Selasa, 22 Januari 2019

Setelah Tsunami Senyap di Selat Sunda

BENCANA sungguh akrab dengan kehidupan kita. Dalam enam bulan terakhir gempa bumi dan tsunami memporak-porandakan Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Palu, Donggala dan Sigi di Sulawesi Tengah dan terakhir tsunami senyap di Selat Sunda. Derita mendera masyarakat pesisir Provinsi Banten dan Lampung.  

Dari tiga bencana alam gempa dan tsunami tersebut,  jumlah korban jiwa lebih dari 3.000 orang Korban tewas terbanyak di Kota Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya. Dalam bencana Lombok, Palu dan Selat Sunda,  jumlah korban luka-luka mencapai  belasan ribu orang dan ratusan  ribu orang mengungsi. Penderitaan pun masih menyertai mereka di lokasi bencana hingga hari-hari ini.

Bangsa Indonesia secara umum memang hidup bersama gempa dan tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat,  rata-rata dalam satu tahun terjadi 6 ribu kali gempa di Indonesia. Gempa  dalam skala magnitudo tertentu menimbulkan tsunami sebagaimana terjadi di Aceh tahun 2004 dan Palu 2018.

Sensasi Jepit Buku di Ketiak

Oleh Dion DB Putra

POS-KUPANG.COM - Beta  bukan kutu buku. Bukan pula kolektor buku yang tekun. Saya hanyalah penggemar buku ala kadarnya. Setahun paling dua atau tiga kali membeli buku. Saya pun mengoleksi buku apa saja. Tidak hanya fokus pada tema tertentu. Ya koleksi buku saya terbanyak memang tentang jurnalisme. Maklumlah belakangan ini banyak yang saya peroleh secara gratis buku-buku tersebut.

Biang buku gratis itu bernama Margiono. Nama yang patut kusebut karena selama 10 tahun sukses mewariskan tradisi yang baik bagi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Minggu, 04 November 2018

Pulang ke Rumah yang Dulu

Oleh Dion DB Putra

TIBA-tiba saya merindukan waktu itu.  Saat di mana tidak banyak bunyi notifikasi SMS, BBM dan WA yang sangat mengganggu dan menghabiskan banyak waktuku. Saya kembali ke buku. Dulu saya bisa lebih dari satu jam membaca buku dan berjam-jam menulis. Hanya sesekali merespons deringan pesawat telepon.  Saya tidak ketagihan menatap layar hape.

Zaman berubah lekas amat. Teknologi komunikasi dan informasi terus perbarui diri. Canggih! Alat bikinan manusia kian pintar dan piawai membantu. Namun. serentak dengan itu dia menciptakan situasi paradoks.

Merekan Rintik Hujan

Oleh Dion DB Putra

BERAPA jam dalam sehari tuan dan puan menghabiskan waktu untuk menatap layar handphone atau ponsel di tanganmu? Berapa kali dalam tempo 24 jam jempol dan ujung jarimu menyentuh layar, menggesek ke atas bawah, kiri dan kanan? Mungkin dikau luput menghitung. Lupa mereken lantaran asyik masyuk dan larut!

Ya, hari-hari kita begitu sibuk sendiri. Dulu televisi menjadi tabernakel hidup.  Manusia memujanya lebih dari apapun.  Kini ponsel menyisihkan posisi orang-orang terkasih.  Saat berbicara dengan rekan kerja, pimpinan atau bawahan, tangan tak henti-hentinya memainkan gadget.

Habis Manis Sepah Dibuang

Oleh Dion DB Putra

PRESTASI Lalu  Muhammad Zohri merupakan interupsi khas  olahraga paling heboh di negeri ini ketika pusat perhatian sedang tertuju ke pesta Piala Dunia 2018 di Rusia. Pelari nomor bergengsi 100 meter asal Nusa Tenggara Barat itu  meraih juara dunia di bawah usia 20 tahun pada Kejuaraan IAAF di Tempere, Finlandia, Rabu  11 Juli 2018.

Zohri mencatat  waktu 10,18 detik untuk mendapatkan medali emas. Anak dari keluarga miskin ini mengalahkan favorit juara, pelari Amerika Serikat Anthony Schwartz yang merupakan pemegang rekor dunia nomor ini dengan catatan waktu 10,9 detik pada 2 Juni 2018 lalu.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...