Rabu, 02 Agustus 2017

Aman dan Nyaman Berwisata ke Labuan Bajo


Pulau Padar
KETIKA mau  berwisata ke suatu tempat, dua faktor ini kiranya selalu menjadi pertimbangan utama seseorang. Apakah dia merasa aman dan nyaman berada di lokasi wisata tersebut?  Tanpa jaminan kedua faktor ini seseorang ogah bepergian sekalipun akomodasi, akses  transportasi dan biaya terjangkau.

Aman artinya bebas dari bahaya, bencana, kecelakaan lalulintas di laut, udara dan darat,  bebas dari gangguan pencuri, penyakit dan sebagainya. Nyaman artinya  wisatawan mendapatkan sesuatu yang menyegarkan, menyehatkan fisik dan psikis. Dengan berwisata mereka memperoleh semangat dan inspirasi baru untuk menapaki hidup selanjutnya yang lebih produktif. Berwisata bukan sebaliknya melahirkan trauma atau dampak negatif lainnya.

Dua Kisah tentang Kenshi NTT


KEMPO merupakan cabang olahraga super prioritas bagi Nusa Tenggara Timur (NTT). Komunitas olahraga Flobamora sudah tahu itu. Dan, kempo dalam pekan ini menjadi berita utama karena dua kondisi berbeda. Ada senyum dan tawa. Kisah  ceria pun derita.

Hari Selasa (18/7/2017) di lantai IV Kantor Gubernur NTT, Gubernur Frans Lebu Raya dengan bangga melepas keberangkatan 16 atlet kempo (kenshi) NTT yang akan berangkat ke California Amerika Serikat. Mereka mengikuti kejuaraan dunia mewakili Indonesia. Kita garisbawahi lagi bahwa 16 kenshi NTT tersebut bertarung di kejuaraan dunia tanggal 29 Juli hingga 2 Agustus 2017  membela kehormatan bangsa Indonesia.  "Kalian adalah  duta bangsa," kata Lebu Raya kala itu.

Pengurus Besar  Persaudaraan Bela Diri Kempo (Perkemi) mempercayakan kenshi NTT membela Merah Putih  lantaran prestasi atlet Flobamora memang yang terbaik di negeri ini dalam beberapa tahun terakhir. Paling anyar pada PON XIX 2016 di Bandung, atlet kempo NTT raih juara umum dengan mendulang 7 emas, 1 perak, 5 perunggu.

Rabu, 19 Juli 2017

Pastor Asal Flores Temani SBY Sekeluarga di Vatikan


P Markus Solo (kedua dari kanan)
Kami turun dari mobil  dan saling bersalaman. Mereka semua sangat berantusias, terutama Pak SBY, Ibu Ani dan kedua putera mereka, Mas Agus dan Mas Baskoro.

PRESIDEN  keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  dan keluarga berkunjung ke Vatikan pada hari Minggu 16 Juli 2017. SBY jalan-jalan ke Vatikan bersama  Ibu Ani Yudhoyono,  kedua puteranya Agus  Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)  masing-masing dengan istri dan anak. 

Singkatnya mantan orang nomor satu di Indonesia itu hadir lengkap bersama istri, anak, menantu dan cucu serta anggota rombongan lainnya.

Kunjungan SBY sekeluarga disambut spesial otoritas Tahta Suci sehingga beliau boleh melihat hampir semua tempat suci dan bersejarah di Vatikan. Yang mengesankan pemandunya adalah pastor asal Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT),  Markus Solo Kewuta, SVD. Pater Markus bertugas di Vatikan sejak sepuluh tahun lalu dan kini menjadi Anggota Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Agama.

Berikut penuturan  Pater Markus tentang pengalamannya menemati SBY sekeluarga  sebagaimana dikutip dari akun Facebooknya.

Rabu, 12 Juli 2017

Tenun Ikat Sumba yang Memikat Hati


Jokowi dan Ibu Negara di Sumba Barat Daya 12 Juli 2017
Seni tenun adalah budaya tua yang ditekuni manusia untuk menghasilkan busana dan merupakan peradaban yang hampir merata ditemukan di seluruh pelosok bumi.

Pada masa modern ini pun ketika pabrik pemintalan benang mampu menghasilkan ribuan, bahkan jutaan meter tekstil dengan cara yang praktis, tradisi memintal benang untuk membuat kain masih ditekuni di beberapa tempat, tak terkecuali di Pulau Sumba, satu daratan kecil di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang hadir dan mengenakan ikat kepala dan berselempang kain tenun menyaksikan Festival Tenun dan Kuda Sandelwood di Lapangan Galatama, Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT, Rabu (12/7/2017).

Selasa, 11 Juli 2017

Kisah tentang Stadion Merdeka Kupang

Pertandingan bola di Stadion Merdeka Kupang
Stadion Merdeka Kupang itu sebuah nama dengan banyak kisah historis heroik. Keberadaannya hampir setua negara bernama Indonesia, bahkan lebih tua dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru lahir tahun 1958.

Di sana sudah banyak anak Nusa Tenggara Timur (NTT)  memeras keringat untuk meraih yang terbaik di lapangan bolakaki. Dan, mereka sekaligus  belajar memahami arti olahraga, apa makna fair play serta implikasi dari sportivitas. 

Tidak hanya sepakbola. Stadion Merdeka pun memiliki lapangan bolavoli yang di masa lalu menjadi pusat aktivitas olahraga kaum muda di ibukota provinsi ini. Cukup sering Stadion Merdeka juga berfungsi bagi aktivitas pembinaan kaum muda.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...