Sabtu, 26 Desember 2020

Pilkada di Zona Merah


TINGGAL hitungan  menit sebanyak 270 daerah, yakni 9 provinsi, 34 kota, dan 224 kabupaten di Indonesia akan melaksanakan  Pilkada serentak di tengah pandemi Covid-19.

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  pun tak ketinggalan.  Sebanyak sembilan dari 22 kabupaten/kota di NTT menyelengarakan Pilkada tahun ini yaitu Kabupaten  Manggarai Barat (Mabar), Manggarai, Ngada, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Sabu Raijua, Sumba Timur, dan Kabupaten Sumba Barat.

NTT kini zona merah.  Hampir merah total.  Hingga 7 Desember 2020,  tinggal Alor satu-satunya kabupaten di bumi Flobamora yang nihil kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sampai awal pekan lalu, Kabupaten Sabu Raijua sempat bertahan hijau. Tapi akhirnya jebol juga pada 3 Desember 2020.

Espana 82

Paolo Rossi

Saya baru sesaat melepas seragam putih merah ketika dia menjadi bintang pujaan  dunia. 

Belum banyak paham soal bola tapi sebagai anak dusun saya sungguh beruntung dianugerahi ayah hebat bernama Thomas Bata yang hobi dengar radio transistor.

Pun mengoleksi majalah bulanan dan buku-buku.

Siaran idola ayahku mulai dari RRI, Radio Australia, Suara Amerika (VoA) hingga BBC London.

Itulah sebabnya sekalipun bermukim di kampung udik Lio Timur Flores, saya dan kakak adikku berenam tidak terlalu jauh ketinggalan informasi.

Sekilas terekam dalam memori bocahku satu nama yang berulangkali disebut penyiar berita olahraga RRI. Radio Autralia ataupun BBC.

Kamis, 26 November 2020

Diego yang Abadi


 "Saya  tidak mengabaikan kekhawatiran bahwa Diego Maradona bisa mati mendadak di lapangan sepak bola atau sedang berjalan."

Kalimat ini terlontar dari bibir Ricardo Grimson, dokter pribadi Maradona.

Grimson mengatakan itu 24 tahun silam. Tepatnya 2 Oktober 1996 atau 28 hari menjelang usia Maradona ke-36. 

Di balik kejeniusannya di lapangan bola, kesehatan Diego Maradona memang menyedihkan sejak usianya masih belia. Penyebabnya satu, ketergantungan pada narkoba dan alkohol.

Maradona pada  2 Oktober 1996 menderita cedera otak akibat kecanduan terhadap kokain.  Tahun 1995  dokter Grimson pun sempat membawa Maradona ke klinik rehabilitasi obat terlarang di Buenos Aires dalam keadaan koma. Saat itu Diego bahkan tidak mengenali orang-orang terdekatnya.

Kisah Wartawan yang Pertama Kutip Gol Tangan Tuhan Maradona

Gol Tangan Tuhan Maradona

TRIBUN-BALI.COM - "Tangan Tuhan" menjadi kutipan olahraga paling ikonik sepanjang masa.

Namun, dunia yang berbahasa Inggris hampir tak bisa mendengar renungan tajam Diego Maradona tentang golnya yang terkenal saat Argentina menang 2-1 atas Inggris dalam Piala Dunia Meksiko 1986 tersebut.

Koresponden olahraga kantor berita Reuters Rex Gowar berada di Stadion Azteca setelah pertandingan itu ketika Maradona mengaku sebagai orang yang paling sering dibicarakan  berbuat curang dalam sejarah sepak bola.

"Saat itu adalah liputan Piala Dunia pertama saya bersama Reuters," kata Gowar, yang pertama kali bertemu dengan Maradona saat masih remaja di Buenos Aires sebagai fotografer untuk sebuah surat kabar Argentina.

Rabu, 25 November 2020

Maradona tak lagi primadona



Diego Armando Maradona, 2 Oktober 1996 cedera otak akibat kecanduan terhadap kokain dan dikhawatirkan meninggal dunia secara tiba-tiba. Menurut salah seorang dokternya, superbintang sepakbola itu terancam mati mendadak dalam waktu dekat. Serial yang diramu dari berbagai sumber ini - berusaha menguak sepenggal jalan hidup Maradona - sejak bocah, masa emas sampai detik-detik menjelang keruntuhannya sekarang.

"SAYA tidak mengabaikan kekhawatiran bahwa Diego Maradona bisa mati mendadak di lapangan sepakbola atau sedang berjalan." Demikian kalimat yang meluncur dari mulut Dr. Ricardo Grimson, dokter pribadi Maradona seperti diberitakan harian ini edisi 4 Oktober 1996.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...