Selasa, 05 Desember 2017

25 Tahun Pos Kupang

Damyan Godho
Oleh: Damyan Godho
Pendiri

BAHAGIA, itulah rasanya pengelola saat surat kabar ini setelah menjalani hari-hari panjang 25 tahun, sejak berdiri 1 Desember 1992. Bahagia karena hari hari panjang -sejak masa keperintisan dan pengembangan-di tengah terpaan berbagai masalah dan tantangan, bisa dilewati.

Bagaimana memulai penerbitan surat kabar di suatu provinsi yang serba tidak punya sesuatu pun  -semua yang di tahun 1992 pasti mengetahui kondisi saat itu -boleh dibilang sebagai keberhasilan yang sungguh membahagiakan meski masih sangat minimal.

Maka, sebagai pendiri yang tinggal satu-satunya -setelah ditinggal pergi oleh almarhum Valens Goa Doy dan almarhum Rudolf Nggai-bersama segenap pengelola hari hari ini,  tidak boleh tidak haruslah bersyukur dan berterima kasih.

Pertama, kepada Yang Maha Kuasa Kuasa karena kuasa penyelenggaraanNya sudah pasti menuntun dan melindungi usaha dan kerja keras pengelolanya.

Kolaborasi Harga Mati

Febby Mahendra Putra
Oleh: Febby Mahendra Putra
GM Newsroom Tribun Network

KETIKA surat kabar harian ini lahir, 1 Desember 1992 lalu, para pendiri dan seluruh kru Pos Kupang tentu tak pernah membayangkan apa yang terjadi 25 tahun kemudian.

Nyatanya, apa yang terjadi saat ini, ketika Pos Kupang berusia 25 tahun, muncul fenomena yang sangat mengejutkan yaitu terjadinya disruption (gangguan perubahan zaman) dan munculnya generasi milenial.

Sebuah masa ketika orang menjadi sangat tergantung kepada gadget bernama smartphone dan kuota internet.  Muncul 'manusia baru' yang diberi julukan warga internet (netizen alias internet citizen), yang saling terhubung satu sama lain meski secara fisik belum tentu saling mengenal.

Tonggak Bersejarah 1 Desember 1992

SEJARAH lahirnya Harian Pagi Pos Kupang  tidak bisa dilepaspisahkan dari sosok Damyan Godho. Di tengah beragam keterbatasan, Damyan Godho berjuang keras menghadirkan koran harian pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada penghujung tahun 1992 silam.

Jauh  sebelum membidani kelahiran Harian Pagi  Pos Kupang, Damyan Godho atas dorongan Gubernur NTT  El Tari, pada tanggal 5 Desember 1977 menerbitkan Mingguan Kupang Post di Kupang. Mingguan setebal empat halaman tersebut dicetak di Percetakan Arnoldus Ende di PulauFlores.

Bergabung dengan Kompas Gramedia

Edisi khusus HUT ke-25 Pos Kupang
ONAK dan duri mewarnai perjalanan Harian Pagi Pos Kupang selama 25 tahun terakhir. Pada awal kehadirannya di penghujung tahun 1991, tak sedikit tokoh NTT yang pesimistis mengenai kelangsungan hidup koran ini. Ada yang prediksi usianya hanya seumur jagung. Tak akan bertahan lebih dari enam bulan atau setahun.

Perjalanan hidup Pos Kupang selama seperempat abad memang tak luput dari turbulensi. Menurut Damyan Godho, hingga akhir 1994 Pos Kupang hanya terbit 3.000-an eksemplar, jumlah tiras yang sebenarnya mustahil bagi keberlansungan hidup. Pendapatan yang semata-mata dari hasil jual koran sangat tidak memadai.

 Iklan sebagai sumber pendapatan di samping jual koran, tak bisa diharapkan. Tak ada mau yang beriklan karena belum percaya manfaat iklan. "Sonde usah pakai iklan. Orang ju tahu,"  kata pengusaha Kupang dengan dialek Kupang kala itu.

Pos Kupang: Portal Berita Online Nomor Satu di NTT

DUA puluh lima tahun melayani masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), Harian Pagi Pos Kupang tiada henti berinovasi demi menjawab kebutuhan pembaca yang terus berubah. Kekurangan dan keterbatasan selalu ada, namun tidak menghentikan ikhtiar seluruh karyawan-karyawati media ini untuk memberi yang lebih baik.

Seiring booming internet penghujung 1990-an, Pos Kupang merintis layanan berita online. Sebagai bagian dari Grup Kompas Gramedia, Pos Kupang tidak ketinggalan mengikuti setiap langkah perubahan grup ini merepons perkembangan zaman.

Ketika Harian Kompas mengembangkan Kompas Cyber Media (KCM) tahun 1998, Pos Kupang pun ikut mengambil bagian meskipun dalam kondisi serba terbatas. Bulan Februari 1998 merupakan tonggak sejarah Pos Kupang melayani pembaca dalam versi online.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...