Jumat, 03 Oktober 2025
Hermien Kleden dan Jurnalisme Tutu Koda
Hermien Y. Kleden dalam Kenangan
![]() |
| Hermien Kleden (tengah) dan Romo Hans (kanan) |
Oleh: Romo Hans Jeharut
Kak Hermien, demikian saya memanggilnya. Empat tahun ini kami bersama sebagai pengurus Komisi Kerasulan Awam KWI. Ketika saya mulai bertugas, dia dan beberapa pengurus lain sudah ada di kepengurusan.
Saya sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi, sejak Januari 2022. Dalam banyak kesempatan dia menyebut saya "Bos". You're my Bos!
Dalam kaitan relasi pengurus dan bos ini, Kak Hermien menunjukkan sikap taat. Jika tidak bisa menghadiri rapat karena kesibukan atau alasan lain, Kak Hermien selalu mengirim pesan whatsapp, nyaris seperti refrein, " Ama, kaka mohon maaf tidak bisa hadir. Kalau ada tugas siap dilaksanakan".
Dan benar. Jika ada tugas, dia melaksanakan dengan tuntas. Sempurna.
Kamis, 02 Oktober 2025
Hermien Kleden, Sang Guru dan Kakak Kami
![]() |
| Hermien Y. Kleden |
Oleh: Yophiandi Kurniawan
Mantan Wartawan Tempo
POS-KUPANG.COM - “Are you leaving?” Pertanyaan itu membuyarkan lamunan. Malam itu, kak Hermien memanggil saya. Khusus.
Di hadapannya, saya sempat melamun. Masih bertanya dalam hati. Apakah benar langkah saya meninggalkan TEMPO.
Sebelumnya, Nugroho Dewanto sudah mencolek saya di tengah rapat perencanaan Majalah TEMPO siang hari.
Pada 2011 kantor Majalah TEMPO pindah ke kawasan Velbak, Kebayoran Baru. Punggung-punggungan dengan kantor Koran TEMPO.
Pertanyaan mas Dede—panggilan Nugroho Dewanto—mirip-mirip dengan Kak Hermien. “Lu jadi cabut?”
Mak Comblang
![]() |
| Saya dan Dokter Husein (kanan) |
Ada yang bilang kami agak mirip dalam beberapa hal. Beta aminkan saja. Pertama soal kumis. Beliau doyan kumis hitam tebal mengilap, saya senang yang tipis-tipis saja.
Bentuk hidung kami sebelas dua belas. Berkaca mata pula. Tidak seprofesi tapi sama bekerja berkompaskan kode etik.
Beliau dokter, saya wartawan. Kami kerap bertemu dan dipertemukan oleh tugas masing-masing.
Dia tergolong narasumber yang menyenangkan jurnalis. Tak tak pelit berbagi informasi, dan siap melayani wartawan kapan saja. Pria cerdas, rendah hati, bijaksana dan humoris.
Sebagai pemimpin dia tipe pemimpin yang melayani. Dalam suatu masa yang panjang nian, namanya identik dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang.
Kamis, 26 Juni 2025
Imam Pertama dari Wolonio
![]() |
| Romo Vincent Bata |
Dia imam dari Wolonio, Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Watuneso, Keuskupan Agung Ende. Namanya RD Vincentius Budi Bata Putra.
Dia bukan imam pertama dari Paroki Watuneso. Tapi yang pertama dari Wolonio, kampung kecil di kaki pegunungan Ndura.
RD Vincentius Budi Bata Putra lahir di Mulawatu, kampung tetangga Wolonio.
Secara administratif pemerintahan, kampung itu masuk wilayah Desa Fatamari, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dia datang paling akhir dari kami berenam, tapi yang pertama pulang ke rumah sang khalik, empunya kehidupan.
In Memoriam Valentino Luis
Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...




