Selasa, 22 April 2025

You, Anak Kecil atau Anak Besar?

Romo Amanche Ninu

Oleh RD Amanche Ninu

Seorang Romo dengan langkah malu malu dan harap harap cemas bertemu Bapak Uskup Turang di Rumah Keuskupan. Pagi pagi beberapa tahun yang lalu.

Romo itu mau izin. Ikut Festival Sastra di Makassar, MIWF, Makassar International Writers Festival, tahun 2013.

"Selamat paaagiii Bapak Uskup..." Romo itu beri salam untuk Bapak Uskup. Sapaan khas dengan nada suara tarikan khas orang Dawan Timor. Sopan santun yang paling halus. Tata krama tingkat tinggi. Strategi!

Selamat...! You, bagaimana?? Balas Bapak Uskup Turang, halus tapi tegas. 

Mgr. Petrus Turang Uskup yang Cerdas


Oleh: Pastor Melky Malingkas

Tadi pagi sementara kami makan bersama di Refter Seminari Pineleng, tiba-tiba Pst Max Manewus nyeletuk, Mgr Petrus Turang baru saja meninggal, informasi itu lewat WA Group Pastores Manado, dari Rekan Pst kami, Pst Steven Lalu.  

Sejenak kami terdiam saat itu, lalu mulailah kami berkisah tentang Mgr. Turang di ruang makan yang dulu juga Mgr pernah punya pengalaman indah makan bersama teman-teman frater, ataupun ketika beliau menjadi dosen sekaligus formator di Seminari Pineleng. 

Makan bersama teman-teman di refter dengan menu ala kadarnya tapi bersih, dan sehat telah membentuk karakter Mgr Petrus Turang. 

Perbanyak nasi karena kurangnya lauk pauk dan sayur, tidak mengurangi kualitas dan kompetensi beliau sebagai calon imam, imam dan ditahbiskan menjadi Uskup Keuskupan Agung Kupang.  Beliau yang ku kenal tercermin lewat pengalaman pribadi.

Tempat Kosong Di Atas Mitra Uskup

Mgr. Petrus Turang

Oleh: RD. Leo Mali

Rohaniwan dan Dosen Filsafat pada Fakultas Filsafat Unwira Kupang

POS-KUPANG.COM- Pagi hari, 4 April 2025, pukul 8.15 Wita ketika sedang berada di ruang kelas untuk menguji tesis salah seorang frater Tingkat VI dari Konvict Keuskupan Agung Kupang, kami mendapat kabar “kepergian” Mgr. Emeritus Petrus Turang. 

Tiba-tiba tangan saya terasa dingin. Kedua kelopak mata saya sembab. Kami terdiam. 

Beberapa saat kemudian, saya berbisik minta izin ke Romo Dr. Herman Punda Panda yang duduk di samping saya, agar ujian dihentikan sejenak untuk berdoa. Lalu kamipun hening dan berdoa bersama.  

Setelah selesai ujian, saya mulai menulis catatan ini. Memori saya berputar beberapa puluh tahun ke belakang. Tanggal  24 Mei 1997 beliau ditunjuk oleh Takhta Suci menjadi Uskup Koajutor Keuskupan Agung Kupang, dan kemudian menerima tahbisan episkopal sebagai Uskup tanggal 27 Juli 1997. 

Terima Kasih Monsinyur


Mgr. Petrus Turang 

In Memoriam Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang

Oleh: Rm. Gabriel A. I Benu, Pr

Imam Keuskupan Agung Kupang, tinggal di Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, Kota Kupang - NTT

Berbicara tentang sosok Mgr. Petrus Turang selalu tidak ada habisnya. 

Pribadi tegas dengan sorotan mata yang tajam ditambah dengan keluasan wawasan yang terkadang anti mainstream menjadikan beliau sosok yang dikagumi juga disegani. 

Melalui tulisan ini saya ingin membagikan pengalaman perjumpaan dengan beliau secara dekat sekaligus secara khusus merefleksikan nasihat-nasihat praktis yang pernah dan sering beliau sampaikan kepada kami sebagai calon imam juga termasuk kepada para imam. 

Pengalaman perjumpaan dengan beliau secara dekat terjadi setelah saya dan teman-teman seangkatan menyelesaikan masa formasi di Seminari Tinggi Tahun Orientasi Rohani (TOR) Lo’o Damian, Nela-Emaus Atambua. 

Wartawan juga Butuh Doa

Mgr. Petrus Turang, Pr

"Dion, saya dengar dari Dami, kau tugas di Manado," katanya kepadaku suatu hari di awal tahun 2013.

"Benar sekali Bapa Uskup. Saya tugas di Manado. Makan enak terus di sana. Saya sudah pergi ke tempat kelahiran Bapa Uskup di Tondano," jawabku.  Bapa Uskup Mgr. Petrus Turang tersenyum simpul.

Dami yang beliau sebut itu adalah Om Damyan Godho. Om Damyan adalah orang tua,  guru sekaligus pemimpin saya di Harian Pos Kupang. 

Om Damy dan Mgr. Petrus Turang bersahabat karib. Bestie, meminjam istilah anak zaman now.

Pada kesempatan lain, saya bertemu beliau di Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo, Kabupaten Kupang.

Saya hadir di taman doa yang asri tersebut bersama umat dari Perumahan BTN Kolhua Kupang. 

Sebagaimana lazimnya kami umat Katolik, begitu mendengar beliau datang, saya bergegas mendatangi Sang Gembala lalu mencium cincin di tangannya.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...