Wawancara Indra Gunawan, Wakil Presdir Kompas Gramedia 1992-2004
KUNJUNGAN PK Ojong ke luar negeri membawa hikmah yang sangat menentukan bagi perjalanan Kompas-Gramedia. Itu karena kegemarannya membaca buku. Setiap kembali dari luar negeri, PK Ojong selalu membeli buku hingga punya perpustakaan di rumahnya. Hal itu kemudian yang melahirkan Toko Buku Gramedia·
Sebagai orang yang komitmen pada kemajuan masa depan, PK Ojong tidak melarang anak-anak membaca buku di Toko Gramedia. Itulah sebabnya sampai sekarang kita sering melihat anak-anak membaca buku di selasar rak-rak Toko Buku Gramedia. Kepada rekan-rekan sejawatnya, PK Ojong juga sering mengirimi buku-buku, termasuk untuk tahanan politik yang sealiran dengannya maupun tidak.
Untuk mengasah pemikirannya, PK Ojong punya klub diskusi bersama aktivis muda pada masanya, antara lain Soe Hok Djin yang kemudian menjadi Arief Budiman dan Soe Hok Gie, Soedjatmoko, Rosihan Anwar, Ong Hok Ham, dan lain-lain.
PK Ojong
PK Ojong bersama sastrawan pada masa itu, Mochtar Lubis, Zaini, Taufiq Ismail, dan Arief Budiman menerbitkan Majalah Horison yang khusus memuat dunia sastra. Sayang, majalah Sastra Horison kini sudah tiada.



