Oleh Dion DB Putra
TIBA-tiba saya merindukan waktu itu. Saat di mana tidak banyak bunyi notifikasi SMS, BBM dan WA yang sangat mengganggu dan menghabiskan banyak waktuku. Saya kembali ke buku. Dulu saya bisa lebih dari satu jam membaca buku dan berjam-jam menulis. Hanya sesekali merespons deringan pesawat telepon. Saya tidak ketagihan menatap layar hape.
Zaman berubah lekas amat. Teknologi komunikasi dan informasi terus perbarui diri. Canggih! Alat bikinan manusia kian pintar dan piawai membantu. Namun. serentak dengan itu dia menciptakan situasi paradoks.
Minggu, 04 November 2018
Merekan Rintik Hujan
Oleh Dion DB Putra
BERAPA jam dalam sehari tuan dan puan menghabiskan waktu untuk menatap layar handphone atau ponsel di tanganmu? Berapa kali dalam tempo 24 jam jempol dan ujung jarimu menyentuh layar, menggesek ke atas bawah, kiri dan kanan? Mungkin dikau luput menghitung. Lupa mereken lantaran asyik masyuk dan larut!
Ya, hari-hari kita begitu sibuk sendiri. Dulu televisi menjadi tabernakel hidup. Manusia memujanya lebih dari apapun. Kini ponsel menyisihkan posisi orang-orang terkasih. Saat berbicara dengan rekan kerja, pimpinan atau bawahan, tangan tak henti-hentinya memainkan gadget.
BERAPA jam dalam sehari tuan dan puan menghabiskan waktu untuk menatap layar handphone atau ponsel di tanganmu? Berapa kali dalam tempo 24 jam jempol dan ujung jarimu menyentuh layar, menggesek ke atas bawah, kiri dan kanan? Mungkin dikau luput menghitung. Lupa mereken lantaran asyik masyuk dan larut!
Ya, hari-hari kita begitu sibuk sendiri. Dulu televisi menjadi tabernakel hidup. Manusia memujanya lebih dari apapun. Kini ponsel menyisihkan posisi orang-orang terkasih. Saat berbicara dengan rekan kerja, pimpinan atau bawahan, tangan tak henti-hentinya memainkan gadget.
Habis Manis Sepah Dibuang
Oleh Dion DB Putra
PRESTASI Lalu Muhammad Zohri merupakan interupsi khas olahraga paling heboh di negeri ini ketika pusat perhatian sedang tertuju ke pesta Piala Dunia 2018 di Rusia. Pelari nomor bergengsi 100 meter asal Nusa Tenggara Barat itu meraih juara dunia di bawah usia 20 tahun pada Kejuaraan IAAF di Tempere, Finlandia, Rabu 11 Juli 2018.
Zohri mencatat waktu 10,18 detik untuk mendapatkan medali emas. Anak dari keluarga miskin ini mengalahkan favorit juara, pelari Amerika Serikat Anthony Schwartz yang merupakan pemegang rekor dunia nomor ini dengan catatan waktu 10,9 detik pada 2 Juni 2018 lalu.
PRESTASI Lalu Muhammad Zohri merupakan interupsi khas olahraga paling heboh di negeri ini ketika pusat perhatian sedang tertuju ke pesta Piala Dunia 2018 di Rusia. Pelari nomor bergengsi 100 meter asal Nusa Tenggara Barat itu meraih juara dunia di bawah usia 20 tahun pada Kejuaraan IAAF di Tempere, Finlandia, Rabu 11 Juli 2018.
Zohri mencatat waktu 10,18 detik untuk mendapatkan medali emas. Anak dari keluarga miskin ini mengalahkan favorit juara, pelari Amerika Serikat Anthony Schwartz yang merupakan pemegang rekor dunia nomor ini dengan catatan waktu 10,9 detik pada 2 Juni 2018 lalu.
Jumat, 02 November 2018
Pesona Tenun Ikat NTT
![]() |
| Tenun ikat NTT |
Pemilik butik mendatangkan tenun ikat dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur. Sudah jadi pengetahuan umum bahwa Flobamora memang sangat kaya ragam dan corak tenun ikat. Setiap daerah punya keunikan tersendiri.
Menurut pengelola butik, para pembeli lebih suka tenunan asli hasil kerajinan tangan bukan produksi industri. Harga yang relatif mahal bukan masalah bagi penggemar tenun ikat yang umumnya berasal dari luar Flobamora. Mereka membeli tenunan utuh (lembaran) atau yang sudah dimodifikasi menjadi aneka busana mengikuti tren mode masa kini semisal gaun, jas, rok dan sebagainya.
Tulisan yang Merindu
Oleh Dion DB Putra
MENJAHIT fakta sosial dalam nada dan langgam yang indah, dalam cara rupawan. Mencubit tanpa meninggalkan sakit hati. Keras menghela tanpa melukai, mencandai realitas tanpa hujat mempermalukan.
Itulah sosok Marsel Robot. Guru, pendidik dan terutama dia seorang penulis cerdas dan piawai. Pejuang kata sepanjang hidupnya yang menghibur, membesarkan hati dan menawarkan harapan bagi sesama ciptaan Tuhan.
Maka membaca tulisan Marsel Robot selalu menarik rindu. Rindu untuk baca dan baca lagi. Sang penulis jauh dari menggurui. Dia hanya bercerita dan sidang pembaca menikmati cerita itu lalu meresapi dan memahami pesannya. Pesan renyah gurih yang merasuk jauh hingga ke sumsum, otak dan hati.
Menggerakkan batin untuk introspeksi dan terus bertanya. Menggugat. Mempertanyakan lagi. Siapakah diriku. Siapakah sesamaku manusia? Apa dan bagaimana seharusnya bersikap menghadapi fakta sosial budaya agar adab hidup lebih bermartabat, agar tata dunia baru sungguh adil bagi semua.
Coretan tangan Marsel Robot senantiasa telanjang menghentak kesadaran. Gemas menggaruk ingatan bahwa di kolam kehidupan ini janganlah dikau sekadar memancing atau menatap birunya langit, tetapi bergeraklah lebih dalam untuk menggapai makna kehidupan yang lebih hakiki. Berilah kontribusi, tidak cuma kata manis di bibir.
MENJAHIT fakta sosial dalam nada dan langgam yang indah, dalam cara rupawan. Mencubit tanpa meninggalkan sakit hati. Keras menghela tanpa melukai, mencandai realitas tanpa hujat mempermalukan.
Itulah sosok Marsel Robot. Guru, pendidik dan terutama dia seorang penulis cerdas dan piawai. Pejuang kata sepanjang hidupnya yang menghibur, membesarkan hati dan menawarkan harapan bagi sesama ciptaan Tuhan.
Maka membaca tulisan Marsel Robot selalu menarik rindu. Rindu untuk baca dan baca lagi. Sang penulis jauh dari menggurui. Dia hanya bercerita dan sidang pembaca menikmati cerita itu lalu meresapi dan memahami pesannya. Pesan renyah gurih yang merasuk jauh hingga ke sumsum, otak dan hati.
Menggerakkan batin untuk introspeksi dan terus bertanya. Menggugat. Mempertanyakan lagi. Siapakah diriku. Siapakah sesamaku manusia? Apa dan bagaimana seharusnya bersikap menghadapi fakta sosial budaya agar adab hidup lebih bermartabat, agar tata dunia baru sungguh adil bagi semua.
Coretan tangan Marsel Robot senantiasa telanjang menghentak kesadaran. Gemas menggaruk ingatan bahwa di kolam kehidupan ini janganlah dikau sekadar memancing atau menatap birunya langit, tetapi bergeraklah lebih dalam untuk menggapai makna kehidupan yang lebih hakiki. Berilah kontribusi, tidak cuma kata manis di bibir.
Langganan:
Postingan (Atom)
In Memoriam Valentino Luis
Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...



