Selasa, 08 Desember 2015

Harum, Necis dan Senang Manjakan Diri

KUPANG, PK - Zaman dulu pria masuk salon hanya menggunting rambut atau mengantar pacar atau istri facial dan perawatan tubuh lainnya. Tapi pria masa kini berani ke salon bahkan ke klinik kecantikan untuk merawat diri.  Di Kupang,  pria metroseksual habiskan uang  hingga Rp 5 juta untuk menghilangkan kerutan di wajah.

Pria metroseksual artinya pria  yang berpenampilan dandy, senang memanjakan dirinya, sangat peduli dengan penampilannya, senang menjadi pusat perhatian (bahkan menikmatinya), sangat tertarik dengan fashion dan berani menampilkan sisi femininnya. Mereka ini bahkan ditengarai sebagai sosok narsistik, yang jatuh cinta tidak hanya terhadap diri sendiri, tetapi juga gaya hidup urban.

Sisi menarik dari kategori pria "flamboyan" ini, kendati berpenampilan "manis", tetapi mereka tidaklah gay atau homoseksual, tetapi mereka memiliki uang banyak untuk dipakai memdandani dirinya dan merawat tubuhnya.



Pria-pria ini rela mengeluarkan uang Rp 5 juta hanya untuk mengurangi kerutan di dahi. Tidak itu saja, berbagai perawatan tubuh lain selalu dilakukan mulai dari perawatan kuku, menghilangkan bulu, jerawat dan lain sebagainya. Tidak sedikit uang mereka gelontorkan untuk perawatan tubuh dan asesoris penampilannya.

Pria-pria tersebut sudah sadar merawat dirinya mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Juga rajin berolahraga ke Gym. Tujuannya agar tampil prima dan sehat. Pria seperti ini selalu tampil rapi dan harum baik pada acara resmi, semi resmi maupun tidak. Pria tersebut kerap menyita perhatian banyak orang, bukan karena dia pejabat tetapi karena berpenampilan rapi, necis, trendy, fashionable plus wangi.

Satu di antara pria metroseksual itu adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Provinsi NTT, Ir. Andre Koreh. Ada juga dari kalangan pengacara seperti Filipus Fernandez, SH, Ali Antonius, SH, Lourens Mega Man. Mereka semua kerap mengenakan pakaian brended . Para lelaki mapam itu selalu bergaya trendy meski usianya sudah di atas 45 tahun.

Sementara di kalangan DPRD NTT, ada Jimmy Sianto yang selalu menebar wangi; PNS di Kementerian Hukum dan HAM, Gerard Masangi yang selalu bergaya dandy, juga PNS di kantor Keuangan Negara, Ampi Leo yang sangat klimis dan bersih. Belum lagi Master of Ceremony (MC) Kenny Sau, yang sangat 'menonjol' dalam berpakaian dan gaya rambut.

Ada lagi dokter muda, Norman Delvano, yang rajin bolak balik ke klinik kecantikan  untuk merawat wajahnya agar mulus dan bebas jerawat. Juga seorang PNS di Kantor Dinas Koperasi Rote Ndao, Bambang Seno, yang rela setiap bulan terombang-ambing empat jam di dalam kapal very untuk menemui dokter kecantikan di Kupang agar bisa menicure dan pedicure (perawatan kuku tangan dan kaki).

Ditemui di sejumlah tempat berbeda para pria muda hingga setengah baya itu memberikan alasan bervariasi kenapa mereka tampil metro seksual. Mereka mengaku, fashion dan aksesoris yang mereka kenakan itu sebenarnya tidak mahal karena yang terpenting cocok dan sesuai karakter.

Bagi Andre, apa yang dikenakannya harus nyaman, entah berharga mahal atau murah sekali pun.  "Kalau saya dinilai berpenampilan rapi dan harum, terima kasih. Apa yang saya lakukan ini sebenarnya untuk mendedikasikan dan untuk menghargai diri saya sendiri dan juga setiap orang yang saya temui. Bayangkan saat bertemu orang itu pakaian kita tak rapi, wajah lusuh apalagi badan berbau tidak sedap. Pasti suasana dan aura positif tidak akan tercipta. Karenanya saya selalu tampil maksimal namun sedapat mungkin keberadaan saya tidak mengganggu orang lain," jelas Andre.

Untuk parfum Andre membelinya secara online atau saat dia berpergian ke luar daerah. "Saya tidak suka yang berbau terlalu tajam atau terlalu lembut. Saya suka yang beraroma macho. Saya suka fashion yang simpel namun rapi, fashionable tapi bukan parlente," kata Andre yang memilih membersihkan wajahnya di rumah.
Lain Andre Koreh, lain pula dokter Norman yang lebih memilih membersihkan wajahnya di klinik kecantikan, RTC Clinik Kupang sekali sebulan.

 "Jenis kulit wajah saya sensitif, berminyak dan di Kupang udaranya berdebu sehingga kalau wajah tidak rajin dibersihkan akan berjerawat dan kusam. Kalau wajah bersih, saya nyaman berhadapan dengan pasien," kata alumni Fakultas Kedokteran Undana Kupang 2015.

Lain lagi perawatan kuku tangan dan kaki, Bambang Seno rela jauh-jauh dari Kabupaten Rote Ndao ke Kupang setiap bulan. "Saya sering berolahraga lari, pakai sepatu dan kaki sering tertutup. Kuku bermasalah sehingga harus sering dirawat. Untuk pakaian, tak punya merk khusus, asal nyaman saja dikenakan," kata Bambang yang mengenakan parfum beraroma lembut Valentino Caspani itu.

Perawatan wajah, kuku kaki dan tangan jika tak diikuti tampilan fashion yang menarik pun rasanya tak lengkap bagi pria metroseksual. Bahkan ada yang rela menghabiskan banyak uang demi pakaian bermerk. Ali Antonius memilih SOGO sebagai tempat berbelanja pakaian dan sepatu kerjanya. Alasannya, sesuatu yang mahal itu berkualitas.


"Pengalaman saya, jika beli pakaian yang harganya murah, baru satu dua kali pakai, sudah rusak. Tapi pakaian berharga mahal itu berkualitas sehingga pasti lama dikenakan sehingga saya bisa berhemat karena tidak perlu terus menerus membeli pakaian baru,"  kata pengacara ini.

Menurut Antonius, penampilan seseorang itu sangat menentukan kualitas orang itu, apalagi profesi pengacara. "Berpenampilan rapi sebenarnya bagian dari iklan diri dan ada nilai ekonomis dan feed back-nya. Rasanya apa yang saya lakukan ini bagian dari seni dan cara untuk mendapatkan klien yang pantas sehingga saya pun harus berpenampilan pantas," kata Antonius.

Jimmy Sianto mengaku tak punya merk khusus untuk fashion dan aksesorisnya, namun dia punya beberapa merk seperti Zara untuk celana, Hugo Boss untuk sepatu dan Hugos untuk baju kaos, dan Guess untuk jam tangan. "Saya tidak fanatik untuk merk tapi adalah beberapa brand yang saya punya. Bagi saya yang penting enak dipakai dan nyaman," kata Jimmy yang akhir-akhir ini suka mengenakan parfum Carolina Herrera 212 men berharga jutaan rupiah itu.

Menurut Jimmy, sejak SMU dia sudah memperhatikan penampilan dan kebersihan diri sehingga baginya rapi, bersih, harum dan fashionable itu harus dilakoninya setiap hari dalam berbagai aktivitas. "Tentunya kostum dan aksesoris menyesuaikan dengan tempat yang dikunjungi," katanya.

Bripka Alexander Ola (35), anggota Polresta Kupang Kota juga sangat memperhatikan penampilannya. Jam tangan Swiss Army warna coklat menjadi satu dari puluhan merk jam tangan koleksinya yang sering dikenakan saat bekerja. Selain punya  koleksi parfum Carolina Herrera 212 Men, anggota Shabara ini juga punya koleksi Kenzo Homme Night, Antonio Banderas Blue Seduction Man dan L'occitane. Semuanya beraroma ringan dan elegan.

"Sehari-hari saya pakai Antonio Banderas, kalau acara malam baru saya kenakan Carolina Harrera," kata Alex. Ayah satu anak ini memilih Narisha Beauty Klinik Kupang untuk membersihkan wajah dan menjaga kelembaban kulit wajah dan anti jerawat. Alex rutin mengenakan cream pagi, siang dan malam. Untuk sepatu, Alex mengaku menyukai kets namun ada juga sepatu kulitnya seperti andre pinto dan cesare paciotti yang pernah dimiliknya. (novemy leo)


Sehat itu Mahal
SELAMA beberapa tahun terakhir ini di Kota Kupang bermunculan klinik kecantikan. Sebut saja Narisha Beauty Klinik milik dr. Frans Homalessy, Sp.An yang beroperai sejak tahun 2004 dan RTC Skin Clinik milik dokter Ratna Tallo,Sp.KK.

Dua klinik kecantikan ini punya banyak pelanggan baik wanita dan pria bahkan saat ini perbandingannya sudah 60 persen wanita dan 40 persen pria. Kondisi ini menandakan banyak pria di Kupang yang sudah sadar untuk merawat wajah dan tubuhnya untuk kesehatan dan 'keindahan'.

Ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10/2015) sore, dr. Frans mengatakan, masuknya pria ke kliniknya sudah terjadi sejak delapan tahun lalu. Para pria yang usianya remaja hingga dewasa itu kebanyakan datang karena persoalan kesehatan pada wajah misalnya berjerawat. "Kalau dulu, biasanya kalau anak remaja pria itu diantar mamanya atau kalau pria dewasa itu diantar istri atau pacarnya," kata dr. Frans.

Tapi seiring berkembangkan waktu, para pria itu datang ke klinik dengan alasan lebih bervariasi tidak lagi karena masalah kesehatan tapi lebih banyak soal perawatan tubuh. Seperti perawatan kulit kepala, wajah, perawatan tubuh seperti over weight (kelebihan berat badan), meni-pedi cure dan  lainnya.

"Kini para pria pun sudah berani datang sendirian melakukan perawatan diri ke klinik. Tidak saja datang karena masalah jerawat tapi lebih banyak untuk perawatan kulit dan tubuh. Para pria ingin juga tampil 'cantik' dan menarik," kata dr. Frans.

Menurut dr. Frans, sebenarnya cantik itu, baik pria maupun wanita, tidak cukup hanya dengan mempunyai wajah yang putih mulus, mata indah, hidung mancung atau bibir yang menawan, kaki yang indah, tubuh yang langsing dan ramping serta rambut yang indah. Cantik yang sesungguhnya adalah cantik dari dalam hatinya.

"Karena saya sering bilang bahwa kecantikan fisik itu tidak akan selalu abadi karena fisik akan berubah dari waktu ke waktu seiring bertambahnya usia. Proses penuaan memang dapat diperlambat dengan kecanggihan teknologi, tetapi tidak sedikit ada orang yang sudah terlihat keriput dan tidak menarik meski usianya belum cukup tua," kata dr. Frans.

Untuk itu, dr. Frans mengingatkan agar para wanita termasuk pria harus bisa teratur merawat wajah, jangan stress atau pun sedih, istirahat yang cukup dan rajin berolahraga.  "Semua kegiatan positif itu akan membuat anda sehat lahir dan batin. Sehat itu mahal, karena itu kesehatan harus dijaga sejak dini. Jaga makan dan minum," pesan dr. Frans.

Hal senada disampaikan dr. Ratna Tallo, Sp.KK saat ditemui di klinik spesialis kulit, RTC Skin Clinic Kupang, Selasa (13/10/2015). Dokter Ratna mengatakan, pria yang menjadi pasiennya kini sudah tidak malu-malu lagi seperti beberapa tahun lalu. Kini para pria sudah lebih sadar dan terbuka untuk berdiskusi tentang perawatan wajah dan tubuh.  Pasien prianya bahkan tidak saja berasal dari Kota Kupang, namun juga luar Kupang seperti dari Rote Ndao, TTU, TTS, Atambua, Flores hingga Timor Leste.

"Sebelumnya para pasien pria akan berdiskusi dulu dan saya akan memberikan gambaran tentang tindakan yang akan diambil serta manfaatnya dan dampaknya," kata dr. Ratna.

Melihat jenis dan kondisi kulit, demikian dr. Ratna, sebenarnya dibandingkan wanita, kulit wajah pria itu lebih tebal dan kasar serta berpori-pori besar dan berminyak. Karenanya kulit pria lebih rentan mengalami jerawat dan masalah kesehatan lainnya. Apalagi pekerjaan pria itu kebanyakan berada di luar ruangan sehingga lebih banyak terpapar sinar matahari.

Karenanya, pria harus lebih rajin merawat wajahnya, mencuci muka secara rutin, menggunakan sun blok atau tabir surya pada siang hari dan pelembab pada malam hari. Jika terus terpapar sinar matahari dan tidak ada perawatan maka bisa saja timbul flek hitam,  bahkan kanker kulit.  "Paling tidak para pria hendaknya melakukan perawatan wajah ke klinik sebulan sekali. Rajin melakukan facial, totok wajah dan perawatan lainnya. Cantik itu mahal namun cantik itu sehat," kata dr. Ratna. (vel)


News Analysis
Soraya Balkis Tanof
Dosen Sosiologi Undana

Penyayang dan Romantis

PRIA metroseksual menaruh perhatian lebih kepada penampilan. Pria ini cenderung memiliki kepekaan mode dan memilih pakaian berkualitas atau bermerek. Memiliki kebiasan merawat diri (grooming), menjaga kebugaran atau melakukan kebiasaan yang dahulu lazim dikaitkan dengan kaum perempuan.

Misalnya menyukai kosmetik untuk pria, pergi ke salon atau spa, melakukan perawatan tubuh seperti perawatan rambut, kuku dan kulit. Juga aktif di klub, pusat kebugaran. Metroseksual juga disebut pria Flamboyan yang manis, wangi, hobi membawa cermin ke mana saja agar bisa memperhatikan wajah dan penampilan serta cenderung narsis.  Fenomena ini sering disebut juga women oriented men.

Meski berpenampilan agak feminim, namun pria metroseksual tidak bisa diklaim sebagai pria homoseksual atau heteroseksual atau biseksual. Karena sulit membedakan secara tegas berdasarkan penampilan pria metroseksual mana yang homoseksual, biseksual atau yang heteroseksual.

Namun, hal itu hanyalah imaterial belaka, karena nyatanya pria metroseksual lebih mencintai dirinya sebagai obyek cinta, kenikmatan, dan pilihan seksualnya.

Umumnya pria metroseksual tipe penyayang dan romantis serta penuh perhatian. Karena senang berbelanja dan memilih baju yang modis maka hal yang sama akan dilakukan terhadap pasangannya agar berpenampilan modis dan menarik juga.

Faktor yang melatarbelakangi lahirnya pria metroseksual sebagai 'Kelas Menengah Baru' pada masyarakat urban (perkotaan) karena dipengaruhi oleh globalisasi ekonomi, informasi dan budaya post industridengan budaya global kapitalistik, kosmopolitan melahirkan gaya hidup konsumerisme yang yang telah mewabah dalam  lingkungan dan  membangun ruang ruang gaya hidup kaum metroseksual.

Mereka adalah pria lajang belia dan juga pria dewasa kelas menengah baru dengan ciri berpendidikan sekaligus berpenghasilan berlebihan,dan sangat peduli kepada penampilan dan citra dirinya, hidup dan bekerja di kawasan perkotaan yang membentuk gaya hidup berbeda dengan kelompok masyarakat urban tertentu (kelas bawah) yang masih mengikatkan diri dengan budaya lokal atau tradisi yang tidak mempunyai akses terhadap ruang gaya hidup.

Umumnya pilihan menjadi pria metroseksual sebagai gaya hidup karena mereka berpendidikan, penghasilan cukup sehingga mau membangun citra diri yang khas. Mereka berbeda dalam selera sosial ekonomi sebagai simbol prestise dan gengsi sosial yaitu dalam penggunaan ruang seperti tempat belanja, makan, hiburan, pakaian, mobil, rumah dan waktu untuk liburan.

Pria yang memperhatikan penampilan, modis, wangi dan selalu menjaga kebersihan dan kebugaran tubuhnya itu tidak melawan kodrat. Tetapi dalam masyarakat modern, fashion bagi pria metroseksual dibatasi oleh kode-kode gender akibat dari konstruksi sosial budaya. Artinya masyarakat terus mendikte apa yang boleh dan tidak boleh dipakai oleh pria. Sebab bagi masyarakat selama ini, pria dikonstrusikan sebagai seorang yang berpenampilan kasar, macho, sederhana. Dan peran utamanya sebagai pencari nafkah untuk keluarga bukan untuk menghamburkan uangnya untuk fashion.

Tapi memang terjadi pergeseran budaya akibat adopsi imitasi nilai-nilai budaya post industri yang kapitalistik dengan masyarakat konsumer  dan budaya konsumerisme  di era globalisasi menggantikan budaya tradisional. Juga terjadi pergeseran orientasi nilai budaya untuk menjadi masyarakat konsumer atau masyarakat tontonan yaitu masyarakat yang dituntut untuk selalu mempertontonkan penampilan dan penampakan diri secara narsistik kepada orang lain, sebagai cara menemukan eksistensi diri dalam dunia sosial.

Untuk peluang disukai perempuan, semua itu sebenarnya tergantung kepada pilihan rasional berdasarkan selera dan rasa dari perempuan masa kini.  Apakah peremuan itu hendak memih pria yang uberseksual (macho) atau pria metroseksual (pria yang berpenampilan lebih feminin).
Kebanyakan perempuan modern cenderung menyukai penggabungan dari kedua ciri pada pria uberseksual dan metroseksual. Uberseksual dengan ciri suka bisnis, politik dan selalu menghargai perempuan serta cenderung emosial serta metroseksual dengan ciri memiliki gairah untuk dirinya sendiri, perempuan dianggap sebagai teman baiknya, tidak gampang emosi.

Namun sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana kepribadian dan karakter  pria itu yang bisa membuat wanita terkesan. (vel)

Sumber: Pos Kupang 24 Oktober 2015 halaman 1

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...