Jumat, 31 Mei 2024

Paulus Budi Kleden The Smiling Monsignor

Catatan ringan seorang sahabat, Wilfrid Babun SVD 

 Saya beruntung gabung bersama dalam satu angkatan dengan Pater Paulus Budi Kleden. Angkatan 87. Kami akrab memanggilnya “No Budi”. Ada juga yang bilang, “ No Poce”. Tiga 

Paulus Ada tiga orang frater dengan nama sama. Mereka: Paulus Budi Kleden, Paulus Tolo Djogo dan Paulus Rahmat.

 Yang pertama dari Waibalun Flores Timur. Yang kedua, dari Nagekeo Flores Tengah, dan yang terakhir dari Manggarai Flores Barat. 

 Ketiganya, produk tiga seminari ternama di Flores. Ada St. Dominggo Hokeng, Seminari Toda Belu Mataloko dan Seminari Pius XII Kisol. Ketiga seminari ini dari dulu menjadi ikon Pendidikan konteks Flores.

 Ketiga Paulus  juga dapat menjadi representasi aroma kualitas Lembaga Pendidikan calon imam. Tidak sampai di sini. Ketika menjadi imam ketiganya juga berkibar; Pater Paulus Budi Kleden, Superior General SVD sedunia;  Pater Paulus Tolo Djogo SVD, sebagai Provinsial SVD Ruteng dan Pater Paulus Rahmat, orang penting di Vivat Internasional Amerika Serikat. 

Selasa, 28 Mei 2024

Makna dan Berkah Pastoral Terpilihnya Mgr Paul Budi Kleden SVD

Mgr. Paul Budi Kleden, SVD

Oleh Apolonius Anas, SPd

Direktur LBKP U-Genius Kefamenanu

Mgr Paul Budi Kleden,SVD baru saja dipilih Paus Fransiskus untuk memimpin Keuskupan Agung Ende. Kabar baik itu menyebar begitu cepat di jagat maya akhir pekan lalu. Secara serempak, ucapan syukur bertaburan di berbagai platform digital.

Berbagai pihak menganggap momentum ini sebagai berkat Allah yang luar biasa. Berkat itu bukan hanya diberikan kepada keluarga Besar Serikat Sabda Allah(SVD) di seluruh dunia dan umat Keuskupan Agung Ende tetapi juga umat Katolik seluruh NTT dan Indonesia.

Menurut saya, keterpilihan Mgr. Paul Budi Kleden menjadi Uskup Agung Ende saat ini sangat berbeda dan bernilai spiritualitas yang luar biasa. Karena pengikut St. Arnoldus Jansen ini adalah biarawan/rohaniwan berkharisma yang terkenal di seluruh dunia. 

Ini Baru Budi

Paul Budi Kleden, SVD (kiri)

Oleh: Robert Bala

Penulis buku Homili yang Memikat, Prolog oleh P. Paul Budi Kleden, SVD (Penerbit Ledalero, Maret 2024)

Pengumuman P. Paul Budi Kleden SVD sebagai Uskup Keuskupan Agung Ende mengejutkan. Mengapa?

Karena sebagai pimpinan tertinggi SVD, Budi semestinya meneruskan ‘tradisi’ Provinsi Gerejawi Nusa Tenggara (mencakup keuskupan Larantuka, Ende, Weetebula, Ruteng, Denpasar, Kupang, dan Atambua) untuk hanya memilih imam projo.

Itulah tradisi sejak Uskup Longginus da Cunha (1996), Uskup Turang (1997), Uskup Benyamin Bria (2000), Uskup Frans Kopong Kung (2002), Uskup Visen Sensi (2007), Uskup Domi Saku (2007), Uskup Silvester San (2008), Uskup Sipri (2019) dan yang terakhir Uskup Pakaenoni (2024) semuanya imam projo.

Budi Kleden, Ende, dan Kebun Vanila

Paul Budi Kleden, SVD

Oleh: Pater Charles Beraf, SVD

Pastor Paroki Detukeli, Ende

KABAR tentang Uskup baru Ende, Mgr. Paul Budi Kleden, SVD sampai ke telingaku saat saya sedang membetulkan tajar vanilla di kebun Paroki Roh Kudus Detukeli. 

Mengejutkan? Sedikit saja reaksi itu. Budi, dari kaca mata saya sejak dulu, layak menjadi uskup. 

Seorang yang rendah hati, cerdas, juga seorang yang bisa diajak untuk masuk ‘ke kebun’. 

Alasan lain, Budi memang dibesarkan dari rahim Keuskupan Agung Ende (KAE): mengenyam pendidikan di STF Ledalero dan kemudian menjadi dosen pada almamater itu (ketika STF Ledalero masih ada dalam wilayah KAE), pernah menjadi anggota dewan Provinsi SVD Ende sebelum  terpilih sebagai Superior Jenderal SVD.

Uskup Paul Budi Kleden, Teologi Terlibat, dan Tantangan Imam Masa Kini

Paul Budi Kleden, SVD

Oleh Valens Daki-Soo

Penulis adalah entrepreneur dan politisi, mantan Frater SVD di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Flores.

Paus Fransiskus akhirnya menunjuk Superior General SVD (Societas Verbi Divini), Pater Dr. Paulus Budi Kleden, SVD menjadi Uskup Keuskupan Agung Ende (KAE). Pengangkatan Pater Budi secara resmi dibacakan oleh Administrator KAE, Rm. Yosef Daslan Moang Kabu di Gereja Katedral Ende pada 25 Mei 2024. 

Dengan demikian, berakhirlah penantian umat KAE akan sosok pemimpin spiritual yang baru sejak mangkatnya Mgr. Vincentius Sensi Potokota enam bulan lalu. Mgr. Sensi meninggal dunia di Rumah Sakit Sint Carolus Jakarta pada 19 November 2023.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...