Rabu, 29 Juni 2016

WALHI NTT Sodorkan 4 Mandat Selamatkan Lingkungan

Pimpinan Walhi NTT di Redaksi Pos Kupang
KUPANG, PK -Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Nusa Tenggara Timur sangat peduli terhadap penyelamatan lingkungan hidup. Untuk itu, WALHI NTT menyodorkan empat mandat kepada para pihak agar turut serta memelihara alam. WALHI mengilustrasikaan, jika tanah adalah daging, maka air adalah darah, gunung batu sebagai tulang, dan hutan sebagai kulit dan rambut. Merusak alam sama dengan merusak tubuh manusia.

Demikian benang merah diskusi terbatas antara Direktur WALHI NTT, Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi, dengan dewan redaksi Harian Pagi Pos Kupang, Senin (27/6/2016).

Aparatur Humas di NTT Butuh Sosialisasi dari Dewan Pers

Semuel Pakereng (ketiga dari kiri)
POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO  -  Aparatur humas pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan sosialisai dari Dewan Pers tentang kerja sama dengan  media massa. Sosialisasi tersebut melibatkan Bappeda, Unit Keuangan  (Dinas PPKAD), Inspektorat,  pihakKepolisian dan Kejaksaan.

Demikian salah satu butir rekomendasi yang disepakati dalam rapat kerja (raker)  dan bimbingan teknis (bimtek) kehumasan bagi aparatur humas dan protokol kabupaten/kota se-NTT di Hotel Luwansa, Labuan Bajo,  Kabupaten Manggarai Barat 21-24 Juni 2016.

Dion DB Putra: Banyak Hak Nara Sumber Diabaikan

Dion DB Putra (kedua dari kiri)
LABUAN BAJO, PK -Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT, Dion DB Putra, mengatakan, selama ini di NTT banyak hak nara sumber yang diabaikan sendiri oleh nara sumber tersebut dalam hal pemberitaan di media massa.

"Kalau pemberitaan itu tidak berimbang bisa diadukan ke Dewan Pers. Dewan Pers diakui oleh negara untuk mengadili dalam konteks pekerjaan pers. Dewan Pers bisa memberi teguran bila ada media yang terbukti tidak berimbang dalam pemberitaan," kata Dion saat menjadi nara sumber dalam Rapat Kerja dan Bimbingan Teknis Kehumasan bagi Aparatur Bagian Humas/Protokoler Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT  di Hotel Luwansa Labuan Bajo, Selasa (22/6/2016).

KPPU Terus Bermitra dengan Media Massa

M Nawir Messi (kiri)
KUPANG, PK - Komisioner Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), M.Nawir Messi mengatakan akan terus mengembangkan pola hubungan kemitraan dengan media dalam rangka menyebarluaskan informasi tentang kinerja komisi ini.

"Kemitraan ini bukan dengan maksud media hanya menulis hal yang positif saja, namun silakan memberi kritik kepada KPPU," kata Nawir ketika melakukan pertemuan dengan para wartawan di Redaksi Pos Kupang, Jumat (17/6/2016).

Karena itu mantan Ketua KPPU ini meminta Kepala Perwakilan Daerah (KPD) KPPU Surabaya, Aru Armando  yang membawahi beberapa provinsi termasuk NTT, untuk lebih sering ke Kupang. Permintaan komisioner ini semata agar awak media dari hari ke hari dapat memahami dan mengambil bagian dalam kerja besar KPPU ini.

Bidan Ketakutan Melihat Darah

ilustrasi
KOORDINATOR Tim Pembina Audit Maternal Perinatal Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Laurens Paulus, S.POG mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan. Tim yang dipimpinnya menemukan fakta sejumlah bidan di beberapa daerah yang lari ketakutan  saat melihat darah ibu hamil yang ditolongnya.

"Kami menemukan bidan yang lari saat persalinan di desa-desa. Saya tahu langsung dari sekretaris daerah dan kepala dinas kesehatan kabupaten. Setelah diusut ternyata bidan itu tidak pernah menolong persalinan secara mandiri, makanya desa itu sering ditinggal bidannya. Itu masalah serius," ujar dr. Laurens Paulus, S.POG kepada Pos Kupang, Jumat (27/5/2016) lalu.

Kisah tragis terkait peran bidan di desa  pun dialami seorang ibu di Desa Nanga Kantor Barat, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat medio Mei 2015.  Sekitar pukul 04.00 Wita, suara tangisan bayi memecah kesunyian desa itu. Walau bayinya telah lahir dengan selamat, tetapi ari-arinya tertinggal di rahim ibu.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...