Minggu, 17 Maret 2019

Bali Lima Belas Maret Dua Ribu Sembilan Belas

Saya sampai lagi pada titik ini yaitu mendapat tugas di tempat yang baru. Mulai tanggal 15 Maret 2019 pimpinan menugaskan saya di Denpasar

Saya pernah mendapat tugas di luar Kupang sebelumnya yakni di Harian Tribun Manado (2012-2014). Bagi saya penugasan terbaru ini tetap menantang. Pertanyaan sederhana, apakah saya bermanfaat bagi Tribun Bali?

Dengan kata lain apakah saya bisa memberikan kontribusi yang dibutuhkan Harian Tribun Bali atau tidak. Kehadiran saya tidak boleh menjadi beban atau tidak berguna sama sekali untuk koran ini.

Terima kasih untuk pimpinan yang saya hormati Bapak Sentrijanto dan Febby Mahendra Putra.

Selasa, 19 Februari 2019

Daftar Riwayat Hidup Damyan Godho

Damyan Godho
Nama lengkap           : Damyan Godho
Tempat tanggal lahir     : Boawae, Kabupaten Nagekeo, Flores,  25 Maret 1945
Nama ayah              : Lambertus Laga Nenu
Nama Ibu             : Klara Wona

Damyan Godho adalah putra kedua dari 9  bersaudara 

Saudara kandung
1. Getrudis
2. Sofia Uta
3. Fabianus Aga
4. Wens Mola
5. Lusia Fesa
6. Adel Tawa
7. Fransiskus
8. Yohanes Kasto Tue Nenu

Selasa, 05 Februari 2019

Selamat Jalan Om Damy Godho

Damyan Godho
"Kalau tidak pakai kata seru itu bukan Om Damy. Akumulasi pengetahuan Om Damy dan integritasnya sangat luar biasa. Dia betul-betul menjalankan tugas sesuai tagline Kompas 'Hati Nurani Rakyat."

SETELAH disemayamkan semalam di Gereja St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua Kota Kupang, jenazah Damyan Godho kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Damai Fatukoa, Kamis (31/1/2019) siang. Upacara pemakaman diiringi hujan.

Istri Damyan Godho, Theodora Menodora Mandaru bersama tiga anaknya, Eleonora Ira, Berno Marselino dan Clara Fransisca mendampingi jenazah hingga kubur ditutup.

Acara pemakaman jenazah dipimpin Romo Simon Tamelab, Pr, Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi. Meski hujan, kerabat kenalan mengikuti proses pemakaman sampai selesai yang ditandai dengan peletakan karangan bunga.

Uskup Agung Kupang Mengenang Damyan Godho

Damyan Godho
KUPANG, PK -Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr mengenang kebersamaannya dengan tokoh pers NTT, Damyan Godho. Hal itu disampaikan Uskup Turang saat memimpin misa requiem di Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi,  Kolhua, Kota Kupang, Rabu (30/1/2019) malam.

"Sebagai seorang wartawan senior, pendiri harian Pos Kupang, Om Damy telah melahirkan banyak wartawan muda yang berkompeten. Di samping itu, sebagai seorang tokoh umat. Damyan Godho telah mewariskan kepada umat Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo," ucap Uskup Turang dalam khotbahnya.

"Setiap kali kita berkunjung ke Taman Ziarah Oebelo, kita bertemu dengan dia secara rohani. Itu yang dia berikan untuk pengembangan hidup iman supaya kita belajar," tambahnya.

Damyan Godho Legenda Pers NTT


Damyan Godho
Oleh Pater Edu Dosi, SVD
Pakar Komunikasi dari Unwira Kupang

Saya mengingat catatan Bapak Damyan Godho atau biasa disapa Om Dami  tentang SKH Pos Kupang yang didirikannya. Sang legenda pers ini mencatat bahwa dalam perjalanan ke Restoran Pantai Timor, Kupang, Senin sore 30 November 1992, tempat akan berlangsungnya Acara Peresmian POS KUPANG di benaknya penuh khayalan.

Dengan hati berbunga-bunga membayangkan koran yang akan diterbitkan perdana esok hari Selasa 1 Desember 1992: "Suatu hari nanti, POS KUPANG seperti KOMPAS beredar luas. Dibaca banyak orang, dipercaya dan disayangi...di halte-halte, di bawah tiang listrik, di pasar dan dimana-mana terlihat orang asyik membaca...setidaknya membawa koran di tangan". Koran itu adalah POS KUPANG yang telah menjadi kebutuhan.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...