 |
| ilustrasi |
KOORDINATOR Tim Pembina Audit Maternal Perinatal Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Laurens Paulus, S.POG mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan. Tim yang dipimpinnya menemukan fakta sejumlah bidan di beberapa daerah yang lari ketakutan saat melihat darah ibu hamil yang ditolongnya.
"Kami menemukan bidan yang lari saat persalinan di desa-desa. Saya tahu langsung dari sekretaris daerah dan kepala dinas kesehatan kabupaten. Setelah diusut ternyata bidan itu tidak pernah menolong persalinan secara mandiri, makanya desa itu sering ditinggal bidannya. Itu masalah serius," ujar dr. Laurens Paulus, S.POG kepada Pos Kupang, Jumat (27/5/2016) lalu.
Kisah tragis terkait peran bidan di desa pun dialami seorang ibu di Desa Nanga Kantor Barat, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat medio Mei 2015. Sekitar pukul 04.00 Wita, suara tangisan bayi memecah kesunyian desa itu. Walau bayinya telah lahir dengan selamat, tetapi ari-arinya tertinggal di rahim ibu.