Selasa, 14 April 2020

Citius, Altius dan Fortius

ilustrasi
API Olimpiade dari tempat suci Olimpia Yunani terbang melintasi samudera menuju Jepang. Di Miyagi, Fukushima dan kota lainnya, masyarakat menyambut hangat api yang memompakan energi olahraga klasik Citius, Altius, Fortius. Lebih cepat, lebih tinggi dan lebih kuat tersebut.

Di tengah pandemi Covid-19, warga Jepang tetap antusias menyambut pertunjukkan api Olimpiade yang berlangsung di barat laut negeri Sakura itu sepanjang akhir pekan lalu.

Lebih dari 50.000 orang menyaksikan api Olimpiade yang ditampilkan di Stasiun Sendai, Miyagi, Sabtu 21 Maret 2020.

Panitia penyambutan memilih Stasiun Sendai demi memamerkan spirit kebangkitan kawasan tersebut setelah diremukredamkan gempa, tsunami dan krisis nuklir tahun 2011.

Pilih Mana, Kepala Batu atau Tikam Kepala?


ilustrasi
KEPALA menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bagian tubuh yang di atas leher pada manusia dan beberapa jenis hewan merupakan tempat otak, pusat jaringan saraf, dan beberapa pusat indra.

Dalam keriuhan pandemi Virus Corona alias Covid-19 sekarang, sekurang-kurangnya mengemuka dua tipe manusia yaitu kepala batu dan tikam kepala.

Yang pertama semua paham maksudnya. Kalau belum ya sebaiknya buka kamus KBBI sekarang.

Nah, yang kedua perlu saya jelaskan agar tak salah paham atau salah sangka.

Minggu, 22 Maret 2020

Sepi Sebelum Nyepi

Pantai Kuta 21 Maret 2020
Kesunyian itu tercipta di Pantai Kuta, pantai ikonik Pulau Dewata. Hening pada akhir pekan 21 Maret 2020, empat hari sebelum perayaan Nyepi.

Sehari setelah Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan wali kota dan bupati menutup objek wisata di daerahnya masing-masing.

Instruksi Gubernur Bali mewajibkan semua objek wisata baik yang dikelola pemerintah, swasta maupun desa adat untuk sementara tidak menerima kunjungan wisatawan mancanegara, nusantara maupun lokal.

Efeknya nyata.

Suasana tampak lengang di kawasan jalan Legian dan Monumen Ground zero, Kuta, Sabtu, (21/3/2020). Hanya terlihat beberapa kendaraan melintas di kawasan tersebut.

Rabu, 18 Maret 2020

Io Resto a Casa

ilustrasi
Senin pagi yang cerah di Denpasar 16 Maret 2020, saya mendapat pesan WA dari Romo Leonardus Mali, Pr.

Beliau adalah seorang imam Katolik asal Keuskupan Agung Kupang yang sedang menjalani studi S3 di Kota Roma Italia.

Ah, sontak saya merasa bersalah karena sudah agak lama tidak menjalin kontak dengan beliau.

Apalagi semenjak Virus Corona melanda hingga Italia menutup (knockdown) seluruh negara.

Pasti ada sesuatu yang penting.

Saya pun buru-buru membuka WA.


Orang-orang Ternama


ilustrasi
Badan kesehatan dunia, WHO, mengambil keputusan tepat. Status covid-19 adalah pandemi. Pagebluk global.

Di bawah tudung pandemi tak seorang pun hari ini bebas dari ancaman wabah Corona. Virus menyebar liar tanpa mengenal batas negara, agama, ras dan suku bangsa.

Dari orang-orang tak ternama sampai pesohor kelas dunia kena virus yang belum ada obatnya tersebut.

Dua setengah bulan berlalu semakin banyak saja orang ternama terjangkit positif. Mereka harus menjalani isolasi paling lambat 14 hari.

Kabar teranyar datang dari bumi Latin Amerika, tepatnya negeri bola Brasilia.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...