Jumat, 08 Mei 2020

Sepak Bola Mati Gaya

ilustrasi
CORONA semoga lekas berlalu. Makin lama wabah bergulir bikin sepak bola sungguh mati gaya.

Sekarang pun sebagian sudah sekarat bahkan memilih langkah tandas: menghentikan kompetisi musim 2019-2020. Duh!

Kabar murung berembus dari daratan Eropa dan Latin Amerika, dua sumbu utama sepak bola dunia.

Sampai 30 April 2020, empat negara sudah memastikan tidak lagi menggulirkan kompetisi musim ini.

Liga Belgia (Jupiter Pro League), Liga Belanda (Eredivisie), Liga Argentina (Superliga Argentina) dan Liga Prancis ( Ligue 1).

Prahara Mudik atau Pulang Kampung


ilustrasi
CORONAVIRUS Disease 2019 alias Covid-19 ikut mengguncang jagat perbahasaan.

Corona memperkaya bahasa Indonesia. Tapi serentak jua merendahkan martabatnya.

Kok bisa?

Gara-gara virus yang menyerang pernapasan ini, cara dan gaya kita berbahasa Indonesia yang memang doyan bikin singkatan dan akronim, kini menambah lagi koleksinya.

Sekarang keponakanku yang masih di bangku Sekolah Dasar (SD) pun sudah hafal apa itu ADP, ODP, PDP, OTG dan sebagainya.

ODP (Orang Dalam Pantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), OTG (Orang Tanpa Gejala), APD (Alat Pelindung Diri).

Bumi Hening Memulihkan Diri


ilustrasi
Ketika Bumi rapuh dan letih

Semesta mengutus Covid

Saat Bumi sesak napas karena polusi

Diare akut lantaran sampah

Langit menurunkan Corona



Tatkala Bumi bising berisik

Merintih terkuras habis isi perutnya

Cakrawala menebarkan sampar

Agar Bumi berselimut sunyi

Boleh hening memulihkan diri

Mereken Rupiah Marhaen


ilustrasi
ADA secuil kisah menarik dari Bangli, daerah sejuk subur sumber air melimpah bagi Bali.

Di sana pemerintah kabupaten mengalokasikan dana Rp 33 miliar untuk penanganan Covid-19.

Lumayan besar.

Maklum Bangli sejauh ini mencatat jumlah orang terjangkit virus corona nomor dua terbanyak di Pulau Dewata setelah Kota Denpasar.

Pemerintah mutlak memberi perhatian sungguh-sungguh.

Namun, sampai tanggal 15 April 2020, dari dana yang disiapkan sebesar Rp 33 miliar tersebut baru dicairkan Rp 600 juta. Cuma nol koma nol sekian persen.

Cilik amat. Apa pasal?

Anomali Paman Sam dan Elang Super Afrika

ilustrasi
AMERIKA Serikat (AS) hampir punya segalanya. Tak seorang pun meragukan kedigdayaannya.

Tapi negeri itu pula yang kini menempati puncak klasemen kematian yang direnggut Covid-19.

Sampai kemarin setidaknya ada 639.664 orang di negeri berjulukan Paman Sam tersebut yang terinfeksi virus corona dan 34.552 orang meninggal dunia.

Pada hari Rabu 15 April 2020, Johns Hopkins University , seperti dilansir AFP, menyebut angka 2.569 kematian dalam waktu 24 jam.

Angka ini merupakan rekor baru jumlah kematian tertinggi dalam sehari di seluruh dunia.

Terbayang betapa repotnya mengurus pemakaman jenazah sebanyak itu. Memakamkan satu orang saja sudah mengurai air mata duka.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...