Selasa, 05 Februari 2019

Damyan Godho Legenda Pers NTT


Damyan Godho
Oleh Pater Edu Dosi, SVD
Pakar Komunikasi dari Unwira Kupang

Saya mengingat catatan Bapak Damyan Godho atau biasa disapa Om Dami  tentang SKH Pos Kupang yang didirikannya. Sang legenda pers ini mencatat bahwa dalam perjalanan ke Restoran Pantai Timor, Kupang, Senin sore 30 November 1992, tempat akan berlangsungnya Acara Peresmian POS KUPANG di benaknya penuh khayalan.

Dengan hati berbunga-bunga membayangkan koran yang akan diterbitkan perdana esok hari Selasa 1 Desember 1992: "Suatu hari nanti, POS KUPANG seperti KOMPAS beredar luas. Dibaca banyak orang, dipercaya dan disayangi...di halte-halte, di bawah tiang listrik, di pasar dan dimana-mana terlihat orang asyik membaca...setidaknya membawa koran di tangan". Koran itu adalah POS KUPANG yang telah menjadi kebutuhan.

NTT Kehilangan Tokoh Pers Inspiratif

Damyan Godho
KUPANG, PK - Tokoh pers Nusa Tenggara Timur (NTT), Damyan Godho wafat dalam usia 73 tahun 10 bulan. Pendiri Surat Kabar Harian (SKH) Pos Kupang ini mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) St. Carolus Borromeus Kupang, Selasa (29/1/2019) pukul 01.30 Wita.

Kepergian Damyan Godho untuk selama-lamanya, tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, melainkan masyarakat NTT, lebih khususnya lagi kalangan dunia pers. Berbagai pihak merasa kehilangan sosok yang tegas, visioner, berhati lembut dan humoris ini.

Damyan Godho meninggalkan seorang istri, Theodora Mandaru-Godho dan tiga orang anak, Ira Godho, Ino Godho dan Rany Godho. Anak sulung, Romi Godho sudah lebih dahulu menghadap sang Khalik.

Jenazah Damyan Godho Disemayamkan di Gereja

Damyan Godho
SELAIN kerabat kenalan dan masyarakat umum, sejumlah tokoh melayat jenazah Damyan Godho di rumah duka, Jl. Fetor Foenay Kelurahan Kolhua Kota Kupang, Selasa pagi hingga malam. Ada juga yang menyatakan duka cita dengan mengirim karangan bunga. Isak tangis dan deraian air mata silih berganti.

Beberapa pejabat pemerintah terpantau hadir melayat, di antaranya Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore dan dr. Herman Man serta Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno bersama istri. Dua mantan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay dan Yohanes Pake Pani serta Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr juga ikut melayat. Tak ketinggalan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur, Josef Nae Soi.

Uskup Turang tiba di rumah duka, Selasa (29/1/2019) pagi. Uskup Turang sempat berdiri di depan jenazah Damyan Godho, lalu memanjatkan doa.

Damyan Godho di Mata Mereka

Damyan Godho
PAK Damy Godho adalah aset daerah yang kita banggakan. Kita sangat kehilangan sosok inspiratif. (yel)

- Mantan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay -


Lahirkan Banyak Kader

MASYARAKAT NTT tentu merasa kehilangan sosok yang semangat dan sudah banyak menorehkan sejarah dalam pembangunan pers di NTT. Almarhum sudah lahirkan banyak kader-kader muda yang profesional di bidang jurnalistik. Karyanya dan semangatnya juga tetap menjadi panutan. (yel)

- Ketua DPRD Provinsi NTT, H. Anwar Pua Geno, S.H -


Sosok Visioner

PAK Damy Godho itu sosok yang sangat visioner. Pikiran-pikirannya sangat maju, selalu memberikan dorongan dan bijaksana. Dalam beberapa kali pertemuan, Pak Damy selalu mengatakan jangan takut kalau melakukan sesuatu yang diyakini benar untuk kepentingan banyak orang. (kro)

-- Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur -

Selasa, 22 Januari 2019

Nasib 18 Nelayan Asal Alor

KABAR kurang menggembirakan  datang dari tetangga terdekat kita. Angkatan Laut (AL) negara  Republik Demokratik Timor Leste  menahan 18 nelayan asal Kabupaten  Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 19 Januari 2019.  Mereka ditangkap karena kedapatan  membawa alat tangkap kompresor  saat memasuki perairan negara  tersebut.

Menurut Duta Besar RI untuk Timor Leste,  Sahat Sitorus,  nelayan Alor yang masuk perairan Timor Leste dengan tiga perahu motor membawa kompresor yang dilarang menurut hukum perikanan  Timor Leste Nomor 7677.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Alor, Abdul M  Kapukong menjelaskan,  ke-18 nelayan itu meninggalkan Pulau Buaya (Alor)   pada 15 Januari 2019 untuk  mencari ikan.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...