Selasa, 22 April 2025

Fransiskus: Sang Gembala dengan Bau Domba

Paus Fransiskus 

Oleh: AS Laksana

Pada malam 13 Maret 2013, ketika ia pertama kali muncul di balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, setelah terpilih sebagai Uskup Roma ke-266, Jorge Mario Bergoglio tidak mengangkat tangannya untuk memberkati. 

Ia berkata “Buona sera”—selamat malam—dan membungkuk, meminta orang-orang memberkatinya. Gestur itu sederhana dan memukau. Malam itu, orang menyaksikan kepausan yang tidak menampilkan keagungan, tetapi kerendahan hati.

Ia menolak salib emas dan memilih salib logam biasa di dadanya, menolak mantel merah dan memilih jubah putih, dan memilih nama Fransiskus, nama santo yang hidup bersama kaum miskin, menolak kekuasaan, dan mencintai ciptaan. 

In Memoriam Paus Fransiskus


Paus Fransiskus

Oleh Denny JA

Pada musim dingin tahun 2013, sebuah perahu kayu yang rapuh karam di lepas pantai Lampedusa, Italia. Itu pulau kecil di perbatasan Afrika Utara dan Eropa.

Lebih dari 360 pengungsi dari Eritrea dan Somalia tenggelam dalam laut yang membeku. Mayat-mayat mereka ditemukan terapung, terbungkus selimut darurat aluminium, di antara puing-puing perahu dan doa yang tak sempat diselesaikan.

Beberapa hari kemudian, Paus Fransiskus datang ke Lampedusa. Tanpa prosesi megah. Tanpa singgasana emas.

Ia hanya membawa salib kayu yang terbuat dari serpihan kapal karam. Di atas altar darurat, ia merayakan misa bagi jiwa-jiwa yang tak sempat disambut dunia.

Paus Belas Kasih dari Pinggiran Dunia


POS-KUPANG.COM - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus telah berpulang pada hari Senin (21/4/2025) pukul 07.35 waktu Roma, Italia di kediamannya Apartemen Santa Marta. 

Paus Fransiskus, yang sebelum menjadi Uskup Roma bernama Jorge Mario Bergoglio, lahir di Flores, Buenos Aires, Argentina, 17 Desember 1936, meninggal pada usia 88 tahun.

Paus Fransiskus berpulang pada hari Paskah Kedua. Berita tentang wafatnya Paus Fransiskus—terpilih pada tanggal 13 Maret 2013— diumumkan oleh Kardinal Kevin Farell, Carmelengo Gereja Takhta Suci, pada pukul 09.45. 

Masa berkabung akan berlangsung selama sembilan hari. Dan, hari Senin malam, pukul 20.00 waktu Roma, jenazah Paus dimasukkan ke dalam peti mati.

Uskup Turang, Sang Gembala Pemberdayaan Masyarakat

P Edu Dosi, SVD

Oleh: P. Edu Dosi, SVD

Rohaniwan, Dosen FISIP Unwira Kupang

POS-KUPANG.COM - Kematian telah menghampiri Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang, Jumat(4/4/2025). 

Kita merasa kehilangan sosok gembala umat yang sangat memperhatikan kemiskinan dan rakyat kecil. Kita mengingat Mgr. Petrus Turang adalah gembala umat yang telah bersentuhan dengan hidup kita. 

Kita mengenal dia dalam banyak ragam pengalaman, teristimewa perhatiannya pada kemiskinan dan rakyat kecil. 

Terlepas dari kekurangan dan keterbatasannya, kita mengagumi, menghormati  dan merasa bahagia karena pernah memiliki dia.  Catatan inspiratif ini berkembang dari diskusi dan kesaksian banyak orang. 

Saya tulis sebagai penghargaan kepada beliau, sang gembala yang memberi keteladanan pada komitmen teristimewa bagi yang miskin. 

Selamat Jalan Monsinyur Turang

Mgr. Petrus Turang

Refleksi Seorang Pengusaha

Oleh: Theodorus Widodo

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan FPK-NTT

POS-KUPANG.COM -  Ada rasa sedih yang mendalam ketika saya dan isteri terakhir kali mengunjungi Uskup Emeritus Mgr.Petrus Turang pada tanggal 6 Februari 2025 di wisma KWI, Jalan Kemiri Jakarta. 

Sosok yang dikenal tegar dan berwibawa itu sekarang terlihat begitu rapuh. Rasa sedih ini terbawa pulang sampai berhari-hari kemudian. 

Saya sedih karena merasa ini pasti pertemuan terakhir, walaupun monsinyur ketika itu bertutur bahwa kesehatannya sudah membaik dan sekarang hanya perlu rutin cuci darah. 

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...