Rabu, 03 Januari 2018

Masuk sebagai Paus akan Keluar sebagai Kardinal


Konklaf para kardinal memilih paus baru
KARDINAL  Joseph Ratzinger terpilih sebagai paus dalam usia yang sudah tua, 78 tahun.  Ia adalah paus ke 265 dalam sejarah Gereja Katolik Roma, menggantikan Paus Yohanes Paulus II yang sangat popoluer.

Sidang pemilihan paus atau yang biasa disebut konklaf selalu menarik perhatian umat Katolik di seluruh dunia. Jabatan paus adalah jabatan seumur hidup. Lazimnya, konklaf digelar setelah seorang paus wafat sehingga perlu ditunjuk penggantinya. Konklaf diikuti oleh seluruh kardinal di seluruh dunia. Kardinal acap disebut sebagai "pangeran gereja". Layaknya pangeran, biasanya merekalah ahli waris tahta kepausan.

Kamar Santo Yohanes Paulus II di Maumere Jadi Tempat Ziarah


Romo Ewaldus di kamar Santo Paus Yohanes Paulus II
KAMAR yang ditempati mendiang Santo Paus Yohanes Paulus II di Seminari Santo Petrus Ritapiret, Maumere saat mengunjungi Sikka 11-12 Oktober 1989 lalu,  telah menjadi kamar doa dan tempat ziarah bagi umat Katolik.

Kamar itu pun telah direnovasi dan semua perlengkapan di dalam kamar yang ada kala itu dikembalikan ke posisi semula.

Demikian Praeses Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret Maumere, Romo Edwaldus Martinus Sedu, Pr saat ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Jumat (10/10/2014) pagi.

Dikatakan Romo Ewal, demikian dia disapa, beberapa fasilitas yang perlu disimpan di Kamar  Paus,  antara lain kasula yang pernah dipakai Paus saat pimpin misa, kursi  yang diduduki saat misa dan piala.

Maestro Kemanusiaan itu 'Putra' Konsili Vatikan II


Paus Yohanes Paulus II
(Mengenang 25 Tahun Lawatan Paus Yohanes Paulus II di Indonesia)

Oleh Rm. Richard Muga Buku, Pr

Koordinator Totus Tuus Community Cristo Re Maumere.


TANGGAL 2 April 2005 waktu Vatikan (3 April waktu Indonesia), Paus Yohanes Paulus II melepaskan napasnya yang terakhir. Menarik bahwa Bapa Suci ini meninggal pada tahun ke-40 penutupan Konsili Vatikan II. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa sosok ini aktif dalam seluruh pergulatan Konsili Ekumenis yang makan waktu kurang lebih 3 tahun itu.

Ia bahkan mengakui `Putra dari Konsili Vatikan II' sebagai ekspresi betapa mendalamnya ia dipengaruhi Konsili Vatikan II dalam seluruh karya kepemimpinannya sebagai orang ke-264 yang menduduki takhta warisan Santo Petrus. Dan saat ini ketika umat Katolik Indonesia mengenang 25 tahun lawatan Paus yang sudah dikanonisasi (digelar santo) pada tanggal 27 April 2014 itu dan 50 tahun Konsili Vatikan II, baiklah kita menyelisik kiprah Bapa Suci yang boleh digelari Putra dari Konsili Vatikan II ini.

Jangan Takut


Paus Yohanes Paulus II
(Merenda Usia Perak Kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Maumere)

Oleh Philip Ola Daen, CD

Rohaniwan

POS Kupang dalam beberapa edisi terakhir ini memuat seputar Paus Yohanes Paulus II dan visit kegembalaannya ke Maumere, Flores, NTT, Indonesia dan bermalam semalam di Ritapiret. Ritapiret menjadi Vatikan semalam. Kunjungan Paus Yohanes Paulus II ini berlangsung dari tanggal 11-12 Oktober 1989.

Kunjungannya ini semakin bernas muatan isinya karena ia sudah digelar kudus dengan nama Santo Yohanes Paulus II pada tanggal 27 April 2014. Dengan demikain peristiwa kunjungannya ini telah mencapai usia perak. Karena itu, peristiwa perak ini menjadi momentum  untuk berhenti sejenak dan menoleh sekejap ke belakang untuk merefleksikan hati, pikiran dan  jiwanya.

Momentum refleksi ini menjadi teramat penting karena ia adalah  satu sosok dari sekian banyak sosok yang paling penting dan berpengaruh dalam dunia dewasa ini, dan satu paus dari sekian banyak paus yang paling elokuent dan inspiratif  sepanjang zaman dengan salah satu seruannya "Be Not Afraid". Karena itu, untuk merendah usia perak kunjungannya ke Maumere menjadi lebih indah dan bermakna baiklah diangkat dan direfleksikan lagi seruannya  be not afraid - jangan takut.

Jumat, 29 Desember 2017

Si Hitam dari Monrovia


George Weah
Catatan Sepakbola Dion DB Putra

Dua puluh dua tahun silam,  si hitam dari Monrovia itu mewujudkan mimpi anak-anak Afrika selama puluhan tahun yaitu  menjadi pemain sepakbola  terbaik dunia bukan sesuatu yang muskil. 

Dia membuktikan bahwa  lahir dari keluarga miskin dengan 12 anak, bertumbuh besar dalam lingkungan kumuh bukan alasan untuk pasrah diri pada nasib kurang baik. Keterbatasan justru bisa diubah menjadi modal merajut asa, menempa diri dengan bijak hingga menjadi manusia kaya arti dan terbaik.

Tahun 1995,  pemilik nama panjang  yang terdiri dari 34 huruf ini meraih penghargaan Ballon d'Or atau pemain terbaik dunia  FIFA. Dialah George Tawlon Manneh Oppong Ousman Weah alias George Weah yang kala itu merupakan bintang klub raksasa Italia, AC Milan.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...