Senin, 16 September 2019

Masa Kecil di Sumedang

Saya dan Kaka Yusran Pare, Mei 2019
Saya kembali ke Jakarta 16 September 2019. Kali ini terbang dari Pulau Dewata. Entah untuk yang keberapa  kalinya ke Jakarta. Saya lupa mencatat meski ingat dalam setahun minimal sekali. Ya kota ini lokasi kantor pusat tempat saya mengabdi sekaligus mencari sesuap nasi 27 tahun terakhir (1992-2019).

Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar Grup Kompas Gramedia (KG).  Saya datang lebih awal sehari sebelum mengikuti raker Ombudsman Tribun tanggal 17-18 September 2019.

Ini raker pertama sejak lembaga ini dikukuhkan di Jakarta 8 Mei 2019 oleh Vice CEO KG Media, Sentrijanto dihadiri Herman Damo (komisaris), Febby Mahendra Putra, Dahlan Dahi, C Budiarto,  dan para petinggi Tribun lainnya.

Jumat, 13 September 2019

Peran dan Tugas Kardinal dalam Gereja Katolik


Paus Fransiskus dan para kardinal
 Paus Fransiskus pada akhir Agustus 2019 memilih Mgr Ignatius Suharyo sebagai kardinal Indonesia. Suharyo adalah kardinal ketiga Indonesia.

Kardinal pertama adalah Mgr Justinus Darmojuwono yang dilantik pada 1967 di sela pengabdiannya sebagai Uskup Agung Semarang periode 1963 sampai 1981.

Kardinal kedua adalah Mgr Julius Darmaatmadja yang ditunjuk pada 1994 saat menjabat sebagai Uskup Agung Semarang.

Pada tahun 1996 Mgr Julius diminta menggembalakan Keuskupan Agung Jakarta menggantikan Mgr Leo Soekoto. Mgr Julius mundur dari Jakarta karena alasan kesehatan pada 2010.

Jumat, 23 Agustus 2019

Air Mata Ni Luh Mustika Sari dan Putri Dewi



ilustrasi
DUKA itu akhirnya mencabik sunyinya langit Bali. Ni Luh Mustika Sari, balita berumur dua tahun yang menderita gizi buruk serta tuberkulosis (TB) meninggal dunia.

Balita asal Desa Tukadsumaga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng menghembuskan napas terakhir di rumah kakeknya di Tukadsumaga, Minggu 11 Agustus 2019.

Nih Luh Mustika Sari sempat menarik perhatian publik Pulau Dewata di penghujung Juli 2019.

Anak kecil itu jauh dari kasih sayang orangtua. Tubuhnya sangat kurus lantaran memikul dua beban sekaligus, gizi buruk dan penyakit TB.

Kakek neneknya bekerja sebagai buruh kerajinan bambu. Pendapatan tak menentu, sehingga Mustika Sari tidak mendapatkan perawatan medis memadai demi memulihkan kondisinya.

Selasa, 06 Agustus 2019

Le'nda Le'da


Rongo
Oleh Mathias Saka

Supu me'tu mosa iwa noa, be'ga. Demi mera leka kota. Tau' lema asrama putra noo asrama putri. Padahal latu ana asrama le'ka kopo. Ata biasa pai so 'ana kos".

Ka di mbana tu wee. Ana loo asrama ga dua' ngeta gae ka, tabha ranggo dhato. Ana kos gha ngere bos, ka di kita mbana tu, Rio Rasi walo. Bheri dema.

Tapi kai Laka kita, nebu rume ngai ngere penga. Rongo disama, wawi fi mule - mule kai di meee mule - mule.

Tuka reka baru hee. Piara rongo leka kota, ata so kita eo bingu. Leja - leja mbana gae ka rongo.

Bersua Umbu Landu Paringgi



Cak Nun dan Umbu Landu Paringgi 5 Agustus 2019
Meski dikau berada di Bali, tak mudah bersua Om Umbu Landu Paranggi.

Maka kubersyukur bisa mendengar suara dan menikmati sekulum senyum Sang Presiden Malioboro, lima hari menjelang ulang tahunnya ke-76.

Malam yang asyik di Batubulan saat peluncuran buku Metiyem, Pisungsung Adiluhung untuk Umbu Landu Paranggi.

Buku ini dirajut tim penyusun yang terdiri dari Iman Budi Santosa, Mustofa W Hasyim, Sutirman Eka Ardhana dan Budi Sardjono. Prolog apik dari Sapardi Djoko Damono dibalut epilog menggetarkan Emha Ainun Nadjib.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...