Jacob yang juga tokoh senior PDI Perjuangan (PDIP)  itu meninggal dunia di Rumah Sakit Gleaneagles Penang, Malaysia,  Sabtu (9/4/2016) pagi.

Kabar duka tersebut disampaikan anak kedua Jacob, Andi Gani Nena Wea. "Betul, Papa wafat di Rumah Sakit Gleaneagles Penang, Malaysia, tadi pagi," ujar Andi seperti dikutip Kompas.Com. Jacob mengalami komplikasi sejumlah penyakit sejak beberapa tahun lalu. Jenazah akan diterbangkan ke Jakarta, Minggu (10/4/2016) dan diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 14.35 WIB.

Jacob mengawali karier politiknya bersama PDI Perjuangan sejak partai itu masih bernama PDI. Setelah partai itu terbelah, dia memilih mengikuti Megawati Soekarnoputri. Pria asal Kota Keo, Kabupaten Nagekeo, Flores itu sempat menjabat Ketua Umum KSPSI hingga ditunjuk sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans)  di masa Presiden Megawati (10 Agustus 2001 -20 Oktober 2004).

Jacob meninggalkan empat orang anak dan enam orang cucu. Jacob meninggal dunia  menyusul sang adik, Yoseph Lea Wea yang lebih dulu  wafat, Minggu (3/4/2016) lalu.

Jonas Salean: Tulis Kalau Memang Jelek


Jonas Salean di Pos Kupang 7 April 2016
KUPANG, PK - "Pos Kupang sangat membantu kami dalam memberikan informasi. Dan terima kasih untuk pemberitaan selama ini. Kalau kami jelek, tulis kami jelek. Tapi kalau baik juga tulis yang baik," ujar Walikota Kupang, Jonas Salean, S.H, M.Si saat mengunjungi Redaksi Harian Pagi Pos Kupang, Kamis (7/4/2016).

Salean bersama Kadispenda Kota Kupang, Jefri Pelt, SH, Kabag Umum, Joni Bire, Kabag Humas, Orson Genes Nawa, diterima Pemred Pos Kupang, Dion DB Putra, Wakil PP, Marina Napitupulu, beberapa manager, news editor dan reporter di ruang rapat redaksi.

Kimberly, Remond dan Randi Senang Jadi Juara


Bupati Ansar Rera dan Ibu di tengah para peserta (foto PK)
MAUMERE, PK -Kimberly Amazing Hope Purwanto, Remond Krishtin Lye dan Randi Mediawan Mayelo, menjadi  juara satu perlombaan mewarnai dan menggambar yang diselenggarakan Harian Pagi Pos Kupang Biro Maumere, di Auditorium Universitas Nusa Nipa Maumere, Minggu (3/4/2016).

Kimberly yang bercita-cita menjadi penari itu memenangi perlombaan kategori mewarnai anak PAUD. Sedangkan Remond menenangi kategori mewarnai SD kelas 1-3, dan Randi menjadi juara satu kategori menggambar bagi pelajar SD kelas IV-VI.
Baik Kimberly, Remond maupun Randi sama-sama mengungkapkan kegemberiaan mereka saat dinyatakan keluar sebagai juara lomba yang diikuti 520 anak PAUD dan SD se-Kabupaten Sikka.

Kupang Pesta Monolog 2016


ilustrasi
Di atas panggung kecil aktor Abdy Keraf  berjalan ke sana kemari. Ia hanya mengenakan singlet warna putih dipadu celana hitam. Kedua tangannya dililit seutas tali berwarna putih. Di panggung teater malam  itu, Abdy Keraf membius penonton lewat pentas monolog berjudul Monologia Tubuh yang Palsu.

Sang aktor  bercerita tentang perilaku anak-anak manusia yang penuh kemunafikan. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang berusaha menutupi keasliannya. Mereka melemparkan senyum kepada sesamanya bahkan tak tanggung-tanggung meneteskan air mata untuk memperlihatkan rasa duka cita. Namun, semua yang ditampilkan di depan mata sesama, bahkan orang yang dicintai sekalipun tidak terlepas dari apa yang disebut kemunafikan.

Jumat, 04 Maret 2016

Mengenang Kawan Gaspar Parang Ehok


Gaspa P Ehok
Oleh Daniel Dhakidae
Kepala LITBANG Kompas 1995-2005; Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Jurnal Prisma, Jakarta.

PERKENALAN dan perkawanan kami semasa menjadi mahasiswa SOSPOL Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tahun 1970-an, berjalan begitu saja secara wajar dan alasannya juga wajar-wajar saja. Pertama, tentu saja sebagai sesama mahasiswa Flores.

Namun, terutama kedua, kesamaan ide dalam banyak hal baik terhadap situasi universitas seperti pendidikannya, kurikulumnya, dan yang paling mengikat kami semua adalah kesamaan pandangan mengenai Orde Baru Soeharto, dan militer.

Ketiga, karena dua alasan di atas kami juga sama dalam pandangan mengenai organisasi kemahasiswaan dengan identitas yang menjadi dasar, dalam hal ini apa yang harus dibuat oleh organisasi seperti PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia).

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...