Jumat, 21 Februari 2020

Menunggangi Ombak


ilustrasi
MANTAN pimpinanku yang sudah belasan tahun pensiun, wartawan senior dari media terkemuka mengungkapkan kegundahannya ihwal kerja jurnalis masa kini.

Dia biasanya jarang berceloteh di akun medsos.

Namun, ketika perbarui statusnya beberapa hari lalu, sentilannya memancing perhatian mata.

“Saya dididik selalu berpikir positif. Namun sehari-hari melihat dan mendengar para pembawa acara TV selalu bekerja dengan pendekatan negatif. Padahal pikiran kita itu seperti tanah, jika ditanami jagung tumbuh jagung, tanam kedele tumbuh kedele. Jika pikiran kita "ditanami" hal-hal negatif, bukankah yang akan muncul perbuatan negatif, hal-hal yang tidak baik? Jurnalis kita lebih pentingkan judul daripada inti masalah bahkan sering tidak mau mendengarkan jawaban narasumber demi menggiring opininya sendiri. Apa itu yang juga diberikan kepada mahasiswa jurnalistik sekarang? Wah ambyar tenan!”

Lain lagi gerutuan pengamat media. Masih kerabatku juga.

Jerit Perih Peternak Babi di Bali



ilustrasi
BABI itu hewan kaya lemak berhidung besar yang rakus makan dan jarang diam.

Apalagi kalau perutnya belum terisi, maka seisi kampung pun bisa mendengar ‘gerutuannya’ yang khas. Riuh rendah.

Sejak penghujung 2019 hingga jelang purnama kedua 2020, riuhnya kisah babi tak kunjung usai di Bali.

Malah makin lantang mencabik langit Pulau Dewata lantaran kematian babi secara mendadak kian kencang saja.

Januari 2020 berakhir dengan catatan miris. Peternak di Sarbagita: Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan tunggang-langgang menelan pil pahit. Mereka tak mendengar lagi riuhnya suara babi yang mengisi keseharian.

Senin, 10 Februari 2020

Damyan Godho, Firmus Wangge dan Uskup Petrus Turang


Damyan Godho
TANGGAL 27 Juli itu istimewa. Setidaknya bagi ketiga tokoh ini, Firmus Wora Wangge, Damyan Godho dan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr.

Nama pertama dan kedua telah berpulang ke haribaanNya. Berselang setahun saja.  Damyan Godho meninggal dunia 29 Januari 2019.  Dua belas purnama kemudian Firmus Wangge menyusul, 6 Februrari 2020.

Buat Om berdua yang terkasih, semoga bahagia di sisiNya. Amin.
Saya mengenang 27 Juli karena gara-gara tanggal itulah saya berintekrasi cukup intens  dengan mereka.

Itu dua dekade lalu, 23  tahun silam, tepatnya 27 Juli 1997. Setahun menjelang Soeharto lengser keprabon.

Saya masih wartawan muda.  Belum genap lima tahun berkiprah bersama Harian Pos Kupang  yang mulai terbit 1 Desember 1992.

Selasa, 28 Januari 2020

Sampai Maut Memisahkan



ilustrasi
KABAR duka itu datang di hari Minggu atau hari Senin waktu Indonesia.
Dunia terguncang hebat, tak kalah geger dibandingkan demam virus Corona yang menebar cemas serta mengurai air mata.
Legenda bola basket NBA dan dunia, Kobe Bryant meninggal dunia setelah helikopter yang dia tumpangi menghujam bumi di California, Minggu pagi 26 Januari 2020.
Tragis. Sang bintang pergi dalam usia terbilang muda, 41 tahun.
Bryant tidak sendirian. Putri keduanya, Gianna Maria-Onore Bryant (13), meninggal pula dalam kecelakaan tersebut.

Kota yang Bahagia


ilustrasi
KOTA selalu punya sisi yang risau. Dia merupakan ekspresi paling jujur ihwal kemanusiaan. Tidak hanya soal kecerdasan otak tapi juga hati yang acap menangis.

Jika tuan ingin mencintai sebuah kota, selami kegundahannya untuk mengerti seberapa kerap dia terbahak.

Ada pula yang bilang, selama berabad-abad, manusia selalu membangun kota dan kota membentuk karakter dan kultur manusianya.

Batavia dari purnama ke purnama telah membuat orang jatuh cinta. Entah cinta yang terstimuli motif ekonomi, politik pun kekuasaan. Begitulah.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...